Aug 242016
 

Barang bekas ternyata tak hanya bermanfaat untuk kehidupan rumah tangga, namun juga dapat berguna untuk kepentingan militer. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Kolonel Punto dari Korem 044 Palembang, Sumatera Selatan.

Sejak bulan Mei lalu, Kolonel Punto melakukan pengembangan untuk mengubah ban bekas menjadi bahan cat antiradar. Dengan menggunakan teknik khusus, Ia terus melakukan ujicoba terhadap penemuannya tersebut.

“Ide dari Komandan Korem Kolonel Punto. Diambil dari ban bekas, dibuang kawat-kawatnya. Lalu kita proses,” ujar Kasi Ops Korem 044 Palembang, Letkol Wahyu dalam Rakornis TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Balai Samudera, Jakarta Utara, Rabu (24/8).

Letkol Wahyu menjelaskan bahwa serbuk cat antiradar itu berwarna hitam karena berasal dari ban bekas. Ia optimis bahwa jika satu bangunan atau kapal diolesi benda tersebut, maka radar musuh tidak akan bisa mendeteksi. Menurutnya, bangunan yang diolesi dan kemudian dicoba dideteksi dengan sebuah sinyal sonar, reaksinya justru menolak sinyal.

“Ini menolak sinyal. Baru kita uji pakai sinyal kita, pakai radar sonar,” ujar Letkol Wahyu.

Kasi Ops Korem 044 Palembang itu mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengujian terhadap penemuan cat antiradar tersebut sebelum diperkenalkan kepada Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Mulyono.

Sumber: okezone.com

  38 Responses to “Manfaatkan Ban Bekas, Korem 044 Palembang Kembangkan Cat Anti-Radar”

  1. 01. Ok

  2. Trus qw harus bilang pertamx gtu,,,

  3. Wahhhh

  4. itu tentara yg di belakang lg ngapain…? ??

  5. Mana Barangnya?? 😮

  6. hayoo…..cat ..alut sista indonesia dengan karet ban bekas…..
    ha ha ha

  7. Kalo di babar disini malah ketahuan agen asing.

  8. Saking siluman-nya, anti-radar, g kliatan barangnya 😮

  9. koq pak Punto tau jenis lapisan anti radar, emang disitu ada alutsista sejenis,,,overall penemuanya layak dikembangkan klo terbukti,,,ane siap suplai ban bekasnya xixixixix

  10. kl bnr mstnya gak di publik kan untk sndr ajj, untk prthanan .lnjtkan penilitian.hhhhi

    • cat stealth sdh banyak di pasaran bang..?? lihat saja trimatan…,
      ada yg dari ban bekas,ada juga yg dari tulang ikan,…dll
      pendek kata untuk viber,plastik itu sulit di lacak radar..,
      kecuali untuk pesawat terbang tempur..cat plastiknya di tambah dengan YG DIRAHASIAKAN,..
      kita semua saja yg banyak kurang tau…
      lagian di JKGR dulu sudah di bahas

  11. Cat anti galau

  12. Cara kerja radar adalah mengirimkan gelombang radio kemudian objek yang di sasar akan memantukkanya kembali dan di tangkap antena. Berdasarkan itu bisa di ketahui besar /jarak dari objek .
    Keterangan di atas justru sasaran menolak radar . ARTINYA sasaran terdeteksi. Kalau memang objek tidak kelihatan di radar berarti Salah Tulis . Untuk bahan ban bekas memang secara akal bisa menyerap radar ,karena ban mengandung arang sehingga berwarna hitam .sifat arang adalah menyerap radar .Tapi arang yang ada di ban cuma sedikit ….lebih banyak karet sintetis.
    Yah tak ada kayu arangpun jadi .pepatah ngawur…..

  13. Cat anti radar, susah ada itung itungannya sampai berapa persen penurunan deteksi oleh radar pd objek yg sudah Di olesin? Kalo sudah ADA tertulis baru bisa Di Babar.

    Radar sonar? Gelombang suara – pantulan???

    BTW good job, coba Di adakan kerja sama dgn BPPT. Biar bisa Di kembangkan lebih lanjut

  14. kami warga SULTRA Malu, melihat kelakuan bapak gubernur kami… sudah rahasia umum warga kota Kendari bahwa kehidupan keluarga sang gubernur sangat berfoya – foya… gubernur kami pernah diisukan nikah dgn salah satu artis ibu kota, rumah di Kendari sangat besar,megah dan luas…. kekayaan tambang Sultra sangat bermacam – macam tapi di manfaatkan segelintir golongan dari kelompok sang gubernur…. pernah merayakan tahun baru membeli kembang api 1 milyar dari China, untuk apa berhura – hura sedangkan rakyatnya banyak menderita.. pekerja tambang banyak dari China sedang pekerja lokal banyak yg di tolak untuk bekerja… KEKAYAAN ALAM SULAWESI TENGGARA BEGITU MELIMPAH TAPI CUMAN DI MAANFAATKAN SEGELINTIR ORANG UNTUK MEREKA SENDIRI..

  15. Lah kok di bocorin..

  16. Bisa tuh di tempelin disekeliling body f16 biar pas terbang gk kebaca radar lawan.

    Ngemeng ngemeng itu baru ban bekaass bisa dimanfaatin. Mungkin besok besook bisa manfaatin barang bekas yg lain lagii. Gk cmn bwt anti radar.. bisa saja misalnya bekas pejabat korup di bikin pengganti sasaran latihan tembak..dar der dorr..

  17. Hmm…bagus, ini namanya tentara yang gak cuma makai senjata, tapi juga inovatif menemukan penangkal senjata. Jos, Nem.

  18. Maling teriak maling….akhirnya diciduk komisi PK..

  19. mbak carin dlu pake nick name neng oke lah bukan ???

  20. aulia pohan jg dpt remisi langsung dari besan

  21. Tes

  22. @john

    Ini alam adiknya tety vera bukan?

  23. aduh lama juga terbungkar nya kasus korupsi nya makan bertahun2. bapak.(nor alam)pakay cat anti katahuan apa
    pasti dari ban bekas yaaa…

  24. Kekuatan militer Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan USA, Inggris, Jerman, Jepang, China. Walaupun demikian Indonesia bisa membuat dan membina cat anti Radar ini, berdasarkan kerja keras orang Indonesia. Marilah kita doakan sesuai agama masing masing, supaya cat anti Radar ini bisa lebih baik lagi dan lebih tahan lama, sehingga dipergunakan di semua Tank, Kapal Laut, Kapal Terbang yang dimiliki oleh TNI. Majulah Indonesia dan jayalah Indonesia

    • Sampe segitunya bung, gak suka sama malontong. Sampe di jadikan ID…. awas lho nanti berubah jd cinta malontong…. xixixi

    • @ Haji MA
      Mungkin kalo dibandingkan punya USA, Inggris dan Jerman memang punya Indonesia kalah besar dan panjang pak cik. Tapi kalo dibandingkan dng punya jepang apalagi China, punya Indonesia lebih panjang dan lebih besar pak cik. Gmn menurut pak cik.? Setuju.?

 Leave a Reply