JakartaGreater.com - Forum Militer
May 132015
 

image

Kuala Lumpur, 12 Mei 2015 – Malaysia membantah keterlibatannya dalam koalisi 12 negara yang dipimpin oleh Arab Saudi untuk melawan militan di Yaman, meskipun ada kehadiran pasukannya di negara itu.

Seorang pejabat Malaysia di Kementerian Pertahanan yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Anadolu Agency, bahwa kehadiran militer mereka di Yaman, semata-mata untuk membantu evakuasi mahasiswa Malaysia dan negara lainnya yang terdampar/ terjebak di Yaman.

“Laporan The Saudi Gazette, salah,” katanya. “Pasukan hanya ada untuk membantu misi kemanusiaan dan evakuasi, karena masih ada mahasiswa Malaysia di sana.”

Pejabat itu meminta anonimitas, karena ia tidak berwenang berbicara kepada media.

Pada hari Minggu, kantor berita pemerintah Saudi melaporkan bahwa pasukan Malaysia telah tiba di Arab Saudi untuk bergabung dengan koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi, untuk memerangi kelompok Syiah Houthi di Yaman.

Menurut kantor berita tersebut, Malaysia menjadi negara ke-12 yang bergabung dalam koalisi, seminggu setelah Senegal mengumumkan bahwa 2.000 pasukannya akan bergabung dalam koalisi.

Perpecahan dan kekqcauan di Yaman terjadi sejak September lalu, ketika Houthis menyerbu ibukota Sanaa, dan berusaha untuk memperluas pengaruh mereka ke bagian lain dari negara Yaman.

Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi melarikan diri ke Riyadh pada akhir Maret setelah pasukan Houthi menyerang kediamannya di kota pelabuhan Aden, selatan Yaman.

Mi’raj Islam News Agency (MINA)

Bagikan:

  51 Responses to “Malaysia Bantah Terlibat Perang Yaman”

  1.  

    Nah lo

    •  

      Sdh tdk heran dg sikap malon…..satu sisi ndak berani menolak ajakan Saudi (alasan ekonomi) & sisi lainnya sadar klau turut serta koalisi dg Saudi merupakan kesalahan krn tdk ada mandat dr UN…..ini menunnjukkan negara tdk punya prinsip jadi tolong jngn samakan dg NKRI yg MERDEKA & PUNYA PRINSIP SENDIRI …!!!!!!

      •  

        Ada juga yg bilang kmaren ikut perang karna prinsip katanya bung hehe,,

      •  

        Politics of denial and deception, cara yang banyak digunakan dlm berbagai operasi rahasia agar tidak menarik perhatian lawan atau pihak lain yg tidak se7 dgn operasi di Yaman. Operasi yg tdk memiliki legitimasi dr UN Security Council. Mirip dgn operasi paman sam di Irak, Libia, & Siria.

  2.  

    Bukannya kemarin minta bantuan tni evakuasi warga malon di yaman hadeuh alasan aja ni malaysia, dasar tentara bayaran.

  3.  

    evakuasi warga malaysia butuh 2000 (Dua Ribu) tentara? memangnya berapa juta yang akan dievakuasi? hahahaha

  4.  

    Wajar dan maklum dengan politik “canggung dan Cari untung” dari Malaysia sejak dulu.
    Idealism n prinsip nomor Dua yg penting “untung dan slamet”. Semoga itu di bungkkus dengan kebanggan mereka “Malaysia. Pandai berpolitik dan bersiasat dan bersilat lidah”

    Jangan ditiru yaaa

  5.  

    ..malay..oh..malay

  6.  

    Tragis sekali Hahahahaha….

  7.  

    malon oh malon…….

  8.  

    biasa aj kaleeeee………………NKRI HARGA MATI…..

  9.  

    Baru tentara udh bangga. Gk liat PRESIDEN ke 2 RI Soeharto jln” di bosnia. Yg lain mana???? Itu bru jempolan

    •  

      lebih respek lagi dengan indonesia.
      negara pertama yang mengakui bosnia dengan cara presidennya langsung turun ke daerah konflik untuk konsolidasi kemerdekaan bosnia. tanpa pengawalan langsung pasang badan alias presiden paling berani.
      hehehe

  10.  

    Mau tanya donk kenapa itu pejabat malaiysia tidak mau menyebut identitas, kenapa juga bukan orang penerangan yang memberitahu,, saya merasa aneh,

  11.  

    Malon bela diri dari rasa malu & kesalahannya sendiri…mao disebut hebat tp salah kaprah…sesal kemudian tak berguna…NKRI Harga Mati..!!

  12.  

    ane curiga, jangan-jangan pak jokowi ditawarin lada sekilo biar gk dieksekusi

  13.  

    Malaysia yaaaaaaaaaaa… seperti itulah Malaysia “Picik & Licik”

  14.  

    Let see….dari 2000 yg berangkat ke yaman… Berapa yg pulang….medan tempur yaman beda ama negaranye….kalo yg pulang kurang dr itu…..CEMEN

  15.  

    hadeeehh..ini mah biar ribut aje,biar rakyat RI gaduh terusss…wong gelombang 3 prosesnya masih panjang sampai ke moncong bedil,sama aja kyk kasus terpidana yg dari prancis yg masih proses…..gak usah langsung menilai..tela’ah dulu. cermat dikit apa yg tersembunyi di balik berita itu.

  16.  

    @putra aceh,.. yang mbantu bosnia ga cuma malaysia bang, indonesia juga bantu. Kita sama respectnya lah terhadap sesama bangsa dan umat muslim. Salam damai bang

  17.  

    termasuk bantu Gam , tp ga ngakuin …
    selamat Ya ……

  18.  

    Malon gengsi nya sj yg digede in, kalo dikatakan mengirimkan pasukan ke yaman, untuk mengemis ngemis bantuan dana dr arab saudi, ………….. sememangnya pasukan malon tak ada mampu berperang ………. wk wk wk ……. !!!

  19.  

    Malon mana malon..??
    Mana koment nya..?? 😀 😀

  20.  

    IMHO, TNI perlu kirim Pasukan Khusus kesana, tapi tentunya gak perlu dipublish. Pake seragam tentara KSA. Seperti tentara ASU maupun NATO yang bantu pemberontak di Libya.
    Toh dulu kita juga pernah kirim KS waktu konflik Pa****** vs I****. Upss
    Sekalian uji produk Indhan biar betle prupen

    •  

      WEs Mas , g usah terlalu vulgar njelasinnya clue-cluenya ….

      Ada Maloners ,KalauTNI Haus Darah perang , Kalau Maloners Hasu berita

      maklum Bernas , Utusan Malaysia yang dibaca dan di Lazimkan oleh pemerintah sana

      dsini dilarang sebar Clue , hehehee

  21.  

    NKRI jangan ikut2an kaya malaysia yang so jago.. alasan buat misi kemanusian

  22.  

    TKI stop? saya sangat setuju itu!!!

  23.  

    Yemen Cease Fire

    SHAH ALAM: Even though Malaysia has denied that it was involved in the Saudi military coalition in Yemen, others are not taking the line.

    Take example the graphic below by Al Jazeera, the Arabic language news network. It clearly placed Malaysia into the Saudi led military coalition despite the denial from Malaysia that its forces were in Saudi to evacuate its citizens from Yemen.

    In a statement released on May 11, Armed Forces Chief Jen Tan Sri Zulkifeli Zain stated ” I would like to inform that the sole mission of our troops in Saudi Arabia is to facilitate the safe and smooth evacuation of the remaining Malaysian citizens in Yemen.

    “Two of our RMAF C130 transport aircraft will be positioned at the Forward Operating Base at the Prince Sultan Air Base in Riyadh, Saudi Arabia. The FOB has been established at the air base as a firm ground before departing for the evacuation location. Subsequently our Malaysian citizens will be evacuated and returned to the FOB for safe passage to Malaysia.

    “The focus of the KSA and its coalition partners has now shifted from Operation Decisive Storm to Operation Renewal of Hope. It is our hope the proposed cease fire which will begin on Tuesday, will remains.

    The five day cease fire that Zulkifeli mentioned has started although it remained to be seen whether it will hold as both sides had stated that they will respond to any violations.

    If the cease fire holds, it is also likely that the evacuation mission of Malaysian citizens could be performed. The number of Malaysian citizens thought to be in Yemen hovers not more than 200. Most of these are students and their dependents.

    — Malaysian Defence

    http://www.malaysiandefence.com/?p=6354

  24.  

    Mana bukti muslim bosnia respek sama malon? Maen ke bosnia, siapa yg lbh direspeki, Indonesia atau malon?! Ngomong waton njeplak!

  25.  

    Like bung Slogannya

  26.  

    aku rasa indon tak perlu bangga diri .. dan menghina.. bukan hanya indon boleh membekalkan .. tenaga kerja.. kalau indon nak beku .. beku kan .. aja.. rasenya .. warga rohingya .. paling layak mendapat kerja.. sepatutnya..

  27.  

    heh… keyboard warrior aja.. apa nak kisah.

  28.  

    jgn bertengkarlah kita serumpun indon dan malon, kmi aja singapore tak suka bertengkar sama israel karna kmi sodara sama2 penguasa

  29.  

    Malon …. tuch ud w sahutin omongan u!!!

  30.  

    Sekali Tentara bayaran tetap tentara bayaran!

 Leave a Reply