Jul 032015
 
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir

Jakarta – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir berharap pembangunan Reaktor Daya Eksperimental (RDE) oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) di kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, selesai tepat waktu.

“Kami, (Kementerian) Ristek, punya kewajiban menciptakan nuclear for humanities, nuklir yang efisien dan aman,” kata Menristekdikti di Jakarta, Rabu.

Nasir mengatakan pro dan kontra pengembangan pembangkit tenaga nuklir akan selalu muncul di Indonesia. Namun, Batan sudah memiliki pengalaman mengelola reaktor nuklir sejak tahun 1960-an.

Sejumlah reaktor seperti di Yogyakarta, Serpong, dan Bandung bahkan berada di tengah kota dan tidak menimbulkan masalah karena memang dikelola dengan baik, ujar dia.

“Karena ini untuk edukasi maka (pembangunan reaktor mini di Puspiptek Serpong) harus tetap jalan, butuh waktu paling tidak tujuh tahun untuk membangunnya, tidak bisa satu atau dua tahun saja. Kalau sudah jalan dan ternyata bisa diangkat untuk komersial tentu baik, tapi kami targetnya untuk edukasi dulu,” ujar Nasir.

Teknologi nuklir Indonesia, katanya, tidak boleh tertinggal dengan negara lain. Kebutuhan energi di masa depan akan semakin meningkat, dan energi listrik dari nuklir hingga saat ini terhitung lebih murah dibanding yang lain.

“Malaysia sudah mau membangun PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) di Kalimantan bagian utara. Bahkan Uni Emirat Arab yang punya minyak banyak menargetkan empat reaktor nuklir, masing-masing 1.400 megawatt, selesai di 2020,” tutur dia.

Sebelumnya, anggata Dewan Energi Nasional (DEN) Rinaldi Dalima sempat meminta Batan mengkaji ulang pembangunan Reaktor Daya Eksperimen yang menghabiskan dana sekitar Rp1,6 triliun tersebut.

Alasannya, RDE berdaya 10 megawatt yang dapat memproduksi listrik, hidrogen, dan mencairkan batu bara tersebut belum memiliki contoh riil di negara lain.

Menurut dia, butuh riset atau pengujian yang panjang dengan membuat desain RDE skala kecil sebelum upaya pengembangan energi nuklir dilakukan. Tanpa pengujian secara matang, dikhawatirkan bakal terjadi kebocoran.

Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan jangka waktu pembangunan RDE adalah lima tahun.

Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005–2025, mengamanatkan agar Indonesia harus sudah memiliki PLTN pada 2019.

ANTARA News

  44 Responses to “Malaysia akan Bangun PLTN di Kalimantan Utara”

  1.  

    Emang dasar follower. bsnya ngikut” aj.

  2.  

    Baguslah..

    •  

      yo’i kita ntar2 aja, biarkan mereka semua bangun yg gen3, sementara kita kalo yg pltn mini gen4 ini berhasil, maka kita negara dua2nya (sama rusia) yg punya gen4

      tadinya gen4 ini asu patungan sama rus, asu krisis riset terhenti, sekarang asu patungan/join sama france+jepun, gen4 ini ga pake air untuk pendinginnya, jadi kalau ini berhasil bisa dibayangkan, ukuran mini, bisa ditaruh di lontong, kapal destro, induk, ato mungkin pesawat luar angkasa

      pengembangan gen4 sangat mahal, rusia saja musti patungan/join sama kita, kenapa bisa begitu ya?? kan katanya kita ga punya duit, alutsista aja nyicil (kata kaum resmiyah)

  3.  

    Bangun segeraa

  4.  

    nyimak…

  5.  

    Antek2 asing dengan bendera LSM, tokoh masyarakat, kelompok adat dll mengkampanyekan penolakan terhadap energi nuklir dengan alasan safety. Di balik semua itu adalah keinginan negara2 asing agar Indonesia tetap mengalami ketergantungan dengan energi fosil dan akhirnya mengalami krisis energi.

    Asing senang jika negara kita lemah sehingga mudah di kontrol dari berbagai aspek. Ingat penjajahan tidak hanya di dasar kan atas penguasaan wilayah geografis dan teritorial, namun juga pada aspek ekonomi, sumber daya alam, sumber daya manusia, aspek ideologi dll

    Waspadalah!!!

    •  

      Yah begitulah LSM. Itu malon mw bangun dkt perbatasan kykny. Mw cari aman klo leduk tu reaktor biar efekny k indonesia

      •  

        mereka bangun di sabah / sarawak bukan di provinsi kalimantan utara

        •  

          Betul bung, tampaknya masih banyak rekan-rekan yang gak bisa bedakan antara “waspada” dengan “paranoid”….Waspada boleh, tapi jangan kebablasan sehingga nanti dibilang Bangsa Pengecut….

          Kita ini Bangsa Besar, jangan terlalu menunjukkan jiwa paranoid seperti israel dan singupil….

          Kalo memang asing mau mengkerdilkan negeri ini dengan menghambat PLTN, tuh di Arab malah mau bikin 4 PLTN, Malay, Thai dan Viet juga mau bikin tuh….

          Jangan mengkambinghitamkan negeri lain kalau memang negeri ini tidak mampu atau tidak mau membangun PLTN!

          Kalo memang ada kemauan, penolakan lsm atau penduduk lokal bisa dieliminir dan banyak cara mengatasinya…

  6.  

    Jngn smp malaisia membanggun PLTN d tanah NKRI mereka hanya mau enaknya ja mau energi listrikny tp tdk mau resiko dampak kebocoranny

  7.  

    karta -Indonesia sudah memiliki reaktor nuklir di Bandung, Jawa Barat sejak 1965, selama 50 tahun beroperasi reaktor tersebut banyak memberikan manfaat di bidang medis, penelitian dan lainnya.

    Sampai saat ini pemerintah belum berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), padahal negara tetangga seperti Malaysia akan membangun PLTN di Pulau Kalimantan.

    “Malaysia bangun nuklir juga itu, Malaysia bikinnya di Kalimantan, tapi bukan halaman kita (Indonesia) tapi di wilayah dia di Kalimantan (Borneo),” ungkap Menko Maritim Indroyono Soesilo ditemui di Kantornya, Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (12/5/2015).

    Indroyono mengatakan, sejarah Indonesia menyiapkan pembangunan PLTN sudah sangat lama, di mulai pembangunan reaktor atom di Bandung pada 1965. Kemudian mengirim para ahli-ahli nuklir dan ahli pesawat pada 1956-1957 ke Amerika Serikat (AS) dan Jerman.

    “Indonesia sudah meluncurkan roket pada 1962, hanya berselang beberapa tahun setelah Amerika meluncurkan roketnya pertama pada 1959. Para ahli kita tidak perlu diragukan lagi. Selama sekian puluh tahun di Bandung, Jogja, Serpong reaktor nuklir kita dimanfaatkan untuk isotop, beras, padi dan sebagainya,” ungkapnya.

    Indoyono menambahkan, pemerintah sudah menyiapkan lokasi pembangunan PLTN di Jepara, Jawa Tengah, namun masyarakat di Jepara menolak.

    “Mereka setuju PLTN dibangun tapi not in my backyard (tidak di halamannya). Padahal nuklir itu sangat sangat sangat sangat aman. Ada yang bilang ada kasus kebocoran nuklir di Fukushima, Jepang itu bukan karena reaktornya, tapi karena tsunami. Kalau masalah gempanya itu automatic PLTN bisa tahan,” tutupnya.

  8.  

    KO judulnya kaya bangun di wilayah indonesia? kenapa ga di Malaysia utara bukan di kaltara.
    kaltara kan indonesia provinsi kita.

    Ingat NKRI Harga MATI !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  9.  

    Mereka bangun dikalimantan nanti listriknya dijual ke kita

  10.  

    bgus di sabotase pltn malaysia

  11.  

    bikin judul artikel yg benar….

  12.  

    Mungkin judul yang tepat, ‘Indonesia akan membangun PLTN di kalimantan bagian utara’.

  13.  

    kalau udah yakin akan kemampuan mau bangun PLTN bangun aja gak usah banya wacana,udah neg dengar wacana-wacana.kita rakyat bawah selalu disuguhi wacana2 yang gak ada habisnya,lihat negara2 lain, pokoknya pergi kejakan…jadi barang itu…

  14.  

    bangsa kuli besar..wakakaakkakaka

  15.  

    Jelas RI yg duluan punya pltn dari malaysia. Kita sudah punya pltn mini. Mini krn cuma sebesar bom yg jg jatuh di hirosima. Males buat besar. Mending beli sukhoi. xP

  16.  

    Coba WACANA itu paling lama 1 minggu, cek lokasi dan riset dampak di lapangan max 1 bln.. hbs itu lngsung eksekusi..
    lah ini wacana mulu dari duluuuu..
    blm jg cek tmpt nya…
    kapan bangunnya ???
    nunggu yg punya wacana dh jdi kakek2 pling bru slesai ti wacana.. mw dibngun yg punya wacana meninggal..
    horeee gk jadii…
    .
    rumit bgt birokrasi negeri ini..
    apa lagi rakyatnya..
    maunya enk trs gk mau repot…
    giliran dibuat peraturan pada protes.. gk dibuat peraturan jg protes…
    trs pemerintahnya gmna coba ???
    LOL..
    mw infrastruktur bgs, tp dana subsidi BBM dialihkan k infrastruktr dh pada bentrok smua.. pnya mobil tp mwnya bbm subsidi, punya mtr bgs2 tp maunya bbm subsidi smua..
    klu smua org masing2 pnya kndaraan pribadi sndri bisa jebol tu APBN cuma buat subsidi hal yg gk ada prospeknya ke depan
    subsidi listrik dibuat lbh efisien biar tepat sasaran pd rbt smua…
    .
    mw dibuat Moda transportasi massal yg enk pd gk da yg mau tanahnya dibeli pemerintah. Jual mahal semua..
    dibngun Waduk+PLTA y ribut juga..
    .
    kebijakan mana coba yg gk buat ribut masyarakat.. –”
    #Ampun deh..

  17.  

    Sudah kuduga…bakal keduluan malon. Siapa kemarin yg nolak pltn sampaikan argument anda. Suka atau tak suka kita butuh energi paling murah.

  18.  

    ndak usah ribut malon belum ada SDM nya utnuk bangun PLTN, masih jauh.

  19.  

    meley jstru hanya ingin bung, SDA dan SDM blm jg ada, kok udh naik isu mo bangun ? klo mo dibanding dan dibuat daya saing mbok ya jgn meley…..ura nyambung hehe.

  20.  

    saya sangat yakin negeri kita bakalan kalah sama malingsial soal pltn nuklir skor 50 – 0 untuk si maling

  21.  

    tenang saja bung, reaktor nuklir itu mudah dibangun, tapi sulit untuk dikelola.
    riset yang dilakukan Indonesia hingga saat ini dalam teknologi nuklir bukannya tidak bermanfaat, sangat banyak bermanfaat, tinggal di aplikasikan saja, tunggu momen yang baik.
    dan perlu di ingat, ilmuwan nuklir indonesia merupakan salah satu yang disegani di dunia pernukliran. jadi tenang saja, lebih baik sedikit lama tapi hasilnya luar biasa dan berpengaruh.
    daripada cepat tapi cuma hanya sebagai operator.

  22.  

    kalau dibangun di sabah serawak berarti malaysia pinter baca situasi geografi wilayahnya yg berada di dalam wilayah RI. dibarat betebaran kepulauan natuna. bahaya kalo kduluan indo. PLTNlah solusinya murah praktis jangka panjang dan bisa cepet pengerjaanya bila ngundang investor asing. toh kalo meledak paling gak nyampek semenanjung wilayah utama.

  23.  

    ha ha ha judulnya sedikit ambigu tapi memang benar…
    pulaunya kalimantan atau borneo
    tapi sebelah utara,, di negara malaysia..

    saya kira kaltara di embat malay wkwkwkw

    back to the topic,,, keputusannya sudah dibuat oleh eksekutif dan legislatif.
    persiapan dan rancangan tetap dibuat,,
    Dewan Energi Nasional (DEN) menetapkan Rancangan Umum Energi Nasional (RUEN). Penetapan ini dilakukan dalam Sidang Paripurna Ketiga DEN di Kantor Presiden, Rabu (23/6/2016).
    Jokowi meminta agar segera dibuatkan peta jalan (roadmap) untuk pengembangan nuklir. Targetnya roadmap tersebut akan selesai pada akhir tahun 2016. Ayo DEN mana laporannya??