Nov 232018
 

ilustrasi

Kota Guatemala, Jakartagreater.com – Pengadilan Guatemala pada Rabu 21-11-2018 menjatuhkan hukuman penjara 5.160 tahun kepada seorang mantan prajurit atas pembantaian massal terhadap 171 orang, dirilis Antara, Kamis, 22-11-2018.

Pembantaian tersebut dianggap sebagai salah satu kekejaman paling buruk dalam perang saudara selama 36 tahun di negara itu. Majelis jaksa mengatakan bahwa bekas tentara itu, Santos Lopez, terlibat dalam pembunuhan massal pada 1982 terhadap hampir separuh dari pria, wanita dan anak-anak penduduk desa petani Dos Erres.

Lopez dituduh menjadi bagian dari pasukan Patroli Khusus Kaibiles, yang dikerahkan ke Dos Erres untuk mencari anggota kelompok gerilya, yang sebelumnya menyergap iringan militer.

 

Ketika pasukan patroli gagal menemukan gerilyawan atau senjata api, mereka menarik penduduk desa keluar dari rumah dan memerkosa remaja putri, kata jaksa. Untuk menutupi pemerkosaan itu, pasukan membunuh hampir separuh penduduk di sana.

Pembunuhan massal itu dilancarkan pada masa kepemimpinan diktator militer Guatemela, Rios Montt. Rios Montt meninggal pada April. Ia saat itu dituduh melakukan pemunahan.

Dakwaan tersebut dikenakan terhadapnya dalam salah satu tahap paling berdarah pada konflik masa Perang Dingin, yang berlangsung sejak 1960 hingga 1996.

Bagikan:

  4 Responses to “Mantan Prajurit Guatemala Dihukum Penjara 5000 Tahun Lebih”

  1.  

    sett dahh….ampe nnti mati,…kuburannya di dlam sel penjara ampe 5000 thn….ribet amat,..knapa gak dihukum mati aja…simpel,..gak bnyk biaya.

    •  

      Karena manusia bukan Tuhan. Gak ada hak mencabut nyawa manusia karena itu hak asasi mereka. Makanya dipenjara dg sangat lama itu lebih manusiawi daripada dihukum mati. Kalo ente gak paham apa itu Hak Asasi Manusia lebih baik ente diem aja daripada nyepam. Hhhhhhhhhhh

  2.  

    gini nih klo negara menghapus hukuman mati, hukuman penjaranya bisa sampe 5 milenium gt

  3.  

    Lucu aja masa hukumannya seperti ngelawak.he3

 Leave a Reply