May 172017
 

Bundaran HI Jakarta (Gunawan Kartapranata)

Jakarta – Kunjungan tim survei Bank Dunia ke kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta merupakan inidikasi bahwa iklim berinvestasi dan berbisnis di Indonesia positif.

Kepala DPM & PTSP Edy Junaedi Harahap dalam rilis di Jakarta, Rabu, 17/5/2017 menilai kunjungan itu sebagai sinyal positif terhadap perubahan yang sedang berlangsung di Indonesia.

“Kunjungan ini menunjukkan ada perhatian Bank Dunia pada perubahan positif di Indonesia yang berhasil menerapkan reformasi pada tujuh indikator dalam peringkat Indeks Kemudahan Berbisnis,” ujar Edy.

Indeks kemudahan berbisnis, papar Edy, merupakan salah satu tolok ukur daya saing negara yang dinilai oleh lembaga Bank Dunia terhadap 10 indikator peraturan yang memiliki pengaruh dalam kemudahan berusaha.

Edy menyebutkan saat ini bobot penilaian Pemda DKI sebesar 78 persen untuk indikator Mendirikan Usaha dan indikator Mengurus Izin Mendirikan Bangunan. Bobot itu dihitung berdasarkan jumlah populasi.

Peningkatan tersebut, lanjutnya, dinilai tidak lepas dari kontribusi DPM & PTSP DKI Jakarta yang berhasil meningkat dari tahun sebelumnya.

“Tahun ini poin DKI Jakarta mencapai 77.50 dari tahun sebelumnya yang baru mencapai 69.90. Signifikansinya cukup tinggi,” tuturnya.

Lebih lanjut Edy menyebutkan keberhasilan ini sekaligus membantu mendorong peringkat Indonesia dari peringkat ke-106 menjadi ke-91 dalam hal kemudahan berbisnis pada 2017.

Tak cukup puas dengan peringkat tersebut, Edy mengambil langkah cepat dengan menerbitkan Keputusan Kepala Dinas PM & PTSP Provinsi DKI Jakarta No 23 pada awal tahun 2017 tentang kebijakan simplifikasi variabel perizinan usaha SIUP TDP, dan IMB Gudang sebagai upaya mendorong peringkat indikator Mendirikan Usaha dan Mengurus Izin Mendirikan Bangunan.

“Ini merupakan langkah strategis yang kami tempuh. Kebijakan tersebut terdiri dari beberapa tahap yakni kebijakan pada variabel memulai usaha, kebijakan pada variabel mendirikan bangunan gudang, serta berbagai inovasi pelayanan publik untuk menghapus imej negatif terhadap birokrasi,” ujarya.

Antara

Bagikan Artikel:

  34 Responses to “Mantap, Bank Dunia Kunjungi Jakarta”

  1. Hmmm…

  2. Mudah-mudahan nggak nawarin utang baru… wkwkwkkk

  3. test

  4. Ahoy2..

  5. semua berkat Anies

  6. PASTI PUNYA NIAT Kasih pinjam Kertas TOILET (Bertulis $) buat ditukar bunga “BERAS” (made in INdonesia)..

    https://www.youtube.com/watch?v=m9VfX2rhawI

    https://www.youtube.com/watch?v=8acQcCciMjs

  7. apa nya yg mantap .. bank dunia kalo mau kasih pijeman modal buat ngembangin usaha bakso sy .. tanpa bunga tanpa syarat dan tanpa di tagih di cicil semampunya baru baru deh mantap..

  8. Alasan… ujung ujungnya juga pasti nawarin utang.

  9. Welcome World Bank dan IMF…Dewa penyelamat sgale krisis, jd inget memori wkt krisis taon 98, di mane WB dan IMF ngulurin tangannya ngebantuin RI bangkit dr keterpurukannye…Kami kagak bakal ngelupain jasa2mu, dewa penyelamat…Thank’s.

  10. Ini forum militer apa keuangan dan ekonomi?

  11. Jangan mau sama hutang…

  12. yg juga harus dipikir adalah bagaimana rakyat lebih antusias utk mengunakan transportasi umum dripada kendraan pribadi yg malah merugikan negara akibat konsumsi BBM yg tinggi

  13. yonhap…..plerrr mbah loe yg ditolong imf untuk dibesarin dn dipanjangin

  14. Makin rumit, utang lagi yang ditawarin. modal vs utang apa bedanya

  15. Baru survey, blm tentu gelontorkan pinjaman… Sekalian lihat2 peraturan dan perundang-undangan yg ada di RI kira2 menguntungkan mereka ngak, tetap waspada…

    Salam warga jakgreat

  16. ada niat busuk, arep nawar ke utangan mergone ora ono sing utang nang bank dunia

  17. Klu masih memakai sistem moneter ciptakaan wahyudi pasti gak jauh2 dr bunga yg mengakibatkan Inflasi dan fluktuasi harga sesuai permainan pr pialang dan broker! Coba fikir kenapa mesti memakia dolar untuk tukar nilai barang, dan yg tdk memakainya akan dihancurkan secara ekonomi,politik jg melalui militer seperti Libya,Syria,Irak yg merubah memakai Uero Eropa dgn dalih yg macam2 akhirnya diserang dan dihancurkan.

  18. ayo dulu2an sama china, kita lg devisit nih

 Leave a Reply