Apr 302014
 

photo  : http://static.guim.co.uk

Lockheed Martin telah mendapatkan Kontrak senilai USD80 juta untuk memasok fire-control sensors yang akan dipasang ke helikopter Apache AH-64E yang dipesan oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 2013.

Departemen Pertahanan AS memberitakan pada tanggal 29 April, bahwa Lockheed Martin telah dikontrak untuk memasok Indonesia dengan delapan s/d sembilan modernisasi Target Acquisition Designations/Sight Pilot Night Vision Sensors (M-TADS/PNVS), beserta suku cadangnya.

Kontrak ini menggunakan Foreign Military Sale (FMS), dengan pengiriman diperkirakan lengkap oleh tahun 2018.

Washington dikonfirmasi di bulan Agustus 2013 bahwa mereka telah setuju untuk menjual delapan Apache helikopter ke Indonesia. Kesepakatan FMS dengan biaya senilai USD500 juta.  (http://www.janes.com)

  62 Responses to “Kontrak sensor M-TADS/PNVS Apache Indonesia”

  1. testt pertamaxxx

  2. Keduax

  3. Berarti Apache baru dong. Yang lama hanya utk latihan n cadangan

    • Atau refurbish ya?

      • Klo kita mencerna berita di atas dan berita2 yg terdahulu, kayaknya lho sebagian refurbish dan sebagian baru. Yang baru dtg belakangan tahun 2017-2018. (dibahas di artikel jkgr yg lalu)
        Klo yg nggak resmi nunggu bung Nara aja ya he he he…….
        mumpung besok tanggal merah he he he he….

        Cuman aneh juga untuk kontrak sensor senilai 80 juta dollars, lha harga untuk yg lain tinggal 420 juta dollars dong…. (ini klo nggak salam sy pernah baca di media ausie, media mereka heran indonesia bisa mendapat 8 apache terbaru dgn harga cuman 500 juta dollars?? pdhl bagi kita uang segitu sudah mahal, cuman sy lupa linknya ya)

        • Betul bung Gue; itu 12 biji baru(type E) yang 28 refurbish (type D)

          • iya betul dech, klo clue bung nara total 40 biji, ngeri2 sedap dech…..
            Tapi klo sumber resmi berita media yg krmn2, kontrak ada 8 biji, dtg 4 biji pada 5 oktober 2014 (berarti refurbish type D) dan sisanya 4 biji AH-64E Longbow Guardian th 2017 s/d 2014 .
            Yg target datang pada 5 oktober itu jadi apa nggak, atau cuman pinjaman sementara……imho

        • Hitung juga untuk armamentnya lalu pelatihan, ToT, sucad dll. :mrgreen:

        • memang seharusnya berapa harga per unit untuk yang type E bung Gue??

          • klo nggak salah harga 1 unit AH-64E Longbow Guardian senilai 60 juta dollars x 8 biji = 480 juta dollars.
            Itu belum armanent, pelatihan, Sucad dll

  4. 500 jt dpt 8 biji, lha mending di jajanin sukhoi efek deterentnya melebihi apache……

  5. 5 besar kah

  6. mantap nich, menyimak aja ah.

  7. Bukan main

  8. Sedoso ageng?

  9. harus dimatengin bener pelatihan pilotnya..
    jangan main karbitan dan buru2 untuk show force
    soalnya ini heli mahal jangan sampai crash spt kejadian di taiwan

  10. Muda2an lancar gak ada crash spt taiwan si upil aja bisa kita harus bisa maju terus tni smangat kira2 speknya ama si upil lebih bagus mana kalau heli ada namanya gak ya klau ad namain apa yo ….. ?????

  11. Maaf kamerad sekalian agak beda pandangan…saya tetep nggak sama indian dan berharap ini gagal…saya tetep rekomendasiin si krokodil Yg serbaguna…

    Kalau tetep kekeuh mau heli serang sejati sy lebih suka nunggu yg rasa rendang aja alias made in indonesia…..

    Europe or russian yes! Liberty junk? Ke laut aje! 😀

    • Bener2 konsisten, salut untuk bung Wer..

      Kasusnya begini, menurut Mabes TNI, pemilihan SU-35 untuk TNI AU karena rekomendasi pilot2. Nah, menurut Mabes TNI juga, Apache, Black hawk dan Chinook juga karena rekomendasi pilot2. Jadi gimana dong?? Apakah benar itu rekomendasi pilot atau masalah “political will” aja??

      • pilot nyaman = aman 🙂

      • kalo nurut ma pilotnya yaaaa
        berarti pilotnya setrooooong

      • @bung jalo
        Dari dulu juga gitu bung…ALRI dan AURI lebih condong ke eropa dan rusia sedangkan ADRI nunut Uwak Sam…mungkin karena perbedaan pola pikir dan paradigma akibat pendidikan yg berbeda dimana perwira ALRI di latih Admiralty (inggris),perwira AURI dididik Voyyeno Sily (rusia) sedangkan perwira ADRI di angon leavenwoth dan benning (pentagon sindicate)

        Inilah efek netral di segala bidang jd ligistic nightmare di semua urusan…

        Baru aman kalo dah buat sendiri… 😀

        • BUng Wer, makanya jalan untuk mengantisipasi logistical nightmare adalah mandiri. Contohnya China yg mulai mengurangi 😀

        • @bung navajo…hussss…itu cuma mitos.ALRI dan ADRI sama gila gilaannya dalam menumpuk arsenal di era bung karno…itu ADRI beli tank dan lapis baja sampe hampir 1000 unit sekaligus gak pake lama…ALRI jg sama edannya beli KS sampe 12 unit,perusak sampe penjelajah hanya dalam waktu 3 tahun…

          Kalau AURI memang anak lanang bung karno,kenapa mustang butut aja masih dipake?

          Ucapan anak lanang itu hanya barisan sakit hati personal bkn institusi…

        • Tapi sekarang kan bukan anak lanang lagi kan bung? hehhehehehe….. alusista AU sudah gahar gahar tuh bung… mana yang selalu diumpetin itu pasti lebih gahar lagi bung hehehehehe…..

      • Bung jalo klo menurut sy sich, begini, ada 3 anak nakal2 minta mainan yg bagus bagus semua dan tidak ada yg mau ngalah, pdhl ortunya jelas punya sekala prioritas.
        Akhirnya setelah diundi, anak yg suka main tanah dpt mainan yg bagus pdhl harusnya msuk thn depan, anak yg suka main air juga dapat pilihannya, anak yg suka main angin kurang beruntung disuruh nunggu tahun depan untuk dibeliin mainan kesukaannya.
        Maklum, baru kali ini 3 anak itu dapat mainan yg banyak. Sudah lama merengek2 minta dibeliin nggak dikasih he he he….
        Imho

        • Kalo saya lihat ada faktor “Political Will” bung Gue

          • klo saya berpikir seperti pilot AD, saya lebih tertarik heli ini,,
            karena kemampuan nya bukan faktor lain,

            kalau memang seperti yg di gembor2 kan iklan nya apache AH 64 E kemampuan manuver, data link, radar long bow, rudal hellfire, Avionik, dll, kemampuan nya diatas AH 64 D long bow,, dan bisa di tugaskan di daerah laut dan pantai

            kecuali yg di beli AH 64 D longbow, kemampuan nya masih sama dgn KA 52,

            bukan kah kita juga pengen punya heli serang, yah minimal kita bisa belajar (menjahit, kemampuan rotornya dan mesin, dll) dari barang yang terbaik di kelas nya,,

            ga peduli dari block mana berasal yg penting ada referensi yg bisa di instar ke heli nasional, sehingga bisa menghasilkan kwalitas heli yg lebih baik lagi dari sekedar gendiwa yg mesin basic nya bell 412.

            sehingga alutsista dalam negeri bisa bersaing minimal dgn asia, maksmal dgn eropa,

          • Nah, setuju dengan bung Andri yg penting political will tolong jangan masuk ke ranah penelitian dong, kasihan sudah stres dengan penguasaan teknologi eh strees lagi dengan politik yg sering berubah. Ditunggu 2 engginer kita yg ikut di Boeing uuppsss :-SS

          • Kelepasan ya bung jalo apa sengaja he…he…@di tunggu 2 engineering kita yg ikut di boeing. Slam

          • Klo sy liat pembelian apache adl keinginan user yg sdh lama. Mengidamkan heli serang Murni yg canggih, dan di acc sm amrik dgn prasarat politik.
            Klo renc pengadaan blackhawk adl Murni keinginan tni ad setelah liat kemampuan heli MI -17 di pedalaman kalimantan dan pedalaman papua kedodoran.
            Sedangkan heli chinook pertama muncul dari keinginan DPR. Dan bs berguna untuk daerah bencana.

      • betul kita ingin mandiri membuat heli serang. Yang saat ini jadi kendala adalah biaya pembuatannya yg besar. Heli serang memerlukan 10x biaya investasi dan pembuatan heli serbu. Afsel yg pernah riset n buat heli serang sj mereka kalang kabut dan akhirnya nyerah krn yg dibeli kurang dr 100 unit. Masih lebih baik membuat pesawat tempur krn tdk banyak bagian yg bergerak sehingga kalibrasinya lebih ringan.

  12. Mohon ijin nyimak Ndan……

  13. Kalau super cobra dapat berapa ya?

  14. Masalah apache udah sering dibahas di artikel terdahulu, ini ada unsur non blok dan nsur politis, apalagi sebagian ditempatkan di natuna dan untuk menjaga perbatasan.
    Tapi kyknya juga ada syarat untuk tidak ditempatkan di papua, imho

    • Kalau nggak boleh ditempatkan di Papua ya tinggal switch saja bung..Mi 35 yang ke sana he..he atau sekalian order black sharknya atau Nighthunter

    • lho katanya TNI dah kapok sama kondisi di embargo dan dibatasi oleh produsen, kok sekarang mau aja beli si Indian dg terms & conditions? Kalau untk keperluan TOT, ok aja tp juga perlu dikomplemen dg Ka52 or Mi28 bukan Mi35. 1ska besar ditempatkan di papua dan 1ska besar lagi ditempatkan di kalimantan.

  15. salam kenal…………….

    hidup sukhoi…

  16. Hudup sukhoi mig salva.

  17. su 35 hrs tetep di bungkus

  18. Pemerintah pusat melalui kemenham hrs menyiapkan perbaikan/servis buat pesawat2/kapal2 kita sesuai kogabwilhan, agar tdk akan menjadikan semrawutnya bila ada gangguan buat alutsista kita dan penempatan sarana perbaikan mrpk sangat strategis utk kesiapan TNI walaupun sbg wacana agar kedepan pemerintahan baru hrs sdh terprogram juga siap agar PT Pal tdk ribet maupun PT DI. Salam………………..

  19. Amerika lagi, Amerika lagi…
    Heuuuuuh……!!!!!!!!!!!!!!!!!

    • setuju bung Wedu s,,alangkah lebih baiknya kalau kita menjadikan pengalaman politik ASU yang selalu merugikan Indonesia menjadi bahan kebijakan kita,,ASU itu hanya memanfaatkan Indonesia saja, tidak pernah menjadi kawan sejati

    • menurut saya ASU itu jago dalam mengemas intent dia dalam berdiplomasi. Muncul seolah2 negara yg peduli tentang kemanusiaan dan kesejahteraan (untuk dirinya sendirinya sendiri itu dah pasti) terhadap rakyat bangsa lain namun dibaliknya segudang agenda politik dan ekonomi siap menerkam korban yg terlena oleh sosok yg muncul bagaikan malaikat itu … benar2 serigala berbulu domba!

      Tapi saya selalu yakin bahwa roda kehidupan ini bundar dan terus berputar, tidak akan pernah statis. Jadi sekarang ASU adalah negara paling kuat namun roda kehidupan sedang berputar dan ASU sudah mulai meninggalkan posisi puncaknya menuju kejatuhan. Dan roda kehidupan saya perhatikan berputar lebih cepat dibandingkan dalam abad2 terdahulu.

  20. I ya benar tuh,
    Bung Wedus,
    Kok enggak kapok-kapok ya, masih aja mau di kibuli ama asu, heran kali aku, asu itu ada peyek di balik udang, bigung deh gueeeeeee,

    Trims.

  21. berita bagus tentang F35 nya amerika

    F35 tidak lagi anti radar bagi rusia dan cina

    Washington, — Satu keunggulan penting pesawat “generasi kelima” F-35 AS adalah kemampuannya menghindar dari deteksi radar lawan (siluman). Namun bagi sebagian besar radar Rusia dan Cina, ternyata kemampuan tersebut tidak lagi dimiliki F-35.

    “F-35 Joint Strike Fighter …, pada kenyataannya, tidak tersembunyi di mata sebagian besar radar Rusia dan Cina,” demikian disebutkan Aviation Week, baru-baru ini.

    Disebutkan, jet yang diharapkan Pentagon dapat beroperasi secara diam-diam, itu “memiliki banyak kekurangan. Laporan itu menyebutkan jet bahkan tidak efektif dalam “mengacak radar musuh”, seraya menambahkan Departemen Pertahanan AS menghabiskan “ratusan miliar dolar” untuk “jet tempur yang akan membutuhkan bantuan pesawat pengacak khusus.”

    Dikatakan F-35 bahkan “rentan terhadap deteksi oleh radar yang beroperasi di band spektrum VHF.”

    Laporan itu mengatakan angkatan bersenjata Rusia telah dipersenjatai dengan “sistem radar yang sangat anti-siluman” – diresmikan di sebuah pertunjukan udara di dekat Moskow Agustus lalu mampu melacak target kecil setelah radar VHF mampu mendeteksi mereka.

    F-35 belum dilengkapi dengan “pengacak onboard,” demikian disebutkan laporan itu.

    Spekulasi tentang kemampuan pesawat-pesawat F-35 itu mengemuka di saat Presiden AS Barack Obama tampaknya sedang berencana mengubah krisis yang sedang berlangsung di Ukraina ke dalam perang dengan Rusia.

    .(ca/iribi/russ.org)

  22. Riset Pengembangan teknologi Sistem Roket/Rudal kendali Indonesia

    Pada tahun 1960,Indonesia sudah melakuran riset dan pembuatan roket ,sebut saja roket KARTIKA..namun sayang sejalan perkembangan politik luar negeri dan perubahan dunia politik yang terjadi pada saat itu membuat riset pengembangan ilmu roket pertahanan kita mengalami kemunduran.
    pada saat itu ilmu roket kita di pelajari dalam kelas khusus dengan belajar langsung dari uni sovyet,ditemani dengan teman seangkatannya,sebut saja cina,india,pakistan,iran.hasil nya ketika teman seangkatan telah lulus sekolah roket dari uni sovyet,mereka berhasil lulus dengan peringkat memuaskan dan saat ini menjadi negara negara maju dalam bbidang roket/rudal peluru kendali.

    lalu bagaimana dengan indonesia..? untuk mengejar ilmu roket yang belum sempat lulus itu sejak beberapa tahun kebelakang,beberapa ilmuwan dan lulusan sekolah terbaik dalam bidang roket di berangkatkan “les privat” ke negeri cina.karena untuk saat ini hanya cina lah yang mau sedikit memberikan les privat kepada indonesia.sebut saja teknologi roket/rudal seri C
    yang jadi permasalahan dalam riset dan pengembangan ilmu roket indonesia sesungguhnya adalah kita belum mampu secara sempurna menguasai Guide control dan Kendali rudal atau sebut saja peluru kendali. yang dapat mengarahkan ke sasaran /objek yang sedang terbang atau berada di darat atau laut,maka dibutuhkan juga teknologi radar roket pendukungnya.

    Kerja sama ini melibatkan berbagai pihak dari dalam dan luar negeri.baik kerja sama dalam bentuk teknologi roket kendali dan juga teknologi radar militer untuk kendali roket.beberapa riset sedang dilakukan sampai saat ini, yang tujuan nya kelak ilmuwan roket kita mampu menciptakan “sistem rudal pertahanan udara” yang modern.sehingga secara garis besar riset roket/rudal indonesia dibagi menjadi dua, yaitu:

    1.Riset roket satelit /peluncur satelit ke angkasa dengan jangkauan diatas 1.000km oleh RX 550
    2.Riset roket kendali/peluru kendali untuk pertahanan payung udara atau RHAN 320/420

    yang tujuannya kelak dapat di pergunakan oleh sipil atapun militer untuk kepentingan bangsa
    berbagai riset ujicoba telah di lakukan,pameran di adakan untuk membuktikan hasil yang di capai dalam riset tersebut.dan saat ini program pengembangan roket jarak jauh sedang di lakukan oleh berbagai pihak yang terkait.

    riset kerjasama teknologi roket dengan pihak ke tiga dalam negeri:

    Pt.dahana,Pt.DI,lapan,pindad,Tni/kemenham menghasilkan,roket rx 220.450,550,1220 dan dalam pengembangan nya banyak menghasilkan roket lain seperti rx 420 dan roket lapan rx 300, serta roket rx 320 untuk roket pertahanan anti rudal jarak pendek/menengah 1.000 s/d 5.000 atau lebih.

    Seperti diketahui roket RX-420/rx 320, ini menggunakan propelan yang dapat memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara. Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan kendalinya. atau roket/rudalkendali harus segera di kuasai oleh indonesia

    Riset kerjasama dan awal riset teknologi radar indonesia

    Kerja sama terjalin antara berbagai pihak,sebut saja TNI/KEMENHAM,ppet lipi,asosiasi radar indonesia dan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) dan International Research Centre for Telecommunication and Radar Belanda.

    Radar INDRA (Indonesian Radar). INDRA sendiri adalah Radar pertama kali yang diproduksi oleh Indonesia. Radar buatan Indonesia ini mempunya keunikan dari beberapa radar yang sudah ada. Dengan menggunakan teknologi Frequency Modulated Continuous Wave (FM-CW), konsumsi daya dan ukuran radar menjadi lebih kecil dari ukuran radar pada umumnya tanpa mengurangi keunggulan yang mengikuti perkembangan jaman.
    Frekuensi kerja ISRA/pengembangan dari INDRA adalah pada pita X-Band (9,4 GHz) menggunakan dua antena pemancar dan penerima yang bekerja bersamaan dan berbentuk modular serta mempunyai daya pancar maksimum 2 Watt dengan penguatan antena 30 dB.
    Keunggulan lain ISRA adalah kategorinya yang termasuk “quite radar” (Low Probability of Intercept/ LPI) yang tidak mengganggu sistem radar lain di sekitarnya dan tidak terdeteksi “scanner” radar militer.
    Radar ini juga memiliki sistem “target tracking” sesuai ARPA (Automatic Radar Plotting Aids) yang ditetapkan Organisasi Maritim Internasional (IMO) serta terintegrasi dalam jaringan radar untuk memperluas daerah liputan

    Riset kerjasama dengan negara lain

    Lapan bekerjasama dengan National Space Agency of Ukraine (NSAU) dalam pengembangan nosel termasuk di dalamnya kesepakatan untuk proses alih teknologi,sementara dengan PT.DI sepakat mengembangkan roket jangkauan jarak menengah 100-150km
    tahun lalu india dan thales pernah menawarkan pembuatan bersama radar pantai dan radar udara dan baru2 ini indonesia dgn belarusia telah menandatangani perjanjian pembuatan remot control weapons dan penelitian teknologi bersama rusia.dan cina dengan tot rudal/roket
    seperti kita ketahui indonesia melalui PT.len dan pindad berusaha mendapatkan tekhnologi yg dapat memandu rudal untuk mengejar target yg sudah terkunci di permukaan laut maupun diudara,untuk itu insinyur kita di kirim belajar ke cina agar mendapatkan teknologi guide rudal.
    atau teknologi peluru kendali dan juga teknologi bahan bakar cair utama untuk pendorong rudal peluru kendali.

    Riset teknologi dan Pengembangan oleh Lapan

    tujuannya:

    Membangun kemandirian nasional dalam teknologi Roket kendali
    Membangun kemandirian nasional dalam teknologi Satelit/roket pengantar satelit

    dibuat suatu bidang kendali dan telemetri yang tujuannya:

    -Bidang Kendali menyelenggarakan fungsi :
    a. penyusunan rencana kegiatan bidang kendali;
    b. pelaksanaan penelitian, pengembangan dan perekayasaan di bidang teknologi kendali yang meliputi pandu dan control roket, serta teknologi sistem telemetri nya;
    c. pelaksanaan perancangan, perakitan dan pengujian di bidang teknologi kendali yang meliputi pandu dan kontrol roket, serta teknologi sistem telemetri nya;
    d. evaluasi dan penyusunan laporan hasil pelaksanaan program.

    -Bidang Kendali terdiri dari sejumlah tenaga peneliti di bidang elektronik, struktur mekanika, pandu, kontrol, mesin, fisika instrumentasi, aerodinamika, aeroelastic, matematika, teknologi informasi, komunikasi, komputer, composite dan bidang lain yang berkaitan serta tenaga teknisi, analis dan laboran dalam jabatan fungsional dan perekayasa yang terbagi dalam kelompok-kelompok :
    a. Kelompok Peneliti dan Perekayasa Mekanika dan Dinamika Terbang.
    b. Kelompok Peneliti dan Perekayasa Sistem Pandu dan Kontrol (Guidance and Control).
    c. Kelompok Peneliti dan Perekayasa Telemetri, Tracking dan Telekomando.
    d. Kelompok Peneliti dan Perekayasa Elektronika dan Instrumentasi Payload.(daya ledak)
    e. Kelompok Peneliti dan Perekayasa Wahana Kendali.(mobile roket)
    f. Laboratorium Simulasi Terbang, Sistem Kontrol dan Navigasi, Instrumentasi dan Komputer, serta TT&C (Telemetri, Tracking and Command).sistem

    Kelompok Peneliti dan Perekayasa Mekanika dan Dinamika Terbang mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pengkajian dan pengembangan gerak dan dinamika roket balistik, kendali, RPS (roket peluncur satelit), dan HSFTB / High Speed Flying Test Bed (wahana terbang berkecepatan tinggi).

    Kelompok Peneliti dan Perekayasa Mekanika dan Dinamika Terbang melakukan :
    a. Penyiapan rencana kegiatan penelitian mekanika dan dinamika terbang;
    b. pelaksanaan perancangan, simulasi dan analisis dinamika terbang roket, RPS dan HSFTB;
    c. Melakukan perancangan dan analisa prestasi terbang roket, RPS dan HSFTB
    d. Pelaksanaan simulasi analisis dan evaluasi karakteristik aerodinamik wahana dirgantara;
    e. Pelaksanaan pengkajian nilai konfigurasi aerodinamik wahana dirgantara;
    f. Pelaksanaan uji karakteristik aerodinamik roket dengan menggunakan terowongan angin;
    g. Melakukan perancangan dan simulasi kendali roket, RPS dan HSFTB
    h. Melaksanakan pengujian payload penginderaan dinamik;
    i. Melakukan analisis hasil uji darat dan terbang dari payload penginderaan dinamik;
    j. Melakukan pengujian Software dan Hardware In The Loop Simulation dari wahana terbang roket, RPS dan HSFTB
    k. Pelaksanaan pengujian dengan menggunakan laboratorium simulasi dinamik,instrumentasi kendali dan penginderaan dinamik;
    l. evaluasi dan penyusunan laporan hasil pelaksanaan kegiatan Kelompok Peneliti dan Perekayasa Mekanika dan Dinamika Terbang.

    Kelompok Peneliti dan Perekayasa Pandu dan Kontrol (Guidance and Control) mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan sistem pandu dan Kontrol roket dan HSFTB.
    Kelompok Peneliti dan Perekayasa Pandu dan Kontrol (Guidance and Control) melakukan :
    a. Penyiapan rencana kegiatan kelompok peneliti dan perekayasa pandu dan kontrol;
    b. pelaksanaan perancangan dan pengembangan simulasi dan analisis strategi kendali;
    c. pelaksanaan pembuatan dan pengujian model prototip strategi kendali;
    d. pelaksanaan simulasi dan pengujian on board computer kendali roket dan HSFTB (High Speed Flying Test Bed) pada wahana uji HWIL (Hard Ware In the Loop);
    e. pelaksanaan pengujian di laboratorium simulasi dinamik, penginderaan dinamik dan instrumentasi kendali
    f. Pelaksanaan pengujian lapangan secara langsung seluruh hasil sistem pandu dan kontrol untuk diterapkan pada roket maupun HSFTB;
    g. evaluasi dan penyusunan laporan hasil pelaksanaan kegiatan Kelompok Peneliti dan Perekayasa Pandu dan Kontrol (Guidance and Control). Kelompok Peneliti dan Perekayasa Telemetri, Tracking dan Telekomando Kelompok Peneliti dan Perekayasa Telemetri, Tracking dan Telekomando mempunyai tugas melakukan penellitian dan perekayasaan terhadap sistem telemetri, tracking dan telekomando.

    Kelompok Peneliti dan Perekayasa Telemetri, Tracking dan Telekomando melakukan :
    a. Penyiapan rencana kegiatan kelompok peneliti dan perekayasa telemetri, tracking dan telekomando;
    b. Pelaksanaan perancangan dan pengembangan sistem telemetri dan tracking;
    c. Pelaksanaan perancangan dan pengembangan sistem telekomando yang mengarah pada flight termination system (sistem penghancuran jarak jauh);
    d. Pelaksanaan pengujian skala laboratorium untuk sistem telemetri, tracking dan telekomando;
    e. Pelaksanaan pengujian jarak jauh (minimal 40 km) untuk sistem telemetri, tracking dan telekomando sebelum peluncuran yang sesungguhnya;
    f. Pelaksanaan pengujian dan penerapannya secara langsung sistem telemetri, tracking dan telekomando pada flight test roket;
    g. Evaluasi dan penyusunan laporan hasil pelaksanaan kegiatan Kelompok Peneliti dan Perekayasa Telemetri, Tracking dan Telekomando.

    tujuannya yang diharapkan tdk lama lagi rencana pembuatan sistem pertahanan udara indonesia tercapai untuk menjadi bangsa maju di bidang teknologi roket/rudal berpandu kendali di kuasai.
    sesuai motto” segala sesuatu tidak akan bisa diketahui akan berhasil atau tidak ,jika kita tidak pernah berani untuk mencobanya”.
    karena kegagalan adalah awal keberhasilan”

    sumber : dari berbagai hoax

    • Betul sekali bung TS

      Dulu ibu saya prnh cerita klo salah seorang pakde saya pernah juga dikirim ke Uni Soviet utk belajar seluk beluk per-kroket-an, namun sayang perubahan politik di Indonesia membuat beliau hampir tdk bisa pulang ke Indonesia dan akhirnya ilmu yang didapatnya tdk bs dipakai di Indonesia.

      Saya jg prnh baca di salah satu buku (sayangnya lupa judulnya), th 60-an tp sblm th 64 Bung Karno prnh bilang bahwa ilmu per-kroket-an India & Indonesia hampir sama. Dan Bung Karno bilang bahwa sebelum tahun 65 Indonesia sudah akan bisa menerbangkan rudal sendiri.

      Pada dasarnya beliau sdh mempersiapkan SDM untuk menguasai berbagai macam teknologi yg pada akhirnya bisa dimanfaatkan utk mengolah SDA yang kita miliki utk kemajuan bangsa & negara kesatuan RI. “Selama rakyat Indonesia belum bisa mengolah SDA yang ada, biarlah itu kita timbun saja menunggu kita mampu mengolahnya” demikian menurut Bung Karno.

      Kalau dilihat keadaan kita sekarang, ternyata Bung Karno memang pemimpin yang visioner, jauh melampaui zamannya. Pertanyaannya sekarang, maukah kita mengejar ketinggalan kita, memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan agar bangsa dan negara kita tercinta ini semakin sungguh-sungguh maju, sejahtera, adil dan makmur seperti cita-cita proklamasi.

      Wah, sepertinya saya sudah terlalu banyak cakap nih. Mohon maaf bagi para sesepuh atas kelancangan ini. Saya kembali lagi ke habitat saya.

  23. absen yang ketiga kalinya para sepuh… saya setuju dengan pendapat umumnya di atas. setidaknya bisa mengambil sedikit2 ilmunya dr patung liberty yg selama inikan terkenal puelitttttttt puooolllll dr pada bloknya om ruskie. kl om ruskie sy percayain burung besinya ja krn mmg dah teruji bgt buat tangan penunggang kita 😀 lah buktinya ja tetangga sebelah saking takutnya sampe2 mesen 100 u f35 biar ngk dikacangin nantinya 😛

    om jalo, bagaimankah kelanjutan jejak dr si rafa py om napoleon… dah stand by kah 🙂 ?

  24. Sory kalo saya oot maklum ru belajar….saya masih bingung apache mana yg dibeli TNI AD…kalo bener kontrak 500jt dollar dpt 8 AH-64E gak salah klo media ausie bilang itu murah…yg saya khawatirkan kita cman dpt helinya tanpa ada amunisinya kyak kasus Su27/30 milik TNI AU setelah hmpir 10thn baru lengkap amunisi pendukungnya

  25. @bung jalo, ad g keker/teleskop made in Indonesia yg bisa night sight. ap namanya n dmn belinya. ane butuh bantuannya.

  26. percuma gk bisa buat nembak sing ma aos..

  27. Lihat bung di mbah google PT Palawira Jaya Lestrai, buatan AS mengenai teropong bidik malam (Night sight) dan teropong bidik pendeteksi panas (Thermal sight). Salam kenal………

 Leave a Reply