Okt 122015
 
Super Hornet

Super Hornet

TNI AU menegaskan rencana pembelian Sukhoi Su-35 dari Rusia akan terus berjalan. Pesawat jet tempur generasi 4+ itu akan menggantikan skadron F-5 Tiger yang sudah digrounded.

SU-35 termasuk pesawat yang diakui cukup ditakuti oleh pihak NATO. Manuver, persenjataan dan radar milik pesawat pemburu itu akan membuat TNI AU makin bergigi di Asia Tenggara.

Negeri jiran Malaysia pun ternyata sedang melirik pesawat tempur generasi 4++. Mereka berniat mengganti pesawat F-5 dan MiG-29 yang sudah belasan tahun digunakan. Sejak awal tahun lalu, Tentara Udara Diraja Malaysia sudah mulai mencari pengganti dua pesawat jet tersebut.

Syarat pesawat generasi 4+ bukan lagi generasi 4 menjadi hal yang sepertinya mutlak. Apalagi kalau Indonesia benar-benar mendatangkan SU-35.

Yang cukup gencar menawari Malaysia adalah pabrikan Boeing dengan F F/A18E/F Super Hornet. Pesawat super canggih ini kini menjadi salah satu andalan AU AS yang terbaru.

Februari lalu, Boeing sudah resmi menawarkan pesawat tempur Super Hornet pada Malaysia. Mereka mengklaim Super Hornet sudah teruji tujuh tahun berdinas di AU AS, dan memiliki 1,4 juta jam terbang. Pesawat itu juga teruji di medan perang.

Bos Boeing yang menggawangi penjualan F/A18E/F, Howard M Berry, menjelaskan pesawat ini juga ideal bagi Malaysia yang memiliki garis pantai yang panjang. Super Hornet akan memiliki superioritas di udara untuk misi patroli dan pengintaian.

“Kami siap untuk tetap terlibat. Ini merupakan penjualan yang penting bagi kami dan akan melakukan segala kemungkinan untuk memfasilitasi Malaysia,” kata Berry kepada kantor berita Malaysia Bernama.

Apalagi kini Malaysia sudah mengoperasikan delapan pesawat F/A-18D Hornet. Boeing mengklaim tak butuh banyak perubahan bagi pilot AU Malaysia untuk naik kelas ke F/A18E/F.

Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak pun sudah menjajal terbang dengan pesawat berawak dua ini saat pameran Dirgantara di Langkawi.

Malaysia belum memutuskan. Namun pesawat pengganti MiG-29 dan F-5 ini diharapkan sudah datang tahun 2016 hingga 2020. Sejumlah negara pun menawarkan pesawatnya pada Malaysia. Seperti Dasault Rafale, Eurofighter Typhoon dan Saab JAS 39 Gripen D.

Persaingan jet tempur generasi 4+ agaknya akan ‘memanas’ di atas langit Asia Tenggara.

Merdeka.com

 

  146 Responses to “Malaysia Siapkan F/A-18 Super Hornet untuk Tandingi SU-35 Indonesia”

  1.  

    Sukhoi ttp Setroong…!!!!

  2.  

    Hahaaaa….cape deh

  3.  

    Pasti Menang SU – 35

  4.  

    Eaaa

  5.  

    tes

  6.  

    Hmm

  7.  

    pesawatnya blm ada, udah di tanding2in

  8.  

    Nyimak aja.. yg pasti masih unggul su35..

  9.  

    Wewww… bagus KAHHH…

  10.  

    Tes

  11.  

    Salam kenal para sesepuh jkgr

  12.  

    Panas dan terus memanas kondisi militer tetangga Indonesia
    Aus telah getar getir dan minta bantuan sama Asu kini Malingsia belanja produk Asu juga
    Kemenhan wajib tandatangani kontrak pengadaan SU-35BM dan KILO nya segera biar gila sendiri tetangga kita yang suka usil
    Wkwkwkwkwkwkwk

  13.  

    Emang si malonsial ga bisa pilih SU-35???

  14.  

    f f/a18d
    f f/a18fd
    f f/a18ew
    f f/x xx (under developed)

  15.  

    kalah lah sama su 35…

  16.  

    Su 35 tetap no 1

  17.  

    ujungujungnya ngambil su35 jugak ni kayaknya

  18.  

    klo ada atikel yg menyangkut ttg MALON kog rame bgt ya?? hehehe

  19.  

    Lancau sembang je lebih….ni negara suka berperang…..’Tetangga’ ni jugak lah tlong kalau dlm kesusahan

  20.  

    Kita doakan rame2 aja bung agar su 35 cepat hadir di langit nusantara

  21.  

    su35 msh diatas ini pswat lah.. NATO ja takut…kok sukhoi gk ikut tender ya? apa tkut kejadian mesinnya hilang terulang lgi hehe

  22.  

    Mau tanya ni..
    Bedanya F-16 sama F-18 n F- 15 apa ya ???
    Apa bedanya perusahaannya aja ???
    Kayaknya banyk bgt pswat AS yang awalan F.
    Kmrn F-16 lockhed martin, F-18 boeing.
    Apa semua pesawat AS walaupn beda perusahaan tetep pake F awalnya ??
    Trs beda kemampuan tempurnya apa ??

    •  

      F itu artinya Fighter gan klo B itu artinya Bomber

    •  

      Klo F-16 buatan Lockhed Martin klo F-18 buatan Boeing, sama2 pesawat tempur multi peran cmn F-16 1 mesin aja. Berawalan F itu artinya Pesawat Tempur, Berawalan B (B-52, B 2) artinya pesawat pemBOM, klo berawalan C (C-130, C-17) artinya pesawat angkut. Mohon dikoreksi kalau saya salah

    •  

      Coba ana bongkar sedikit (sedikit aja yah, soale cuma segini yang ana tau he..he…)

      Seri F kalo didepan itu menunjukkan Fighter (jaman dulu pake P atau Pursuit/Pemburu), Kalo A berarti Attack (seperti helli apache disebut AH atau Attack Hellicopter). Pesawat pengamatan R (reconnaisance), pencari kapal selam (S dari Submarine) dan pesawat observasi (O).

      B menunjukkan Bomber dan C artinya Cargo atau angkut. E berarti Electronic yaitu pesawat untuk pernika. Q untuk Drone (entah artinya apa Q itu), T untuk Trainer atau pesawat latih (makanya Korsel yang berkiblat ke amrik juga pake penamaan sama untuk pesawat T-50).

      Kalo F-16 dan F-18 selain beda pabrik juga beda kelas. F-16 bermesin tunggal kelasnya Light-Medium Fighter. Sedangkan F-15 bermesin ganda dan termasuk Heavy atau penempur kelas berat.
      F-18 terletak diantara keduanya (Medium-Heavy). Ada juga pesawat eksperimen (X) dan prototype (Y).

      Beda dengan Amerika, Beda pula di Russia, penamaan pesawat pake nama desainernya seperti Sukhoi dari Biro Desain Sukhoi dan Mig dari Biro Desain Mikoyan-Gurevich. Sukhoi dari awal memang memprioritaskan manuverabilitas, sedangkan Mig terkenal sebagai pembuat pesawat tercepat (seperti Mig-31 Foxhound yang khusus mencegat pesawat mata-mata SR-71 amerika).

      Tambahan huruf di belakang (amerika) biasanya menunjukkan seri. Untuk huruf ganjil biasanya berkursi tunggal (contoh A, C) sedangkan huruf genap berkursi ganda (B, D). Kalo di Russia serinya pake angka, ganjil berkursi tunggal, genap biasanya tandem (Su-27, Su-35, Su-47, Mig-29, Mig-31 kursi tunggal, Su-30, Su-34 kursi ganda).

      Untuk kemampuan tempur, kalo Attack berarti untuk menyerang obyek-obyek baik di darat maupun di laut (landasan, pangkalan, gudang mesiu, kapal dll). Sedangkan fighter ya untuk bertarung dengan pesawat musuh/petarung. Bomber khusus membumihanguskan area musuh (bukan cuma spot seperti attack) dan begitu seterusnya.

      Keliatannya sederhana yah, padahal sangat kompleks karena melibatkan sensor yang berbeda antara melacak pesawat musuh, mengenali obyek di darat (karena jarak yang tinggi dan kecepatan juga tinggi), dan frame yang membawanya harus disesuaikan apakah pinter bermanuver atau kuat menggotong muatan yang banyak, ditambah lagi, armament atau senjatanya juga beda-beda antar pesawat meskipun jaman sekarang sudah ada yang disebut multirole yang bisa memerankan attack dan fighter sekaligus, atau bomber dan attack sekaligus dll.

  23.  

    Makin panas aj neh tetangga, dulu kita “akan” beli kilo juga pada panas..

  24.  

    Ngapain beli Super hornet om nejib? Mending up grade Mig-29.lumayan kan ada surplus dana,bisalah dimasukin kantong.kahkahkahkah.

  25.  

    Betulkan…sama kita yg ditawarin cuman F16….disekutunya ditawarkan yg lebih superior…untung Sudah kebaca ama jendral2 kita…

  26.  

    die for the bottle in kalihari

  27.  

    percuma mo beli super hornet kek, Rafale kek, Viper kek, tetek bengek entar ujung”nya mesinnya hilang diambil tukang loak

  28.  

    halah f/a 18 super pisang aja
    Indonesia punya stok jamer pisang banyak.
    Entar juga eject sendiri pilotnya wkwkwk :v
    warning!! Warning!!
    Sytem malfunction!! System malfunction!!
    Mayday!! Mayday!!
    pesawat akan jatuh!! Pesawat akan jatuh!!
    Tuuung,,,,,,, blaaaarrrrr,,,,,,,,!!!
    Wkwkwkwk cuma gara2 pisang wkwkwk :v

  29.  

    Itu malon buduk bisa nerbangin kgk ya…nti kyk kaselnya kgk bisa nyelem pake pelampung pula….takut yenggelam …nti dikasih parasut aja klw jatuh kan enak….wkwkwkwkw…apa buat nembak pohon pisang keh keh keh…salam keluarga wajager….

  30.  

    bung mj ada memuji atau sebaliknya?. tentu malaysia akan di dukung sekutu mengingat paktor sejarah dan kedekatan tapi sayangnya mereka masih di anak tirikan ketimbang singapore dan australia.mungkin karna faktor agama atau politik!.tapi apa malaysia siap dengan konsekwensinya karna ini bukan lagi tahun 60an digjayanya cina tak kan sangup dibendung sekutu apalagi negara persemakmuran.bahkan tahun tahun depan kita akan semakin agresipnya cina baik dikawasan maupun dunia.tapi cukup menarik rejim malaysia seolah olah tidak sadar akan permainan ini,karna bisa sewaktu waktu terjadi gesekan antara usa dan cina akan merugikan kawasan terlebih yang terlibat sengketa.posisi indonesia sudah sangat baik tingal memang memperkuat otot agar diplomasi semakin berisi setidaknya mereka berpikir ulang untuk berurusan dengan kita.

  31.  

    Syarat utama klo kita punya pesawat tempur jgn pernah di CAT KUNING cz Naluri Alamiah Malon dgn warna kuning sangat agresif kah kah kah

  32.  

    Bung Buche R ditunggu coment2nya ya ….lagi rame su 35 ni kita kan supporter su 35 hehe…

  33.  

    Kenapa Malaysia gak beli SU-35? Ada yang bilang Rusia ga bakalan ngasih. Kira2 kenapa ya?

  34.  

    Astaga, mimpi apa tetangga kita di utara. F-35 saja sangat diragukan untuk melawan Super Flanker SU-35 apa lagi medium fighter super hornet. Super Hornet Australia dipercundangi SU-30 Indonesia di latihan, apalagi SU-35 yang lebih superior. Jangan mimpi !

    •  

      @bung marder mf bukanya bela malayer, tp kmungkinan ini taktik yg dia contek dr TNI dgn su 27 mutantnya bisa saja malay instal kmampuan F35 pada hornetnya, smoga TNI sdh mengantisipasinya, mf cuma opini ngasbun

  35.  

    malingsia g bkal diksh su 35…kerena tentara mereka ikut terlibat di medan yaman

  36.  

    biar aja malon borong super hornet,yg penting RI sudah pasti beli su 35,,,

  37.  

    ikut nyimak aja

  38.  

    Tes

  39.  

    senjata yang paling baik adalah bambu runcing buatan pindat

  40.  

    komen nya lucu lucu

  41.  

    Liciknya si koboi..malon ditawari Hornet terbaru, kita malah F 16 V yg mau produksi generasi akhir elang botak, kalau mau tunggu aja nanti cuci gudangnya, moga cepat datang nanti SU 35 untuk kencingi Hornet malon.

  42.  

    salam kenal para sehsehpuh..

    anak baru numpang lewat.. 😀

  43.  

    @ Bung Blaze
    Maaf Bung bagaimana progres perkembangan pesawat pernika TNI AU sesuai dgn komentar anda diatas???
    Jujur sy cukup antusias mengingat keterbatasan informasi sy terkait pesawat pernika TNI AU…..
    salam 🙂

    •  

      maaf bung Yama, saya awam atas hal itu. mungkin suatu saat bung Antonov bisa menganalisanya kelak. selama ini wacana aew masih diagendakan c 295 ., entah nanti kalau ada pesawat lain.
      imho bung, salam tabik..

  44.  

    Kalau doctrine US Navy ya memang harus…. tapi untuk malaysia mungkin hanya mengandalkan radar2 darat saja, sama seperti Swiss atau Canada…

    •  

      hallou, bung BHD, sudah nonton serial patriot di Net TV kah?..ada hk 416 versi para toh?.he..he..jadi ingat waktu bahas ini senapan saudaranya hk 417 di m110 kan atau di sr 25 kan…
      Btw, apakah malaysia hendak meniru india dalam mengkustomisasikan instrumen pespurnya dengan sagem atau thales?..jadi ingat kasus su 30mki a la IAAPO, yang rewel itu? tidak heran, karena versi kustomisasi tersebut bermasalah karena menggandeng korporasi israel (elbit?). Dari proses penyesuaian awal saja sudah memakan waktu jika kemudian pespur tersebut masih trouble juga memang wajar, barang oprekan ada saja yang harus dikorbankan fungsi azasinya.
      Terhadap kasus f 18, bukankah demikian jua? tudm ngotot berusaha mengakuisis rudal buatan eropa yang tentu saja integrasinya tidak semudah itu. AS enggan untuk merelakan produk bukan dari lansirannya digunakan.
      Jadi, vis a vis, membandingkan dengan rencana akuisisi sekarang agak menimbulkan tanya juga. Kalau hendak memutasikan pespur ini mandiri tanpa native dukungan ea 18 growler sebagai pemandunya (macam heli kiowa ditandem heli cobra) yang muncul ialah kerancuan. Janggal rasanya jika pod pernika atau pemandu digrowler dipaksakan ditanam di super hornet.
      Seronok juga terhadap kasus kerentanan retak sayap hornet versi kapal induk juga menggejala. Blessing in disguise pespur ini masih dapat pesanan lagi setelah kompleksnya kasus f35. jadi, entah apakah tawaran ke malaysia ialah surplus atau buffer jika kemudian pesanan super hornet gagal diserap seutuhnya oleh USAF, US Navy plus US Marine, entahlah…
      Sedangkan pilihan su 35 untuk indonesia sudah benar sebagai lapis atas, dan ini proyek tahunan berjenjang sepertinya. Tinggal kelas mid-low dan low level menjadi menu tambahan yang katanya (bung TT, lem aibon sudah ganti merk lem u huy?) menggenapi 17 skadud itulah yang prospektual.
      salam tabik bung BHD, …

      •  

        @ Bung Blaze
        Mengenai kandidat pesawat AEW&C TNI AU memang benar salah satu kandidatnya adalah pesawat C-295 AEW&C yg dimana pesawat ini menggunakan platform pesawat C-295 yg telah mengalami beberapa kostumisasi serta diintegrasikan dgn radar buatan Elta Israel. Jika pemerintah memilih pesawat C-295 AEW&C sbg pesawat AEW&C TNI AU maka pemerintah akan menghadapi masalah yg sbenarnya sepele tapi cukup krusial yaitu penolakan dari sebagian besar masyarakat Indonesia, yg dimana kta ketahui bersama masyarakat Indonesia “alergi ” terhadap barang-barang buatan Israel………

        Menyambung sedikit mengenai kandidat dari proyek MRCA (Multi Role Combat Aircraft) Malaysia yg ditujukan untuk menggantikan pesawat Mig 29M dan F 5 E/F Tiger TUDM. Jikalau tidak salah Boeing menawarkan pesawat F/A-18 E/F Super Hornet Block II yg dimana sdh menggunakan radar APG 79 AESA yg mumpuni serta telah menggunakan mesin GE F-414 yg lebih bertenaga. Ditambah Boeing jga menawarkan opsi upgrade 8 unit F/A 18 D Hornet yg telah dimiliki Malaysia menggunakan radar AESA. Tentu jika Malaysia memilih opsi ini maka Malaysia sukses melakukan penyederhanaan jenis pesawat didalam inventory TUDM mereka, yg dimana terdiri dari komposisi berikut :
        Sukhoi 30MKM (Heavy Fighter)
        F/A 18D Hornet dan F/A 18 E/F Super Hornet (Medium Fighter)
        Hawk-108/208 (Light Fighter).
        Sedangkan disisi produsen dalam hal ini Boeing dealing contrack ini setidaknya memberikan sedikit “nafas buatan” bagi lini produksi mereka yg terancam berhenti beroperasi tahun 2017 sbg implikasi dari kegagalan beruntun mereka dlm kompetisi tender pesawat tempur di berbagai negara……..

      •  

        salam tabik bung blaze 🙂 dan bung Y4M4
        Memang kalau US navy itu lebih ribet ketimbang USAF, anda tahu untuk misi Suppression of Enemy Air defenses USAF hanya mengandalkan F 16 Wild Weasel (kalau israel F 16 soufa), tapi kalau US Navy harus 2 pesawat type F 18

  45.  

    SU 35 jelas superior bung, tapi super hornet tetap harus diwaspadai. Malaysia kadang emang suka nakal, sekali kali emang perlu digertak, biar gak bandel sama orang tua. Tapi sebenarnya musuh ada di Israel sana, hegemoni AS, dan negara satelitnya di kawasan negara kita. Kalau negara kita kuat, militer sangar, politik internasional kt bisa lebih tajam,negara kita gak akan gampang diobok-obok lagi. Jadi tunggu saja, semoga SU 35 jadi diakuisisi, bisa nambah postur bisep-trisep TNI.

  46.  

    f35 siap terobos wilayah indon…

  47.  

    Ayo buat artikel (bagi yg bisa) f16 viper vs f18 superhornet menang mana? SU35 VS Superh0rnet menang mana?

  48.  

    ambil aja itu pesawat lon..malon lumaran untuk ngerudal pokok pisang

  49.  

    setujuh!

  50.  

    bukan mau bertanding DON … cuma.. mau mengimbangi.. mana lah tau .. satu hari kamu mau ceroboh .. at least we could put up a good fight.. 🙂

  51.  

    Tetangga yg baik itu kyk brunei trus mungkin pinoy. Gk panas walaupun Indonesia bli SU35 krn mrk mikir gk punya salah/masalah dgn tetangga. jd nya santai aj mrk. Beda klo sama yg punya salah/masalah. Pasti ketakutan trus buru” deh bli pespur buat pengimbang.

  52.  

    asik tuh tinggal colok USB kalau klimaks tinggal eject di hanggar….

  53.  

    Su hornet sdh batas ata kmampuan kinematik,jdi agak sush menang lwn su kalo hnya kinemtik faktor,stu satinya cara ya harus menang di pernika nya

  54.  

    Test masuk

  55.  

    Test keluar

  56.  

    seriously…. just shut up. every nation has their advantage and disadvantage

  57.  

    your mere existence is an insult to this site

  58.  

    Yonhap gemblung makan pisang dulu gih,biar gak banyak cakap.

  59.  

    Malon…. Malon…. Kami tak akan khawatir skalipun ente beli ICBM minuteman…. Ente budaknya inggris… Ingat… Ente itu budaknya inggris…, yang…. Jendralnya pernah kami gasak di surabaya… Sekalipun puluhan ribu nyawa pejuang kami melayang, tapi mereka dg hormat dan gagah menentang penjajah dan keberanian mereka adalah kebanggan bagi kami…. Sultan ente itu aslinya tukang cuci sempaknya ratu inggris….., negara ente di bangun dg menjilat kaki penjajah cz tak setetespun darah ente korbankan melawan penjajah… Yang ada ente mengemis pada penjajah agar mengirim SAS dan gurkha untuk melawan pejuang kami….
    Ingat… tunggu lah waktunya… Undang lagi itu si gurkha, tak clurit smua skalian

  60.  

    Slm…ada jugak org indonesia yg pinterrrr dlm membuat perbandingan produk…

    Pengalaman dari mig 29 & su30mkm membuat malaysia meneliti semula program mrca..hingga kini masih belum pasti sama produk mana jadi pilihan… kerana boeing dan sukhoi terlalu banyak kekurangan dari segi servis aftersale…

    Jd semua org2 indonesia…udah2 lah jgn mikirin perang aja om…bikin malu deh sama negara yg lebih superior…mereka disana tidak mikirin perang terus seperti anda…

  61.  

    Kagak moncer nih F35
    RUSSIA STROOOONG….!!!!!

  62.  

    walau apa pun indonesia pakai walausekalipun f22 raptor ….hanyalah mimpi di siang hari apa kamu lu dong yang indonesia suda lama di kenakan sekatan “embargo” dari PBB kerana konfrontasi indonesia-malaysia