Aug 202017
 

Ikan Tuna (Uwe Aranas / commons.wikimedia.org)

Ternate – Pengusaha perikanan mulai tertarik merealisasikan ekspor dari Maluku Utara (Malut), karena pengurusan dokumen ekspor telah dapat dilaksanakan di daerah ini dan adanya kemudahan yang diberikan kepada mereka.

“Selama ini pengusaha perikanan enggan merealisasikan ekspor dari Malut, sebab sebagian dokumen ekspor harus diurus di daerah lain, sementara komoditasnya ada di Malut,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Malut, Buyung Radjilun, Sabtu 19-8-2017 di Ternate.

Salah seorang pengusaha perikanan di Malut dalam waktu dekat akan merealisasikan ekspor ikan Tuna sebanyak 9 ton dari Malut dengan tujuan Amerika Serikat dan sejumlah pengusaha lainnya juga telah merencanakan untuk melaksanakan kegiatan yang sama.

Buyung Rajilun mengatakan, selama ini sewaktu pengurusan dokumen ekspor komoditas perikanan Malut dilaksanakan di daerah lain, seperti di Sulawesi Utara dan Jawa Timur, komoditas itu tercatat sebagai komoditas ekspor dari daerah tersebut.

Akibatnya, kontribusi Malut dalam data statestik ekspor komoditas perikanan Indonesia sangat kecil, selain itu Malut juga sulit untuk mengetahui secara pasti volume komoditas perikanan dari daerah ini yang menembus pasar ekspor setiap tahunnya.

Pemprov Malut sekaramg terus berusaha membangun infrastruktur penunjang ekspor, seperti pelabuhan dan bandara untuk memudahkan kegiatan ekspor, sehingga para pengusaha dalam merealisasikan ekspor komoditas perikanan dari daerah ini tidak perlu lagi menggunakan daerah lain saat mengirimnya ke negara tujuan.

Salah satu Bandara di Malut yang diprogramkan untuk menjadi lokasi pengiriman komoditas perikanan Malut ke negara tujuan dengan menggunakan pesawat cargo adalah bandara Leo Wattimena di Kabupaten Pulau Morotai.

“Adanya infrastruktur penunjang ekspor tersebut diharapkan akan semakin mendorong para investor untuk menanamkan modal di sektor perikanan di Malut,” ujar Buyung Rajilun serta menambahkan potensi perikanan Malut mencapai sekitar 1 juta pertahun dan yang memanfaatkan baru sekitar 40 persen. Dirilis Antara 19-8-2017.

  18 Responses to “Maluku Utara Siap Ekspor Ikan Tuna ke Amerika Serikat”

  1. mantap,,, insfratuktur terus dibenahi

    • 72 tahun merdeka, baru kali ini daerah terpencil bisa langsung berkontribusi dalam ekspor impor…

    • Jengkel dan geli, … dulu dulu gimanaaa… Masak komoditi andalah ekspor bisa sesulit itu utk ijinnya? Dari Malut harus ke manado atau sby? Klo aku jadi pemda Malut juga ga mau PDB n potensi pajaknya lari ke propinsi lain.
      Kok ga ada yg care n peduli masalah gini dulu itu critanya gimana?
      Ijin dalam negeri dipersulit, ikan dicuri orang didiemin??

  2. Pantas di apresiasi kinerja dan semangat pemangku kepentingan…… walaupun bisa dikatakan terlambat tapi….. asik !…. xixi…

  3. Militer India dan China bentrok diperbatasan, satu tentara K.O, blm ada artikenya ya disini.

  4. Para mafia dan maling Ikan makin kelimpungan dgn kebijakan buk Susi!

  5. Di timur indonesia sebenernya potensi ekspor hasil laut juga sangat2 besar..bisa menambah devisa negara. Makanya janganlah di persulit ngurusi penelolaan hasil laut..!!

  6. harusnya sejak dulu spt itu mungkin sekarang malut sudah makmur.. tp tdk apa2 lebih telat dr pada telat sekali.. sekarng lebih baik dr pada esok hari.. semakin cepat semakin baik dan jangan menunggu sampai besok. karena mungkin besok kita sudah lupa.. good job.. semoga jadi berkah bagi rakyat malut semakin sejahtera aaminn

  7. mantap , lanjutkan..

 Leave a Reply