Feb 242018
 

Purwarupa tank tempur utama T-14 Armata buatan Rusia. Β© Boevaya Mashina via wikimedia.org

JakartaGreater.com – Pada tanggal 9 Februari 2018, produsen tank tempur utama asal Rusia telah mengumumkan pengembangan amunisi generasi baru untuk T-14 Armata, seperti dilansir dari laman Russia Beyond.

Perusahaan Kalashnikov Concern belum mengungkapkan rincian tentang proyektil ini, namun Russia Beyond mencari tahu dan mendapat sebagian informasi tersebut.

Setiap proyektil untuk T-14 Armata akan diberi kode, produsen akan memasang kode QR (Quick Respond) yang tidak kasat mata pada masing-masing proyektil, yang akan dibaca secara otomatis oleh sistem elektronik tank sebagai respons terhadap situasi tempur sebelum memasukkannya ke dalam laras.

“Sebelumnya, fungsi ini dilakukan secara manual oleh kru. Dan karena kubah tank adalah salah satu sasaran utama dalam pertempuran, awak tank selalu berada dalam bahaya”, menurut seorang sumber militer.

Ia menambahkan, sekarang kubah tank T-14 Armata tak berawak dan pengoperasinya secara otomatis. Di saat bersamaan, awak tank berlindung di dalam kapsul lapis baja khusus yang bertugas mengendalikan semua sistem tank.

Sederhananya, sistem pengenalan amunisi yang ada membaca kode batang (barcode) seperti alat pemindai di toko. Kode tersebut tak bisa diubah.

“Setiap amunisi akan mendapatkan kode matriks unik yang tidak dapat dipalsukan atau bahkan “tak dapat dipergunakan” jika terjadi kesalahan produksi, dan amunisi tersebut hanya akan dikirim untuk pemrosesan ulang”, ujar sang sumber.

Selanjutnya, sistem pengenalan dan umpan amunisi T-14 Armata telah dikembangkan untuk berfungsi dalam berbagai kondisi medan perang. Selain untuk mengembangkan amunisi baru, Kalashnikov Concern berencana untuk meningkatkan akurasi senjata Armata sebesar 20 persen dibandingkan dengan rekan-rekan asingnya.

Bagikan:

  79 Responses to “Makin Gahar, Tank T-14 Akan Memiliki Proyektil Berkode”

  1.  

    Hidup Leopard

  2.  

    Inovasi baru penggunaan autoloader, klo yg masih manual pasti gak kepikiran tuh…

    •  

      Rusia sejak era Soviet sudah mengaplikasikan sistem Auto Loader… dan secara sederhana, sistem Auto loader mampu mereduksi jumlah crew, dan Armata adalah paling inovatif dengan memisahkan ruang crew dan ruang amunisi yang jelas sangat berbahaya…
      ManualLoader adalah sistem yang sangat memprihatinkan… seorang prajurit menjadi seperti kuli panggul amunisi, dan pekerjaan yang dilakukanya didalam Tank adalah yang paling berat, paling beresiko dan paling tidak nyaman diruang yang sempit… Saya heran seperti Jerman masih mempertahankan sistem Manual Loader, bahkan Leclerc Prancis sudah menggunakan sistem AutoLoader

      •  

        Para pendukung blok barat yg biasa komen disini, alasannya adalah karena autoloader gak bisa pilih amunisi yg sesuai untuk ditembakkan dari tank…

        Saya sih gak tau jalan pikiran mereka, di satu sisi mengangkat teknologi barat hingga setinggi langit, eh dilain episode malah menyebut teknologi autoloader sebagai kelemahan…

        •  

          Biasalah bung kurang realistis dan logika cenderung tendensius dlm beropini. Bagi kita mau teknologi dr barat ataupun dr timur selagi memberi manfaat bg RI pantas didukung dan diancungi jempol agar berimbang dlm memberi komentar.

        •  

          Lah kalo over heat atau ngadat waktu dipake tempur gimana Bung Lingkar?? Berapa sih kecepatan menembak Auto loader per menit?? Cara menembak manual memang hanya bisa 6x tembakan per menit, sedangkan Auto loader bisa sampai 20 tembakan permenit. Hanya saja karena lebih cepat Laras juga cepet aus dan harus diganti lebih cepat dari seharusnya.

          •  

            Auto Loader T-90 bisa sampai kisaran 8 – 12 shoot per minute
            Leclerc 12 Shoot per minute
            Armata 10 – 12 Shoot per Minute

            Menembak dengan cara salvo hanyalah kebodohan atau terlalu panik dan sia2… Justru karena Mobile, Tank menembak secara taktis, melakukan banyak gerakan untuk menghindari di target oleh pihak musuh… melakukan evaluasi tembakan oleh komandan, dan melakukan koreksi tembakan oleh gunner…
            Saya tidak memahami pendapat bung Agato yang mensamakan menembakkan meriam Tank dengan menembakan senapan mesin…
            Sedangkan keuntungan AutoLoader, proses kesiapan untuk penembakan berikutnya dilakukan secara otomatis, dan tidak perlu ada manusia yang berjuang memasang amunisi di laras meriam… amunisi itu berat looo, ruangan sempit dan kalau dilakukan saat bergerak betapa beratnya pekerjaan itu

          •  

            Halah… terus sampai ke Over heat segala macem…
            AutoLoader
            T-90 = 8 – 12 /menit
            T-14 = 10 – 12 /menit
            Leclerc = 12 /menit

          •  

            Walopun begitu tetap saja over heat ya lebih cepat daripada yg biasanya kan, butuh ganti Laras lebih cepat.

          •  

            Otomatis biaya sucad buat gantiin Laras juga lebih mahal. 2x lipat borosnya dari Laras biasa termasuk L/44 atau L/55.

          •  

            Ganti laras ya? Itu kan bahasa sales…

            Dalam pertempuran, kecepatan mengisi ulang amunisi punya peluang lebih cepat menghancurkan lawan.

            Bahasa anda seperti sales grup ASTR* bung Agato, menggaungkan keunggulan mobil RWD daripada FWD, tapi ujung-ujungnya mereka malah produksi mobil FWD juga tuh πŸ˜› wkwkwkw

            Kuncinya adalah teknologi dan inovasi, saat mereka tidak punya itu, maka ada 1001 alasan untuk menyangkalnya, seperti anda πŸ˜› πŸ˜†

          •  

            Kata siapa bahasa Sales, kecepatan menembak membuat Laras makin aus karena ketahanan Laras berbanding terbalik dengan banyaknya tembakan yg dikeluarkan. Kalo terjadi perang dalam waktu yg lama atau menghadapi musuh yg setara pasti Armata membutuhkan logistik yg banyak dan biaya yg juga banyak untuk sucad dan amunisi. Yang penting adalah senjata/rudal bisa menembus tank lawan itu sudah cukup, mau itu pake manual atau autoloader.

            Beda dg meriam kapal dilaut yg full auto loader karena logistik di laut lebih susah diberikan dibandingkan dg di darat. Apalagi bodi kapal lebih besar jadi lebih muat banyak amunisi. Beda dg tank yg bodinya kecil. Paling banyak juga 50 amunisi sekali angkut. Kalo Armata 8 kali menembak per menit maka setiap 7 menit Tembakan harus sudah diganti. Apalagi Rusia menerapkan dan mengembangkan strategi Blitzkrieg ala Jerman yg memanfaatkan lapis baja sebagai pemukul. Kalo logistik Armata bisa dipotong ya tinggal nunggu dihabisi semua saat peluru mereka telah habis semua, atau karena Armata sudah full elektrik maka dg Jammer yg bisa dibawa itu bisa membuat Armata membeku tak bisa bergerak.

          •  

            Halah bung Agato ini… Tank itu kendaraan taktis, yang digunakan untuk mendobrak posisi musuh yang mungkin masih bertahan dari serangan udara atau serangan jarak jauh… dan tidak dilakukan hanya oleh 1 biji Tank, jika Tank yang dikerahkan 4, sudah ada 40×4 = 140 amunisi yang bisa ditembakan…
            coba cek berapa kemampuan angkut amunisi Tank… 45 amunisi dengan 32 pada posisi terpasang di Auto loader…
            Leclerc 40 amunisi (22 di posisi Autoleader)
            T-90 42/43 amunisi (22 di posisi Autoloader)

            Saya tidak pernah menemukan artikel yang menunjukan kalau laras meriam Tank itu begitu borosnya…
            Jammer apalagi yang mau dipamerkan??? justru Rusia sudah pamer jammer, waktu menjammer drone yang menyerang pangkalan militer mereka di Suriah…
            Autoloader dan Manualloader itu perbedaan utama adalah pada pengisian amunisi, sistem penargetan jelas urusan lain, kemampuan amunisi juga hal lain…
            Intinya, Armata membuat area turet yang terdapat meriam dan amunisi menjadi terpisah dengan crew itu saja… dan itu jelas sangat revolusioner…

        •  

          Coba kalo auto loader dipake secara serampangan, 3-4 menit bisa abis tuh amunisi, sisanya tinggal berdoa sama Tuhan sambil mundur dg kecepatan tinggi, takut disasar ATGM , serangan udara atau IED musuh. Hhhhhhhhhh

          •  

            yaaa nembak emang tidak boleh serampangan toooo bubg agato….autoloader bukan utk nge”gas” cepet cepetan nembak, ga ada doktrin kayak gitu.
            semakin banyak radar, uav dan instrumen pengendali, autoloader fokus utk memilih umunisi yg cocok. lebih mirip fungsi pespur dalam memilih rudal.

          •  

            Mana ada Tank menembak dengan cara Salvo seperti senapan mesin??? hanya crew yang bodoh dan panik yang melakukan itu… tembakan dengan Tank lebih banyak bersifat taktis, Komandan melakukan evaluasi serangan sedangkan Gunner melakukan evaluasi penargetan, dan tembakan berikutnya akan mengikuti…
            Perbedaan dengan manual loader adalah, tidak ada manusia yang bertugas sebagai pemuat amunisi ke laras, sehingga proses yang dilakukan crew tidak ada yang memegang/menyentuh amunisi… ibaratnya kalau manual loader akan bermasalah berat ketika tukang loadernya ngambek, atau cedera atau mendapat masalah karena kesalahan proses, telat melakukan loading, dan banyak lagi…
            Kesalahan yang bisa terjadi pada sistem mesin jauh lebih kecil daripada kesalahan akibat proses yang dilakukan manusia…

          •  

            Ya, memang gak perlu doktrin buat penerapan auto loader. Yg jadi masalah pada auto loader adalah kalo mesinnya mengalami ngadat, akan sangat susah bagi kru apalagi harus keluar dari kompartemennya. Belum kalo larasnya juga udah over heat. Saya belum menemukan bagaimana Rusia menghadapi hal tersebut, apalagi bila nantinya sudah full AI. Bagaimana cara tank tanpa operator menghadapi hal itu, manusia punya feeling makanya walopun manusia punya error tapi bisa saja mereka melakukan hal terbaik seperti akurasi yg lebih baik dari komputer. Itu karena Komputer juga buatan manusia, sistem pengkodean mengikuti logika berpikir manusia.

            Yang lebih krusial lagi dalam penerapan AI di Alutsista militer adalah bagaimana cara AI membuat empati terhadap musuhnya. Kalo manusia, mereka masih memiliki respek kepada lawan bila lawan juga memberikan respek kepada kita. Beda dg AI yg jangankan respek, emosi pun mereka tak punya. Kita bisa menghentikan tembakan ketika musuh hanya tersisa sedikit dan melawan dg senjata seadanya, berharap bahwa mereka mau menyerah atau mundur. AI tak memiliki hal itu dan akan menghabisi musuh yg sudah tak berdaya dg senjata utama mereka. Itulah kenapa Pentagon tak pernah benar-benar serius dalam penerapan AI di mesin tempur mereka, semua senjata otonom/UAV selalu dikontrol dan diawasi oleh operator manusia.

          •  

            Karena anda meremehkan Rusia sebagai operatornya… Leclerc Prancis juga tidak pernah mengeluhkan sistem Autoloadernya…
            Apa hubunganya dengan AI???? ini Armata bukan AI… dan jika Autoloader itu memang bermasalah, ga mungkin Rusia terus mempertahankanya sampai sekarang… bahkan Prancis juga akan merubah Leclercnya menjadi manual loader…

      •  

        semoga saja si leo dijangkepi menjadi 150 mbt, ditambah dengan si armata ini 150 mbt ,,,, pass banget 300 mbt ,,,,,, untuk medium tank dan tank ringan semoga bisa dibuat sendiri dari daam negri ,,,,,, mak nyuss

        •  

          Armata belum akan diekspor minimal 5-10 tahun lagi Bung, sampai Kebutuhan Rusia terpenuhi.

          •  

            Bung YY kan blg semoga bung? semoga itu ga hrs skr, ga hrs thn ini dan ga hrs 20 thn lg,,,ente jawab nya tu kyk merasa paling bener aja om …. apa2 pasti benerin komentar org,,.mbok ya komentarrin aja diri lu sendiri,,,sok tau bgt..kyk yg paling bener aja….sombong bgt lu,,..

          •  

            Ane kan ngomen sesuai Pakfa eh maksudnya Fakta. Hhhhhhhhhh

          •  

            5-10 thn lagi?

            Rusia butuh Su-35, tapi mereka bisa ekspor ke China, juga Indonesia…

            Rusia butuh S-400, tapi mereka bisa ekspor ke China, Turki dan mungkin ke Arab Saudi…

            Jangan berandai-andai deh bung Agato.

          •  

            Su-35 sudah produksi tahun 2007 dan baru 2015 disetujui diekspor ke China. S-400 juga sudah diproduksi tahun 2007 dan baru ditandatangani untuk diekspor ke China juga tahun 2014. Khusus untuk Mig-35 produksi pertama langsung diekspor ke Mesir karena untuk menyelamatkan Mig dari kebangkrutan sejak pesanan Mig-29 mulai berhenti.

      •  

        Ane masih penasaran sama jawaban ente Bung Yuli, kalo laras dan mesin auto loadernya ngadat atau over heat dalam kondisi tempur gimana cara ngatasinnya?? Hhhhhhhhhh

        •  

          bisa automatik bisa manual, tiap negara pasti berbeda doktrin militernya.

          •  

            Ini ngomongin kelemahannya Bung, Bukan Doktrinnya. Lagian Auto loader doktrinnya apa??? Sapu bersih hancur lebur musuh tak bersisa ya… Gak peduli kalo ada rakyat sipil ya??? Hhhhhhhhhh

          •  

            Ya rakyat sipil nye itu koe om sugigi, biar hancur lebur sapu bersih ga trsisa smpe akar2 nya ,,.

          •  

            Sensi amat Ama Ane, Amat aja gak sensi gitu. Hhhhhhhhhh

          •  

            Cara mengatasinya ya kembali ke garis pertahanan, atau mencari posisi aman kemudian dilakukan perbaikan…
            Saya heran dengan cara berpikir bung Agato… sejauh sepengetahuan saya, memang ada kemungkinan sebuah Tank mengalami stuck, atau ngadat, kalau dulu di informasikan setiap 1000 putaran bisa ngadat… tetapi jelas sebuah negara produsen akan terus memperbaiki kinerjanya, dan over heat itu jelas konyol… sebuah sistem yang modern sudah akan memperhitungkan kondisi laras bahkan bakalan disertakan sensor (sensor temperatus itu sangat mudah di aplikasikan) untuk menjaga supaya meriam tidak dioperasikan dalam situasi yang berlebihan atau di atas kemampuanya…
            Kejadian over heat adalah masa lalu, dimana sensor masih minim dan mahal… setahu saya tidak pernah terjadi sebuah Tank ngadat karena meriam over heat, yang sering terjadi kerusakan mesin maupun kehabisan bahan bakar atau tertembak musuh…
            Coba kasih contoh dimana terjadi overheat pada mesiam tank????

      •  

        Apalagi kelas Armata rawan di jamming, Hhhhhhhhhh

        •  

          Kalo iseng, Bawa aja AN/APG 99 pasang di Humvee terus dg jarak yg aman nyalain tuh jamming, sisanya tembak pake Abrams atau pake aja Paladin M109A7, Hhhhhhhhhh

          •  

            Jamming pada Tank??? apanya yang di Jamming??? Sistem penargetan pada tank bisa dilakukan dengan cara manual dan menggunakan sistem…

            https://jakartagreater.com/rahasia-kehebatan-tank-t-90/

            “Fire Control System pada tank T-90 adalah salah satu sistem tempur yang terbaik di dunia. Sistem ini dapat menghitung kecepatan tank, jangkauan dan sudut kecepatan dari target, suhu udara, kecepatan angin dan tekanan atmosfer. Fire Control System ini juga mampu memperhitungkan sudut kemiringan laras meriam yang memungkinkannya menembak cepat sebelum ditembak tank musuh.”

            Lalu apanya yang mau di jamming?? amunisi pada Tank lebih mirip dengan mortir, di jamming seperti apapun percuma karena memang tidak menggunakan pengarah dan pelacak, hanya mengandalkan ketepatan perhitungan penargetan dan elevasi kemiringan meriam…

          •  

            Senjata utama Armata dilaporkan dapat menembakkan peluru kendali laser 3UBK21 Sprinter (improved) yang mampu menghancurkan sasaran hingga 12 kilometer, atau 7,4 mil, jauh melampaui kisaran efektif 4 kilometer (2,5 mil) dari senjata utama yang baru dari tank M1A2 SEP V3 Abrams, β€˜M256 120 mm. Ini berarti, jika terjadi konfrontasi darat antara pasukan A.S. dan Rusia di medan perang, katakan di Suriah atau Ukraina, Armata bisa mengalahkan lapis baja Amerika sebelum unit peleton berhasil bergerak menjangkau sasaran.

          •  

            Makanya beliau mengandalkan Jammer bung… hahahaha, Padahal Jammer kuat itu justru diakui dimiliki oleh Rusia… termasuk yang dipamerkan waktu menghadapi serangan Drone…

          •  

            Sudah pasti itu semua akan dibantah mati-matian lho bung Yuli…

            πŸ˜› hahaha

          •  

            Yg di jamming adalah sistem elektronik pada tank Armata. T-90 jelas beda dg Armata karena T-14 sudah terkomputerisasi.

        •  

          Nah, anda ngomong soal teknologi, tapi itu kepala gak dipakai buat mikir cara mereduksi panas menggunakan autoloader, jadi ya emang anda cuma pandai cuap-cuap, copas dari sana dan sini buat membenarkan argumen anda bung, tanpa pernah “berfikir” sedikit pun πŸ˜† wkwkwkw

          •  

            Kyk negara sekelas Rusia gak tau sistem pendingin senjata aja, lagian nembak jg gak asal2an pasti dipilih target yg potensi ancamannya lbh besar baru target berikutnya. Dlm perang auto loader tentu lbh cepat mengisi amunisi drpd manual yg jg pasti mengalami hambatan karena guncangan klu Tank dlm posisi berjalan kencang melewati medan yg sulit, sehingga potensi untuk menembak duluan lbh besar.

          •  

            Betul bung Andre, kecepatan mengisi amunisi tentu berpengaruh pada kecepatan awak untuk membidik sasaran, dan meningkatkan peluang untuk menang, beda 5 detik aja lawan sudah bisa main hit and run…

            Tapi ya gak bisa disalahkan, klo Rusia lebih fokus ke autoloader sedang bung agato lebih ke auto-prayer alias lebih banyak berdoa, bisa jadi bawa jimat sampe 5 ransel itu.

            Atau bisa jadi bung Agato tidak memakai tank tetapi memakai tangki, jadi gak mengalami guncangan karena tangki gak perlu bergerak.

          •  

            Untuk menghindari over heat salah satu caranya dipasang thermostat, untuk mengetahui temperatur kerja… jika diatas normal dan membahayakan akan ada warning sistem, pada teknologi yang lebih maju dia akan mengunci sistem sehingga tidak akan bekerja sampai kondisi temperatur kembali normal…
            Bahkan untuk perkembangan akan selalu dicari cara untuk mereduksi terjadinya panas berlebih pada laras meriam baik untuk model meriam apa saja termasuk di Tank… senapan adalah yang paling rumit karena terlalu kecil… sehingga sering diketahui adanya laras berpendingin air…

            Dan untuk menghindari adanya keausan pada lubang meriam coba baca baik2 artikel ini :

            https://jakartagreater.com/india-kembangkan-munisi-apds-tank-t-90ms/

            β€œDengan biaya rendah, tingkat keausan rendah dan tekanan kamar moderat, amunisi ini sangat aman dan efektif dalam jangkauan tempur. Percobaan yang berhasil akan membuka jalan mengatasi kekurangan amunisi untuk tank T-72 dan T-90”, tulis DRDO.

          •  

            Setuju bung Yuli, DRDO saja berfikir seperti itu, masa Rusia gak mikir sih? Hehehe… Lagian senjata tank Rusia bisa menembakkan peluru kendali 12 km, jadi meski pakai autoloader, masih punya banyak jeda waktu utk mengistirahatkan laras meriamnya sebelum Armata masuk jarak tembak tank musuh.

          •  

            Tadinya ane berasumsi, doi cuma ketiban dollar aja maka menjalankan segala cara untuk menjelekkan blok timur, baru sadar ternyata doi juga bolot dan lemot CPU otaknya bahkan jika dibanding piaraan2nya bung Colibri wkwkwk

          •  

            Loh, ane kan bukan ahli senjata Rusia. Makanya ane tanya Ama RF yg ahli senjata Rusia, gimana cara mengatasi over heating pada Laras Armata dan mesin autoloader yg ngadat saat terjadi pertempuran.

          •  

            Ane balikin ke Ente Bung Andre, kayak Negera sekelas USA gak tau Suspensi untuk mengurangi/meredakan getaran saat bergerak ketika harus menembak. Dan tentunya ada stabilizer pada turret agar dalam kondisi Medan apapun tank tetap bisa menembak.

          •  

            @ Bung Yuli: amunisi tersebut baru dikembangkan oleh India dan kemungkinan hanya tersedia untuk tank India, bukan untuk Rusia apalagi Armata. Kalopun Rusia bisa punya itu hanya bisa dilakukan dg cara membeli dari India, itu juga kalo India mau. Tau sendiri kan India liciknya kayak gimana kalo urusan dagang. Bisa2 beli amunisi sekalian disuruh beli Tejas juga.

          •  

            Karena anda itu selalu meremehkan bung… anda meremehkan kemampuan Russia, menganggap teknologi Armata abal2… amunisinya kelas bawah yang merusak laras meriam…
            Please deh, selain Jerman… USSR adalah salah satu negara yang mampu memproduksi Tank dan berhadapan langsung di medan perang, dan anda masih meremehkan kemampuan Russia??

  3.  

    Itu t14 yg perlu dilengkapi dibagian luarnya, termasuk rudal serang udara yg tabung rudal bisa digerakkan vertikal & horizontal yg ditempelkan dituratnya, cannon 2 unit serang udara yg bisa digerakkan 360Β° ke vertikal & horizontal & pemasangan silumannya, dengan demikian? Tank bertempur dalam kondisi aman, jika tidak demikian yg di terapkan? Mungkin jd mangsa empuk

    Hahhaahaaaa

  4.  

    Segera kirim ke Suriah untuk mendapat cap betel pulpen

  5.  

    Semakin canggih teknologi automatis apalagi pake AI maka semakin rentan diretas maka harus didukung sistem enkripsi dan anti virus yg super jg anti Jamming. Tapi tetap klu sudah terkena gelombang elektromagnetik terutama dr ledakan nuklir bakal rusak semua sistem!

  6.  

    kode nya itu kode scan barcode kali,,,inovasi bagaimana, ini namanya pakai akal,.,.,.

    inovasi itu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan produk baru.,.,.

    •  

      Itu teknologi baru kok Bung, kalo ntar ada perwira Rusia nakal nyelundupin tuh amunisi bisa ketahuan waktu lewat pintu, ketahuan kalo belum bayar. Hhhhhhhhhh

    •  

      kliatan bung WI biasa belanja di Indomar** dan Alfamar* jadi klo ngomong kode langsung terbayang itu πŸ˜† hehehe…. tapi mungkin aja seperti itu, dan barcode itu ada banyak macamnya, termasuk enkripsinya…. dan saya gak menyalahkan kapasitas anda yg menganggap bahwa inovasi yg saya maksud itu adalah barcodenya πŸ˜€ padahal bukan itu maksud saya… πŸ˜› hahaha

      •  

        kode dipasang biar ketauan siapa yang nembak…biar mudah diusut polisi kali yaa…?!?!?

        •  

          Mungkin kodenya adalah nomor mesin tank lawannya bung πŸ˜† hahahah… one shot one kill…

          •  

            karena yang satunya masih manual bung Lingkar… masih mengandalkan tenaga manusia… sesuatu yang langka diera yang semakin modern, padahal pada dunia modern semua hal dilakukan secara otomasi… Bayangkan jika mesin ATM itu manual loader…

          •  

            Jadinya bukan ATM tapi MTM… Manual Teller Machine… hahahaha

            Apalagi Vending Machine seperti yang ada di Japan yang bisa memberikan kembalian secara otomatis… bahkan ibarat harganya Rp 500, dan kita bayar dengan uang Rp 50.000 akan diberikan kembalian secara akurat sampai uang koin pun akan keluar sesuai besaran kembalian… itu juga menggunakan sistem yang basicnya adalah scanner yang mirip pada Scan Barcode…
            Setahu saya di Indonesia belum ada Vending machine yang bisa memberikan kembalian secara otomatis… bahkan dulu di Soeta sampai ada petugas yang menunggu didekatnya untuk memberikan kembalian karena harga muniman di Vending Machine adalah Rp 10.000, dan tidak bisa memberikan kembalian secara otomatis…

          •  

            mungkin dalam benak beliau yg canggih itu ya pesawat terbang aja bung, klo yg didarat harus konvensional.

            tapi ya itu semua biasa, beda pendapat, bahkan dalam 1 keluarga aja bisa beda pendapat, apalagi sebuah negara… ada 1 atau 2 orang yang ngeyel sih lumrah… πŸ˜€ hihihi

          •  

            Jangan bahas Vending Machine bung Yuli, ntar ada yg makin bingung tuh… bacanya aja udah bikin beliau garuk kepala… πŸ˜› hihihihi

          •  

            tapi kalo saya masih pegang kamov52 kalo disuruh lawan tank…!!!

          •  

            bung Aming lee… sebenarnya intinya manualloader dan autoloader, kalau sudah melibatkan mesin lain, nanti rudal balistik digunakan juga untuk menghajar Tank… kemarin juga sampai kesitu looo

          •  

            pakai gaya bang ruske aja,,,,awaknya pada keluar tank lalu timpuk Leopard pake APFSDS……
            kru Leopard pun ga mau kalah awaknya keluar dan menyambit pake TOW…..

          •  

            itu secara teorinya…tapi jangkauan deteksi dan senjata masih kalah sama helpur….kecuali beck up mengbeck up yaa…!!!

          •  

            wkwkwkkw… πŸ˜† anda bisa aja bung WI

          •  

            betul bung aming, makanya Rusia juga menyiapkan drone pendamping tank… untuk mendeteksi hal semacam itu

          •  

            semua sistem ada kelemahanya…karna itu perlu strategi ….sampai saat ini belum ada orang gila yang mau adu tank dengan helpur…terkecuali huha…karna dia merasa bukan miliknya…xixixizzzZ

          •  

            sebab semua sistem punya kekurangan(kelemahanya)maka dari itu perlu strategi untuk melengkapinya…sampai saat ini belum ada orang waras yang mau mengadu tank dengan helpur…terkecuali huha…karna dia merasa bukan miliknya…dan tidak ada kerugian untuknya…!!!

          •  

            Itu t14 yg perlu dilengkapi dibagian luarnya, termasuk rudal serang udara yg tabung rudal bisa digerakkan vertikal & horizontal yg ditempelkan dituratnya, cannon 2 unit serang udara yg bisa digerakkan 360Β° & pemasangan silumannya, dengan demikian? Tank bertempur dalam kondisi aman, jika tidak demikian yg di terapkan? Mungkin jd mangsa empuk,

            Hahhaahaaaa

          •  

            terima kasih usulan anda akan kami tampung,,,dan kami pertimbangkan…mungkin berguna bagi pengembangan tank armata kedepanya…tapi kita memang sudah punya ide armata akan diinstal S500.agar kedepan tidak ada helpur maupun rudal bisa mendekati tank tersebut apalagi sampai dihancurkan…
            sekali lagi kami ucaplan terima kasih atas ide atau saran saudara…dankami sangat menghargainya…tapi jangan lupa pakai produk kami(beli)karna kami tidak memberi
            hibah…!!!

          •  

            Tanya ajja agato, apa alasan amerika menghibahkan barang militernya ke indonesia, belum lg celana dalam yg dihabahkan

            Hahhaahaaaa

    •  

      Bung WI… anda gagal paham dengan kalimat Inovasi…
      https://id.wikipedia.org/wiki/Reka_baru
      “Reka baru atau inovasi (bahasa Inggris: innovation) dapat diartikan sebagai proses dan/atau hasil pengembangan pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).”
      Tidak harus menciptakan produk baru seperti pendapat anda… bisa juga inovasi pada proses/sistem/mesin… di perusahaan Japan hal seperti ini menjadi sebuah kompetisi dan keharusan… melakukan inovasi terus menerus untuk mereduksi biaya, untuk membikin produksi semakin efektif, memperbaiki sistem yang sudah tidak relevan seiring perkembangan teknologi…

  7.  

    Sok tau luu…kyk paling bener aja idup luu…merasa diri paling bener aja…gaya lu

    •  

      Beliau memang selalu memiliki cara pandang negatif kepada Rusia, entah apapun itu, dan memiliki cara pandang positif kepada negara satunya… jadi apapun itu selama berbau Rusia pasti minus, sedangkan jika berbau USA sudah pasti paten dan paling segalanya…

 Leave a Reply