Oct 092017
 

“Bussiness is hard, you must do hard”. Berbisnis perlu keberanian, ulet dan harus tahan uji, karena bisnis itu keras.  Jangan menyerah, jika gagal, anggap kesuksesan yang tertunda, harus bangkit, tekun dan ulangi lagi. Pilihlah satu bidang saja.

Bekasi – Jakartagreater.com – “Bussiness is hard, you must do hard”. Berbisnis perlu keberanian, harus tahan uji dan ulet, sebab bisnis itu keras.  Jangan menyerah jika gagal, karena kegagalan adalah sebuah kesuksesan yang tertunda harus bangkit, ulangi lagi dan lagi diulang. Pilihlah satu bidang bisnis saja dan tekuni sambil berdoa.

Jangan bisnisnya berganti ganti. Nanti pasti kita akan paham dari a sampai z. Bila gonta ganti usaha sejatinya kita tidak pernah pintar dengan satu hal dan mencerminkan kita adalah orang yang mudah menyerah dan putus asa, sebaiknya bersabar dan selalu memohon doa kepada Tuhan Yang Maha Esa”. Itulah beberapa kiat berbisnis yang dilakoni oleh Sertu Mar (Purn) Rachmat Subekti.

Sertu Mar (Purn) Rachmad Subekti adalah salah satu Marinir yang punya naluri bisnis sejak masih aktif sebagai Marinir. Gemblengan sebagai Marinir yang keras membentuk jiwa bisnisnya semakin mantap. Kini ketika sudah pensiun pria kelahiran Jogjakarta 50 tahun lalu ini membuka sebuah resto makanan “steak” yang cukup berkelas.

“Bussiness is hard, you must do hard”. Berbisnis perlu keberanian, ulet dan harus tahan uji, karena bisnis itu keras. Jangan menyerah, jika gagal, anggap kesuksesan yang tertunda, harus bangkit, tekun dan ulangi lagi. Pilihlah satu bidang saja.

Bersama istrinya Ny. Sri Haryati, Sertu Mar (Purn) Rachmat Subekti alias Bang Bekti, alumnus Pendidikan Calon Tamtama  Angkatan 59 tahun 1984 membuka makanan ala “western“ yang butuh penanganan ekstra ini.

Memperkerjakan tidak kurang 18 orang di dua ruko 3 lantai, Bang Bekti menyajikan aneka rasa steak ala New Zealand, Australia dan Amerika. Dua ruko disulap menjadi satu dan dijadikan tempat “kongkow” yang cukup artistik penuh keunikan.

Tempatnya yang tidak di pinggir jalan raya membuat susana nyaman. Lampu warna warni dengan dinding model “bata merah” tertapi rapi. Ornamen dan hiasan ekslusif menambah serasa makan di resto negeri jiran dengan harga terjangkau. Jadi tidak perlu lagi ke negeri orang untuk menikmati lezatnya kuliner para “cow boy” ini.

“Memang semua ini saya bangun dengan kerja , usaha dan doa yang keras. Semua saya berusaha mendesain sendiri dengan memanfaatkan sosial media. Semua murni ide saya masalah desain interior ini,” ujar Alumni Dikcabareg (Pendidikan Calon Bintara Reguler ) tahun 2012 ini.

“Bussiness is hard, you must do hard”. Berbisnis perlu keberanian, ulet dan harus tahan uji, karena bisnis itu keras. Jangan menyerah, jika gagal, anggap kesuksesan yang tertunda, harus bangkit, tekun dan ulangi lagi. Pilihlah satu bidang saja.

“Saya pernah cari pengalaman di Selandia Baru. Di sana punya pengalaman membuat steak. Alhamdulillah itu bisa saya pakai. Sekarang saya sudah pensiun jadi saya sekarang sudah punya waktu penuh kelola usaha ini. Bahan Baku seperti daging sapi, disokong oleh importir terkemuka.

Untuk daging impor seperti PT Indoguna Masuya dan PT Sukandah, ” jelas pria yang sudah menunaikan ibadah haji 2013 lalu. Nuansa restonya memang artistik, satu hal yang unik yakni dengan membutuhkan bahasa Jawa untuk membedakan “toilet” , yakni “lanang” untuk pria, dan “wadon” untuk wanita.

“Resto steak ini saya kasih nama “Steak house 818″ memang ada sejarahnya. Beberapa nama memang pernah istri dan keluarga usulkan dan saya rancang. Namun 818 yang pas di hati. Semoga membawa keberkahan 818 gabungan dari Angola kelahiran ke dua anak saya dan istri saya. Berasal dari ke dua anak saya lahirnya tanggal 8 , sedang 18 berasal dari tanggal lahir istri saya. Dihitung hitung jika dihitung jumlahnya 8. Angka bagus menurut hitungan Jawa,” ujar Rachmad Subekti.

“Bussiness is hard, you must do hard”. Berbisnis perlu keberanian, ulet dan harus tahan uji, karena bisnis itu keras. Jangan menyerah, jika gagal, anggap kesuksesan yang tertunda, harus bangkit, tekun dan ulangi lagi. Pilihlah satu bidang saja.

Menurutnya, Berbisnis harus ulet dan jangan lupa untuk selalu berdoa dan berusaha bekerja dan bersabar serta bertawakal agar berhasil. Semua yang diberikan Allah kepada kita adalah suatu ujian.

“Manusia sering lupa jika diberi lebih. Akhirnya salah jalan. Tuhan YME akhirnya mencabut nikmat itu. Sesudah itu kita baru sadar. Saya beberapa kali mengalami ini. Bisnis saya hancur, anak yang saya cintai lebih dahulu meninggalkan saya,” tutur Pria yang pernah berdinas di Timor Timur dan Ambon ini.

“Saya ingin mengisi masa tua saya dengan berbisnis dan beribadah, sambil menjaga keluarga, saya juga mengajak rekan rekan untuk berwira usaha. Banyak waktu yang bisa kita lakukan, saya siap berbagi pengalaman ” jelas Rachmad Subekti.

Rachmad Subekti mengatakan, “Menjalani Pendidikan Marinir memang berat , tetapi lebih berat menjaga diri selama berdinas sebagai Marinir. Alhamdulillah saya lulus menjalani tugas sebagai Marinir hingga pensiun dengan hormat sesudah mengabdi selama 31 tahun dengan berbagai macam dinamikanya.”

“Bussiness is hard, you must do hard”. Berbisnis perlu keberanian, ulet dan harus tahan uji, karena bisnis itu keras. Jangan menyerah, jika gagal, anggap kesuksesan yang tertunda, harus bangkit, tekun dan ulangi lagi. Pilihlah satu bidang saja.

Resto milik Rachmad Subekti  yang berlokasi di Jalan Lotus Timur Unit Blok RSOD 18 Grand Galxay Bekasi Timur yang baru dilakukan “soft opening” pada hari Jumat 1 Oktober 2017 lalu.

Ayah dari Fadjar Fadli, Febby Qorry Marini dan Fiscal Hafidz Rafif berharap semoga usaha yang dijalaninya menjadikan barokah dunia akhirat, dirilis Korps Marinir.

  10 Responses to “Mantap ! Cara Sertu (Purn) Rachmat Subekti Isi Masa Pensiun”

  1. perlu ditiru anak2 muda agar tdk cepat menyerah

  2. Ehem itu yang cantik pakai baju item siapa ya.

    (ingin tahu)

    Xixixixi

  3. Banyak jg pensiunan TNI jd wira usahawan!

  4. Potret pemilik dan ketiga wanita cantik…sakinah, mawadah, warohmah…

  5. Wah besok keluar edisi ngitung dari TNPHD nih……ha.. Ha.. Ha..

 Leave a Reply