Okt 222019
 

T-50 Golden Eagle Korea Selatan (foto : Wikipedia)

JakartaGreater.com – Angkatan Udara Malaysia atau Royal Malaysia Air Force (RMAF) baru-baru ini melakukan tes penerbangan pada pesawat jet KAI FA-50 Fighting Eagle buatan Korea Selatan sebagai bagian dari program Light Combat Aircraft (LCA).

Tes penerbangan dilakukan di latar belakang Pameran Dirgantara dan Pertahanan (ADEX 2019) yang diadakan di Seoul, di mana Panglima Angkatan Udara atau Komandan Wilayah Udara Pertama melakukan kunjungan ke Republic of Korean Air Force (ROKAF) Fighter Wing ke-8 di Wonju.

Fighter Wing ke-8 bertanggung jawab atas Skuadron Fighter ke-103 dan Special Flying Squadron 239 (lebih dikenal sebagai Black Flying Eagles Aerobatic Flying Team). Skuadron ini masing-masing mengoperasikan pesawat jet KAI FA-50 Fighting Eagle dan KAI T-50B Golden Eagle.

Black Eagle pernah tampil di Malaysia selama acara Langkawi International Maritime & Aerospace (LIMA) 2017 menggunakan pesawat varian T-50B dengan generator asap. Varian T-50B dimodifikasi secara khusus dari T-50A Advanced Jet Trainer (AJT) dan setara dengan pesawat latih Malaysia, BAe Hawk Mk 108.

FA-50 yang sudah battle proven adalah varian bersenjata dari T-50 yang dilengkapi dengan radar serta kemampuan untuk menembakkan rudal udara-ke-udara AIM-9 Sidewinder, rudal udara-ke-darat AGM-65 Maverick dan bom terarah Mk 80. Seri FA-50 telah membuktikan kemampuannya dalam memerangi Marawi di Filipina. Varian serupa, T-50IQ juga terlibat dalam operasi tempur di Irak utara.

FA-50 dipandang sebagai kandidat yang mungkin untuk menggantikan pesawat Fighter Ground Attack (FGA) BAe Hawk Mk 208 yang juga telah terlibat dalam aksi tempur atas Lahad Datu, Sabah selama Ops Daulat pada 2013. Angkatan Udara Indonesia (TNI-AU) juga mengoperasikan BAe Hawk Mk 209 tetapi telah merencanakan untuk menggantinya dengan tambahan T-50 / FA-50 atau F-16V ‘Viper’ Falcon pada dekade berikutnya.

Di bawah program LCA, RMAF bermaksud untuk mengganti pesawat latih ringan Alenia MB-339CM LIFT-nya dengan varian trainer LCA pada tahun 2025 dan BAe Hawk Mk 108/208 pada tahun 2030. Malaysia sudah menguji coba pesawat buatan Rusia, Irkutsk yang membangun Yakovlev Yak-130 (NATO menamakannya: Mitten) selama acara Langkawi International Maritime & Aerospace (LIMA) 2019 Maret lalu.

Tes penerbangan yang dlakukan di Wonju dilakukan oleh Komandan Wilayah Udara ke-1, MayJen TUDM Dato ’Zahani Zainal Abidin, mantan pilot instruktur pesawat tempur Boeing F / A-18D Hornet.

MFH

 Posted by on Oktober 22, 2019

  5 Responses to “Malaysia Uji Coba FA-50 Fighting Eagle Korea Selatan”

  1.  

    Kira2 beli gak?

  2.  

    Perasaan dlo t 50kita diejek2 lah ama mlaysia produk gagal lah apalah..nah skrg…??

  3.  

    Kalau negara tetangga yang satu ini selalu meniru apa yg kita beli.

  4.  

    Malay tuh nyoba ,belinya akan ,rfi dikaji dan cancel