Jun 062017
 

Gronn, Lëtzebuerg, Luxembourg (de_vald)

Batam – Luxembourg akan menjadikan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, sebagai penghubung penerbangan kargo internasional karena dinilai memiliki letak strategis dan landasan pacu hingga 4,025 kilometer.

“Dengan landasan pacu tersebut semua jenis pesawat besar pengangkut logistik dari Eropa bisa mendarat dengan mulus. Itu salah satu pertimbangan mengapa memilih Hang Nadim,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam Purnomo Andiantono di Batam, 5/6/2017.

Dengan masuknya Luxembourg ini, BP Batam juga akan meningkatkan kapasitas terminal kargo guna menunjang kelancaran arus barang tersebut.

“Secara fasilitas untuk saat ini sudah siap. Namun tentu akan terus dilakukan peningkatan fasilitas agar penerbangan kargo tersebut bisa terus berkembang,” katanya.

Salah satu sarana yang akan ditingkatkan adalah pembangunan gudang kargo yang lebih luas dari kapasitas saat ini. Berdasarkan rencana awal, terminal kargo akan berada pada sisi kanan terminal penumpang.

“Untuk saat ini luas tempat kargo 1.680 meter persegi. Setiap tahun Hang Nadim mencapai 44 ribu ton. Kami akan membangun gudang baru seluas 1 hektare, diperkirakan dapat menampung barang hingga 600 ribu ton,” ujar Purnomo.

Ia berharap, rencana tersebut bisa direalisasikan pada 2019 bersamaan dengan pembangunan terminal penumpang kedua yang direncanakan berkapasitas 10 juta orang per tahun.

“Target kami 2019, namun bisa saja disesuaikan jika nantinya pemerintah jadi menandatangani MoU dengan Pemerintah Luxembourg,” kata Purnomo.

Selain untuk penumpang, kata dia, Presiden RI Ketiga BJ Habibie yang merancang bandara tersebut juga ingin menjadikan Hang Nadim pusat penerbangan logistik internasional termasuk ke Eropa.

“Jadi ini sudah sesuai dengan rencana Pak Habibie. Beliau sangat ingin Hang Nadim berkembang termasuk untuk penerbangan kargo internasonal,” katanya.

Antara

  2 Responses to “Luxembourg Jadikan Hang Nadim, Penghubung Penerbangan”

  1. Pertamax

  2. Pertamax dimonopoli bung Tn PhD.he3. Mantaplah! Tapi FIR masih dipegang Singapura ya!

 Leave a Reply