Mantan Penasihat Keamanan Nasional Israel Kaji Kasus Teror

0
22
Mantan Penasehat Keamanan Nasional Israel, Mayjend (Purn) Yaakov Amidror © Hilel Meir/TPS via Arutz Sheva 7

JakartaGreater.com – Mantan Penasihat Keamanan Nasional Israel Mayjen (Purn) Yaakov Amidror mengutuk “terorisme Yahudi” pada hari Rabu, memperingatkan bahwa serangan oleh pemuda Yahudi terhadap orang Arab di Yudea dan Samaria berpotensi lebih merusak Israel daripada terorisme Arab, menurut Arutz Sheva 7.

Berbicara dengan Radio 103 FM pada hari Rabu, Amidror menanggapi tuduhan terhadap sekelompok remaja Israel yang ditangkap baru-baru ini sehubungan dengan kematian Aysha al-Rabi yang berusia 45 tahun, yang meninggal pada tanggal 12 Oktober setelah mobil yang dikendarai suaminya mengalami tabrakan dan dilempari batu didekat kota Israel Rehelim di Samaria.

“Adalah kewajiban bahwa setiap orang Yahudi yang mengenakan kippa untuk mengatakan bahwa kerusakan yang disebabkan oleh anak-anak teroris Yahudi ini lebih besar daripada [kerusakan yang disebabkan] oleh terorisme Arab, karena teror Yahudi menimbulkan pertanyaan tentang legitimasi keberadaan Negara  Israel”, terangnya.

Sementara badan keamanan internal “Shin Bet” baru-baru ini mendapat kecaman karena metode interogasinya terhadap pemuda Yahudi yang dicurigai dalam kematian al-Rabi dan kasus pembakaran Duma, Amidror menyarankan bahwa pekerjaan “Shin Bet” dalam dua kasus itu sangat vital bagi kelangsungan hidup masyarakat dan negara.

“Kita tidak akan ada tanpa Shin Bet”, katanya.

Dimulai pada akhir Desember dan berlanjut ke Januari, polisi Israel dan agen-agen Shin Bet menahan sejumlah remaja Israel sehubungan dengan penyelidikan atas kematian al-Rabi. Para pemuda itu dicurigai terlibat dalam serangan lemparan batu ke mobil keluarga al-Rabi pada bulan Oktober tahun lalu.