Madrasah Indonesia di Gaza Dibom Israel

Madrasah Daruul Quran Indonesia yang dibom pesawat tempur IAF Israel (photo: Abdillah Onim)
Madrasah Daruul Quran Indonesia yang dibom pesawat tempur IAF Israel (photo: Abdillah Onim)

GAZA – Serangan udara Israel yang terjadi sejak Selasa 8 Juli 2014 lalu, telah menimbulkan banyak korban. Sebuah madrasah yang didirikan oleh relawan Indonesia, juga turut menjadi korban serangan.

“Innalillahi wainna ilaihi roji’uun, serangan bom Israel membuat Graha Tahfidz Daarul Qur’an Gaza untuk sementara diliburkan,” lapor Abdillah Onim melalui surat elektroniknya, seperti disitat dari situs Daarul Qur’an, Kamis (10/7/2014).

Koordinator Graha Tahfidz Daarul Qur’an Gaza itu menuturkan, Selasa 8 Juli 2014 pukul empat sore waktu Gaza, sebuah jet tempur F16 Israel terbang rendah di atas apartemen Keluarga Abdillah Onim yang bersebelahan dengan Graha Tahfidz Daarul Qur’an Indonesia di Gaza bagian Utara.

Madrasah Daruul Quran Indonesia yang dibom pesawat tempur IAF Israel (photo: Abdillah Onim)
Madrasah Daruul Quran Indonesia yang dibom pesawat tempur IAF Israel (photo: Abdillah Onim)

Abdillah menambahkan, tiba-tiba jet itu menembakkan sebuah roket seberat satu ton. Roket Israel jatuh hanya 20 meter dari kediaman Abdillah Onim. Akibatnya, tembok apartemen hancur, demikian juga genteng dan kaca-kaca pecah berantakan. Titik jatuhnya roket menimbulkan kubangan sedalam 50 meter dengan diameter sekitar 15 meter.

Abdillah Onim di depan Madrasah Indonesia di Gaza, Daruul Quran yang dibom Israel (photo: Abdillah Onim)
Abdillah Onim, koordinator DAQU (Daarul Quran) Gaza di depan Madrasah Indonesia di Gaza, Daruul Quran yang dibom Israel (photo: Abdillah Onim)

“Saat serangan roket, saya bersama anak dan istri sedang berada di dalam rumah. Alhamdulillah kami selamat dan tidak terluka sedikitpun, akan tetapi tetangga kami Muhammad Jomah mengalami luka-luka akibat terkena serpihan roket,” tuturnya.

Menurut Abdillah, dari sekitar Graha Daqu tidak ada pejuang Palestina yang melontarkan roket ke Israel.

Madrasah Indonesia di Gaza, Daruul Quran sebelum dibom Israel (photo: dok. Daruul Quran)
Madrasah Indonesia di Gaza, Daruul Quran sebelum dibom Israel (photo: dok. Daruul Quran)

Serangan roket tak urung juga merusak sebagian Graha Tahfidz Daqu yang baru saja selesai dibangun. Tembok halaman hancur, sebagian atap rusak berat, kaca-kaca pun pecah berantakan. Akses jalan ke Graha Tahfidz Daqu pun hancur.

“Apa boleh buat, santri yang baru sehari memulai aktivitas di Graha Tahfidz Daqu, terpaksa diliburkan. Situasi masih belum kondusif untuk belajar. Pesawat Israel masih sering mondar-mandir di atas kami,” ungkap Abdillah.

Akibat semakin brutalnya serangan Israel, Kementerian Kesehatan di Gaza, sejak Selasa menetapkan status darurat. Pada hari yang sama, Israel menjatuhkan sekitar 300 roket di berbagai wilayah Gaza. Sedangkan pejuang Gaza secara sporadis membalas dengan lontaran sekitar 100 roket yang mencapai daerah Israel Ashdood, Askelon, dan Askol serta Naqab. (Okezone.com).

TERPOPULER

Tinggalkan komentar