Malaysia Pesan Sistem Rudal Panggul NLAW

Jakartagreater.com – Tentara Malaysia dilaporkan telah memesan sejumlah senjata anti tank panggul NLAW (Next Generation Light Anti-tank Weapon) yang dikembangkan oleh Swedia dan Inggris, lansir MMP.

Departemen Pertahanan Malaysia mengatakan bahwa Angkatan Darat telah memesan sejumlah senjata anti-tank NLAW. Hal ini terungkap ketika Kementerian Pertahanan mengeluarkan permintaan tender kepada multi-modal transport operator (MTO) untuk mengirim rudal ke Malaysia.

NLAW (Next Generation Light Anti-tank Weapon) adalah sistem rudal anti-tank yang diluncurkan dari bahu, Overfly Top Attack, yang menjadikannya pembunuh tank sejati untuk pasukan infantri yang beroperasi di semua lingkungan termasuk di gedung perkotaan.

Overfly Top Attack (OTA) atau serangan bagian atas dapat dipilih terhadap target lapis baja, dan Direct Attac (DA) diluncurkan terhadap target non-lapis baja seperti kendaraan, gedung atau pasukan musuh di dalam bangunan.

Sistem bimbingan PLOS (Predicted Line Of Sight) dan OTA memberikan penanganan yang mudah, akurasi dan kemampuan penghancuran yang tinggi.

Tank penghancur memungkinkan awaknya untuk memburu musuh dengan relatif aman, namun rudal anti tank NLAW Saab mengubahnya menjadi sebaliknya, karena senjata ini adalah pembunuh tank utama.

Hulu ledak armour-piercing NLAW dapat menghancurkan tank tempur modern yang sangat terlindungi dengan satu tembakan, dan sistem ringan yang diluncurkan dari bahu dapat dioperasikan oleh satu tentara, menjadikan NLAW senjata anti-tank yang ideal untuk infanteri dan tentara yang terjun di medan perang.

NLAW tidak bergantung pada sistem pencarian target aktif, sebagai gantinya, NLAW menggunakan sistem penargetan PLOS dengan sensor magnetik dan optik, dan tidak memerlukan penguncian target. Sistem ini berfungsi sama efektifnya di siang atau malam hari

Tinggalkan komentar