Nov 062018
 

Uji tembak senjata dari turret IFV 25 Gempita © Malaysian Defence

JakartaGreater.com – Dari total anggaran belanja untuk tahun fiskal 2019 sebesar RM 314,5 miliar, telah dialokasikan sebesar RM 29,5 miliar untuk sektor keamanan nasional. Sementara anggaran untuk Kementerian Pertahanan Malaysia untuk tahun fiskal 2019 adalah sebesar RM 13,9 miliar, artinya terjadi pengurangan sebesar RM 1,5 miliar dari anggaran tahun lalu sebesar RM 15,4 miliar.

Menurut keterangan dari situs Malaysian Defence, dari total budget RM 13,9 miliar, sebesar RM 10,2 miliar dialokasikan untuk Pengeluaran Operasional (OE), yang mana anggaran itu turun 15,8 persen dibandingkan dengan angka tahun 2018 sebesar RM 12,2 miliar.

Citra komputer desain kapal patroli MMEA OPV © THHE Destini Malaysian Defence

Kementerian Dalam Negeri sendiri menerima alokasi anggaran sebesar RM 15,62 miliar, atau ada peningkatan sekitar RM 300 juta dibandingkan tahun lalu sebesar RM 14,7 miliar. Namun, alokasi OE menurun sebesar RM 40 juta menjadi RM 12,565 miliar dari anggaran tahun 2018 sebesar RM 12,9 miliar.

Hal ini mungkin terjadi karena dimasukkannya Badan Penindakan Maritim Malaysia (MMEA) yang sebelumnya di bawah Departemen Perdana Menteri sejak didirikan pada tahun 2005. Menariknya, MMEA mendapatkan anggaran sebesar RM 469 juta di bawah DE meskipun kemungkinan besar ini adalah pembayaran untuk NGPC dan juga OPV.

Kendaraan buggies Polaris MRZR untuk tugas ESSCOM © Malaysian Defence

Selain MMEA, Kementerian Dalam Negeri Malaysia sekarang bertanggung jawab untuk Komando Keamanan Sabah Timur (ESSCOM) yang sebelumnya juga berada di bawah Departemen Perdana Menteri. Untuk tahun 2019, ESSCOM mendapatkan alokasi anggaran sebesar RM 74,5 juta, naik dari RM 36,7 juta pada tahun fiskal 2018. Seperti biasa tidak ada rincian yang disediakan untuk pembelanjaan tersebut.

Sedangkan untuk belanja operasional militer, tampaknya ketiga layanan mendapat pemotongan anggaran. RMAF sendiri mendapat pemotongan terbesar dengan RM 500 juta dari anggarannya, dari RM 1,455 miliar tahun lalu menjadi hanya sebesar RM 602,36 juta tahun 2019. RMN dipotong dari RM 966,789 juta pada 2018 menjadi RM 349,584 juta pada tahun fiskal 2019.

Jet tempur Su-30MKM Angkatan Udara Malaysia (RMAF) © Malaysian Defence

Meskipun terdapat pemotongan anggaran untuk operasional, tampaknya bahwa gaji dan tunjangan militer telah sedikit naik dari tahun lalu, tentu saja ini adalah hal yang cukup baik untuk penambah semangat.

Sementara itu, anggaran untuk Angkatan Darat Malaysia meningkat dari RM 770 juta pada tahun 2018 menjadi RM 877 juta untuk tahun 2019, kemungkinan besar adalah untuk akuisisi Gempita, MD530G, kanon 105 mm dan perbaikan SPH M109. Program LCS dan LMS juga kemungkinan besar telah dialokasikan untuk Angkatan Laut Malaysia pada tahun 2019 yang melihat ada sedikit peningkatan dari RM 1,259 miliar menjadi RM 1,267 miliar di tahun 2019.

  8 Responses to “Malaysia Pangkas Budget Pertahanan 2019”

  1.  

    AV8 Gempita-Malaysian Armoured Fighting Vehicle

    https://www.youtube.com/watch?v=nOKX1xy4VZU

  2.  

    Anggaran militer mau dipangkas sampe habis juga ga apa2….. yang penting jangan pangkas gaji saya….

    Itu mungkin kalimat yg ada di pikiran Atuk Hisham…. 😆

  3.  

    Yg disini tunjangan TNI/Polri dijanjikan naik bulan Juli tp smpe skrg gak turun-turun 😆 emng sih, cuma sebut bulan, gak ada sebut tahun 😆 wkwkkwk

  4.  

    negara lain pada menaikan anggaran
    tp negara malay malah menurunkan anggaran.
    vita berairnya bakal meleleh nih.
    senapa tarcakep di dunia.xi xi xi

  5.  

    senapan

  6.  

    Bagaimanapun warga negara Malaysia terdiri dr keturunan2 Indonesia cuma mereka masih aja pongah merasa plg hebat sekawasan.he3.

  7.  

    Sukhoi Su-30MKM (Modernizirovannyi Kommercheskiy Malaziyskiy) Royal Malaysian Air Force

    https://militerhebatdunia.blogspot.com/2018/02/sukhoi-su-30mkm-modernizirovannyi.html

 Leave a Reply