Nov 112017
 

FA-50 Republic of Korea Air Force (ROKAF)

Jakartagreater.com. Malaysia sedang berusaha untuk mengakusisi pesawat tempur lightweight multi-role sebagai bagian dari rencana yang lebih luas untuk menyesuaikan kemampuan tempurnya dengan lebih baik dalam menghadapi ancaman saat ini dan masa depan, kata seorang pejabat angkatan udara (Malaysia -red) pada 7 November 2017, yang dirilis oleh Janes.com.

Saat berbicara di Chatham House rule, pejabat tersebut mengatakan bahwa program pengadaan Light Combat Aircraft (LCA) sedang mencari platform bermesin tunggal dan supersonik, untuk menambah armada single-seat BAE Systems Hawk dan pesawat bermesin ganda Boeing F/A-18D Hornet dan Sukhoi Su-30 ‘Flanker’.

“Royal Malaysian Air Force [RMAF] sedang mengukur kemampuannya selama 15 tahun ke depan, dan bagaimana cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan kami,” kata pejabat tersebut, menambahkan, “Sebagai bagian dari rencana kemampuan masa depan, kita melihat sebuah [LCA] baru yang akan memiliki kemampuan udara-ke-udara serta udara-ke-darat yang lengkap.”

Pejabat tersebut mencatat bahwa pendekatan tradisional Malaysia untuk mendapatkan pesawat berkursi ganda yang besar dan bermesin ganda karena wilayah maritimnya yang besar, sekarang terlalu mahal mengingat penurunan ekonomi yang disebabkan oleh turunnya harga minyak internasional. “Kita sekarang tidak bisa melakukan ini karena situasi ekonomi kita dan sekarang kita harus menemukan sesuatu yang lebih murah untuk dibeli dan dioperasikan.” Selain sebagai pelindung udara dan pesawat tempur serang darat, LCA juga harus berperan sebagai lead-in fighter trainer (LIFT) dan harus siap beroperasi di sekitar tahun 2021/22.

Meskipun pejabat tersebut mengatakan bahwa semua opsi saat ini sedang dipertimbangkan, dia mencatat preferensi untuk pesawat Korean Aerospace Industries (KAI) T-50 Golden Eagle/FA-50 Fighting Eagle yang telah dioperasikan negara tetangga dan Republik Korea .

  30 Responses to “Malaysia Butuhkan Pesawat LCA, Sebagai Bagian Rencana Modernisasi”

  1. Wah melirik T50/FA50 jg tuh negara kaya yg jaguh! Korea beruntung RI sebagai pembeli pertama alutsista buatannya akhirnya negara lain ikutan beli, secara tdk lgsg RI turut mempromosikan buatan Korea!he3

  2. Karena harga minyak merosot . Negara jaguh menjadi negara jagung hahaha.
    Niat membeli heavy combat aircraft pun lenyap , opsi pun berganti membeli Light combat aircraft.
    Nasib!

  3. Kenapa bukan Gripen???

    • Pernah ingin Gripen, tapi sewa.

    • Buat yg isi dompet cekak, tidak ada pilihan yg lain…….. apapun menu nasi bungkus yg sudah tersedia diatas meja wajib hukumnya untuk segera disantap, daripada perut melintir …… 😆

      Begitulah kurang lebih perumpamaan dari saya buat tetangga sebelah…… xixi…

      Akhirul salam wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh…..

  4. Wah laris manis nih fa50…mending pengganti hawk nti gripen c/d aja..drpd sama dgn malaysia…tp klo indonesia ingin beli duluan ya gpp sih,…ngarep haha

  5. Saya sedang belajar komen yg sopan dan bermartabat……. daripada komen terlalu bersemangat tapi terus nyangkut di gigi si Curut Carin, khan bisa bikin ngilu…. ….. xixi…..

    *anda sopan kami segan…… 😆

  6. negeri jaguh
    teringat cerita sebelah rumah

  7. Korsel, Indonesia, Irak, Thailand, Filipina, malaysia

  8. lebih baik meley beli pespur jaguh bekas perang malvinas ke perancis, seperti argentina, ……….. kah kah kah !!!

 Leave a Reply