Apr 242019
 

Jet tempur J-10B China © Kemenhan China via Youtube

Pemerintah Malaysia ingin melakukan kontrak pembelian pesawat tempur ringan menggunakan sistem barter dengan minyak sawitnya.

Pemerintah Malaysia sedang berdiskusi dengan negara-negara produsen pesawat tempur termasuk Rusia, Cina, dan Pakistan mengenai kesepakatan untuk pengadaan peralatan pertahanan dengan imbalan minyak sawit, kata Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu.

Sebagaimana banyak dilaporkan oleh media Malaysia pada 19 April, Mohamad Sabu mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi kebangkitan Malaysia untuk menggunakan komoditas nasional sebagai pembayaran kesepakatan dan bukan dengan keuangan anggaran negara. “Kami telah bekerja menuju sistem barter dan telah menerima respons positif,” katanya.

Menteri mengatakan Rusia, Cina, dan Pakistan semuanya menyatakan kesediaannya untuk menerima barter minyak sawit Malaysia sebagai bagian dari pertukaran dengan pesawat tempur. Mohamad Sabu juga mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk membahas perjanjian countertrade dengan Rusia selama kunjungan empat hari ke Moskow yang dimulai pada 20 April.

Jane’s

 Posted by on April 24, 2019

  11 Responses to “Malaysia Ingin Barter Pesawat Tempur Ringan dengan Minyak Sawitnya”

  1.  

    JF17 blok 3 sebanyak 10 ska adalah yg paling realistik. Sesuai fakta dan jauh dari mimpi mimpi

  2.  

    J-10 menyerupai Lavi dan dikabarkan merupakan pengembangan dari F-16 AS dengan bantuan dari insinyur Israel . Desainer umum Song Wencong mengatakan bahwa J-10 adalah pengembangan dari J-9 asli yang sudah dibuat sebelum Lavi. Hal ini diutarakan oleh Mayor PLAAF Zhang Weigang dalam sebuah wawancara tahun 2012.
    kokpit memiliki tiga layar LCD multi-fungsi (MFD) bersamaan dengan kemajuan Cina dalam pengembangan holographic head-up display (HUD), yang semuanya sepenuhnya kompatibel dengan helmet mounted sight (HMS) lokal Cina , yang diklaim oleh Cina lebih unggul dari HMS pada Sukhoi Su-27 yang dijual ke Cina…https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/07/chengdu-j-10-naga-perkasa-dari-tiongkok.html

  3.  

    kasihan setelah di korup NAJIB 1MDB ternyata kekuatan ekonomi MALONS belum juga bisa bangkit….. cxixixixixiiii

  4.  

    Maaf jangan bully terus Malaysia, sayapun jujur ndak suka dengan Malaysia bukan karena iri tetapi lebih karena bangsa Malaysia arogan sombong dan merendahkan bangsa Indonesia tetapi membully bukan sikap bangsa Indonesia, negara kita pun pernah terpuruk habis2 an bersyukurnya SDA dan SDM Indonesia melimpah sementara Malaysia terbatas, sehingga lambat dan pasti kita bisa seperti sekarang ini walau cita2 kemakmuran dan keadilan masih harus kita perjuangkan dengan kerja keras seluruh unsur bangsa…

  5.  

    setuju bang kabeerje. bukan saatx kita membully ini saatnya kita bangkit menjadi yang terkuat diasia tenggara

  6.  

    kalau di malay itu perdana mentri bisa korupsi ya.
    beda kalau di negara kita.
    habis turun dari jabatan langsung di jadikan tersangka krn korup.
    kalau di negara kita perasaan ga ada presiden stlh turun dari tahta jadi tersangka.

  7.  

    kelapa sawit si malay nanamnya di indonesia kalee ya.

  8.  

    Setidak nya malay berani bertindak dan ada inisiatif memperkuat Armada udara mereka, banding kan dengan kita ????

  9.  

    Malaysia sebagai negara persemakmuran Inggris yang secara TDK langsung lebih ke sekutunya kok malah pilih sukoi di bandingkan pesawat f16, sdgkn kita yg jelas2 SDH di embargo oleh Amerika kok malah mau meNerima hibah n ugrde f16. Dgn alasan itu ini. apakah mereka TDK ingat betapa sakit di embargo oleh Amerka seperti pukulan yg merontokan gigi tp anehnya setelah gigi kita rontok mau menerima gigi dgn embel ugrde(seperti gigi palsu walaupun di poles semenarik mgkin tp tetap bukan gigi yg asli).apakah kita TDK takut bakal di pukul kembali karena tidak menutup kemungkinan kita bakal di pukul untuk merontokan gigi yg merka berikan. Semestinya hal ini menjadi rujukan buat kita dlm menentukan sesuatu bukan d dasarkan karena kepentingan(kita kekurangan jet tempur) tp semestinya demi negara