Nov 082018
 

Medium Tank Pindad di Indo Defence 2018, Jakarta. (PT Pindad)

Jakarta, Jakartagreater.com – Menteri Pertahanan Malaysia YB Tuan Haji Mohamad Bin Sabu tertarik dengan sejumlah produk industri pertahanan milik PT Pindad, di antaranya Medium Tank “Harimau”, kendaraan taktis (Rantis) Komodo ukuran 4×4 dan Panser Anoa ukuran 6×6.

Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengungkapkan ketertarikan Menhan Malaysia itu, usai menerima kunjungan Menhan Malaysia saat “Indo Defence 2018 Expo & Forum” di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 8/11/2018, dirilis Antara.

“Mereka tertarik dengan tank medium, panser 4×4 dan 6×6 serta ‘small’ amunisi 556 mm. Alasannya karena kualitas, performance yang dinilai bagus. Menurut dia, kalau harganya kompetitif kan menjadi lebih baik,” katanya pula.

Abraham Mose menambahkan, selama ini Malaysia sudah menggunakan produksi Pindad seperti amunisi kaliber 55 mm dan senjata submachine gun, SS2 dan pistol. “Amunisi kan sudah berjalan, sekarang kan mau ke kendaraan tempur makanya kami kenalkan yang medium tank, Komodo 4×4 dan Anoa 6×6,” ujarnya lagi.

Menurut Abraham Mose, medium tank yang dibuat atas kerja sama dengan perusahaan asal Turki, FNSS memiliki berbagai keunggulan seperti antiranjau, punya ketahanan balistik sampai kaliber 30 mm, kemudian dilengkapi 360 derajat kamera, thermal kamera untuk melihat semuanya, termasuk laser warning system. “Jadi tank akan tahu kalau terdeteksi dan bisa mengeluarkan granat asap untuk mengaburkan posisi, baru dia menembak,” ujarnya pula.

Menurut dia, baru tiga negara yang memiliki medium tank. Ketiga negara tersebut adalah Indonesia, Jepang, dan Polandia. Pihaknya sudah menawarkan produk ini ke negara-negara luar termasuk memenuhi kebutuhan dalam negeri

“Harganya sangat kompetitif ya sekitar 6 juta dolar AS. Mulai tahun depan, Pindad akan memproduksi 25-30 unit per tahun. Next bisa 50 unit,” katanya lagi.

Manajer Pengembangan Kendaraan Khusus PT Pindad Windhu Paramarta mengatakan Tank Harimau ini adalah program kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Turki melalui Kementerian Pertahanan kedua negara.

Berdasarkan kerja sama tersebut, kata dia, kedua negara membahas tentang beberapa hal yang dapat dikembangkan bersama dalam dunia pertahanan, di antaranya kendaraan tempur, roket, dan alat komunikasi.

“Kebetulan Pindad memegang program pengembangan untuk medium tank, sementara dari Turki menunjuk FNSS,” kata Windhu.

Kementerian Pertahanan Turki menunjuk FNSS sebagai sebuah perusahaan yang berkompeten dalam menangani pembangunan tank tersebut. Berangkat dari hal tersebut, Pindad dan FNSS yang belum pernah membangun tank kombatan mulai membangun tank tersebut sesuai dengan spesifikasi teknis kebutuhan TNI dari Indonesia.

Pindad pernah membangun Tank Anoa, sementara FNSS pernah membangun “infanteri fighting falcon”.

“Jadi mereka benar-benar membantu untuk sama-sama mengembangkan kendaraan tank ini,” ujar Windhu.

Pada tahun 2015, mulai berlangsung tahap desain, kemudian 2016 tahap engineering secara detail dengan memantapkan beberapa produksi, tahun 2017 sudah keluar tanknya, sehingga benar-benar 1,5 tahun dirancang dari nol bagaimana spesifikasinya bersama TNI dan dapat digunakan pada HUT ke-72 TNI di Cilegon, Banten pada 2017 lalu.

Pada Oktober 2018, tank sudah diuji coba dan mendapat sertifikat layak dari TNI Angkatan Darat dan Kementerian Pertahanan RI.

Pembeda tank ini dengan tank-tank lainnya, kata Windhu, adalah tank harimau yang benar-benar dirancang untuk tank kombatan, bukan dikembangkan dari platform tank sebelumnya. “Artinya memang nantinya akan digunakan untuk pakem pertempuran yang akan digunakan untuk melawan tank yang sejenis dengan mengikuti teknologi masa kini,” ujarnya pula.

  29 Responses to “Malaysia Berminat Pada Tank Harimau Produksi Pindad”

  1.  

    alutsista kelas ringan & menengah byk peluang di jual ke pasaran krn pesaingnya tdk terlalu byk, palingan beruk cuma minta brosur

  2.  

    mantap πŸ˜€

  3.  

    sticker mbok jgn banyak2, terkesan norak

    tulisan pindadnya yg nempel di tank medium banyak bener ngalahin jumlah kapal frigate Republik Indonesia
    emang mau balapan drag

    perlindungan aktif APS jgn lupa diakuisisi

    •  

      yah, mungkin pengen menyaingi Iran yang pasang banyak stiker di alutsistanya πŸ˜€ termasuk foto presidennya juga ditempel disemua alutsista πŸ˜€ apa maksudnya presiden Iran disuruh mati duluan saat perang ya? πŸ˜† wkwkwkw

    •  

      kalau pelindung APS jangan dulu deh
      mending armornya hull bagian depan samping, belakang dan turet di tuingkatin menjadi stanag level 6 atau level 5, jadi dapat pelindung 360Β°. dan leser warningnya kan masih passive tu diganti sama yang aktif, terus senjata keduanya diadopsi Remote Weapon System jadi kru didalam tank nggek perlu keluar, jangan lupa laser designator buat ngeukur jaraknya musuh dan kalau perlu meriamnya di ganti menjadi meriam yang bisa meluncurkan ATGM

      •  

        loh katanya sudah stanag 5 atau cuma bagian frontal sja
        klo stanag 4 ya perlindungannya cuma sebatas proyektil SMB 14.mm Ap hanya selevel Stryker up 2006

        laser warning aktif macm shtora nggak deh karena kontur wilayah dan banyaknya rerimbunan vegetasi

        mrnding langsung Aps

        •  

          Lambung masih STANAG Lelev 4 bung, yang STANAG Level 5 adalah armor tambahan (modular)

          •  

            armor modular sudah sepaket kan dari varian yg ini

            rencananya stanag 6 pake apa nih ? nunggu join pengembangan plat armor dgn india?

          •  

            seharusnya hullnya sudah stanag lv 5 atau 6 semua
            terus armor modularnya bisa pake slat armor yang anti rpg dan bisa pake armor piercing

        •  

          laser warning aktif biar tau posisi pembidiknya dimana
          jadi nanti bisa diserang sama senjata ke 2 nya
          kalau aps mending nggak usah dulu
          diganti slat armor saja dan eksplosif reaktif armor, berhubung ada armor modular jadi mudah dipasangnya

          •  

            laser warning perlindungannya pasif bung bukan aktif cuma melindungi dari Atgm,

            klo yg gotong2 Rpg macem Rpg-29 yg gak berpandu apa bisa kedetek? klo soal detek penembak ada radarnya sendiri kok
            nah klo Aps perlindungannya 2 kali dari Atgm (ragu kalo varian top attack mcm javelin) dan dari roket anti tank tak berpandu mcm rpg7 ato rpg 29 yg bikin turret T-72 terbang itu keinginan pak jenderal loh
            namun tentu biaya nya lebih mahal klo soal reaktif armor dan slat armor bisa dikondisikan sesuai konfliknya wong pagar besi rumah2 penduduk banyak kok

            hahaha

          •  

            maksudnya itu laser yang mengatasi infra red guide missile
            karena sudah banyak missile anti tank yang dipandu infra red

            btw bukannya merkava mark IV pake laser warning yang aktif ya
            jadi kalau di target pake laser langsung kedetek dan langsung di tembak dengan senjata kedua machine gunnya merkava mark IV
            Jadi nggak sempat nembak missile berpandu laser

    •  

      jangan lupa dikasih tambahan slat armor buat melindungi dari tembakan RPG

    •  

      Yang penting operator nya yang pake amor ketimbang tank nya,kayak pasukan romawi kuno.xixixixi

  4.  

    “Harganya sangat kompetitif di 6 juta USD.”

    Armata saja harganya cuma 3.7 juta USD. Ini gimana mau dibilang kompetitif? K21 IFV 3.5 juta USD, tapi tidak tahu versi kanon nya berapa harganya

    •  

      Demikianlah yang terjadi dari sudut pandang rezim dagelan ini πŸ˜€ rupiah melemah Rp.1000 katanya nilai ekspor RI meningkat triliunan rupiah πŸ˜€ tentunya harga USD $ 6 juta yang disebutkan diatas ya kompetitif, karena dibandingkan dengan harga MBT produksi tetangga-tetangga jauh πŸ˜† wkwkwkw

      Tapi bukankah yang Pindad tawarkan masih sekelas medium tank πŸ˜€ bukan main battle tank πŸ˜€

      M1A2 SEP Abrams (USA): 8.58 million USD
      Leopard 2A7/A7+ (Germany): 8 million USD
      FV4034 Challenger 2 (UK): 8.8 million USD
      AMX Leclerc EMAT Tranche 11 (France): 12.25 million USD
      C1 Ariete (Italy): 6.74 million USD
      Stridsvagn 122 (Sweden): 6 million USD
      Merkava Mk4m Windbreaker (Israel): 5 million USD
      K2 Black Panther (South Korea): 9.5 million USD
      Type 10 (Japan): 9.93 million USD
      Type 99A2 (China): 3.59 million USD
      Al-Khalid (Pakistan): 6.17 million USD
      Arjun Mk2 (India): 6.8 million USD
      T-14 Armata (Russia): 3.7 million USD (official) or 7–8 million USD (unofficially)
      T-90MS (Russia): 5.1 million USD
      T-72B3M/B4 (Russia): 2.7 million USD

    •  

      loh iya ya
      kok malah kemahalan ya ?
      padahal light tank loh ini bukan MBT tapi harganya selangit gitu

      Ya mungkin kayak kasusnya F 35
      nanti bisa turun drastis harganya lewat pembelian dari pihak indonesia buat ngurain harga jualnya

      tapi aku juga berharap ada dukungan penuh dari pemerintah untuk mengupgrade tank harimau agar lebih canggih seperti PL 01 nya Polandia yang bekerjasama dengan BAe System
      sangat canggih dan beratnya lebih ringan dari tank harimau tapi perlindungannya lebih kuat dari pada tank harimau

      semoga aja ya ada kemauan dari pemerintah

      •  

        medium tank bung, tapi mungkin yg mahal adalah biaya lisensi yg harus dibayar kepada FNSS dan BAE System karena mereka berdua yang memiliki rancangan asli Kaplan MT πŸ˜€ hihihih

      •  

        PL-01 itu dagelan polandia mlah
        hanya CV-90 varian kanon 120mm di bungkusi nera yg gak jelas kebenarannya

        langsung disomasi pihak Bae utk mengembalikan CV-90 yg semula buat testing di polandia

  5.  

    Nanti cm sekedar basa-basi dan ditempel stiker tempatan!he3

 Leave a Reply