Macron: Prancis Ingin Merevitalisasi Aliansi dengan NATO

Militer Internasional  – Presiden Prancis sebelumnya menyebut aliansi NATO “mati otak” setelah AS, di bawah pemerintahan Donald Trump kala itu, mulai mengurangi komitmennya untuk membela Eropa.

Presiden Prancis Emmanuel Macron kini menyatakan bahwa Paris ingin merevitalisasi aliansinya dengan NATO, tetapi Prancis membutuhkan klarifikasi dari NATO tentang prioritas lembaga itu sebelum melakukannya.

“KTT NATO yang akan datang harus menyampaikan klarifikasi politik tentang peran dan prioritas strategis aliansi. KTT harus mengarah pada peningkatan kohesi dalam aliansi. Kita harus menjelaskan di antara kita sendiri tentang nilai, prinsip, aturan yang menopang aliansi kita “, kata presiden Macron, dirilis Sputniknews.com, 21/5/2021.

Macron membuat pernyataannya dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal aliansi Jens Stoltenberg di Istana Elysee. Stoltenberg sebelumnya mengkritik Macron karena klaimnya pada tahun 2019 bahwa NATO mengalami “kematian otak”, karena AS di bawah Presiden Donald Trump sedang mengurangi komitmen pertahanannya di Eropa. Presiden Prancis menarik kembali pernyataannya setelah pelantikan Joe Biden.

Sebelumnya Trump mengeluh bahwa tidak ada anggota NATO kecuali AS yang memenuhi tujuan sukarela untuk menghabiskan 2% dari PDB untuk masalah pertahanan, sementara Washington menutupi sebagian besar kebutuhan pertahanan Eropa.

Dia juga mengambil langkah-langkah untuk mengurangi kehadiran militer Amerika di Eropa, memerintahkan untuk mengurangi separuh jumlah pasukan yang dikerahkan di Jerman tak lama sebelum meninggalkan kantor pada Januari 2021.

Namun, perintah pemindahan terakhir dari Trump ditunda oleh pemerintahan Biden, yang mengumumkan rencana untuk meninjaunya.

Kepala baru Gedung Putih membalikkan banyak kebijakan pendahulunya dan secara khusus berjanji untuk memiliki keterlibatan yang lebih besar dengan sekutu AS di Eropa.

*File : Emmanuel Macron, President of France  (@ Wikimedia Commons).

Tinggalkan komentar