Mar 172019
 

Manuver F-18 Hornet (foto:CommonWikipedia)

JakartaGreater.com – Sebelumnya semua orang mengenal manuver Patukan Cobra adalah dominasinya pesawat tempur buatan Rusia seperti Su-27, Mig-29, Su-30 dan Su-35.

Pilot Su-27 asal Rusia Viktor Pugachyov, melakukan aksinya yang akhirnya terkenal sebagai “Pugachev Cobra Maneuver” . Hal ini juga sangat mempengaruhi penerbangan di masa depan. Kemampuan manuver, menjadi project andalan untuk pesawat tempur yang hebat.

Disisi AS, hanya pesawat tempur F-22 Raptor yang mampu melakukan manuver Patukan Kobra. Memiliki tenaga besar dan nozel vectoring membuat F-22 dapat melakukan akrobat-akrobat udara yang spektakuler. Adapun F-15, F-16 dan F-18 dianggap sebagai pesawat tempur konservatif yang tidak memiliki manuver intensitas tinggi seperti F-22.

Sebelumnya kemampuan manuver pesawat tempur Amerika Serikat diremehkan, mengapa? Ada pepatah yang mengatakan bahwa para pesawat tempur AS pada saat ini sebagian besar menggunakan kontrol penerbangan terbatas yang merupakan batas tindakan penerbangan kontrol komputer.

Lambatnya penerbangan saat melakukan sudut serangan mudah menyebabkan sayap kehilangan daya angkat, batas sudut serangan dibatasi hingga 60 derajat. Karena itu, operasi penerbangan biasa memang tidak memungkinkan untuk melakukan manuver kobra.

Namun, dalam video diatas F -18E ini melakukan manuver mirip patukan kobra pada detik ke 48, dan melihat tentengan sayapnya, F-18E membawa banyak persenjataan rudal, memperlihatkan meski membawa beban senjata yang berat, F-18 masih mampu melakukan manuver yang menakjubkan.

Fakta lain dari F -18E, prototipe Northrop YF-17 yang diperkenalkan pada tahun 1974, sudah pernah melakukan manuver Cobra, mungkin karena memiliki desain sayap yang unik, sehingga aliran udara tidak hilang pada sudut serangan yang tinggi. Desain ini telah dipertahankan di masa depan pada pesawat tempur F -18 Hornet, dan sekarang FA-18E.

Chinatimes.com

 Posted by on Maret 17, 2019