Mahalnya Sistem Pencegat Rudal Antarbenua Amerika Serikat

Ground-based Midcourse Defense (GMD) dalam sistem pertahanan rudal balistik Amerika Serikat yang diluncurkan saat tes terbang dari Vandenberg Air Force Base, California, Amerika Serikat, 30 Mei 2017. (©Reuters/Lucy Nicholson)

Militer Amerika Serikat berhasil menguji sistem pertahanan antirudal yang melibatkan simulasi serangan dari sebuah peluru kendali antarbenua (ICBM). Sistem pertahanan antirudal antarbenua itu ditaksir mencapai 40 miliar dolar AS, atau sekitar Rp532 triliun.

Sistem ini menyeruak setelah Korea Utara kerap melakukan tes peluru kendali dalam setahun ini, sebagai bagian dari ambisinya membuat ICBM (peluru kendali antarbenua) yang bisa menghancurkan daratan Amerika Serikat.

Daratan Amerika Serikat berjarak 9.000 km dari Korea Utara, sedangkan sebuah peluru kendali ICBM memiliki jangkauan minimal 5.500 km. Tetapi ada juga ICBM yang dirancang bisa menghajar sasaran sejauh 10.000 km atau lebih.

Riki Ellison, pendiri Missile Defense Advocacy Alliance, menyebut uji coba pencegatan rudal oleh militer Amerika Serikat itu sebagai vital.

“Kami mereflikasi kemampuan kami dalam melindungi Amerika Serikat dari Korea Utara,” kata Ellison seperti dikutip Reuters.

Kegagalan dapat meningkatkan kekhawatiran pada program pencegatan peluru kendali yang bernilai 40 miliar dolar AS itu. Sebaliknya, jika berhasil, akan mendorong Kongres mempercepat pengembangannya.

Pada proposal anggaran tahun fiskal 2018 yang dikirimkan ke Kongres pekan lalu, Pentagon mengajukan angka 7,9 miliar dolar AS kepada Badan Pertahanan Misil (MDA), termasuk kira-kira 1,5 miliar dolar AS untuk program GMD.

Perhitungan yang dirilis pada 2016 oleh badan pengujian senjata Pentagon menyebutkan bahwa kemampuan pencegat berbasis di darat yang ditujukan untuk melumpuhkan ICBM masih rendah. Ini karena sistem itu memiliki kemampuan terbatas dalam melindungi AS, demikian Reuters.

Sumber: Antara

TERPOPULER

Tinggalkan komentar