Mar 152015
 

polisi malaysia

Polisi Sabah, Malaysia, menangkap 14 pasukan keamanan Indonesia karena masuk wilayah Sebatik Malaysia tanpa izin. Belasan pasukan Indonesia itu masuk wilayah Malaysia untuk mengejar seorang tersangka pembunuhan yang melarikan diri.

Pulau Sebatik merupakan wilayah yang dimiliki dua negara, yakni Malaysia dan Indonesia. Namun, 14 pasukan Indonesia ini dianggap memasuki pulau Sebatik Malaysia.

Pejabat Polisi Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Noor Rashid Ibrahim, mengatakan, ada 17 warga Indonesia yang ditangkap. Mereka antara lain, 10 polisi, empat tentara dan tiga warga sipil Indonesia.

Mereka melintasi perbatasan Malaysia secara ilegal pada Jumat kemarin sekitar pukul 13.00 waktu Sabah. Para tentara dan polisi Indonesia yang ditangkap mengenakan pakain sipil. Tapi mereka dipersenjatai dengan revolver dan pistol.

”Mereka tidak punya niat jahat, mereka menyeberangi perbatasan ke Sabah untuk mengidentifikasi dan membawa kembali tersangka pembunuhan, tetapi mereka tidak melakukannya sesuai dengan prosedur,” kata Noor Rashid, kepada wartawan, Sabtu (14/3/2015).

Tersangka yang dikejar 17 warga Indonesia itu merupakan tersangka pembunuh anggota militer di Pulau Nunukan pada 10 Maret 2015. Tersangka itu telah ditangkap polisi Sabah pada 12 Maret 2015 ketika bersembunyi di perkebunan kelapa sawit di pulau Sebatik Malaysia.

Kami memahami mengapa mereka (pasukan Indonesia) datang. Mereka tidak bermaksud jahat, tapi mereka datang ke sini melalui cara yang salah. Pertama, mereka tidak diperbolehkan untuk membawa senjata ke negara dan kedua, mereka harus mengikuti prosedur imigrasi. Jadi berdasarkan itu kita perlu membuka penyelidikan atas insiden tersebut,” lanjut Rashid, seperti dilansir The Malaymailonline. (acehxpress.com)

Malaysia Tangkap 14 Pasukan Indonesia

SABAH – Polisi Sabah, Malaysia, menangkap 14 pasukan keamanan Indonesia karena masuk wilayah Sebatik Malaysia tanpa izin. Belasan pasukan Indonesia itu masuk wilayah Malaysia untuk mengejar seorang tersangka pembunuhan yang melarikan diri.

Pulau Sebatik merupakan wilayah yang dimiliki dua negara, yakni Malaysia dan Indonesia. Namun, 14 pasukan Indonesia ini dianggap memasuki pulau Sebatik Malaysia.

Pejabat Polisi Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Noor Rashid Ibrahim, mengatakan, ada 17 warga Indonesia yang ditangkap. Mereka antara lain, 10 polisi, empat tentara dan tiga warga sipil Indonesia.

Mereka melintasi perbatasan Malaysia secara ilegal pada Jumat kemarin sekitar pukul 13.00 waktu Sabah. Para tentara dan polisi Indonesia yang ditangkap mengenakan pakain sipil. Tapi mereka dipersenjatai dengan revolver dan pistol.

”Mereka tidak punya niat jahat, mereka menyeberangi perbatasan ke Sabah untuk mengidentifikasi dan membawa kembali tersangka pembunuhan, tetapi mereka tidak melakukannya sesuai dengan prosedur,” kata Noor Rashid, kepada wartawan, Sabtu (14/3/2015).

Tersangka yang dikejar 17 warga Indonesia itu merupakan tersangka pembunuh anggota militer di Pulau Nunukan pada 10 Maret 2015. Tersangka itu telah ditangkap polisi Sabah pada 12 Maret 2015 ketika bersembunyi di perkebunan kelapa sawit di pulau Sebatik Malaysia.

”Kami memahami mengapa mereka (pasukan Indonesia) datang. Mereka tidak bermaksud jahat, tapi mereka datang ke sini melalui cara yang salah. Pertama, mereka tidak diperbolehkan untuk membawa senjata ke negara dan kedua, mereka harus mengikuti prosedur imigrasi. Jadi berdasarkan itu kita perlu membuka penyelidikan atas insiden tersebut,” lanjut Rashid, seperti dilansir The Malaymailonline. (sindonews.com)

Berita lain dari media Malaysia :

Polis, tentera Indonesia kejar suspek hingga ceroboh sempadan Sabah

NOOR RASHID: PDRM akan menyiapkan laporan siasatan dengan menilai semua aspek termasuk hubungan baik antara Malaysia dan Indonesia. -Gambar fail Read more at: http://www.astroawani.com/berita-malaysia/polis-tentera-indonesia-kejar-suspek-hingga-ceroboh-sempadan-sabah-55657?cp

NOOR RASHID: PDRM akan menyiapkan laporan siasatan dengan menilai semua aspek termasuk hubungan baik antara Malaysia dan Indonesia. -Gambar fail

TUARAN: Polis Diraja Malaysia (PDRM) akan menyiasat 17 warga Indonesia termasuk 10 anggota polis dan empat anggota tenteranya yang ditahan Jumaat kerana dipercayai menceroboh masuk sempadan negara di Pulau Sebatik, Tawau.

Timbalan Ketua Polis Negara, Datuk Seri Noor Rashid Ibrahim berkata tindakan anggota polis dan tentera Indonesia itu menyalahi undang-undang kerana memasuki Malaysia tanpa melalui prosedur imigresen yang betul selain membawa masuk senjata api.“Walaupun tujuan mereka adalah bagi mengecam dan mengambil semula seorang suspek kes bunuh anggota tentera republik itu, yang ditangkap PDRM pada 10 Mac lalu, namun cara yang digunakan mereka adalah kurang tepat,” katanya.Beliau berkata demikian kepada pemberita selepas menutup program Lembayung Hidayah Saudara Baharu Zon Sabah di sini Sabtu.Noor Rashid berkata PDRM akan menyiapkan segera laporan siasatan dengan melihat daripada semua aspek termasuk hubungan baik antara Malaysia dan Indonesia serta pandangan Timbalan Pendakwa Raya.Kesemua anggota polis dan tentera termasuk tiga orang awam warga Indonesia itu kini ditahan di Ibu Pejabat Polis Daerah Tawau, katanya.Kes disiasat di bawah Akta Imigresen 1959/63 dan Akta Senjata Api 1960.

Sumber : astroawani.com

Note :
Sampai saat ini belum ada Statement/berita resmi dari Pemerintah Indonesia maupun dari Mabes TNI dan Mabes Polri tentang kebenaran berita “Malaysia Tangkap 4 TNI, 10 Polisi dan 3 Warga Indonesia” yg dikutip dari acehxpress.com , sindonews.com  atau dari astroawani.com

Update Berita

Buru Pelaku Pembunuhan, 10 Polisi dan 4 TNI Malah Ditahan di Malaysia

Foto Syarif, tersangka pelaku pembunuhan Anggota Kodim 0911/Nunukan beredar di Blackberry Messenger, Jumat (13/3/2015).

Foto Syarif, tersangka pelaku pembunuhan Anggota Kodim 0911/Nunukan beredar di Blackberry Messenger, Jumat (13/3/2015).

Minggu, 15 Maret 2015, 12:04 WITA

NUNUKAN – Polis Diraja Malaysia (PDRM) menahan 10 anggota polisi dan 4 Tentara Nasional Indonesia (TNI) lantaran dianggap masuk secara ilegal ke wilayah Sabah, Malaysia. Mereka ditangkap saat memburu Syarif, pelaku pembunuhan Sersan Satu Tata Adi Cahyono, Anggota Kodim 0911/Nunukan.

Sebanyak 17 warga negara Indonesia termasuk tiga orang sipil kini ditahan di Balai Police Wallace Bay.

Dikutip dari media online Malaysia http://bm.therakyatpost.com, Wakil Kepala PDRM, Datuk Noor Rashid Ibrahim menjelaskan, 17 WNI termasuk 10 anggota polisi dan empat TNI berpakaian biasa, memasuki negara ini melalui Bambangan di Pulau Sebatik, pada Jumat lalu sekitar pukul 13.00. Mereka masuk secara ilegal ke Malaysia dengan menumpang sepeda motor.

Penyelidikan awal yang dilakukan PDRM, 17 WNI ini masuk ke Sabah untuk mencari tersangka kasus pembunuhan yang berhasil melarikan diri dari Pulau Nunukan masuk ke Malaysia. Tersangka Syarif ditangkap PDRM Kamis lalu setelah mendapatkan pemberitahuan dari Polri. Setelah ditangkap, Syarif ditahan di Balai Police Wallace Bay.

Pada Jumat (13/3/2015) sekitar pukul 13.00, 10 polisi dan 4 TNI asal Indonesia berpakaian bebas mendatangi Balai Police Wallace Bay (setingkat Polsek di Indonesia), untuk membawa pulang tersangka ke Indonesia. Selain aparat, tiga warga sipil juga ikut bersama mereka. 

Mereka ditahan kerana menceroboh dan gagal memberitahu kami mengenai kehadiran mereka,” kata Noor Rashid.

PDRM menyita delapan pistol, dua jenis revolver dan peluru. Noor Rashid mengatakan, 17 WNI ini akan diselidiki terkait dengan pelanggaran keimigrasian dan pelanggaran senjata api.

“Kes itu akan dihantar kepada Timbalan Pendakwa Raya untuk tindakan selanjutnya,” ujarnya. (tribunnews.com)

Serobot Malaysia, Polisi dan Tentara Indonesia Ditahan

Minggu, 15 Maret 2015, 12:35 WIB

Kota Kinabalu – Kepolisian Diraja Malaysia menahan 17 warga negara Indonesia, terdiri dari 14 anggota kepolisian dan tentara, sisanya warga sipil. Menurut petugas keamanan Malaysia, mereka masuk ke kantor polisi Malaysia secara tidak sah untuk menangkap seorang yang diduga pelaku pembunuhan di Pulau Sebatik. “Kini mereka sedang diperiksa petugas,” ujar pihak berwajib setempat.

Wakil Kepolisian Diraja Malaysia, Inspektur Jenderal Datuk Seri Noor Rashid Ibrahim, dalam keterangannya kepada media massa mengatakan, mereka masuk ke dalam wilayah negara secara tidak sah dan tidak dalam kapasitas bertugas.

“Orang-orang ini berpangkat rendah. Mereka tidak mendapatkan tugas membawa pulang tersangka pembunuhan. Kami tidak tahu apa motivasinya, tetapi kami yakin bahwa mereka tidak memiliki niat jahat ketika memasuki negara. Kita lihat saja nanti hasil pemeriksaan petugas,” ucap Noor Rashid

Dia menambahkan, orang yang mereka cari diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap seorang anggota tentara Indonesia yang sekarang ditahan di kantor polisi Sebatik.

WNI yang ditangkap aparat keamanan Malaysia itu menerobos masuk ke kantor polisi Wallace Bay di Sebatik, sebelah selatan Sabah, pada Jumat 13 Maret 2015, guna memaksa seorang tersangka yang ditahan polisi setempat dibawa pulang ke Indonesia. Dia diduga sebagai pelaku pembunuhan anggota militer Indonesia.

Noor Rashid menjelaskan, para pria itu -terdiri 10 anggota kepolisian, empat tentara, dan tiga warga sipil- sekarang ini ditahan petugas keamanan untuk diperiksa mendalam karena dianggap melanggar Pasal 6 Ayat 3 Undang-Undang Keimigrasian 1963. Dalam pasal tersebut dinyatakan bahwa mereka telah memasuki negara secara tidak sah. “Mereka juga dicokok berdasarkan Pasal 8 Undang-Undang Senjata Api 1960, yakni memiliki senjata tanpa izin.”

Ketika ditanya wartawan mengenai penahanan warga Indonesia, Noor Rashid memberikan konfirmasi bahwa kepolisian Malaysia telah menahan seseorang yang dicari-cari petugas kepolisian Indonesia karena diduga terlibat dalam pembunuhan.

“Mungkin mereka tidak memiliki niat jahat. Mereka hanya ingin membawa pulang orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan namun tidak menggunakan jalur formal. Mereka datang dengan senjata api dan tidak dilengkapi dokumen perjalanan. Berdasarkan hal ini mereka kami tahan berdasarkan Undang-Undang kita,” ucap Noor Rashid.

Dia menambahkan, mereka yang ditahan itu bekerjsama sepenuhnya dan diperlakukan dengan baik oleh petugas kepolisian. “Kami akan memperhatikan banyak aspek, termasuk hubungan baik kedua negara dan hukum di negara kita.”

Selain menahan 17 WNI, kepolisian Malaysia menyita 12 pucuk senjata api terdiri dari delapan pistol dan empat revolver berikut amunisi dari tentara Indonesia berseragam.

Media di Malaysia melaporkan, dari 17 WNI yang ditahan itu memasuki wilayah Malaysia dengan cara melintasi perbatasan menggunakan sepeda motor dan perahu karet pada Jumat, 13 Maret 2015, pukul 2.45 waktu setermpat. Mereka muncul di kantor polisi Wallace Bay pukil 3.00,” tulis Asiaone.

Sebatik memiliki luas 452 kilometer per segi berada di wilayah antara Sabah dan Propinsi Kalimantan Utara, Indonesia. Pulau ini berjarak sekitar 1 kilometer dari Kota Tawau atau 10 menit dengan perahu motor.

Noor Rashi mengatakan, kepolisian Malaysia belum membicarakan soal kemungkinan mengembalikan mereka yang ditahan. “Kami masih memeriksa dan menahan 17 orang itu karena melanggar hukum Malaysia.” (TEMPO.CO).

Bagikan Artikel:

  85 Responses to “Malaysia Tangkap 4 TNI, 10 Polisi dan 3 Warga Indonesia”

  1. waduh

    • WADUH,,ya musti gimna lagi ya harus ikuti prosedur saja,.extradisi..bisa knak hukuman gantung bawa senjata kewilayah perbatasan malayshitt.,
      masalah selalu ada diperbatasan,..
      kenapa nga bikin jalan pembatas aja biar tidak binggung,tersesat..sekalian biar leopard bisa lewat juga gampang memantaunya perbatasan ato saling klem wilayah,.

      indonesia bosen denger nantik udah dilaim malayshiit baru ribut ribut..
      bila perlu tiap perbatasan isi S300

    • Ini memalukan. Para prajurit dan polisi pada ngobrol sendiri saat pelajaran keimigrasian diadakan. Atau apakah memang tidak pernah diadakan pelajaran semacam ini ? Jika memang ada mata pelajarannya maka sesudah mereka diurus pulang maka mereka harus diberi pelajaran ttg aturan2 imigrasi dan juga diturunkan pangkatnya satu tingkat serta disuruh bersihkan wc selama 3 bulan. Supaya jangan main selonong boy seenaknya.

      • Apakah (tidak) mungkin itu cumak trik malaysia? Sebenarnya apakah sdh ada keputusan / perjanjian perbatasan secara resmi antara kedua negara, khususnya dipulau sebatik? Bisa jadi ini hanya akal malaysia untuk membuat heboh “seolah-olah” aparat indonesia melakukan kesalahan dg memasuki perbatasan tanpa ijin (prosedur) pada pihak malaysia, padahal areal yg dilalui oleh aparat indonesia masih “abu-abu”, belum secara syah milik malaysia karena blm kelar perjanjian perbatasan yg dimaksud. Dengan demikian, bila pemerintah indonesia “repot” serta mengakui pelanggaran yg dilakukan oleh aparaturnya, maka dg ini jelas wilayah yg dilanggar jadi syah milik malaysia. Sementara tersangka pembunuh yg ditahan oleh pihak malaysia hanya “alat pemancing” untuk terjadinya kesalahan tersebut. Kita musti hati-hati mensikapi perilaku malaysia ini ….

  2. Hahahhahaa…. :)

  3. Pertamax

  4. Gak proffessional, akhirnya bikin malu..suka pandang enteng….kalo masuk wilayah orang hrs berperalatan lengkap..sehingga masalah bisa langsung diselessikan di tempat…lihat foto diatas polisi malay penjaga perbatasan walaupun gak pake helm baja tapi pakai baju antipeluru dan bersenjata lengkap…hrs selalu waspada, itu namanya professional…polisi , tentara ..tapi bersikap seperti rakyat jelata…gimana sih…

    • duh, Intel POL dan POM itu bang, klo pake seragam Jadi gimana gitu,
      Org ada yg nyamar jadi tukang kebon kok.

      klo mesti balik ke markas pake baju seragam dulu, keburu kabur itu mah penjahat nya.
      pasti ada salah komunikasi nih, antara TNI sma polis malay…,
      bisa2 sama spt kasus F18 USA di Bawean yg nylonong dulu,
      krn Telat sebar Info koordinasi bawahan ke serdadu Tuan Rumah.

  5. perkuat segera semua perbatasan dan pulau kosong di indonesia.

  6. Ah ,konyol oknum TNI dan Polisi ngejar tersangka masuk wilayah orang.Kalau sudah di tangkap polis Malaysia tinggal minta di exradisi ke Indonesia ,nggak perlu melakukan tindakan konyol begitu.Nah sekarang gimana,terserah Malaysia sesuai hukum di sana.Monggo aja.

    • Oh Gitu ya bang?,
      kalau Tahu Gitu, Kemarin Pesawat GulfStream yg nyelonong nggak usah Pake di kejar Sukhoi Segala,
      tinggal duduk manis di base trus bilang ke Ausy deh,
      eh Cuy , Tlg Tangkepin tuh Sruntulan tengil, suruh balik ke indonesia.

      • ya konsepnya beda antara manusia dan pesawat ,, jangan disamakan … itu gulfstream masih diwilayah kita mau dirudal atau di tabrak terserah kita lah di wilayah kita .. ini tersangka kabur ke daerah orang lain ya harus sesuai prosedur negara lain ..
        koordinasi dengan pihak keamanan malaysia kan juga bisa menghindari kejadian konyol kek gini …

      • Beda kasus Bro, Untuk pesawat memang aturannya begitu melanggar ya kejar siapa tahu pesawat mata mata maka barang bukti harus didapat,masak minta ke Aussie barang bukti ,ya konyol lagi..Ini tersangka sudah di wilayah orang ,udah ditahan aparat Malaysia . Tinggal minta di extradisi aja ke Indonesia. Apa mau mengeluarkan paksa dari penjara Malaysia?kemudian di bawa kabur ke Indonesia?.Menegakkan hukum harus dengan mentaati hukum .Apa anda setuju misal pemerintah Aussie misalnya ngirim pasukan ke Indonesia membebaskan tahanan yang mau di hukum mati ?

  7. Saya sudah tahu beritanya kemaren, krn saya tinggal di nunukan,

  8. Sy lebih tertarik dengan status wilayah sebatik nya itu mau digimanain? Secara defakto itu wilayah dikuasai malay sehingga polisi kita dianggap telah masuk wilayah mrka, padahal kita jg merasa sebatik itu bagian dr NKRI. Langkah apa yg akan diambil pemerintah sekarang untuk mengatasi mslh ini. Bukan sekedar mengembalikan yg 17 orang itu tapi bgmna mengembalikan sebatik ke pangkuan ibu pertiwi. Kami rakyat siap melakukan apapun perintah pemerintah.

  9. gpp namanya juga tugas dan itu memang diluar prediksi, kita tunggu konfirmasi karna pemerintahl yg harus bertanggung jawab. mungkin dapat merubah kebijakan kedepan untuk lebih baik.
    nasib mereka ditentukan atas dasar jalinan hubungan bilateral dan lobi diplomasi berdasarkan feta politik yg sedang berjalan

    • Ini bukan tugas negara Bung.Ini murni inisiatif mereka sendiri.Kita tahu ikatan emosional antar prajurit kuat .Satu tersakiti semua merasakan sakit,tindakan itulah yang mendorong mereka berinisiatif sendiri. Kalo tugas negara,pasti mereka akan merencanakan dengan baik dan saya yakin nggak bakalan tertangkap,barang bukti sedikitpun nggak bakal ditinggal .Lagi pula pasti pasukan khusus yang dikirim bukan prajurit biasa. Juga kalau pasukan resmi nggak bakalan melibatkan polisi.Misi harus senyap dan pendadakan .Kekonyolan mereka kalau tidak ditangani hati hati bisa merusak hubungan antar negara.Saya usul prajurit /polisi yang ditempatkan di perbatasan harus di tingkatkan pengetahuannya mengenai hukum antar negara.

    • ini namanya pelanggaran kedaulatan entah itu TNI,POLRI atau SIPIL kalau bersalah ya pantas dihukum

  10. Emangya kenapa??cuma hal sepele gitu,coba kalo dibandingin sama klaim wilayah..emangnya cuma mereka saja yang bisa maen selonong,,kalo perlu leopard yang nyelonong kesana pura-pura tersesat.

  11. kalo gitu, bila ada kapal malon masuk nkri langsung tenggelamkan atau dirontokkan.

  12. Kalau masuk sebatik itu melanggar menurut aturan malaysia padahal sebatik itu punya indonesia di masa lalu, maka minta balikin aja 17 WNI nya beserta pulau sebatiknya. Kan negara serumpun kata pak abdullah badawi toh.

  13. Malaysia kenapa?! Harus takut gitu?!kirim donk pasukan khusus utk membebaskan mereka.

    • marah jika kerajaan australia dan brazil menghantar pasukan khusus meraka untuk membebaskan warganegaranya? jika anda marah kedaulatan anda tercabar, hormatilah negara jiran tetangga.

      • Untuk kes ini saya sokong budayakan saling menghormati

      • Sayangnya Malaysia sendiri tidak pernah menunjukkan rasa hormat thd kedaulatan RI, dah banyak bukti luka di RI oleh kelakuan malingsial ini.

        • adakah luka2 malaysia lebih besar daripada luka dari new order yang mengorbankan 400000 hingga 2 juta penduduk indonesia sendiri? gerakan aceh yang mengorbankan 15000 penduduk sendiri? pelanggaran hak asasi papua ? menyerang wilayah malaysia diwaktu ganyang malaysia? tunjukkan saya dimana malaysia sanggup berbuat seperti mana anda berbuat begitu. saya lihat kamu lebih menzalimi dirimu sendiri.

  14. Sebaiknya meraka(aparat TNI/POLISI) gk usah dI ambil. Kalau perlu d tambahsatu batalyon d suruh masuk malaysia dg seragam dan senjata lengkap sekali. Tanpa prosedur.

  15. Dengan mudahnya mereka memasuki wilayah Sabah, bagaimana kalo mereka dilengkapi dgn peralatan dan senjata yg memadai untuk mengacaukan wilayah itu ………….. ???

  16. Memalukan,,,,,, gini neh klo professionalisme abal2., beranix ama rakyat sendiri

  17. bangsa & tentara kita memang kuat tapi bukan berarti kita bisa sewenang2, alangkah baiknya kita bisa menghargai orang lain (negara tetangga kita), salah satu bentuknya kita tidak main selonong aj, stidaknya kita contact person (izin scara lisan) dengan pihak otoritas setempat sbelum memasuki wilayah tetangga kita,,

  18. Gelombang ketiga…..
    Vote sabah serawak merdeka.

  19. jgn lupa mas Broo ada jiwa corsa pada smua prajurit, yg dibunuh itu aparat,,jd ane maklum klo prajurit kita nekat masuk wilayah orang,,walaupun memang sngat disayangkan,krn tjuan tdk trcapai mlh jd mslah

  20. Ada hubungannya gk ni bung dgn eksekusi mati…. biasanya emang gitu tingkah tetangga sebelah ni… dimulai dri malay, esokannya pasti singapur, esoknya lgi pasti PNG…. hanya filipin yang dewasa cara bergaul antr negara….

  21. saya melihat penduduk indonesia sangat marah apabila australia cuba untuk mencampur tangan berhubung kes dadah melibatkan warganegaranya.mereka mengatakan itu adalah isu kedaulatan. Jadi saya berharap pihak indonesia cuba menghormati hak kedaulatan negara jiran tetangga jika sesuatu hukuman akan dijalankan. jika penduduk indonesia marah pihak luar mengganggu kedaulatan negaranya, penduduk malaysia juga marah apabila kedaulatannya diganggu.

    • Santai saja Bung ,kes ini murni kesalahan beberapa orang yang konyol. Dan saya pastikan mereka tidak mendapat tugas negara untuk membawa pulang tersangka ,sebagaimana di fahamkan Wakil kepolisian Diraja Malaysia. Adalah ketidak tahuan mereka tentang mengunakan jalur formal seperti seharusnya. Jadi menurut saya karena kita bertetangga baik,maka tak usah di proses ,kawal saja mereka balik ke wilayah Indonesia.Jangan sampai rusak hubungan karena ketidak tahuan,sama Allah saja kita dapat ampunan sepanjang kita tidak tahu.Bukan begitu Bro?

      • ya, kami juga tidak mahu memperbesarkan isu tersebut. sudah disiasat dan menunjukkan mereka tidak mempunyai niat jahat dan hanya mahu mencari pesalah tersebut. cuma cara mereka agak salah. semoga mereka semua baik2 sahaja. salam damai

    • “Mungkin mereka tidak memiliki niat jahat. Mereka hanya ingin membawa pulang orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan namun tidak menggunakan jalur formal. Mereka datang dengan senjata api dan tidak dilengkapi dokumen perjalanan. Berdasarkan hal ini mereka kami tahan berdasarkan Undang-Undang kita,” ucap Noor Rashid

      lebih kejam mana sama pencaplokan wilayah..?

  22. Seragam polis malaysia keren jg ya beda dgn kita

    • Rompi anti peluru itu wajib, polisi2 yg patroli terutama di kota2 besar, perbatasan dan daerah konflik…professional itu berarti selalu waspada/siaga

  23. Lah itu yg suka geser2 patok..ga ijin & konfirmasi lg..

  24. Wah kasian banget, yg nangkap si malay lagi……mestinya kebalik beritanya, si malay digebukin tni karena menggeser patok, malah bikin malu

  25. buat malu je polisi dan tentara kita ini,dari dulu sejak konflik anggota tni dan polisi indonesia aja yang saya dengar beritanya di tangkap malaysia,tak pernah kita indonesia tangkap malaysia,ini menunjukan kita Belum Kuat,saye Harap Same Same Anak Melayu Pihak Malaysia Mahu Bagi Balek Tentara Indonesia,salam Melayu Dari Palembang

  26. Terima kasih infonya bung wahid
    Salam hangatT

  27. saatnya pemerintah dan TNI tegas soal perbatasan.. malaysai beberapa kali dengan jelas melanggar batas wilayah, contoh blok ambalat malahan jelas2 mendirikan mercusuar (menara) diwilayah laut indonesia tetapi pemerintah dirasa kurang tegas dlm mengambil tindakan… inilah yg dilakukan malaysia terhadap pelanggaran wilayah perbatasan.. malaysia bisa, kenapa indonesia tidak? saatnya indonesia berubah pemerintah dan TNi harus jaga harkat dan martabat bangsa indonesia.. bisaaa…

  28. terimekaseh buat saudaraku melayu malaysia dah bagi balek laskar indonesia yg ditangkap,salam melayu dari palembang

  29. nasib perbatasan memang selalu memprihatinkan.

  30. buat semua anak melayu yang sudah koment,baik dari malaysia maupun indonesia,taip facebook saye PUTRA MELAYU PALEMBANG Yang Pernah 6 Tahun Duduk Kat Johor Bahru Malaysia

  31. INI YANG saya suka….

    sering2 juga gk pa2 menurut sya…biar malaysia pikir indo tdk takut…hhe

    klw ketangkep itu pembunuh,,,,sama TNI…bisa2 di adili dlu di barak TNI(minimal babak belur) lalu dibwa polisi…

  32. ini yg sya …suka…

    BIAR malingsial tau…indonesia tdk takut terobos….negara merka.

    klw tuh pembunuh ketangkep di tangan TNI….minimal babap belur…..hhhaaa

    pasti dsiksa dlu.biar jera…lalu dbwa k polisi

  33. Makanya jangan telat mikir, pusat terlalu banyak pertimbangan segera bagun pintu garda terdepan yang lebih baik dari negara tetangga, lalu pasang peralatan penditeksi yang lebih canggih supaya hal ini tdk terulang lagi…sungguh memalukan, gembar gembor ingin jadi macan asia yah ternyata…hanya segitu punya alusista bagus hanya dipajang di pulau jawa aja..contoh tuh malasya semua peralatan canggihnya di tempakan di perbatasan dan ada hasilnya 14 pasukan RI dengan mudahnya ditangkep, untung nggak di tembakin..

  34. pandangan saye selama tinggal di malaysia,penduduk malaysia ramah,media indonesia terkadang suka membuat besar masalah,sehingga info yg di buat oleh media surat kabar dan telivisi itu,di telan mentah mentah oleh oknum rakyat indonesia

  35. Komerat..sok tau bnget lu.fuck..

  36. terbuktikan kalau media indonesia ini provokator,tukang hasut,biar dagangannya laku,beritanya dimanipulasi,terbukti anggota tni dan polisi tidak di tangkap malaysia,tapi mereka bekerjasama,nasionalisme kita boleh tinggi tapi jangan sampai buta mata,buta telinga dan buta hati,ingat pesan ustad aa gym,jagalah hati jangan kau kotori,jagalah hati lentera hidup ini

  37. Wkwkwkwkwk
    oknum TNI-POLRI bodoh sangat, kelihatan sok jagoan mendatangi Markas Polisi Malaysia untuk jemput paksa buruannya eeh malah dikepung sama Polisi Malaysi, jadi inget kelakuan bodoh gerombolan oknum Kopasus yang nyerang Lapas Cebongan, lu pikir di negara orang bisa seenaknya gitu wkwkwkwkwk.
    Biasalah aparat Indon arogan, misalnya ada buruan TNI ditangkap Polri maka gerombolan TNI sudah pasti ramai-ramai mendatangi Markas Polres/Polsek buat jemput paksa buruannya dan kalau buruannya tidak segera dilimpahkan maka Markas Polres/Polsek bisa diacak-acak sama gerombolan TNI.
    wkwkwkwkwk bodohnya Tentara dan Polisi Indon yang nyerobot masuk ke negara tetangga sampai jauh mendatangi Markas Polisi Malaysia setempat, dipikirnya kelakuannya bisa disamakan wilayah kandang sendiri.
    wkwkwkwkw TNI-POLRI jagoan kandang sering rebutan lahan akhirnya bentrok antar aparat TNI-POLRI perang saudara.
    Owh memalukan sangat!

 Leave a Reply