Agu 062014
 

image

Jakarta – Pemasok sistem pertahanan internasional Lockheed Martin bekerjasama dengan mitra-mitra lokal Indonesia, untuk membantu Angkatan Udara Indonesia di dalam Modernisasi Radar. Lockheed Martin telah meluncurkan inisiatif membangun industri radar Indonesia sebagai bagian dari usaha perusahaan asal AS ini dalam mendukung agenda Indonesia untuk memordenisasikan dan memperluas jangkauan pengawasan udara Republik Indonesia.

Inisiatif ini mencakup transfer teknologi guna membantu pembangunan industri radar Indonesia, serta kerjasama dengan sejumlah universitas lokal guna mengembangkan sumber daya manusia untuk mendukung inisiatif ini. Meningkatkan kemampuan Indonesia untuk membuat beragam komponen radar yang fundamental akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pemasok asing, sekaligus membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.

Lockheed Martin berkomitmen untuk mendukung Indonesia dan rencana revitalisasi industri pertahanannya,” ungkap Robert Laing, Eksekutif Nasional, Lockheed Martin, Indonesia. “Tujuan kami adalah untuk menciptakan sebuah sektor teknologi dan lapangan pekerjaan yang baru demi menjamin industri yang berkesinambungan di Indonesia.” (6/08/2014).

Lockheed Martin telah bekerjasama dengan Institut Teknologi bandung (ITB) untuk membuat kurikulum engineering teknologi radar. Selain itu, terdapat sejumlah program lainnya, ditambah dengan berbagai seminar teknis dan peluang pendidikan yang tengah berlangsung, seperti pelatihan pemimpin masa depan untuk pengembangan teknologi radar. Perusahaan ini juga telah mengintegrasikan kapabilitas manufaktur dengan sejumlah mitra lokal Indonesia, yang telah memulai memproduksi komponen-komponen radar.

Lockheed Martin juga kini tengah bersaing memperebutkan program radar Ground Control Intercept (GCI) Indonesia. Jika perusahaan ini berhasil memenangkan program tersebut, maka akan terbuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi mitra-mitra lokal, yang diperkirakan hingga dua juta jam kerja selama masa aktif radar-radar tersebut. Para mitra lokal akan mampu memproduksi komponen radar senilai hampir 100 juta dolar tiap tahun.

Pengalaman ekstensif radar pengawasan udara yang dimiliki Lockheed Martin dapat membantu Indonesia menjadmin keamanan dan keselamatan ruang udara baik bagi lalu lintas udara sipil maupun kedaulatan udara nasional untuk waktu yang sangat lama. Lockheed Martin telah memproduksi dan mengoperasikan lebih dari 200 radar pengawasan udara di 30 negara. Beroperasi di seluruh dunia selama 24 jam, radar-radar Lockheed Martin beroperasi sepenuhnya tanpa awak dan sebagian besar telah puluhan tahun di dalam kondisi lingkungan terpencil yang keras. Tidak ada satupun radar-radar tersebut yang pernah mengalami kerusakan, dan bahkan sebagian besar telah beroperasi dengan baik melampui masa garansi 20 tahun. Kehandalan dan umur yang panjang dari radar-radar tersebut adalah hasil dari investasi berkelanjutan Lockheed Martin di dalam teknologi canggih dan komitmen terhadap misi dan kebutuhan para konsumen.

Berpusat di Bethesda, Maryland, Lockheed Martin adalah perusahaan keamanan dan kedirgantaraan global yang memiliki sekitar 113.000 karyawan di seluruh dunia dan secara khusus terlibat di dalam riset, desain, pengembangan, manufaktur, integrasi, dan pemeliharaan beragam sistem, produk, dan layanan teknologi canggih. Penjualan bersih korporasi untuk tahun 2013 mencapai 45,4 miliar dolar. (Antaranews.com)

Bagikan:

  95 Responses to “Lockheed Martin Siap Modernisasi Radar Indonesia”

  1.  

    good

    •  

      Banyak “Orang Awam” curiga dengan AS, tapi melupakan kecurigaan yang lain, Contohnya Master-T (Perancis) dan Plessey (Inggris) keduanya juga NATO, Amerika tinggal nelpon NATO minta kode membungkam radar, jadi SAMA SAJA

      Rusia sama saja, yang mereka pentingkan adalah kepentingan negaranya, bukan kita

      Kalau kita curiga terus, KAPAN MAJUNYA, yang penting ToT

      Mandiri – Mandiri – Mandiri – Mandiri

      Mereka akan membuka pabrik di sini, apalagi Risetnya bersama ITB, ada kurikulumnya lagi, sebuah peluang yang sangat bagus, dan langka

  2.  

    hadir

  3.  

    alhamdulilah pertama ke berapa ya

  4.  

    pertamax

  5.  

    Semoga “MATA” Indonesia semakin luas jangkauannya.

    Amin

  6.  

    hehehe….

  7.  

    hemm tawaran yang…

  8.  

    as_su lagi?

  9.  

    ….semakin cantik Indonesia dimata negara sahabat…ayo dipilah dan dipilih yang bisa membawa kemajuan SDM tanpa mengorbankan tupoksi GCI…..kira-kira apa sahabat dari eropa bakal nawarin apa ya?

  10.  

    konsekuensi mou

  11.  

    pakai radar usa.. nanti kalau ada airforce one mrk lewat , pada bungkam radarnya Lockheed martin dan bisa numpang control dr sono.. sama seperti kalau pakai radar thales dr perancis dan plessey dr inggris.. IMHO kita pakai radar dr berbagai negara.. bisa klo satu kena jam yg lain bisa tetap ngedetek.. dan lebih bagus kembangin radar made ini indonesia seperti INDRA

  12.  

    Radar lokal gimana kabar nya?

  13.  

    duh, kenapa bis Indonesia percaya dengan ASU.

  14.  

    and there goes again… they simply never learn… bentar lg kyknya bakal dtg juga f-15 dan f-18 hibah ke indonesia spt yg prnh diisukan sblmnya. adios super flanker..!!! *ceritanya lg galau… #eeaaa

    •  

      Bener begitu bung vans ?, Deal2 apa mnrt bung vans kq sbgtu mudahnya uncle Sam hibahin F15/18 nya k Indonesia ?,

      •  

        Hmmh, ada dua kemungkinan pertanyaan ini ditujukan ke komeng saya. 1. Pertanyaan jebakan. Kl sy jwb apapun akan dicounter dgn hal2yg bau politik. 2. Emang gak tau. Pdhal saya jg sama sama gak tau. Tp plg tdk saya positif thinking aja. Anda gak tau. Jwbannya Silahkan baca postingan sepuh2 terdahulu. Terutama postingan wkt john kerry maen kesini. Baca sampe semua komengnya jg. Nt anda jg akan dpt jwbannya.. *crtnya lg sok tau… hehehehe….

        •  

          hehehe…ga da pertanyaan jebakan kq, saya suka perbedaan dalam berdiskusi, karena semua kemungkinan, analisa, & pendapat justru akan memperkaya dn memperluas pengetahuan tentang sesuatu..salam,

          •  

            Pembelian alutsista LN penting utk pembanding dan pengetahuan militer kita…krn semua negara pada dasarnya berniat memiliki alutsista canggih negara2 lain …shg bila terjadi konflik dgn negara pemakai alutsista tersebut kita tahu ‘lari2nya’ senjata tersebut…semua perencana militer disemua negara akan meramu teknik2 utk mengurangi/melemahkan kelebihan2 alutsista tersebut…jadi wajar walau bisa bikin drone Indonesia tetap beli drone juga dari bbg negara utk dicari kelebihan/kekurangannya…riset militer itu kudu…shg bila ada negri ‘Jin’ punya senjata jg harus dibeli utk dipelajari he5x…

  15.  

    Udah aq tebak ntar ada yg komen ntar disadap lah , ntar di sabotagelah , ntar ditipulah, wkwkkwwl

  16.  

    Ntar kalo sdh dpt ilmunya baru tu radar dimodifikasi sendiri sesuai kebutuhan.

  17.  

    Australia dan singapur adalah sekutu dekat asu, yg dikuatirkan ni radar bikinan LM gak bisa deteksi pesawat australia dan singapur,

  18.  

    Kayaknya seperti inilah trend berdagang yang lagi populer di seluruh dunia, terutama bagi industri produk berteknologi tinggi. Program ToT, seakan telah menjadi prasyarat bagi setiap transaksi. Termasuk berita terbaru dari Brunei, sang Sultan sudah memutuskan untuk memilih produk CN235 buatan IAe alias PTDI, dan mengabaikan tawaran Italia. Alasannya juga tidak lain disebabkan oleh faktor ToT. Brunei menginginkan penggantian teknisi TUDB yang selama ini diisi oleh para teknisi Indonesia, dialihkan kepada teknisi lokal Brunei. Sementara teknisi Indonesia akan fokus pada pesawat angkut Hercules yang secara bersamaan juga diakuisi oleh TUDB. Sultan juga akan mengakuisisi N295 segera setelah PTDI siap memproduksi pesawat angkut ukuran sedang itu, seluruhnya di Indonesia. Hal yang membanggakan, CN235 akan menjadi pesawat resmi VVIP kesultanan Brunei. Sekarang di Brunei sedang ada seleksi bagi calon insinyur penerbangan, dan akan disekolahkan di ITB, dan ternyata, jauh sebelum Putera Mahkota menerima penganugerahan warga kehormatan di semua matra pasukan elit TNI, beberapa teknisi Brunei sudah dan sedang dimagangkan di Indonesia. Info terbaru dari kamar hotel saya, tadi sore 8 perwira menengah TNI bertolak ke Russia untuk urusan tertentu, dan tanggal 18 Agustus nanti, mereka sudah akan berada di Turki. Detail urusannya, untuk sementara saya telan sendiri. Selamat jalan pak Djatmiko. Semoga rawonnya bisa dinikmati dalam kehangatan Moskow..! Hehehe..

  19.  

    Tawaran yg menggiurkan krn adanya ToT. Sebetulnya mereka jg melihat kedepan. Dgn pemakaian radar buatan blok barat, maka indonesia mau tdk mau hrs membeli alutsista yg bisa berintegrasi dgn radar tsb baik pespur, kapur, perisai udara, peluru kendali dll.

  20.  

    weleh_weleh….¿ asu_asu :-@:-@

  21.  

    Penjegalan s 300-400..? Hehehe cuman teori konspirasi…semoga

  22.  

    Di sisi TOT bagus banget buat Indonesia untuk memajukan Radar Dalam Negeri…
    Tapi dengan radar buatan Blok Barat ( Lockheed martin – USA ) saya kurang setuju,jika MATA kita didominasi Produk Barat,ini akan menjadi boomerang bagi Indonesia jika suatu saat pecah konflik antara Indonesia dgn Sonotan + Sonora + USA yg notabenenya tukang usil,( Indikasi penempatan pasukan USA mengepung Indonesia )
    Saya lebih setuju jika mata kita menggunakan Radar Blok Timur yang lebih santun dalam berpolitik dan menghormati negara lain,..

    •  

      Bung gogon , kayaknya mmg dari dulu deh indonesia dalam hal radar menggunakan produk dari blok barat , jadi sistem radar indonesia rata” sudah terintegrasi dgn produk barat , jika memodernisasi menggunakan produk dari blok timur akan sangat besar biaya yang diperlukan untuk mengganti semua radar dari blok barat itu sendiri , IMHO…. , tapi saya pernah baca di salah satu forum juga mengatakan spt itu jadi informasi itulah yang saya terima , tapi baru informasi awal , karena belum ada koreksi dri pihak lain jadi warjager yg lain mohon pencerahannya….,,,,

  23.  

    bung intelijen. kagak ade hub sama barangnye. barangnya oke tapi kalo dikasih hati si asu minta ampela dan ampelanya udah dapet. kapan2 kalo peristiwa bawean kumat lagi, ente yeh nyang naik elang botak atawa csg asu lewat kagak lapor ente sekeluarge nyang naik lontong

  24.  

    Waduhh,,tawaran menarik tapi bisa bikin was2 nihh kalo berhubungan dengan asu,,,apalagi radar sangat vital fungsinya

  25.  

    para sesepuh..
    trus gimana dengan radar yg dr cina atau rusky..

  26.  

    Setelah radar betul2 jadi mata ukt ri..apakah selanjutnya ada rudal penangkis serangan udara jarak sedang atau jauh? Mohon pencerahannya buat sesepuh warjager. Salam kenal.

  27.  

    Buat info aja, besok Astros II sudah tiba di Jakarta, doain lancar ya…

  28.  

    LM itu perusahaan swasta global yang sangat disegani. Tawaran yang diberikan ke Indonesia itu murni bisnis. Saya yakin, mereka tidak mungkin merusak reputasi besar yang telah dibangunnya selama berpuluh-puluh tahun. Penguasaan atas wilayah udara Indonesia, akan mampu menempatkan dan menguatkan posisinya sebagai pemimpin dibidangnya. Ingat, bukankah wilayah kita ini seluas benua Eropa. Bayangkan jika wilayah seluas itu hanya dikuasai LM. Betapa bangganya mereka, dan betapa besarnya kue yang akan mereka nikmati, dan pada akhirnya, dunia akan semakin percaya atas kehandalan yang dimilikinya. Jadi sebaiknya kita jangan paranoid dulu. Walaupun mungkin kita anti US, tapi jangan pernah anti kepada Iptek yang dimilikinya. Tidak ada satu pun ilmu yang hitam, karena yang hitam adalah hanya niatnya. Semakin banyak ilmu, kita juga akan semakin tahu kekurangan dan kelemahan kita. Disaat itulah kita akan semakin terpacu untuk lebih giat lagi mendapatkan hal-hal dan ilmu-ilmu baru lainnya. Selagi masih bisa memberikan manfaat yang lebih besar, gak ada salahnya kita sambut tawaran LM kan? Toh China dan Russia juga nyatanya sangat pelit mau kasih ToT..! Hehehe..! Salam hangat…

  29.  

    Slamat mlm bung yayan. Sy mau bertanya. Apakah isi hati rakyat indonesia yang di wakili penulis dan pembaca di jkgr ini dijadikan cerita hangat dlm penentuan kebijakan pertahanan indonesia? Bapak sy menyatakan bila terjadi perang. Rakyat wajib berjuang bersama TNI. Bgm menurut bung?

  30.  

    ane tetep pilih pake radar buatan anak bangsa … titik !!! … tak kan pernah tergiur tawaran dari negara manapun

  31.  

    teknologi yg mereka dapat /LM juga merupakan pembelajaran yg mahal mulai dari riset, belajar ke tempat lain, ato mendapat dari ngecopy milik tempat lain, jadi jika mereka pelit tekno untuk diberikan ya wajar,, karena jika kita menguasai sepenuhnya, ya,, mereka gak bisa jualan di sini dong, alias mereka kehilangan omset yg besar, ini ilmu bisa hasilin duit gede bung, bukan cm fisika dasar seperti di sma,ato di perkuliahan, jadi jika nanti ada TOT, saya gak minta yg muluk2, yg penting tepatin janji, sesuai dengan kesepakatan awal. imho.

    •  

      Tapi wajib manut. Mau ngga mau lm pake keputusan senat. Mbah kung kurang apa, tapi akhirnya di embargo juga. Radar lpi kita di artikel bung jalo yang di kagumin sama bang sabeni aja ngga di lirik . Pesawat pt di kurang apa tapi buatan cina yang laku di negri ini. Berhenti aja riset. Beli beli dan beli lumayan komisi 2,5% kanan kiri

      •  

        sabar bung freaxout, untuk radar saya sepakat dengan anda, dalam negeri ada, tp kita tau cm dari artikel bukan penggunanya langsung, apakah radar dalam negeri memiliki kemampuan yg setara dengan luar ato belum, ini ranah bung jalo yg paham, hehe tp jika punya kemampuan yg mumpuni kenapa tidak kita manfaantkan?
        untuk pt di pesawatnya bagus tp kalo beli kena pajak barang mewah sehingga harganya jadi tinggi, mungkin itu kendalanya, ya bersyukur dulu, walaupun baru seuprit kita dah manfaatin produk dalam negeri, ini kemajuan yg luar biasa lho!

  32.  

    Makin jauh aja dari hanud blok timur kalo gini.

  33.  

    kelihatannya Sultan sangat nyaman brgandengan dg Indonesia ya bung, scra kasat mata hubungan baginda Sultan trlihat sangat istimewa, klo boleh tanya ke Bung yayan, apa yg diharapkan olh Brunei dg hubungan special tersebut, apalgi sang sultan (spt sdh mjdi rahasia umum) telah mjdi back-up TNI,, knapa Brunei tdk lebih dkat dg Malaysia ya yg notabene scara kulturnya sngt dekat..

  34.  

    Madu d tangan kanan mu,racun di tangan kiri mu.klo bang NAPI bilang”WASPADALAH”…

  35.  

    Sebenarnya ini adalah bujuk rayu LM agar bisa menggoyang dominasi radar master T dari thales ,,
    Semua tahu USA sangat keberatan bila kalah bersaing dengan Perancis di bisnis Alutsista diberbagai negara ,,

    Indonesia sudah familier dan terintegrasi sistem radarnya memakai produk Thales jadi kans nya sangat susah bisa menggoyang,,kecuali pemerintahan baru dengan kebijakan baru berubah lebih condong ke salah satu blok ,,dan bila itu terjadi akan sangat merugikan sisitem integrasi dan jaringan pertahanan udara Indonesia.,

    Seperti diketahui bahwa Thales telah bekerjasama dengan PT LEN dan sedang berlangsung TOT nya untuk proyek pengadaan radar master T seri terbaru yaitu Radar GM 4000
    Kerjasama PT Len dan Thales sudah ada dari beberapa tahun yang lalu ,pemasangan dan pengadaan radar pertahanan udara Di tiga radar pertahanan udara jenis Master-T di Merauke, Saumlaki dan Timika.itu salah satu bentuk kerjasama Thales dan PT Len.jenis dan jumlah yg di pasang PT Len Industri dan Thales Raytheon Systems (TRS) 3 radar pertahanan udara jarak jauh jenis Master-T untuk Indonesia Bagian Timur.
    Dalam website resmi Thales Raytheon disebutkan bahwa TRS dan PT Len Industri telah sepakat untuk bekerjasama dalam pengadaan radar berikutnya bagi TNI. Yang akan di mulai pengadaan nya beberapa waktu lagi,pihak PT Len Industri mengatakan bahwa radar Master-T tetap akan diajukan, namun tidak menutup kemungkinan untuk mengajukan radar seri lain yaitu Ground Master 400 (GM-400). Radar GM-400 ini telah dipesan juga oleh Angkatan Udara Malaysia.
    Sama seperti radar Master-T, radar GM-400 beroperasi pada frekuensi S-band (2-4 GHz) dengan jangkauan 470 km. Disain radar GM-400 tergolong unik karena radar head dan cabin-nya digabung, meskipun hal ini akan membuat ukuran cabin menjadi kecil namun menjadikannya sebagai radar yang kompak.
    Dari kerjasama ini antara PT Len dan TRS ini maka PT Len akan mendapatkan porsi 40% dalam muatan lokal,untuk pengadaan tender yg akan datang…hehehe
    Jadi sudah JELAS kalau PT Len dan Thales sudah membuat Mou tentang pembuatan radar dan pemasangannya,,
    dan sekarang lagi DIGOYANG oleh LM

    Apalagi sekarang jamannya teknologi yang sangat dibutuhkan oleh Indonesia yaitu radar GCI dengan fitur Low Probability of Intercept.Teknologi itu adalah jawaban kita terhadap potensi ancaman yang berbasis teknologi low observable,
    mungkin radar seperti diatas kita masih bisa beli saja dari blok timur dan china ,dengan minim TOT
    Apakah LM mau memberikan radar yang bisa mendeteksi pesawat siluman produk dari mereka seperti F 35 ?
    Gak mungkin toh,?

  36.  

    Boleh saja LM menguprgade radar Indonesia tpi dimulai dri radar buat bandara saja dulu klo yg radar utk TNI saya rasa TNI lebih familier dng radar milik Thales dan sudah ada MOU dng PT. LEN jadi ambil ilmunya saja dri LM bt dikembangin

  37.  

    Info dari itb,kerjasama dg LM saat ini ditujukan untuk pengembangan kurikulum radar di itb,nah ntar lulusannya akan bekerja di perusahaan2 radar,pdhl saat ini pembuat radar cuman pt len aja,jd musti ada mitra swasta di indonesia, nah LM akan mendirikan pabrik radar swasta di negri kita,mqsalah produknya mo dipake tni ato tidak ya terserah aja,yg penting produknya laku

  38.  

    Aku senang baca setiap comeent bung yayan,,, proposional, preofesional dan bijak dengan kejujuran nilai2 yg sebenarnya. Kita semua harus bnyk belajar pada pola pikir bung yayan,,, pola pikir nya luas dan profesional ndak tersandera dengan keingingan pribadi yg berhubung, budaya,agama dan suka n ndak suka. Sukses dan sehat selalu bung yayan semoga setiap coment2 yg baik itu bisa tertularkan kepada semua orang yg masih sempit pola pikirnya,, trims.

  39.  

    Kalau ITB kerjasama radar dengan amerika. Sedangkan LIPI kerjasama radar dengan iran. Pilih mana dan lebih percaya yang mana ?

  40.  

    @bung meletech

    saya awam, saya pun tdk curiga,toh radar sangatlah penting, mau beli radar dari manapun silahkan mau radar yang kw sampai super dari harga low sampai hight (disesuaikan dana dan kbtuhan).
    yg ptg stdknya bisa menutupi hole bumi nusantara.

    yg tpenting kejar tot n brtahap buat sendiri.

    kalau ada yg kasih tot sampai buat kurikulumnya,saya yang awam tentu saja setuju.

    #bedakan antara curiga dan waspada

    maaf cucu lancang

  41.  

    Nyang ini dilirik apa tdk ma TNI ndan….?

    Canggihnya Radar Buatan Indonesia: Tak Terdeteksi Musuh

    Jakarta (MI) : Kecanggihan dan nilai battle proven kapal perang modern tidak terlepas dari persenjataan dan teknologi radarnya. Seperti radar Low Probability of Interference (LPI), radar yang dirancang untuk menjadikan kapal sulit dideteksi kapal musuh.
    Rata-rata teknologinya dari negara besar seperti Scout MK2 buatan Thales Eropa, SPN 730 buatan Selex ES Inggris, dan negara-negara besar lainnya.

    Meski tertinggal dalam teknologi persenjataan, Indonesia ternyata sejak 2009 telah membuat radar canggih ini. Namanya LPI Radar-IRCS, radar buatan PT Infra RCS Indonesia ini menggunakan teknologi Frequency Modulated Continuous Wave (FM-CW).

    “Dengan teknologi ini maka daya pancar yang digunakan sangat rendah yaitu di bawah 10 watt untuk dapat memperoleh jarak jangkauan radar yang luas. Di Asia belum ada (produsen), apalagi di Asia Tenggara. Rata-rata mereka menggunakan produk negara maju,” ucap Technical Advisor PT Infra RCS Indonesia, Dr Mashruri Wahab di Plaza Aminta, Jakarta Selatan.

    Dengan menggunakan frekuensi X-band, Doopler speed bisa mencapai maksimal 40 knot membuat radar LPI semakin penting untuk pengawasan rahasia, pelacakan target, dan operasi siluman. Selain radar LPI, PT Infra RCS Indonesia juga telah memproduksi Electronic Chart Display and Information System (ECDIS) dan Electronik Support Measures (ESM).

    “Radar kami bersifat Low Probability of Intercept kita jual satu paket dengan ECDIS bisa juga dengan ESM. Alat ini cocok untuk electronic warfare. Radar LPI dia hidup tapi tidak bisa dideteksi oleh musuh menggunakan detektor yang disebut ESM. Keunggulan radar LPI, musuh akan melihat kita sebagai kapal sipil,” tutur Mashruri.

    Selain untuk kapal laut, Radar LPI juga dikembangkan untuk wilayah perairan seperti portable coastal radar yang bisa digunakan secara mobile. Radar ini memiliki keunggulan yaitu ukuran lebih kecil, jangkauan deteksi cukup jauh, dengan probabilitas rendah membuat radar ini tidak mudah diketahui pihak lain.

    “Sementara untuk di wilayah pantai untuk tahun ini kita sedang mengetes radar coastal kerjasama dengan Dislitbang AL. Seperti kita tahu garis pantai kita kan panjang jadi perlu sekali radar pengawas pantai. Karena wilayah kita banyak lalu lintas kapal asing, lalu juga illegal fishing, kecelakaan, penyelundupan dan lain-lain. Seperti di Maluku, Kalimantan, dan lain-lain,” ungkap pria lulusan sebuah universitas Australia ini.

    Untuk komponen radar, menurut Mashruri, ada beberapa material masih impor dari negara lain karena belum tersedia di dalam negeri. Ia berharap adanya kebijakan dari pemerintah agar nilai komponen lokal pembuatan radar tanah air bisa meningkat.

    “Ada yang kita buat sendiri seperti software dan beberapa hardware. Dan memang untuk material ada yang kita impor ya karena di dalam negeri nggak ada,” keluhnya.

    Sementara di tempat yang sama, Direktur PT Infra RCS Indonesia, Wiwiek Sarwi Astuti, mengatakan saat ini timnya masih berfokus untuk mengembangkan radar Coastal dan ke depan akan mengembangkan Warship Electronic Chart Display and Information System (WECDIS).

    “Untuk Infra ini kan punya misi untuk mendukung kemandirian bangsa dalam produk-produk yang sifatnya strategis jadi produk seperti ini kita usung untuk pelanggan atau end user di Indonesia. Sehingga kita support lebih baik dan kita berikan pelatihan tentang penggunaan,” jelas Wiwiek.

    Apakah akan mencoba menjual ke luar negeri? “Rencana ada, tapi masih fokus untuk kebutuhan dalam negeri dulu. Kalau nggak kita akan bergantung dengan negara lain terus dan ini menjadi tantangan bagi kami untuk memajukan teknologi bangsa,” jawab wanita berkerudung ini.

  42.  

    knp politik ikut trs dlm pembelian alutsista pdhal yg dcari cm komisi mendingan ganti tuh nama komisi di dpr

  43.  

    Ingat ASU punya semboyan: “No free lunch” (gak ada makan siang gratis) artinya kalo dia memberi sesuatu pasti mengharapkan sesuatu yang besar untuk dituntut diberi. Pikirkan matang2 tawaran LM

  44.  

    Mau dari barat mau dari timur yang penting dapat ilmu. China aja curi ilmu dari asu, lha kenapa kita dikasih tanpa harus repot2 mencuri nggak mau? Ya kalo kita mampu buat sendiri ya ok tapi kalo blm mampu terus nunggu dari Rusia yang gak jelas terus kapan mau maju

  45.  

    Radarbuatan Infra RCS dgn Thales itu bedanya apa? Jarak jangkau?

  46.  

    boomerang untuk amerika yang selama ini selalu bermain curang terhadap negara lain, trmsuk negeri kita…banyak yg sdh tak percaya dgn mereka selalu waspada adalah kuncinya, lebih baik radar hasil TOT dg prancis dan Iran ajalah diolah oleh putra putri bangsa itu baru mantab, beberapa waktu lalu stlh bbrp hari pilpres di tempat saya Pangkalan bun Kalteng kedatangan Bill clinton
    katanya dia dr Aceh, trus ke pangklan bun trus ke Papua… terus terang saya curiga itulah sebabnya mata dan bathin kita harus tetap waspada sambil terus bermain dengan manis sebagai negara non blok dan penganut bebas aktif, jayalah negeriku INDONESIA

  47.  

    Komentar yang lucu lucu.Kok takut di jam, takut dibajak, takut diambil passwordnya. hahahaha…
    Lha sekalipun radarnya buatan Indonesia, memangnya semi-conductor didalam dan perangkat softwarenya juga semua kandungan lokal?

  48.  

    Yang bersaing itu ada 3:

    1. Lockheed Martin dgn PT. CMI untuk AN/TPS-77
    2. Thales Raytheon dgn PT. LEN untuk Master-T GM-400
    3. Northrop Gruman dgn PT. INTI untuk AN/TPS-78

    Masih belum ada yang mendekati tehnologi yang diterapkan oleh Lockheed Martin/PT CMI dengan AN/TPS-77

  49.  

    Bisa gak ya Indonesia maling teknogi lewat intelejen atau hacker, daripada nunggu ToT yang banyak syarat

  50.  

    gpp juga pake radar dari negara manapun. asal kan itu menguntungkan bagi RI.lgian kan perusahaan as itu akan menurunkan ilmu nya pada mahasiswa mahasiswa indonesia.curiga boleh boleh saja asal kan jangan keterlaluan.indonesia memang mampu untuk membuat radar tapi itu masih dalam skala yang lebih kecil dengan jangkauan yg relatif kecil juga. tapi mudah mudahan dengan kerjasama ini ilmuan kita bisa menggabungkan antara radar buatan lokal dan radar buatan as sehingga menghasilkan sistem radar yang canggih.”jangan terlalu curiga” karena punya rasa curiga terus menerus itupun juga gak baik.

 Leave a Reply