Malaysia Tawarkan Rio Haryanto Berlaga di Formula 1

Rio Haryanto

Jakarta – Kesempatan pembalap Rio Haryanto untuk berlaga di ajang Formula 1 (F1) mendapat sambutan luar biasa. Saat ini, pebalap berusia 22 tahun tersebut berlaga di GP2 dan meraih hasil bagus. Kendala muncul lantaran Rio membutuhkan biaya besar untuk tampil di ajang balapan paling bergengsi di dunia tersebut. Solusinya tentu pemerintah dan BUMN harus memberikan dukungan secara riil.

“Semua pihak harus mendukung Rio agar bisa berlaga di Formula 1. Ini kesempatan emas. Jika tidak, maka kita semua akan kehilangan momentum,” kata mantan Menpora Adhyaksa Dault kepada wartawan, Jumat (16/10).

Menurut Adhyaksa, Rio adalah aset bangsa yang luar biasa. Belum tentu dalam 25 tahun lagi, Indonesia bisa memiliki pembalap sekaliber Rio. Hanya saja, kata dia, salah satu kendala terbesar pembalap kelahiran Solo tersebut terbentur masalah biaya.

Pasalnya seperti dilansir berbagai media Eropa, Rio harus menyediakan uang yang cukup banyak untuk bisa berlaga di F1. “Berapa biayanya? Mungkin sekitar Rp 300 miliar per tahun. Nah, ini kan harus didukung semua pihak. Selain Pertamina, BUMN lain juga harus mendukung Rio,” saran Adhyaksa.

Adhyaksa mengingatkan, hendaknya pemerintah bertindak cepat mencari solusi biaya yang dihadapi Rio. Apalagi, selain membuktikan kehebatannya, Rio juga memiliki rasa nasionalismenya yang begitu tinggi.

Rio Haryanto

Pernah suatu saat, ungkap Adhyaksa, Rio diminta untuk bergabung dengan Malaysia dengan segala biaya ditanggung negeri jiran tersebut. “Tetapi Rio menolak, padahal ketika itu dia sedang kesulitan dana.”

Untuk itulah, Adhyaksa berjanji, dalam waktu dekat akan menemui Menpora Imam Nahrawi. Dia berharap Menpora dapat berkoordinasi dengan Menko PMK Puan Maharani dan Menteri BUMN Rini Soemarno untuk mendukung keikutsertaan Rio di ajang F1.

Kalau Rio tampil di F1, tentu bisa dijadikan ajang promosi bagi Indonesia ke seluruh dunia. “Setidaknya, dukungan untuk tahun pertama memang penting. Karena pada tahun kedua, pihak sponsor akan berdatangan dengan sendirinya,” ujar Adhyaksa.

Anggota Komisi X DPR yang juga mantan pembalap nasional, Moreno Soeprapto menyatakan, Rio adalah aset bangsa yang sangat luar biasa. “Rio ibarat garda terdepan yang membawa efek domino. Jika Rio jadi di Formula 1, selain mengharumkan nama bangsa, juga bisa berdampak pada wisata,” kata Moreno.

REPUBLIKA.CO.ID