Manpads Pindad, Mengejar Kemandirian Teknologi Rudal

21
131
Mockup prototype Rudal Pindad (Indonesia Military Fans)

Jakarta – Dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke-72, Kementerian Pertahanan menggelar Pameran Produk Alutsista karya industri pertahanan dalam negeri yang dilakukan, Minggu, 13/8/2017 di Lapangan Bhineka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jakarta,  seperti dirilis. Kemhan.go.id.

Pameran ini menghadirkan 35 karya industri pertahanan dalam negeri  yang merupakan hasil rancang bangun anak bangsa Indonesia.

Sejumlah produk industri pertahanan dalam negeri baik dari BUMN maupun BUMS, ditampilkan, antara lain : PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT Len Industri, PT Dahana, PT INTI dan PT PAL Indonesia.

Sedangkan dari BUMS antara lain : PT Elektronika Utama ITB, PT Enindo Mitra Tama, PT Infoglobal Teknologi Semesta, PT Infra RCS, PT Garda Persada, PT Robo Marine Indonesia, PT Mega Perkasa Enginering dan PT IPCD.

“Ada beberapa poin, kita sedang kembangkan kapal selam yang ketiga, yang dibangun PT PAL. Kemudian ada beberapa peluru kendali, ini sedang kita kembangkan agar kita tidak tergantung dengan negara lain khususnya untuk peluru kendali,” ujar Sekjen Dr Widodo, kepada Detik.com, Minggu (13/8/2017).

“Propelan, itu juga lagi dikembangkan PT Bahana, mungkin nanti tahun 2019 semuanya bisa terwujud. Kemudian juga ada roket, radar, ini juga merupakan penimbangan untuk ke depan,” ujarnya.

Dari keterangan Sekjen Kemhan itu, satu yang mau kita tekankan, adalah pengembangan peluru kendali.  Selama ini kita lebih banyak mendengar pengembangan roket yang dilakukan oleh LAPAN.

Berbicara soal peluru kendali sejak tahun 2016, PT Pindad telah mengembangkan prototype Man Portable Air Defense System (MANPADS), untuk pertahanan udara yang dilakukan bersama LAPAN dan LAPI ITB.

Menurut Kapuslitbang Alpalhan Kementerian Pertahanan, pembuatan Manpads ini merupakan salah satu program unggulan Balitbang Kemhan karena peralatan pertahanan ini sangat dibutuhkan. Manpads adalah sistem senjata yang digunakan untuk melumpuhkan musuh dengan menggunakan roket kendali, dilengkapi dengan shaped charge warhead. Konsep desain misil dapat menjangkau jarak antara 1 sampai 5 Km dengan kecepatan misil ± 650 m/detik, seperti dilansir Pindad.com.

Masih sedikit keterangan tentang spesifikasi Manpads yang sedang dikembangkan Pindad.

Tapi sebagai perbandingan, inilah spesifikasi Manpads 9K38 Igla buatan Uni-Soviet/Rusia :

Berat : 10.8 kg
Panjang: 1.574 meter
Diameter 72 mm
Hulu Ledak : 1.17 kg (2.6 lb) with 390 g (14 oz) explosive
Engine : solid fuel rocket motor
Jangkauan : 5.2 km
Jangkauan Ketinggian : 3.5 km
Kecepatan : 570 meter/detik atau Mach 1.9
Guidance : Dual waveband infra-red (S-version).

Sistem kerja Manpads

Jika dibandingkan dengan Prototype Manpads Pindad, Manpads Pindad memiliki kecepatan yang lebih unggul, yakni 650 m/detik. Adapun jangkauan hampir sama. Data lain belum tersedia.

Namun jika Manpads Pindad dibandingkan dengan Manpads RBS70 NG, Manpads buatan SAAB ini lebih unggul.

Manpads RBS 70 NG memiliki jangkauan intercept efektif mencapai 8 km, dengan cakupan ketinggian 5 km, sehingga menjadi sistem rudal VSHORAD terbaik di kelasnya dan dapat digunakan di semua iklim.

Rudal BOLIDE RBS 70 NG mampu menghancurkan ancaman mulai dari target pesawat dan helikopter sampai target kecil seperti rudal jelajah dan UAV. Kombinasi shaped-charge dan hulu ledak pre-fragmented membuat sistem unik ini mampu mengalahkan target udara berlapis baja seperti helikopter serang dan pesawat CAS serta target darat lapis baja seperti APC.

RBS70 NG SAAB)

Kerjasama Pindad SAAB Swedia

Tak lama setelah peluncuran program manpads nasional tersebut, November 2016, PT Pindad dan SAAB Swedia menjalin kerjasama strategis untuk mengembangkan Ground Based Air Defence (GBAD) yang diproduksi di Indonesia untuk ditawarkan ke TNI. Hasil kerjasama ini adalah produk yang ditampilkan di ajang Indo Defence Expo & Forum 2016. Produk rudal RBS70 NG Manpads dan Radar Giraffe 1X milik SAAB dipamerkan di booth PT Pindad di Jakarta International Expo (JIExpo) 2-5 November 2016, dilansir Pindad.com.

Dari kerja sama ini, tampaknya PT Pindad ingin mempelajari manpads RBS70 NG, Saab Swedia, untuk mendapatkan teknologi bagi Manpads Pindad.

Dalam ruang lingkup kerjasama dengan SAAB Swedia, PT Pindad menerima solusi turnkey yaitu rudal RBS70 NG yang dilengkapi dengan radar Giraffe 1X yang ditambahkan pada produk kendaraan taktis Komodo produksi Pindad.

Manpads RBS70 NG merupakan rudal dengan teknologi terbaru yang menyediakan sistem pertahanan udara modular yang sangat terintegrasi dan dirancang khusus untuk memungkinkan opsi penyebaran pasukan yang sangat fleksibel. Sistem pengamatan RBS70 NG juga dilengkapi beberapa fitur seperti thermal imager, auto tracker, dan Identification Friend or Foe (IFF).

Sistem pertahanan udara RBS70 NG dapat digunakan seorang personil yang disebut sebagai Man-Portable Air Defence System (MANPADS) dan juga dapat dipasang di berbagai tipe kendaraan tempur. RBS70 NG dapat pula terintegrasi dengan jaringan dan kendali jarak jauh.

Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengakui kerjasama ini akan meningkatkan kemampuan Pindad untuk dapat menguasai teknologi rudal dan radar, untuk dapat memenuhi kebutuhan pengguna akan keamanan pertahanan udara Indonesia.

Menurutnya, ancaman pertahanan udara saat ini sudah berevolusi, dari ancaman manusia menjadi ancaman wahana tak berawak. Dibutuhkan ekskalasi kemampuan industri pertahanan nasional untuk menguasai teknologi rudal dan radar. Kerjasama Pindad dengan SAAB merupakan saat yang tepat untuk mewujudkan hal tersebut, ujar Abraham Mose.

Pengembangan Launcher Anti Tank : Desain Produk (KKLDE Tel-U) – PT. PINDAD. (Id.rg.telkomuniversity.ac.id)

Selain mengembangkan Manpads, PT Pindad juga mengembangkan ATGM (Anti Tank Guided Missile) / Launcher Anti-Tank Pindad, yang disainnya bekerjasama dengan KKLDE Telkom University .

21 KOMENTAR

    • Numpang komentar…
      RBS 70 jelas lebih bagus dari manpads krn RBS 70 bukan manpads (krn tidak portabel) tetapi masih VSHORAD. Dari ukuran RBS 70 juga lebih besar.

      Kalau peluncur AT yg digambar sepertinya bukan ATGM tetapi hanya unguided rocket seperti RPG dan M 72 LAW.

  1. Kalo spt ini masih mending beli punya swedia, pasti ada kerjasamanya. Terbukti sekarang sdh kerjasama pembuatan rudal manpads. Hasilnya nyata. Memang Swedia sangat bisa diandalkan. Betul apa kata Tukang Ngitung, Phd bahwa kerjasama dng Swedia lebih menguntungkan utk kemandirian alutsista.
    Daripada kerjasama dng tuannya si Jimmy yg pelitnya luar biasa, kerja sama BMP-3F gagal, kerja sama sukhoi minta bayaran tinggi selangit. Dasar Rusia tengkulak. Rusia dan Jimmy sama2 tdk bisa dipercaya….xixixi

    • Belum tentu, Swedia mau TOT RBS 70 krn RBS 70 sudah mau dipensiunkan oleh mereka dan diganti dgn land based variant IRIS T. Ini berarti teknologinya sudah usang, makanya mau di TOT. Lagipula ada org yg di Indomiliter yg bilang TOT nya cuma casing sama integrasi saja, bukan produksi.

      • Dua bulan lalu ngobrol dengan orang BUMN yg kerja di roket. Dia bilang paling susah cari teknologi seeker. Jamgankan alih teknologinya, mau beli dipasaran saja, saat tahu sebuah komponen akan dipakai utk membangun seeker, akses langsung ditutup.

        Katanya, tak ada negara yg mau ngasih teknologi seeker.

        Berarti utk mendapatkan teknologi ini, harus membawa orangnya ke Indonesia as a personal.

        -imho

  2. Saya sekeluarga besar dan warga se RT dan se RW tak lupa pula warga se kelurahan serta se kecamatan bersama-sama warga ke kotamadya dan se provinsi mendoakan semoga 2 proyek prestisius ini MANPAD dan ATGM PT. PINDAD bisa sukses dijalankan dan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi yang setara dengan produk-produk AS, EROPA dan RUSIA. AAMIINNN