Mar 242019
 

Jet tempur multiperan MiG-35 Angkatan Udara Rusia © RAC-MIG

JakartaGreater – Mesir baru-baru ini menoleh dengan keputusannya untuk membeli dua lusin jet tempur Su-35S canggih dari Rusia. Yang menambahkan satu lagi jenis pesawat unik kedalam inventaris Angkatan Udara Mesir yang ada saat ini seperti Rafale, MiG-29 yang dimodernisasi mendekati standar MiG-35, 2 generasi F-16 dan 2 generasi Mirage, seperti dilansir dari laman National Interest.

Apa yang bisa ditambahkan Su-35S ke dalam jajarannya?
Apa dampak politis dari pembelian itu?

Mengingat kemampuan pesawat berbeda dalam armada mereka, Angkatan Udara Mesir (EAF) mungkin melihat ke Su-35S terutama sebagai pejuang superioritas udara. Su-35S memiliki radar PESA Irbis-E yang dikenal sangat kuat, meskipun tak memiliki beberapa fungsi canggih seperti radar AESA.

Su-35S dilengkapi mesin thrust vectoring canggih serta integrasi dengan semua rudal udara-ke-udara lengkap dan terbaru buatan Rusia. Ini tentunya merupakan keunggulan dibandingkan F-16 Mesir yang tak dilengkapi rudal AIM-120 AMRAAM dan AIM-9X Sidewinder terbaru karena keinginan AS untuk menjaga keunggulan militer Israel di wilayah tersebut.

Atraksi udara oleh Tim Aerobatik Russian Knight menggunakan jet tempur Su-35SM © Marina Lystseva via TASS

Su-35S juga merupakan pesawat kursi tunggal. Meskipun dapat menembakkan amunisi udara-ke-darat terbaru Rusia, beberapa pengamat menyebut MiG-29M2 Mesir sebagai MiG-35 dan telah dikirim dengan pod penargetan PPK, menjadikan pesawat ini semakin mungkin untuk digunakan oleh EAF untuk serangan udara-ke-darat.

MiG-29M2 Mesir juga dianggap sebagai pesawat “budget” yang tak dioptimalkan untuk misi udara-ke-udara, karena radar PESA mereka kurang kuat dan serbaguna daripada yang diintegrasikan pada MiG-35 yang sesungguhnya, yang menggunakan radar AESA.

Sementara itu, radar PESA pada MiG-29M2 Mesir juga tidak sekuat PESA Irbis-E yang pasang pada jajaran Su-35S. Selain itu, MiG-29M2 juga lebih lambat dan varian MiG-29 Mesir (dilaporkan sebagai MiG-29M dan baru di kirimkan) dikatakan telah jatuh pada akhir 2018 silam.

Jet tempur multiperan MiG-29M Angkatan Udara Mesir dilengkapi rudal R-77 dan rudal R-73 © Mahmoud Gamal via Twitter

Pertanyaan terbesar adalah mengapa Angkatan Udara Mesir tak memesan lebih banyak jet tempur Rafale dari Prancis? Rafale pesanan Mesir baru-baru ini dikirim dan Rafale dianggap sebagai salah satu pesawat tempur terkemuka di dunia.

Jet tempur Rafale menampilkan radar AESA, sistem penargetan elektro-optik untuk penargetan pasif dan integrasi dengan rudal udara-ke-udara Eropa terbaru. Meskipun lebih lemah disejumlah area seperti kecepatan tertingginya, Rafale sebanding dalam sebagian besar aspek, sayangnya, salah satu Rafale Mesir juga jatuh saat kunjungan oleh Macron pada Januari lalu.

Keakraban dengan desain Prancis bukan sebagai faktor, karena para pilot EAF pun telah mengoperasikan pesawat Prancis dan Soviet/Rusia selama beberapa dekade. Akan tetapi keputusan akuisisi Su-35S bisa bersifat politis.

Jet tempur Rafale EM Angkatan Udara Mesir. © Ahmed XIV via Wikimedia Commons

Sejak tahun 2016 hingga 2018, Mesir telah membeli sejumlah besar peralatan canggih Rusia, mulai dari helikopter serang hingga rudal pertahanan udara. Pembelian Su-35S bisa menjadi kelanjutan dari kebijakan tersebut.

Tapi ada banyak kerugian politis dari keputusan ini. Amerika Serikat telah menerapkan sanksi kepada pelanggan Su-35S terakhir, Indonesia. Juga, penambahan badan pesawat keenam ke inventaris EAF berarti bahwa anggaran mereka akan diperpanjang lebih jauh jika mereka berencana untuk melatih dan terbang dengan semua armada pesawat jet tempurnya. Mempertahankan pipa logistik untuk enam jenis jet tempur sangat mahal, dan anggaran pelatihan kemungkinan akan berkurang.

  7 Responses to “Manakah Yang Akan Menang Su-35 vs MiG-35?”

  1.  

    Oleh karna itu mesir mmborong keduanya supaya keduanya menang
    😆 😆

  2.  

    Kombinasi Duo 35 (Su-35 dan MiG-35) plus S-400 yg kabarnya akan diakuisisi Mesir, akan sangat berpengaruh pada kenyamanan dan keunggulan Israel di kawasan…

    Akan semakin menarik kisahnya dimasa yg akan datang nih

    •  

      Gue berharap semoga TNI juga melakukan hal yg sama bung

      •  

        Sayang kita blum bisa dpt apa2..uang gak cukup buat beli,habis untuk buat infrastruktur aja.infrastruktur mmg perlu tapi dari dulu masalah militer selalu di nomor dua atau tigakan,padahal militer kuat itu penting bgt buat kedaulatan..negara besar militer kecil ya bakalan sering diinjak2 asing

        •  

          Noted, sebenarnya bukan masalah anggaran bung, mekanisme udah ditetapkan, dana sudah dialokasikan, masalahnya ada pada unsur tarik ulur, apakah ini memang murni keinginan pelaksana kebijakan (para menteri terkait) ataukah ada faktor eksternal yg menyebabkan mereka berbuat seperti itu, termasuk unsur sanksi CAATSA.

  3.  

    Negara yg berdekatan dengan israel memang harus mnjaga kdaulatanya jika tidak ingin d caplok israel dan amerika.