Malaysia Beli Kapal Perang Littoral Canggih dari China

128
12

p1634982

Malaysia akan membeli kapal perang buatan Cina. Menteri Pertahanan Datuk Seri Hishammuddin Hussein menyatakan kontrak akuisisi dengan perusahaan SASTIND (The State Administration for Science, Technology and Industry for National Defense of) China akan ditandatangani pada 5 November nanti.

Pengadaan peralatan pertahanan kapal perang Littoral Mission Ship (LMS) di bawah rencana 15 ke 5 ini akan disertai dengan transfer of technology, yang akan melibatkan perusahaan Boustead Naval Shipyard Malaysia. Dua kapal dibangun di galangan kapal China dan dua lainnya di galangan lokal Malaysia.

Royal Malaysian Navy (RMN) berencana mengakuisisi 18 kapal perang littoral untuk menggantikan armada kapal perangnya yang sudah tua, seperti korvet Laksamana class.

Littoral Mission Ship (LMS) adalah kapal perang kecil namun dengan kemampuan peperangan empat dimensi sekaligus, anti kapal permukaan, anti serangan udara, anti kapal selam dan anti serangan biologi dan kimia. Selain itu dimasa damai kapal perang LMS dapat berperan sebagai kapal SAR dan operasi kemanusiaan. Kapal perang LMS juga akan dilengkapi dengan pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle – UAV) dan kapal selam mini tanpa awak (Autonomous Underwater Vehicle – AUV).

Terkait persenjataan strategis yang akan diinstall ke kapal perang LMS, Menteri Pertahanan Malaysia tidak bersedia mengungkapkan spesifikasinya, termasuk apakah akan menggunakan rudal serang Naval Strike Missile (NSM) dan rudal pertahanan udara MICA ?

128 COMMENTS

          • Jangan suka mengejek orang/negara lain bung
            Buktinya TKI (Kuli dan Pembantu) kita pada berebut ke sana
            Berarti jauh lebih miskin kita darpada Malaysia
            FAKTA !!!

          • Kata siapa kita miskin kalo emang malaysia lebih kaya kenapa dia gak masuk g20 tolong liat lagi gdp sama cadangan devisa kita sama malaysia banyak mana?

        • Bung tolong ganti nick name anda jangan pakai indonesia…
          Sebab anda menserukan agar tidak menghina bangsa lain tetapi anda justru menghina bangsa sendiri ,

          ingat bung TKI berjuang demi kehidupan yang lebih baik ,, jangan anda bandingkan ALUTSISTA dengan TKI

        • Analogi salah bung, justru cuma TKI pendidikan formal terbatas yang berangkat ke Malaysia yang sulit bersaing untuk kerja di kota-kota besar di Indonesia. Kalo pendidikan terarah seperti Kejuruan dan Keperawatan ke Taiwan, Korea dan Jepang.

          Yang pendidikan tertinggi ke Eropa dan Amerika, diterima, digaji tinggi sampe diiming-imingi kewarganegaraan ganda..

          Jadi kesimpulan:
          TKI pendidikan tinggi gak ada yang mau ke Malaysia, so, rendah sekali nilai malaysia di mata warga negara kita…..

          • @nuncaku : Saya pernah bekerja di bandara dan sedikit banyak mengetahui dokumen para pekerja yang akan bekerja di luar negri ataupun dari luar negri ke Indonesia.

            Tahukah anda artian dari TKI / TKW ataupun tenaga kerja asing?

            Semua warga negara Indonesia yang bekerja di luar negri adalah TKI dan wanita di sebut TKW.
            Baik itu dia bekerja di office ataupun tenaga ahli bahkan pembantu.

            Begitupula hal yang sama “mungkin” berlaku jika tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia.
            Hanya mungkin sebutannya berbeda.

            Pendapat saya, TKI ataupun TKW tidak bisa di identikan dengan buruh kasar, pembantu dan sebagainya.
            Kita menyebutkan TKI dan TKW mengidentikan seperti itu di karenakan mayoritas para WNI kita bekerja di luar negri adalah buruh kasar, pembantu ataupun yang lainnya.

            Semoga bermanfaat

          • FAKTA APAAN ? LU TAUNYA CUMA TKI YG DIKIRIM KESONO…DAH ITU DOANG, YG LAINNYA ELU GA MAU TAU… DASAR BERUK!

          • Menghina malingsial tu urusan gue, kenapa elu yg sewot ??…

            Malingsial yah ??..

            kwaaakk…kwaaakk…kwaaakk..

          • Kata siapa kita miskin kalo emang malaysia lebih kaya kenapa dia gak masuk g20 tolong liat lagi gdp sama cadangan devisa kita sama malaysia banyak mana?

          • Anda salah bung TKI malaysia bukan cuma buruh dan pembantu..saya adalah seorang TKI yg bkrja di malaysia dan saya adlh pkrja kontruksi di bidang piping dan kebanyakan tenaga ahlinya adh dari indonesia.jd jgn anggap para TKI yg bkrja di malaysia semua prpndidikan rendah dan cm buruh dan pembantu.banggalah sbgai indonesia karena tenaga” skill kita banyak bertebaran di
            luar negri

          • @I-RAYA, sombong:

            “”Jangan suka mengejek orang/negara lain bung””

            “”Buktinya TKI (Kuli dan Pembantu) kita pada berebut ke sana””

            ente ude underestimate sama kemampuan SDM negaranya sendiri, generalisir profesi TKI.

            oi bajul ganti ID lo…. dr kemarin nih orang sombongnya gk ketulungan

      • @Indonesia_Raya: Para TKW / TKI mengadu nasib di negara luar, bukan berarti Indonesia miskin…!
        Jika ada tenaga kerja asing di Indonesia berarti negara pekerja asing tersebut miskin…?

        Sebenarnya andalah yang miskin…!

        Anda miskin ilmu pengetahuan…!!!

        Btw ganti nick name anda dengan yang lain…!!!!!

        SAYA KEBERATAN DENGAN NICK NAME YANG ANDA GUNAKAN…!!!!!

      • malay…gowind…go with the wind ya?
        kakakak…alias pergi bersama angin.
        Malaysia…pesan gowind pertama tapi yg dapat kapalnya malah pemesan kedua yaitu mesir….bahkan diragukan 3-5 tahun kedepan malysia dapat gowind klass karena malayisa miskin…..kakakaka
        apalagi 6 kapal sekaligus…bah. belum tentu 15 tahun lagi…kelarnya.

        Bagaimana dg SGPV programnya….katanya mau bikin 25 kapal…tapi kok baru 5 sudah berhenti dan itu tak ada missile nya (alias dicopoto semua)…

        sekarang mau beli gowind kleas….apalagi mau beli littoral combat ship segala…
        malyasia memang gede bacot…alias banyak mimpi tak terwujud.

  1. He…siapa yang kemarin bilang malay anti china… akhirnya malay berpikir realistis sesuai budget tapi bayarnya dengan hasil laut malay. tapi ngomong2 bikin kapal dimalay yang ngelas tetep orang indonesia, pakistan, banglades tar dibikin stempel tempatan. weleh2 lon…lon…

    • @senopati pamungkas : Saya sepakat dengan anda bung…!
      Jika melihat kebutuhan negara tetangga, mereka lebih memilih KUANTITAS tanpa memperdulikan KUALITAS…

      Sehaeusnya Indonesia lebih mawas diri karena beberapa tahun kedepan negara tetangga akan memperbanyak armadanya.

      Semoga PT PAL dan PT yang lainnya di Indonesia dapat mempertahankanKUALITAS DAN KUANTITASNYA.

  2. Kok sepertinya beritanya agak meragukan ya. Gimana mau bicara 18 kapal perang littoral, lha wong beli helikopter serang aja malaysia cuman sanggup beli Hughes MD-500 kok, itu juga cuman 8 biji. Padahal saat kawasan ASEAN diperkuat oleh helikopter2 serang bagus, kaya AH-54 Apache (Singapura dan Indonesia), Mi-35 Hind (Indonesia, Myanmar dan Vietnam) dan AH-1 Cobra (Thailand).

  3. patut diapresiasi mestinya desain yg sangat bagus kapal perang kecil bisa melakukan peperangan 4 dimensi, ibarat kelas Parchim sepertiga bagian sendiri sudah buat landasan heli, masih ada drone terbang dan drone selam, seperti apa ya….kasihan sekali

  4. @jokowit / pece / santoso / dll : Apakah anda tamu yang di undamg di sini?
    Silahkan anda ingin menuliskan apapun tentang negara Indonesia diforum negara anda sendiri!
    Jika anda hanya sekedar bertamu, maka pakailah etika yang telah orang tua anda ajarkan serta agama yang anda yakini!

    Anda sehat lahir batin?
    Anda diajarkan adab sopan santun?
    Anda diajarkan etika oleh orang tua anda?
    Anda mempunyai agama?

  5. China emang Mantaaaap….

    Pelan” tp pasti…
    Melalui pendekatan ekonomi + teknologi, negara” seputaran Asteng mulai di’jd’kan tekanan/sekutu tnp kekerasan & msg” negara’pun tnp hrs merasa kehilangan muka…

    Beda dgn pendekatan dr negara” Barat , khusus’x amrik yg slalu meng’andal’kan azas superioritas & kekerasan….
    Baik tekanan secara halus ( intimidasi pd kebobrokan individu” aparat di’suatu negara ) & kekerasan secara terbuka melalui issue” ( kemanusian, HAM ) utk bisa secara lsg lakukan invasi….

  6. China emang Mantaaaap….

    Pelan” tp pasti…
    Melalui pendekatan ekonomi + teknologi, negara” seputaran Asteng mulai di’jd’kan rekanan/sekutu tnp kekerasan & msg” negara’pun tnp hrs merasa kehilangan muka…

    Beda dgn pendekatan dr negara” Barat , khusus’x amrik yg slalu meng’andal’kan azas superioritas & kekerasan….
    Baik tekanan secara halus ( intimidasi pd kebobrokan individu” aparat di’suatu negara ) & kekerasan secara terbuka melalui issue” ( kemanusian, HAM ) utk bisa secara lsg lakukan invasi….

LEAVE A REPLY