JakartaGreater.com - Forum Militer
Mar 102018
 

Jet tempur Dassault Rafale Angkatan Udara Prancis di landasan pacu. © Mark Harkin via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Malaysia sebagai produsen minyak kelapa sawit nomor 2 di dunia, pada hari Kamis, 8 Maret mengatakan bahwa keputusan Uni Eropa untuk mengekang impor komoditas sawit dapat meruntuhkan harapan Prancis untuk memenangkan salah satu kesepakatan pesawat tempur terbesar di Asia, seperti dilansir dari Reuters.

Jet tempur Rafale milik Perancis, yang dibangun oleh Dassault Aviation, telah dipandang sebagai pelopor rencana Angkatan Udara Malaysia untuk membeli 18 pesawat dalam sebuah kesepakatan yang berpotensi bernilai lebih dari $ 2 miliar.

Namun perundingan untuk pembelian pesawat itu terganjal setelah parlemen Uni Eropa ingin menghentikan penggunaan minyak sawit pada bahan bakar kendaraan bermotor. Malaysia mengatakan bahwa minggu ini pihaknya akan merespon dengan “tegas dan bijaksana” jika Uni Eropa tidak mencabut rencana pembatasan tersebut.

“Jet tempur Rafale, Prancis juga ikut bersaing dengan jet tempur Typhoon, Inggris yang telah meninggalkan Uni Eropa. Jadi mereka harus benar-benar mempertimbangkannya”, kata Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein.

Malaysia telah lama mempertimbangkan jet tempur Rafale Prancis dan juga Eurofighter Typhoon, yang dibangun oleh BAE Systems Inggris untuk menggantikan MiG-29 Rusia yang sebagian besar dikandangkan.

BAE telah berupaya keras selama hampir satu dekade, bahkan telah mendirikan kantor cabang di Kuala Lumpur untuk memenangkan tawarannya. Komentar Hishammuddin dapat mendorong BAE, yang tawarannya mulai kehilangan daya tarik setelah Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan bahwa dia mendiskusikan kemungkinan pembelian Rafale selama kunjungan presiden Prancis, Francois Hollande pada tahun 2017.

CEO Dassault Aviation, Eric Trappier mengatakan bahwa pembatasan minyak sawit bisa mempengaruhi hubungan dengan sejumlah negara namun mengatakan perundingan dengan Malaysia telah berlangsung cukup lama.

“Perundingan terbaru nantinya akan tergantung ke pemerintahan yang akan datang”, kata Trappier dalam sebuah konferensi pers di Prancis.

Analis memperkirakan bahwa Malaysia dapat kehilangan pendapatan tahunan sebesar $ 500 juta jika Uni Eropa tetap melanjutkan pembatasan minyak kelapa sawit. Ini akan menambah masalah yang tengah dihadapi Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Bagikan :

  63 Responses to “Malaysia Siap Respon Uni Eropa Terkait Sawit dan Rafale”

  1.  

    Weeh bisa rame nihh..

  2.  

    Tahun Lalu Kata Bung TN Rafale, Typhoon & F-15 Masuk Kandidat Yg di Pilih Kemenhan krn mau berkontribusi dg salah satu 4 teknologi utama utk IFX blok II ternyata SU-35 Yd Pilih apa itu berarti Pihak Rosoboron bersedia alih offset & T.o.Tx, Bingung Ane mana bung TN MANAAA

  3.  

    Panggil bung coli-bri,..
    sambil naik pohon

    Wkwkwkw

  4.  

    He3.terkendala minyak sawit, bakal ikut langkah RI gaknya beli pespur Rusia dgn imbal dagang. Bakal turun gengsi nih klu ikut2an dan bakal terpilih lagi gak ya bang Ajib Razak jd perdana menteri?he3

  5.  

    Kalo menurut ane baik najib maupun calon pm nggak ada yg bermutu, pemikirin mereka ttg masa depan malay masih in the box tdk out the box

  6.  

    malaysia masih enak, masih punya karet alam, dan karet alam mereka sudah terkenal dr jaman dulu…..jadi kalau sawit diblokir, malaysia juga bisa blokir karet alam ke eropa……
    kita juga punya karet,,,tapi namanya ga sebesar karet malaysia…
    tapi ada juga lho negara yg pingin karet indonesia,,,seperti rusia.

  7.  

    keberhasilan imbal dagang indonesia – rusia membuat malaysia mencoba hal yg sama sepertinya..speerti diketahui eropa sangat membutuhkan minyak kelapa sawit yg banyak sehingga mungkin saja ingin meniru cara Indonesia.

    dan hal ini bagi malaysia yang belum pulih total dari krismon merupakan peluang terbaik membeli alusista dengan imbal minyak sawit ke perancis

    just my opini

  8.  

    Eropa bnnyak kali kecapnya sok gak butuh minyak makan aja, by the way mantap juga malingsia bisa dapat rafale kllo diadu dgn sukhoi kita mah lewat sukhoi kita hahahahaha

  9.  

    untuk kepastian pemenang minyak sawit vs rafale sepertinya akan berlangsung dramatis
    tarik ulur nego sana sini
    banting harga sana sini
    bahkan bisa saja adu nyali saling ancam saling gulung
    tapi dambaan menjabat satu putaran lagi akan menjadi saksinya
    akankah hanya sekedar drama atau memang betul betul bikin troma seumur hidup
    #cuma-opini-sekenanya-niru-opin-epin

  10.  

    Untung Indonesia lebih cerdas dari m*loon, uhuk uhuk 😀

  11.  

    Yg Bikin Saya Bingung Apakah Pihak Dassault Mau Melepas 1Skadron Rafale Dgn Mahar Hanya 2Milyar USD. Soalnya Setau Saya Harga Rafale Per Unitnya Itu Di Kisaran 300Jt USD Dan Kebanyakan Pembeli Rafale Itu Horang Kayah Seperti Mesir,India Dan Qatar Plus Ke Tiga Negara Tsb Belinya Borongan Tapi Harganya Masih Di Kisaran 300Jt USD. 😆

    •  

      Ya namanya jg seperti omak2 nawar belanjaan dipasar, klu bs sampe harga turun dan pedagang nagis darah bung! Yg ptg gengsinya bagi Malaysia agar bs dblg lbh hebat dikawasan.

    •  

      harga segitu mungkin dpt jaminan sparepart dan lain2……sehingga beli ga asal putus begitu aja.
      perancis terkenal dgn komponennya buatan sendiri yg ga kenal embargo.

      •  

        Iya Sih 300Jt USD Itu Sudah Termasuk Paket Lengkap. Tapi Apakah Dassault Mau Lepas Itu Rafale Hanya Dgn 110Jt USD Ke Malay?.

        •  

          harga pespur skrg kan mahal bung…..
          tipun saja dilepas ke saudi dgn per satuannya 260jt, itu sudah melibatkan puluhan sampai ratusan industri kecil maupun besar (warkop dan warteg mungkin juga ikutan).
          jaman now keknya semuanya serba begitu deh……
          Su-35 juga sama aja, bilang deal per pesawat harga 75-90 harga aslinya bisa diatas itu.
          apalagi Rafale…….

          •  

            Hahaha. Sebenarnya Barter Itulah Yg Membuat Kontrak Su-35 TNI AU Harganya Lebih Mahal Dari Punya Chino Bung.

    •  

      Yang ini Malaysia baru meniru Indonesia dalam hal beli kopongan wkwkwkkwkwk

  12.  

    SUDAH SELAYAKNYA INDONESIA DAN MALAYSIA SEBAGAI PRODUSEN KELAPA SAWIT TERBESAR DI DUNIA BERSATU MELAWAN PERANG DAGANG DENGAN NEGARA IMPERIALIS BARAT

 Leave a Reply