Nov 182018
 

Ilustrasi penerbangan pesawat jet eksperimental X-59 dengan tingkat kebisingan rendah oleh NASA © Lockheed Martin via NASA

JakartaGreater.com – Raksasa industri pertahanan asal Amerika Serikat, Lockheed Martin memulai produksi pesawat jet supersonik eksperimental senilai $ 250 juta yang dipesan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, seperti dilansir dari laman CNBC pada hari Sabtu.

Pesawat X-59 yang disebut sebagai Quiet Supersonic Technology adalah solusi perusahaan atas permintaan NASA untuk mengembangkan pesawat yang mampu mencapai kecepatan supersonik tanpa mengeluarkan ledakan sonik atau “sonic boom” yang bisa memekakkan telinga.

Pesawat jet ini dirancang untuk terbang dengan ketinggian 55.000 kaki dan mencapai kecepatan 940 mil per jam. Pesawat terbaru dirancang untuk mengeluarkan sonic boom tidak lebih keras dari suara pintu mobil yang menutup.

Peraturan saat ini melarang pesawat supersonik komersial beroperasi di darat, namun perusahaan seperti Boom Supersonic mencoba mengadopsi teknologi supersonik untuk digunakan pada rute lintas samudra, dengan investasi dari Richard Branson dan Japan Airlines.

Ilustrasi penerbangan pesawat jet eksperimental X-59 dengan tingkat kebisingan rendah oleh NASA © Lockheed Martin via Youtube

Namun, Lockheed Martin dan NASA ingin memajukan teknologi melalui pengurangan kebisingan untuk lolos dari hambatan peraturan. Pesawat eksperimental terbaru telah dirancang untuk mengembalikan rute perjalanan pesawat supersonik ke atas daratan sejak penerbangan terakhir pesawat Concord pada bulan Oktober 2003.

“Awal dari pembuatan proyek menandai lompatan besar ke depan untuk X-59 dan masa depan perjalanan komersial supersonik yang senyap”, kata Peter Iosifidis, manajer program Demonstran Penerbangan Low-Boom di Lockheed Martin Skunk Works.

Ia enambahkan bahwa desain pesawat yang panjang dan ramping adalah kunci untuk mencapai ledakan sonik yang senyap. Ketika memasuki fase produksi, struktur pesawat mulai terbentuk, mengantarkan selangkah lebih dekat dan memungkinkan perjalanan supersonik bagi penumpang di seluruh dunia.

Penerbangan perdana X-59 dijadwalkan berlangsung pada 2021. Ini akan digunakan untuk mengumpulkan data tanggapan masyarakat tentang penerimaan “sonic boom” yang senyap oleh pesawat, membantu NASA menetapkan “standar suara supersonik” komersial yang dapat diterima untuk kemungkinan membatalkan peraturan.

Lockheed Martin juga memegang kontrak dengan Aerion Corp. untuk mengembangkan jet bisnis supersonik, AS2, yang dijadwalkan akan diluncurkan tahun 2023. Perusahaan ini juga mengembangkan SR-72, pesawat tanpa awak hipersonik yang dijuluki “Son of the Blackbird”, yang akan dapat beroperasi dengan kecepatan hingga 6 Mach.

Bagikan:

  5 Responses to “Lockheed Martin Memulai Produksi Jet Supersonik X-59”

  1.  

    Super Sonic tapi kok cuma 940 mil/jam?

  2.  

    ya mgkn diturunkan utk kebutuhan siluman yng lbh cepat daripada jet biasa standar. semburan makin kencang pasti bising.. dikurangi kayaknya. 1 mach = 700 mile per hour. kl di atas 1 mach. bisa dibilang supersonik?

  3.  

    smpai hari ini SR71 masih sya anggap pesawat berteknologi alien saking tak percayanya ada yg bisa mengembangkannya ditahun 50an belum 15 tahun memasuki era kecepatan suara dan jet tempur

    dan skrang ada yg mengembangkan penerusnya SR72

 Leave a Reply