Des 202018
 

Besamaan dengan penutupan Joint Fighter Weapon Course (kursus gabungan taktik pertempuran udara) , juga ditutup latihan bersama  Elang Indopura XX/20 pada Senin 17-12-2018 di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Pekanbaru, Jakartagreater.com   –   Kursus Joint Fighter Weapon Course (kursus gabungan taktik pertempuran udara) yang digelar di dua tempat, masing-masing di Payalebar AFB Singapura dan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru ini, ditutup oleh Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., dalam sebuah upacara militer pada Senin 17-12-2018 di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Besamaan dengan penutupan Joint Fighter Weapon Course (JFWC), juga ditutup latihan bersama (Latma) Elang Indopura XX/2018.

Dalam amanatnya, Kasau yang didampingi Chief of Staff RSAF Major General Marvyn Tan mengatakan, selain untuk mempererat persahabatan dan kerja sama antar kedua negara, JWFC juga untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme para penerbang tempur kedua negara dalam melaksanakan taktik dan teknik operasi udara bersama secara terkoordinasi.

Kasau juga memberikan apresiasi dan mengungkapkan rasa bangga kepada seluruh peserta kursus gabungan taktik pertempuran udara  (JFWC) yang telah menyelesaikan seluruh tahapan dan materi kursus dengan lancar, aman tanpa adanya incident maupun accident.

“Nilai-nilai yang telah didapatkan selama kursus tentunya akan menjadi bekal penting bagi para penerbang tempur dalam pelaksanaan tugas-tugas di masa datang,” tambah Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

Joint Fighter Weapon Course  (JFWC)  kali ini merupakan kursus yang ketiga yang digelar sejak 6 September hingga 3 Desember 2018. Materi kursus meliputi fase bina kelas yang dilaksanakan di Paya Lebar AFB Singapura dan bina terbang dilaksanakan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

JFWC melibatkan beberapa penerbang tempur dari TNI AU, yaitu dari Skadron Udara 1 Lanud Supadio Pontianak, Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Madiun, Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, dan Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Sementara RSAF mengirimkan penerbang-penerbang tempur dari Skadron Udara 140. (tni-au.mil.id)