Malaysia Stop Ekspor Ikan ke Singapura

71
2639
Nelayan menampung udang hasil tangkapannya usai ditimbang di tempat pelelangan ikan Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat, Jumat malam, 31 Oktober 2014. TEMPO/Prima Mulia

Jakarta:Malaysia menghentikan ekspor ikannya ke Thailand dan Singapura mulai bulan ini sebagai antisipasi terhadap kekurangan pasokan selama muson. Menteri Pertanian dan Industri Berbasis Agro Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk ekspor ikan jenis cencaru, selar, selayang dan kembung.
Thailand dan Singapura merupakan dua importir terbesar ikan dari Malaysia. “Kami sudah menerbitkan larangan ekspor ikan hingga muson berakhir, untuk mengamankan suplai.”

Akibat merosotnya jumlah pasokan ke Singapura, harga ikan di negeri berlambang Merlion itu pun melonjak. Harga ikan selar misalnya, dijual sekitar $8 per kilogram dari sebelumnya $7 kilogram. Menurut sejumlah pedagang ikan, turunnya pasokan sudah terjadi dalam sebulan terakhir.

Pemerintah Indonesia dengan tegas melarang penangkapan ikan oleh kapal negara tetangga di perairan Nusantara. Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti mengancam akan menindak tegas kapal-kapal dari negara tetangga–seperti Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina–yang menolak bekerja sama menghentikan praktek pencurian ikan di wilayah Indonesia. Boikot dinilai bisa menghentikan praktek penangkapan ikan yang tidak sah, tidak dilaporkan, dan tak sesuai dengan aturan (illegal, unreported and unregulated fishing/IUU).

Presiden Joko Widodo juga mendukung langkah tegas Menteri Susi. Pemerintah sudah meneggelamkan 200 kapal milik nelayan Malaysia yang menyerobot perairan Indonesia.

Akibat langkah Jokowi ini, media online Malaysia melancarkan kritik pedas. Utusan.com menulis bahwa Jokowi angkuh dan ingin konfrontasi dengan Malaysia.

THE STAR | CHANNEL NEWS ASIA | MARIA YUNIAR

 

Sumber : Tempo.co

71 KOMENTAR

    • erk…. di negara kamu hari2 ada rusuh agama … flores dgn org islam .. org madura dan dayak.. heh.. aman dan maju yea kamu.. tepi kain sendiri terselak .. kain org mau di lihat.. dan di jaga.. heh.. papua dulu kamu jaga.. nanti ausie kasi merdeka.. hahahah acheh sudah autonomi .. gimana nanti mohon merdeka..

  1. Kah kah kah , sekarang simaLon pusing nak pikir cari ALasan , oLeh sebab tuLah si MALON Betuah saLahkan MUSON , tap ape Lebih baik dan jantan kamu semue beLi ikan dengan aku tau , daripada maLu dan bingong cari ikan tak usah susah payah jaga harga diri , karna harge diri si MALON sudah tak ade kah kah kah :mrgreen:

  2. semoga pemerintah konsisten menjalankan kebijakannya dlm menjaga laut indonesia, jngan sampai nelayan kita jd penonton pesta di negeri sendiri. rakyat mendukung penenggelaman kapal” asing pencuri ikan. maju terus negeriku, semoga DPR tidak ngegerecokin program2 pemerintah yg sejauh ini sangat baik untuk rakyat.

  3. Kalau nelayan memakai kapal kecil memang berpengaruh karena gak bsa kelaut dalam karena Muson jadi cuma melaut dipinggir dan hasilnya sedikit karena cuma dapat ikan sisa” pelarian dari tangkapan para maling ikan dengan kapal besar di laut dalam .

  4. Hati-hati proxy malay pinjam nama Singa n Thai. Jika harga ikan naik industri kuliner akan kena imbas begitu juga wisata. kedua negara ini sangat tergantung pada sektor wisata. Kedua negara ini kemampian militer agak tinggi dari malay. Harusnya Indonesia dapat manfaatkan situasi ini dengan ekspor ikan untuk ganti peran malay. Next malay dead.

  5. siap siap saja si Malon konsumsi ketela dan ubi karena gak ada ikan. dan akan terjadi inflansi karena harga ikan melambung tinggi dan menyebabkan rakyatnya kurang gizi.

    300 T rugi setiap tahun, kalau untuk bangun kapal selam atau pesawat tempur sudah berapa tuh bung?

  6. Ketegasan Jokowi + para menterinya akan diisikapi malaysia dengan memperketat TKI ilegal, ini malah baik sekali apar spy para mafia di indonesai & malaysia tdk bermain2 lg,,namun penenggalaman kapal pencuri ikan jalan terus,,ujunh2nya,,kedua negara akan saling menghormati wilayah masing2 pihak,,jd jangan biarkan TKI ilegal masuk malaysia, tp jangan pula biarkan maling2 ikan itu berpesta pora sementara nelayan kita sendiri hidup miskin,,sbg catatan agar para TKI yg masih tergiiur masuk ke negeri Jiran itu bahwa UPAH (terutama pekerja konstruksi) makin tipis bedanya,, jd lebih baik kerja di dalam negeri krn tidak ada lagi potongan2 & segal tetek bengek lainnya..

  7. KITA SDH SEWJARNYA MENDUKUNG LANGKAH2 PEMERINTAH SAAT INI, KEBIJAKAN YG DIKELUARKAN PRO RAKYAT, MELINDUNGI KEKAYAAN NEGARA UTK KESEJAHTERAAN RAKYAT, NELAYAN2 KITA AKAN MENINGKAT KESEJAHTERAANNYA, HASIL TANGKAPAN YG MELIMPAH MENDORONG KETERSEDIAAN PANGAN DI DLM NEGERI MENINGKATKAN GIZI BAGI MASYRAKAT DGN MENGKONSUMSI IKAN YG TERSEDIA BANYAK & HARGA YG TERJANGKAU dst….

  8. sikap pemerintah yang tegas..menunjukan bahwa negeri ini mulai muak,emosi dan marah pada negeri para sengkuni[malays*a].dari depan bila bertemu saling menyapa dan mengumbar senyum tapi dikegelapan malah main bacok dari belakang.seperti patok yang digeser,kapal perang yang sering blusukan masuk NKRI karena kompasnya sering masuk angin tao pulau yang diakui meski bukti petunjuk berasal dari-mimpi-.dan sekarang menuduh indonesia adalah antek ASU..!! apa tidak kebalik !!!!