Mar 072013
 

 

Polisi Malaysia Tangkap Pasukan Kesultanan Sulu

Kuala Lumpur,  Militer Malaysia menyatakan menembak mati 31 anggota kelompok bersenjata Sulu, Filipina, di Sabah Kamis (7/3/2013).  Angka ini adalah korban terbesar dalam satu hari sejak 200-an anggota Tentara Kesultanan Sulu mendarat di Sabah bulan lalu.

Kepala Kepolisian Nasional Malaysia Ismail Omar mengatakan, polisi dan militer Malaysia yang memburu anggota kelompok bersenjata itu terlibat baku tembak yang berujung pada tewasnya ke-31 orang Filipina.

“Tidak ada warga Malaysia yang menjadi korban,” tambah Ismail. Sejauh ini, lanjut Ismail, sebanyak 52 warga Filipina tewas akibat baku tembak di Sabah yang mereka klaim sebagai wilayah Kesulatanan Sulu itu.

Sementara itu dari pihak Malaysia, delapan polisi tewas di berbagai lokasi di Sabah, negara bagian paling timur Malaysia.

 Reaksi PBB 

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon menyerukan diakhirinya kekerasan di negara bagian Sabah. Seruan ini datang setelah Malaysia melakukan serangan militer dalam upaya mengakhiri pendudukan oleh sekelompok warga Filipina yang mengatakan tanah itu milik mereka. Menurut BBC, sedikitnya 27 orang tewas sejak ketegangan selama dua minggu itu berubah menjadi kekerasan.

Ban Ki-Moon menghimbau semua pihak untuk berdialog dan mencari penyelesaian konflik secara damai karena  khawatir dampak nya pada warga sipil, termasuk pekerja migran di wilayah itu. Semua pihak diminta memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan dan bertindak dengan menghormati penuh norma serta standar hak asasi manusia internasional.

Angkatan Darat Malaysia

Filipina
Konflik bersenjata di Sabah Malaysia ini memicu demonstrasi sekitar  400 warga di Manila Filipina. Pengunjuk rasa meminta resolusi damai dan menyatakan kekhawatiran mereka untuk keselamatan warga Filipina yang memang tinggal dan bekerja di Sabah.

“Kami sangat khawatir situasi akan menjadi di luar kendali,” kata Norhaya Nacusag pada Reuters.  “Kami bersatu dan tegas meminta kedua belah pihak untuk melaukan gencatan senjata dan agar pemerintah Malaysia serta Sultan Sulu segera bekerja sama mengakhiri konflik serta membuka dialog.”

Unjuk rasa Mantan Sultan Sulu Jamalul Kiram III dan pengikutnya, Manila

Gencatan Senjata Sultan Sulu
Pasca pernyataan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon, Sultan Sulu Jamalul Kiram III, Kamis (7/3/2013), menyerukan gencatan senjata.  Dalam jumpa pers di Manila, Juru bicara Kiram, Abraham Idjirani, mengatakan gencatan senjata diumumkan pukul 12.30 waktu setempat demi menghindari pertumpahan darah yang lebih banyak.

“Seruan gencatan senjata yang disampaikan Sultan Jamalul Kiram III karena laporan adanya pembantaian 40 warga sipil di Lahad Datu oleh militer Malaysia kemarin (Rabu),” kata Idjirani.

“Yang Mulia Sultan Jamalul Kiram III memerintahkan adiknya (Raja Muda Agbimuddin Kiram) di Sabah untuk memulai posisi bertahan. Perintah ini bukan hanya untuk adiknya, melainkan juga untuk semua sukarelawan yang telah mengorbankan jiwanya demi tujuan Kesultanan Sulu,” tambah Idjirani.

Menurut Abraham Idjirani, tindakan Sultan Sulu ini menanggapi permintaan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon agar kekerasan di Sabah dihentikan dan mengedepankan dialog untuk menuntaskan masalah.

Polisi Malaysia Tangkap 2 Pengikut Sultan Sulu

Pasukan Khusus Malaysia Menuju Lahad Datu

Reaksi Kuala Lumpur

Malaysia, Kamis (7/3/2013), menolak seruan gencatan damai yang dilayangkan Sultan Sulu Jamalul Kiram III. Malaysia menegaskan, bentrokan dapat dihentikan jika Tentara Kesultanan Sulu menyerah tanpa syarat.

“Mereka harus menyerah dan meletakkan senjata. Mereka harus melakukan itu sesegera mungkin,”  ujar Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Penolakan ajakan gencatan senjata juga disampaikan Menteri Pertahanan Malaysia Ahmad Zahid Hamidi.

“Kami tidak percaya tawaran gencatan senjata ini. Demi kebaikan rakyat Sabah dan Malaysia, hancurkan militan terlebih dulu,” ujar Hamidi lewat akun Twitter-nya.(JKGR).

  9 Responses to “Malaysia Tolak Gencatan Senjata Sultan Sulu”

  1.  

    Bagi si Najib ini terlanjur BASAH..
    Setelah dia berani menantang REAKSI sam dan british dengan memakai pesawat f18 dan hawk untuk menghadapi sulu dan kedua negara itu membisu (Takut Topengnya terbuka)
    MAKA sekarang saatnya si NAJIB menaikan CITRAnya didalam negeri untuk mendongkrak popularitasnya menjelang pilihan raya..
    Sam british,ausy dan singapura ,filipina bermain disabah<<<perannya bisa diraba..
    Opera van Sabah masih akan berlangsung
    dan ini TETAP menjadikan kita WASPADA..Gelombang dipermukaan tidak menjadikan arus bawah laut bisa ditentukan arahnya..

    Sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Sabah dan latar belakang sipadan,ligitan dan kasus AMBALAT (Ambang Batas Laut)..wajib kita menguatkan Indra Waspada agar Negara Raharja..
    malaysia dan filipina sama sama bonekanya dan sama sama LICIKnya.
    dan indonesia harus siap ajian RAWE RONTEK untuk menghadapi jurus jurus permainan opera van sabah..
    Penggoncangan akan kasus papua kemarin tidak menjadi krisis buruk seperti yang diHARAPKAN mereka ..karena kita memakai penanganan dengan ops ter dan ops senyap.
    Kamis pagi diguncang dengan peristiwa batu raja..ya yang saya yakin ada campur tangan mereka..
    next apa lagi ? BERUNTUN kali kau mencoba ?
    Republik ini sudah Menjadi TEMBOK BESAR..kaliaan main kasar atau ,main halus gerakan dan polanya sudah terbaca..SAK DUMUK BATUK SANYARI BUMI DEN LAKONI TAKER PATI
    soo NKRI tetap harga MATI

  2.  

    beli s-300/400…dipercepat….biar gak ada penyusupan dropping senjata dari ausie dan Sing

    •  

      Musuh yg urgent dihadapi negara RI adalah Singapura dan Malaysia. Kedua negara ini sangat merugikan negara kita dan sering membuat ulah yg menyebalkan. Untuk menghadapi mereka, pengembangan peluru kendali berjarak sampai 500 km agar dipercepat penyelesaiannya. Khususnya Singapura, meskipun negara ini memiliki banyak persenjataan yg canggih namun mudah dilumatkan dgn serangan peluru kendali karena lokasi geografisnya yg terbuka dan sendirian….

  3.  

    Saya mengharapkan pejuang pejuang sulu itu pantang menyerah, sebagaimana leluhur mereka menghadapi gatling amerika tahun 1900-an. RIbuan pejuang sulu yang hanya menggunakan pedang tewas gugur dengan ‘hanya’ 10 buah gatling tentara amerika pada masa itu.

    Semoga pejuang sulu itu memiliki semangat baja hingga tetes darah terakhir…

    Gunakan taktik gerilya.

  4.  

    Pembelajaran bagi Indonesia, bahwa, jika sekali lagi Malaysia ini mengganggu teritori kita, harus langsung direspon dengan kekuatan militer, bukan dengan diplomasi atau sekedar protes. Lihat orang-orang Sulu yang kecil dan lemah ini saja berani melawan untuk merebut kembali haknya, apalagi kita, yang harus mempertahankan wilayah kita, karena hakikatnya, mempertahankan lebih berat dan lebih penting daripada merebut.

  5.  

    Kecewa dikhianati oleh Malaysia, shg tidak dilibatkan dalam perundingan antara MILF dan Pemerintah Filipina….Pasukan Sultan Sulu mengamuk di Sabah…….unik juga….

  6.  

    No more war in ASEAN, please!

  7.  

 Leave a Reply