Jun 252014
 
Luang Prabang, kota kecil cagar budaya yang dilindungi Unesco, yang menjadi ibu kota pertama Laos, sebelum pindah ke Vientine

Luang Prabang, kota kecil cagar budaya yang dilindungi Unesco, ibu kota pertama Laos, sebelum pindah ke Vientine

MAP of CONFLICT SERIES : Analisa Umum Pasifik, Bag.VI

Laos – Myanmar

A. LAOS
Sejarah Laos tidak pernah lepas dari konflik berkepanjangan, dari konflik menentang penjajah hingga konflik pertikaian saudara. Perancis, Jepang, Amerika, China, dan Vietnam pernah ikut mencelupkan tangan mereka dalam kobar api peperangan di Laos. Sebagaimana kedatangan kedua Belanda di Indonesia, pasca perang dunia kedua Perancis juga ingin mendirikan kembali negara protektoratnya di Laos. Masuknya Vietnam Utara untuk membantu gerilyawan lokal, operasi clandestine Amerika untuk menghalangi masuknya komunis di Laos, perang saudara untuk memperebutkan kekuasaan. Itulah sederet panjang konflik yang terjadi semenjak awal abad kedua puluh hingga membentuk wajah Laos yang sekarang. Bisa dikatakan Laos adalah salah satu negara terakhir di ASEAN yang merasakan kedamaian setelah perjuangan yang panjang, dan entah sampai kapan lagi mereka dapat menikmati itu.

Dalam masa kekinian Laos seolah tidak terpengaruh dengan gegap gempita LCS dan tetap tenang menjalani kehidupannya seperti biasa. Secara geografis Laos memang tidak memiliki wilayah laut, sebagian besar berupa rangkaian pegunungan sehingga kurang memiliki pengaruh politis. Semenjak 1977 ketika kelas – kelas terdidik berduyun duyun meninggalkan Laos, praktis ekonomi Laos hanya bertumpu pada sektor agraria dan harus bekerja keras mengejar ketertinggalannya dengan negara kawasan. Dan ketika Laos mulai membuka diri pada 2004 pertumbuhan ekonomi Laos terus meningkat didorong oleh mengalirnya arus investasi asing, dimana antara China dan Jepang bersaing ketat menyumbang porsi investasi di Laos.

Berbeda dengan negara kawasan, Laos masih mempertahankan postur militernya tidak jauh berbeda dari dulu, selama beberapa dekade kebelakang tidak ada pembelian alut sista “baru” oleh Laos. Dengan tidak adanya lagi konflik internal dan potensi konflik eksternal penguasa Laos masih merasa “nyaman” dengan postur militernya yang sekarang. Secara politik Laos banyak dipengaruhi oleh Vietnam, demikian karena Vietnam telah berjasa membantu perjuangan kemerdekaan Laos. Dan disaat yang sama Laos juga medan kepentingan politik antara China dan Jepang melalui jalur investasi yang ditanamkan di Laos, dimana tujuan utamanya adalah mengamankan SDA Laos dalam monopoli perdagangan eksklusif.

Selain berkepentingan ekonomis Jepang juga menyimpan kepentingan untuk menjaga Laos agar tidak jatuh ketangan China sepenuhnya, dengan tujuan untuk mengamankan sisi barat Vietnam bilamana konflik dengan RRC meletus. Sebab Vietnam sendiri adalah relasi di selatan yang lebih penting bagi Jepang daripada Laos yang terisolasi daratan. Sementara itu hubungan Laos dengan RRC lebih terfokus pada masalah ekonomi, jalinan hubungan militer antara Laos dan China dilakukan secara terbatas dan “sembunyi – sembunyi” dibawah hidung Vietnam. Keberadaan Vietnam disebelahnya dan bagaimana peran serta Vietnam dalam sejarah Laos tidak dapat serta merta dikesampingkan begitu saja. Mendekat dalam poros militer RRC akan sama dengan mengundang api peperangan dari “sahabat lama”. Namun disaat yang sama Laos juga sadar diri bahwa mereka juga butuh “pembangunan ekonomi”, dan RRC datang membawa paket madu yang lebih manis dari pada tawaran Jepang atau Vietnam.

Hubungan Indonesia dengan Laos baru sebatas kerja sama perdagangan dengan nilai yang masih relativ kecil serta kerja sama militer dalam hal pengadaan senjata bagi angkatan darat Vietnam. Sebagaimana dengan Kamboja dan Vietnam, kedekatan khusus antara Indonesia – Laos terletak dibawah permukaan dan bagaimana fungsi Laos bagi Indonesia masih dipertanyakan. Terlihat juga Laos hanya memfokuskan hubungan militernya dengan Vietnam, RRC dan Indonesia. Kemungkinan besar langkah ini adalah strategi Laos untuk mengejar ketertinggalannya dalam ekonomi dengan menggandeng negara – negara “rising tides” yang sejalan, dan disaat yang sama berusaha menjamin keamanan dalam negerinya melalui kerjasama bilateral.

B. MYANMAR / BURMA
Sejak kemerdekaannya pada 4 januari 1948 Burma hingga kini masih mengalami pergolakan internal. Konflik ini sendiri dipicu oleh dominasi etnis Birma dalam pemerintahan yang dianggap sepihak. Junta militer yang didominasi oleh etnis Birma melakukan kudeta pada pemerintahan resmi pasca kemerdekaan yang dipimpin oleh Aung San (ayah aktivis pro demokrasi Aung San Suu Kyi) dan terus berlanjut hingga sekarang. Meskipun junta militer kemudian merubah nama negara menjadi Myanmar agar etnis lain ikut merasa menjadi bagian dari negara. Tetap saja langkah ini tidak dapat menenangkan konflik etnis yang terjadi di Myanmar dan resistensi masih terus berlanjut. Demontrasi masa menuntut pendirian pemerintahan demokrasi masih kerap kali terjadi dan pemberontakan etnis minoritas di daerah yang menuntut kemerdekaan pun masih berlangsung hingga sekarang. Bisa dikatakan Myanmar adalah satu satunya negara Indochina yang masih bergolak dalam api konflik.

Pagoda Shwedagon, di Ibu kota Myanmar, Yangon

Pagoda Shwedagon, di Ibu kota Myanmar, Yangon

Guna mendapatkan dana untuk mendukung operasi – operasi intelejennya, CIA melalui operasi clandestine Indochina menjadikan Myanmar, Laos dan Thailand sebagai segitiga emas penghasil narkoba dunia. Produksi terbesar narkoba ada di Myanmar dan dilakukan oleh gembong pemberontak yang beroperasi di daerah pedalaman. Salah satu gembong narkoba yang paling terkenal dan berkuasa yaitu Khun Sa dalam masa hidupnya terindikasi berafiliasi dengan pemerintah. Pasca diburu oleh AS atas tuduhan menyelundupkan opium sebanyak 9000 ton ke Amerika, Khun Sa menyerahkan diri pada pemerintah Myanmar dan hidup di bawah perlindungan junta militer sembari menikmati investasinya. Secara tidak langsung bisa dikatakan pemerintahan Myanmar turut pula menikmati “bagi hasil” dari bisnis narkoba tersebut. Hal ini menjadi ironis mengingat hasil dari penjualan narkoba tersebut juga digunakan untuk membiayai pemberontakan pada pemerintah.

Sementara itu dalam satu dasawarsa terakhir Myanmar menjadi salah satu negara Indochina yang melakukan belanja militer secara agresif. Walaupun secara geografis Myanmar tidak terpengaruh oleh konfflik LCS dan tidak pula memiliki ancaman konflik dengan negara tetangga. Namun itu tidak menghalangi junta militer Myanmar untuk memperkuat otot – otot militernya di ketiga matra. Tekanan dunia internasional yang dimotori oleh Amerika yang menuntut dilaksanakannya demokrasi di Myanmar agaknya teah membuat junta militer Myanmar merasa gerah dan was – was.

Bagaimana tindak tanduk Amerika dalam menyelesaikan permasalahan yang selalu berujung dengan invasi sepihak mendorong junta militer untuk mempersenjatai diri. Selain itu junta militer juga merasa perlu memiliki kekuatan yang cukup untuk mengendalikan pemberontak di daerah serta mengontrol “perdagangan gelap” dikawasannya. Disinyalir hasil dari bisnis gelap tersebut juga menjadi sumber pendanaan militer pemerintah Myanmar, oleh karenanya junta militer membutuhkan kekuatan untuk membuatnya tetap dalam batas – batas “terkendali”.

Sebagian besar peralatan militer yang dibeli Myanmar disuplai oleh RRC dan sebagiannya lagi dibeli dari Rusia dan negara Eropa Timur. RRC juga banyak memberikan hibah alut sista militer kepada Myanmar, hal ini kemudian menandai hubungan Myanmar dengan China yang menjadikan junta militer Myanmar sebagai sekutu dekat Beijing. Junta militer merasa perlu mendekat pada RRC untuk meminta perlindungan dari tekanan Amerika dan Eropa. Sebagai ganti ongkos perlindungan Myanmar kemudian menjadi pelayan RRC bagi kepentingannya di Indochina dan Samudera Hindia. Di daratan mereka dihadapkan dengan Vietnam serta disaat yang sama diarahkan untuk mengamankan Laos, sementara di laut Myanmar berperan menjadi penyedia fasilitas pendukung bagi armada RRC ketika beroperasi di Samudera Hindia. Proyeksi penguatan militer Myanmar kemudian menjadi menarik untuk diperhatikan, jika alasan penguatan tersebut untuk menghadapi pemberontak maka itu akan menjadi terlalu “berlebihan”. Nampaknya penguatan tersebut sebagai respon Myanmar dan RRC atas penguatan yang sama yang dilakukan oleh Thailand, kedekatan Thailand dengan AS turut pula memicu akselerasi Myanmar. Dengan progresnya yang sekarang terdapat pula kemungkinan kelak kekuatan Myanmar akan diarahkan China untuk masuk kedalam konflik LCS atau ikut dalam konfrontasi dengan India pada saatnya nanti, sebagai kuda hitam yang bergerak dari sisi barat Indochina.

Tidak terlihat ada kedekatan khusus antara Indonesia dan Myanmar masih baru dalam tahap “akrab”, perjanjian persahabatan terakhir yang ditandatangani pada 2006 masih belum diratifikasi oleh Indonesia. Namun inisiatif masih berada pada pihak Indonesia yang terus mendorong kemajuan hubungan kedua negara, sebagai bentuk cermin kebijakan politik luar negeri Indonesia dan visinya atas ASEAN. Langkah pendekatan Indonesia atas Myanmar menjadi sangat penting sebab dikemudian hari apa yang dilakukan Indonesia dapat menyelamatkan ASEAN dari kekacauan yang diakibatkan oleh campur tangan negara – negara besar. Dengan menyatukan ASEAN agar lebih “melihat kedalam” dengan sendirinya akan menguatkan ASEAN dari dalam. Oleh alasan yang sama pula hasil pemilu 2014 di Indonesia menjadi sangat krusial, tidak hanya bagi dalam negeri tapi juga negara – negara kawasan yang berkepentingan dengan Indonesia. Sebab langkah yang akan diambil Indonesia akan berpengaruh langsung kepada situasi politik kawasan. Negara – negara seperti Vietnam, Brunei dan Fillipina akan sangat berharap presiden terpilih Indonesia selanjutnya akan meneruskan kebijakan yang telah dirintis oleh pemimpin sebelumnya. (oleh, STMJ)

  106 Responses to “MAP of CONFLICT SERIES (6)”

  1. Alhamdulillah, pertamax…

  2. Pertamax

  3. Apapun situasinya otot otot TNI harus diperkuat 🙂

  4. semoga presiden indonesia kedepannya bisa membawa hubungan indonesia dengan negara seperti Laos dan Myanmar menjadi lebih baik, terutama dari segi ekonomi mengingat peluang insvestasi untuk indonesia di negara – negara tersebut masih terbuka lebar.

    • Amin, apalagi dengan negara Indochina kita tidak ada permusuhan, hubungan politik yang kondusif akan sangat mendukung pengusaha Indonesia untuk mengeksplorasi ASEAN. Vietnam kita sudah mulai masuk, sisanya dalam antrian..

  5. five
    masih anget 😛

  6. 10 besar

    • bung freaxout
      menurut kabar burung,indian itu msh ada darah nusantara
      entah benar entah tidak
      hanya menunggu saat jayanya nusantara baru
      🙂

      • Bukan ada darah bung saking turunannya bima pindah kesana waktu banjir ke 3 dulu. Coba cari di gugel candi ceto indocrop ato turangga seta yang nemuin gunung padang. Dulu yahudi nyembah2,kita sama indian duduk kok. Sekarang kebalik hehehe. Tapi roda karma pasti berputar itu yang mereka ngga mau yang saya takutkan saat orang2 berilmu udah ngga ada mereka mulai bung urakan gimana anak cucu kita nanti

        • itu udah di bookmark bung freaxout
          cuma perasaan saya kok masih ada missing link yg hilang
          makanya msh cari2 lg
          beberapa mitos sudah ada titik jelas
          apa yg terjadi sekarang ya memang hrs kita hadapi
          terasa sekali banyak paparan energi negatif yg melingkupi negeri ini,terlebih saat akan pemilihan presiden atau menjelang 70tahun Republik Indonesia
          perubahan memang harus kita lakukan agar terwujud nusantara baru sesuai kehendakNYA

      • Kuncinya ada di kitab durot. Sama yang ngalahin wisnu bung urakan. Ceritenye ke paneh tuh dewa. Tapi paneh model apa bisa tembus kulitnya krisna. Makanya hindu dulu hindu mahasiwa. Bukan hindu penganut siwa kayak india lho yah. Budhanya juga mahayana. Yah cari cari lah seru kok. Kalo waktunya udahnya namrudz. Yang namrudz ini banjir ke 2. Yang ke 3 suku dravida pindah ke india sampe sekarang. Termasuk indian. Kalo orang awas pergi ke timika bilangnya gini yang di timika itu ada danau, tempat istrinya bima mandi dulu. Lagian ada yang aneh. Airnya bening tapi besi leleh apalagi tangan kalo kena air itu. Tapi kok tanahnya tahes2 ajah. Itu dibawahnya jangan tanya. Si asu aja kepingin tapi takut mati konyol. Makanya jangan sampe papua pergi. Jangan sampe pripot di perpanjang karena pasti di perlebar tempatnya sehingga bisa nyentuh itu danau. Banyak sekali hal yang ngga bisa di jawab sekarang. Mungkin suatu saat nanti anak cucu kita bisa mengetahui kebesaran nenek kakek moyangnya.

        • klo wisnu ini terkena panah pemburu yg besinya memang besi yg tercipta akibat kutukan setelah negerinya kresna ditenggelamkan
          asu bukan hanya mencari itu saja,tapi jg termasuk anti materi,anti gravitasi dan kecepatan melebihi cahaya
          yg terhijab akan tetap terhijab sesuai dengan kehendakNYA
          mgkn akan masuk masanya sumpah sabdo palon bung freaxout

        • Mohon ijin bung urakan dan bung freakout, saya jd terangsang melihat obrolan anda berdua…hehehe, kalo boleh nih…sebenarnya ilmu2 itu tersebar diseantero negeri dan bisa dirumuskan dengan ilmu fisika misal tentang kecepatan sekedip mata (maaf saya tdk memakai kec. cahaya), rumus fisika : v = r/t ( kec = jarak / waktu) utk mencapai kecepatan sekedip mata maka kita hanya bisa jika mampu meniadakan jarak dan waktu (hehehe semuga ndak pusing) maka akan menjadi kecepatan sekedip jika jarak tdk ada dibagi waktu tidak ada (hoax kali ye tp nenek moyang ane bisa kok hehehe….) demikian juga soal moksa ( merubah materi/kasar menjadi antimateri/halus (semoga ane gk gagal paham)…hehehe udah ah nanti dicap klenik wal hoax)…

        • Bung freaxout and Bung urakan, izin ikut nimbrung. Diskusi kalian berdua mengingatakan tentang cerita Bapak saya ketika menerima dan mendampingi (sekitar tahun 1958) kehadiran para peneliti dari museum Leiden Belanda Belanda untuk melakukan eskavasi tentang adanya keterkaitan asal muasal suku Indian Inca di Amerika yang diduga berasal dari dataran tinggi pasmah (sekarang Kota Pagar Alam). Adataran tinggi Pasmah ditetapkan Pemerintah sebagai salah satu cagar budaya sejarah situs megalitikum berusia 2500 -5000 SM),

          Dari eskavasi dapat banyak diketemukan alat alat sesembahan pemujaan yang memiliki kesamaan dengan alat alat pemujaan dengan suku Indian Inca di benua Amerika.

          Dari unsur temuan banyak diketemuka bangunan batu, kubur batu, arca arca dan alat alat pemujaan.

          Dari unsur kesamaan dengan Situs Belakang Padang, reruntuhan bangunan batu ada kesamaan berbentuk batu batu bersegi lima, walau hingga kini belum diketemukan piramida seperti Situs Belakang Padang.Namun dari sisi mistis sudah tidak terhitung masyarakat yang masuk wilayah ini melihat terdapat komplek percandian gaib, sehingga daerah desa/dusun ini akhirnya danamakan desa/dusun Rimba Candi

          Dari sisi penduduk dataran tinggi Pasmah saat ini nyaris di setiap perkampungan 20 % wajah dan warnah kulit penduduknya (memerah darah bila terkena suhu panas) 100 % seperti berwajah Indian. Sebagai gambaran dan pengingat seperti wajah Susno Duaji mantan Kabareskrim.

          Maaf kalau Oot, and Salam kenal buat kalian berdua.

        • Salam kenal juga bung banyu mili dan bung ariekinjeng. Gitu itu lah kebanyakan hanya dapet sepotong2. Udah seharusnya nyari dulu saat banjir nabi nuh itu kapan. Banjirnya sampe ionosphere kalo sekarang(ada di kitab kuning lupa judulnya). Butuh waktu bertahun tahun (mungkin juta tahun) untuk terserap ke bumi. Orang jaman dulu kalo bikin mati suri gampang. Istilah keren hibernasi. Silahkan berimajinasi

      • wah klo ini,saya blm nemu link nya bung freaxout
        hrs putar kayun lg nih
        trims infonya bung freaxout
        pasti seru bila bisa berbicara lgsg dgn bung freaxout

    • wah seru nih obrolannya…saya baru tahu kalau ada hub dengan bangsa indian 🙂 yang saya tau ada missing link dengan istri dari Nabi Ibrahim –> Kesturah…
      intinya bagi kawasan Asean (terutama tetangga yang dekat dengan RI) adalah sangat berharap presiden terpilih Indonesia selanjutnya akan meneruskan kebijakan yang telah dirintis oleh pemimpin sebelumnya.
      semoga hal ini didapatkan oleh bangsa Indonesia pasca pemilu nanti..

      • tuh kan benar
        pengetahuan bung freaxout lbh dari saya
        bung freaxout,jgn mengecilkan arti diri dengan berkata nasib jadi orang kecil
        dalam setiap rakyat Indonesia adalah ksatria piningit,mewarisi dna atlantis lemuria,mempunyai amanah sebagai kalifah di muka bumi
        masing masing kita punya peran membangun kejayaan negeri,kebesaran nusantara baru yg adil dan beradab

    • Masalahnya bukan cuma AS bung Freaxout, semua negara yang memegang senjata dan memiliki kepentingan ekonomi akan selalu berusaha meregangkan pengaruhnya didunia. Seperti istillah saya sebelumnya, badan yang besar akan membutuhkan makanan yang lebih banyak untuk memenuhi appetite-nya. Dan badan yang besar harus ditopang oleh kaki – kaki yang besar, masalahnya kaki yang besar akan cenderung menginjak kaki orang lain disebelahnya, sengaja atau tidak sengaja. Kebangkitan China adalah salah satu contoh yang paling mudah dilihat saat ini.

      • Kalo itumah biasa bung STMJ. Orang cina dimana mana oportunis sejati, jangan kawan, sodara sendiri aja di sikat  kok. Untung yang ada di sini ngga gitui parah malah saling menolong (sesama mereka tapinya) banyak kenalan anak keturunan yang blasteran. Ngga gitu di gubris sama yang masih asli. Makanya saya rada sensi kalo ngomongin keturunan cina. Keturunan yang mana dulu. Yang udah blasteran itu yang campur sama masyarakat. Dan kita juga ngga pernah ngehina mereka. Malah yang blasteran itu yang kalo ngehina yang merasa orisinil bikin kuping panas banget :D. Makanya saya bilang itu rompi anti pelurunya di banyakin. Tumpukin aja. Cari yang bener2 tahan api. Mumpung orang 2nya masih hidup kalo udah meninggal nyari ilmunya kemana lha wong yang belajar ribuan tumbuh satu aja belum tentu. Saya kenal 1 yang bisa buat. Khususon lagi. Kalo orang lain pake ngga berguna. Kecuali yang di sebut dan keluarganya(lebih bagus dari tes dna). Murah cuman 10jt timbang rompi anti peluru kalo ngga salah hampir 10rb $us kan. Kalo head shot mati lagi. Buatnya 40 hari cuman 1 biji. Harus di tes dulu sebelum di beli soalnya amanat dari gurunya dulu. Kalo takut kena kulit tapi aman. Kalo berani ngga bakalan nyentuh yang di buat tesnya. Kalo jochink mendarat ribuan cukup 1 peleton ajah. Insya Allah menang. Mudah mudahan orangnya masih hidup udah 3 tahun ngga ketemu.

  7. nice article..ijin lanjut baca

  8. Nomor enam, masih sepi

  9. 7, masih 10 besar 😀

  10. Ijin lewat aja bung STMJ

  11. Indonesia adalah negara besar di kawasan ASEAN, sudah semestinya indonesia memperkuat otot militer agar dapat merangkul negara2 yang lain (ASEAN) untuk menciptakan perdamaian dunia. Kita yakin indonesia pasti bisa melakukannya, dilihat dari bagaimana indonesia menyelesaikan konflik internal dan eksternal. tidak gamang emang..!! tapi inilah hasilnya sekarang. dan semoga Allah SWT memberikan rahmad dan hidayahnya untuk bangsa Indonesia yang Kita cintai ini.

    • Terus apa bedanya sama yang laen kalo otot di dahulukan. Lebih baik budi pekertinya kita tunjukkan dalam segala bidang. Itu jurus ampuh melawan neo nekolim. Hanya saja kita sendiri yang perlu di benerin terlebih dahulu yang lain tampa diminta insya Allah ikut. Takdir ngga akan kemana, sejarah pasti berulang dalam bentuk yang lain

      • aduh nih bocah pesimis…dan ababil banget , dalam politik LN Indonesia sdh terukur…buktinya ASEAN ini bisa solid selama puluhan tahun…kalo pemihakan sementara Anggota ASEAN itu wajar2 saja…Uni Eropa saja dlam kasus Ukrania tdk solid…dan itu tdk berarti mereka bukan sekutu yg kuat…diplomasi itu tawar-menawar…dan kekuatan militer salah satu kartu truf yg jadi hitungan , selain potensi pasar dan kestabilan politik serta sumber SDA…

    • IMHO. Bukan hanya dengan mengandalkan otot bung Reppher, tidak ada satu pun negara didunia yang bersedia ditekan maupun dihimpun dengan kekuatan militer, mulut mungkin berkata manis tapi di dalam hati? Apa yang diterapkan selama ini oleh Indonesia adalah sebentuk hubungan diplomatik yang dibangun dari asas kepercayaan, bukan pesona keangkeran militer. Dalam hal belanja militer siapa yang akan mengesampingkan Singapura, Thailand, vietnam maupun Malaysia. Tapi mengapa Indonesia, yang telah diketahui oleh publik luas militernya begitu – begitu saja, malah menjadi negara yang paling berpengaruh dan dihormati di ASEAN hingga bila Indonesia bicara siapa yang tidak akan mendengar. Indonesia mencoba membawa hubungan antar negara itu kembali ke dasar tanpa bermuatan politis praktis, seperti anda dengan sahabat anda. Itulah yang menjadi kunci sukses keberhasilan Indonesia di dunia internasional pada umumnya.

  12. SEPULUH BESAR

  13. Laos; kunyit;; ketumbar

  14. 14 gx papa

  15. ijin nyimak

  16. Ibarat ingin jadi orang yg disegani, harus tahan terhadap parang palune pande, harus selalu berlatih terus sehingga menjadi pendekar yg ahli dalam bela diri, karena filsafat bela diri adalah untuk membela diri bukan untuk menyerang dan menantang berkelahi.

  17. Newbi nyimak..sesepuh

  18. Ijin nyimak bung STMJ 😀

  19. bung stmj tulisanya bgs-baru minum jamu sido muncul he..he..tqsalam hangat dari saya

  20. kalau ada yg macam2 nanti kita bikin rame…

  21. ASEAN….antara Mainland a.k.a Indocina…dgn Archipelago states,
    antara sejarah….dgn berbagai kepentingan yg bermain di dalamnya,
    ..bilakah Big Brother dgn kehormatannya !
    ..ataukah hanya sekedar status berdasar geografis belaka !

  22. wah bung stmj,baru mau naik alam imajinasi saya,kok sudah hbs
    kali ini,sisi penasaran saya terpancing bung stmj
    2 jempol

    • Belum habis bung Urakan, masih ada lanjutannya. Saya juga penasaran, jadi bagaimana kalau dilanjut ngobrol. Btw, kalau LCS meletus saya penasaran dimanakah Myanmar nanti akan berdiri…

      • maksud saya hbs nya artikel yg tayang bung stmj
        klo sambungannya saya percaya msh ada
        myanmar,sejujurnya saya blm sempat untuk mengetahui lbh dalam tentang negeri ini
        coba untuk menerka melalui keterbatasan
        bila lcs meletus maka mgkn akan cenderung ke cina,keterlibatan di Asean tidak terlalu membawa keterikatan yg kuat bagi myanmar
        Asean msh sama dalam perkembangan,pada saat ini blm ada negara yg dibilang kuat dalam militer
        posisi Indonesia ke depan akan sangat menentukan bagaimana Asean umumnya dan myanmar khususnya dalam konflik lcs
        klo boleh saya bilang diplomasi ala arjunasasrabahu yg kengutamakan jalan damai,persahabatan dan saling menguntungkan akan lbh banyak bermanfaat pada saat sekarang

        • Wah saya kurang konek ternyata hehe

          Begitulah bung Urakan, jika Myanmar masuk bersama China maka akan menjadi kuda hitam yang mengancam karena menusuk dari belakang. Namun ada kawan di sebelah barat sana yang akan masuk membantu (coba tebak siapa hehe), sementara Thailand akan di plot oleh AS untuk menghadang langkah Myanmar. Dalam prediksi saya, jika semua itu terwujud, maka langkah Myanmar akan seperti Jepang terhadap Amerika dalam insiden Pearl Harbour hanya mantap diawalnya saja.

          IMHO, sepanjang yang saya lihat Indonesia saat ini masih menjadi sang Arjunasasrabahu. Dan pandangan pribadi saya, terlihat para negarawan dan petinggi militer kita menggunakan falsafah dan taktik dalam pewayangan, salah satunya seperti dalam kisah epos Mahabarata. Jika bung Urakan perhatikan betul, bisa terlihat nanti dimana korelasinya.

          • klo disebelah barat ya ituuu tuuuhhh
            hehehehehe
            itu klo lcs meletus
            klo lcs hanya sebuah drama sandiwara???

          • Maka LCS akan menjadi drama sandiwara yang berdarah bung Urakan hehe

          • sepertinya ga akan sampai berdarah bung
            yg saya kawatirkan justru negeri ini

          • Sama saya juga bung urakan. Yah nunggu aja milwa. Kalo jadi berarti beneran. Soalnya temen saya bilang suruh abis abisin dunianya jangan di kumpulin. Ngga akan berguna kalo ngga ada yang mau jual.

          • pada satu sisi yg berbeda peperangan yg tak terlihat akan dimulai yg akan berimbas pada sisi nyata
            begitu banyak hal hal yg negatif dilakukan oleh manusia dibumi nusantara tidak mencerminkan sifat sifat manusia nusantara
            sifat2 siapa?
            peperangan terhadap siapa itulah dalam alam yg tak nyata akan dimulai
            untuk melenyapkan pengaruh negatif dalam ruang nusantara sebelum dimulainya babak baru,awal nusantara baru
            70tahun Indonesia…entah apa yg terjadi nanti

  23. GOOD JOB bung STMJ

  24. Makasih bung, menambah wawasan bertetangga. Salam NKRI dan semoga sehat2 semua

  25. wow.. om STMJ memang berkelas yaa..

  26. hwmm.. lagi enak malah ejekulasi

  27. izin mampir….
    pengetahuan kawasan asean bertambah

  28. Ulasan yang menarik, yang berkepentingan saling berebut pengaruh.. lihat saja seperti apa nanti akhirnya..

  29. Myanmar (dulu bernama Burma) merdeka tahun 1948, lebih muda 3 tahun dari kita. Dan sejak saat itu (masa-masa cold wars) myanmar sudah memperkenalkan kebijakan politik luar negeri nya dengan konsep “stubborn neutralism” atau “kebijakan Netral yg sangat keras kepala” mungkin dengan bahasa yg lebih suka saya gunakan ‘Netralisme Akut’. kekhawatiran dari AS dan sekutunya saat itu pemerintah Myanmar menolak tawaran dan perjanjian keamanan anti-Komunis dan penawaran bantuan pembangunan. Pada titik paham Neutralisme akut yg diterapkan Myanmar membuat AS dan sekutu ketar ketir yg secara langsung mengarah kepada pengaruh kontrol komunis China sebagai proxy dalam negeri. Myanmar terisolasi dari dunia internasional selama kepemimpinan otoriter junta militer sejak 1962, dan telah dijatuhkan embargo ekonomi dan sanksi oleh uni eropa terhadap otoriter militer,pelanggaran HAM, kekerasan dll. ketika akhirnya keputusan militer yg berani mendobrak aturan paham militernya, dan mulai awal 1990an kebijakan militer memutuskan mulai membuka diri terhadap dunia internasional (barat, china, korut, dsb).
    Myanmar tergabung dalam ASEAN thn 1997, dan mulai tahun 2012 uni eropa mencabut embargo ekonomi dan 2013 secara penuh mencabut sanksi militer. Pada tahun 2014 ini Myanmar menjadi Ketua ASEAN yg langsung dihadapkan pada masalah konflik sengketa di LCS yg sedang hangat-hangat manja nya saat ini. Namun dalam pertemuan yg diadakan mengenai konflik ini “there was no silver bullet”atau tidak ada solusi yg tepat untuk permasalahan yg cukup serius tsb. Myanmar berjanji untuk tetap berusaha untuk menetralisir konflik yg terjadi, namun mereka tetap menjaga “hubungan dekat” nya dengan China yg telah membantu junta militer dan mendongkrak ekonomi selama embargo ekonomi dan sanksi militer diterapkan oleh barat pada saat itu.
    Periode 2013-2014 ekonomi Myanmar tumbuh sebesar 7.5 %. Namun berlanjutnya bayangan militer atas negara ini Myanmar cenderung diragukan dapat mengambil salah satu peran strategis di kawasan serta posisi sbg ketua ASEAN, Myanmar bisa saja beralih kembali ke kebijakan politik LN nya yg netral akut dan hanya memainkan peran besarnya di regional untuk kepentingan dalam negerinya. Namun Jika Myanmar dapat memainkan kartu nya dengan tepat dan benar, maka akhirnya dapat mengambil posisi sbg kekuatan menengah di asia tenggara.

    Sedangkan Politik Luar Negeri Indonesia adalah Bebas Aktif yg dapat ditelaah bahwa tidak ada satu negara pun di dunia ini yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan rakyatnya tanpa menjalin kerja sama dengan negara lain. Hubungan dengan negara lain sangat diperlukan. Tetapi tetap dilandasi prinsip persamaan derajat serta kebebasan menentukan kebijaksanaan. Departemen luar negeri merupakan bentuk nyata adanya hubungan dan kerja sama antar negara. Politik luar negeri bagi Indonesia merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan strategi negara dalam mencapai tujuan nasional. Politik suatu negara sesuai dengan falsafah negaranya. Begitu juga dengan Indonesia. Politik negara Indonesia sesuai dengan Pancasila yang merupakan kepribadian dan dasar negara. Politik negara kita adalah bebas dan aktif. Bebas artinya bangsa Indonesia bebas menentukan sikap dengan dunia internasional. Maksudnya tidak memihak salah satu blok. Dan menempuh dengan caranya sendiri dalam menangani masalah. Aktif artinya ikut memperjuangkan terciptanya perdamaian dunia.
    Melalui politiknya yang bebas dan aktif, Indonesia mempunyai tujuan
    sebagai berikut:
    a. Mewujudkan masyarakat adil, makmur, dan demokratis dalam NKRI.
    b. Membina persahabatan antarnegara di dunia
    c. Menjalin kerja sama antarnegara dalam bidang ekonomi, sosial budaya, dan iptek
    d. Mempertahankan kemerdekaan.

    Dasar Pelaksanaan Politik Luar Negeri Indonesia:
    a. Pancasila sebagai landasan ideal.
    b. UUD 1945 dan amandemennya.
    UUD 1945 merupakan landasan konstitusional bagi pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif.

    Peranan Indonesia dalam Percaturan Internasional berupaya selalu menggalang persahabatan dengan bangsa-bangsa lain, diantaranya melalui Konferensi Asia Afrika (KAA) dan masuk menjadi anggota PBB Dan berperan serta dalam melahirkan Gerakan Non Blok (GNB).

    Hasil Konferensi Asia Afrika di Bandung berupa rumusan yang disebut ”Dasasila Bandung”. Jadi peranan Indonesia dalam KAA adalah sebagai negara sponsor , tempat penyelenggaraan KAA. Ketua dan Sekretaris KAA terpilih juga dari Indonesia. Hasil dan manfaat KAA yaitu:
    1) mengobarkan semangat negara-negara kawasan Asia Afrika untuk melepaskan diri dari penjajahan.
    2) mengurangi ketegangan dunia
    3) mengupayakan penghapusan politik Apartheid di Afrika Selatan

    Diterimanya RI sebagai anggota PBB yang ke-60. Maka masuknya Indonesia menjadi anggota PBB berarti:
    1) Kemerdekaan Indonesia diakui oleh negara-negara di dunia
    2) Memperkuat kedudukan Indonesia di dunia internasional
    3) Indonesia dapat berkomunikasi dengan negara-negara di dunia
    4) Indonesia dapat ikut memelihara perdamaian bersama bangsa lain.

    Organisasi Negara-negara Non-Blok:
    Negara-negara di dunia yang tidak tergabung dalam Blok Barat dan Blok Timur merasa was-was. Hal itu disebabkan karena ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Atas prakarsa beberapa tokoh, timbullah semangat membentuk organisasi yang bernama Gerakan Non-Blok. Tokoh-tokoh pemrakarsa Gerakan Non-Blok:
    1) Ir. Soekarno, dari Indonesia.
    2) Josep Broz Tito, dari Yugoslavia.
    3) Gamal Abdul Naser, dari Mesir.
    4) Pandit Jawaharlal Nehru, dari India
    5) Kwame Nkrumah, dari Ghana

    Sebagai bangsa yg mempunyai sejarah kepemimpinan dan sebagai negara pemrakarsa, kini kita dihadapkan situasi yg sulit ditengah konflik kawasan serta gejolak politik dan perdamaian dunia..mampukah kita memainkan peran dengan tepat dan benar dengan politik LN kita saat ini..? apakah sudah sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa kita..? sementara AS, Aussie, dan Eropa berharap kita menjadi salah satu jangkar konflik di kawasan dan LCS. Jika kita sanggup dan dapat memainkan kartu kita dengan sangat cermat dan tepat maka kita bisa benar-benar menjadi penentu yg penting dan guru di kawasan layaknya Brunei tak terkecuali Laos, Myanmar, Vietnam, Filipina, Kamboja, Dll yg akan memalingkan wajahnya dari Cina, Rusia, dsb nya.. serta Aussie yg tidak lagi bergantung pada AS, Inggris dan mulai menolehkan wajah dan menaruh hatinya pada Indonesia… Indonesia oh Indonesia.. malang benar nasibmu dihimpit konflik, gejolak dan tekanan sana-sini.. Indonesia oh Indonesia.. mujur sekali nasibmu dilahirkan sebagai bangsa yg besar dan akan menjadi pemimpin kelak… 😉

    • Sip bung papa.
      Gimana kabarnya kok jarang muncul. Apa buat kandang juga kayak dan sarkem

      • hehe ya begitu deh bung Freaxout alhamdulillah baik sih, ya lumayan lagi sibuk-sibuknya biasa lah namanya juga kuli kantor.. anda sendiri gimana kabar nya kawan? semoga sehat-sehat selalu disana

        • Lho kok di sana wah lagi tamasya nih. Bareng bung nowy ngga. Alhamdulillah saya sekeluarga sehat bung. Semoga keluarga anda yang di tinggal juga sehat wal afiat.

          • Oh ngga..tidak ada hub drngan bung nowyoudont, saya disini aman dan sehat semuanya alhamdulillah tidak kekurangan sesuatu apapun. Sibuknya karena ada urusan yg tidak bisa ditinggal hehe. Anyways thanks for your attention kawan, salam hangat

        • komentar bung Papa siap2 naik menjadi artikel tersendiri yah.. 🙂

          • Bung DewaKembar hehe ngga laahh bung orang sangat standar gitu. Tetapi terima kasih saya anggap kata-kata anda sebuah pujian dan juga kritik pembelajaran bagi saya agar bisa lebih baik lagi dalam berkomentar.. Salam hangat untuk anda Kawan, selamat beristirahat

    • saya suka paparannya bung Papa Augusta…

      sering-sering dong… biar warung kita makin kaya warna… menteeep…

      • Hehe Bisa aja kawan Afiq ini..ya In Sya Allah bung jika ada waktu senggang untuk baca dan nulis dan dengan keterbatasan ilmu saya. Dan saya jg sangat menyukai dengan tulisan2 dan paparan2 bung Afiq.. Analisis dan tulisan anda sangat saya nantikan selalu.. Salam hangat kawan

    • Nah ini akhirnya ada yang bisa diajak ngobrol HI, ok mari dilanjut bung PapaAgugusta

      Sejarah penjajahan bangsa kaukasoid di kawasan indochina pada masa itu masih sangat membekas. Bayang – bayang kehadiran AS di Vietnam dan Laos turut pula membuat junta militer khawatir, mereka menyadari bahwa dengan menerima ajakan AS akan sama saja dengan memasang bom waktu dileher mereka sendiri. AS mengumandangkan jargon “demokrasi” disetiap aksinya, yang pada praktiknya itu tidak cocok dengan model kekuasaan junta militer yang lebih mengarah ke China. Embargo yang menjadi alat politik barat kemudian malah mendorong Myanmar jatuh semakin dalam ke pelukan China, sebuah blunder sekutu seperti dalam kasus Crimea.

      Meskipun sudah menjadi rahasia umum perihal kedekatan Myanmar dengan RRC tetap saja tidak dapat dijadikan alasan untuk menolak kepemimpinan Myanmar , mengingat kursi ketua digilir secara bergantian diantara negara ASEAN. Myanmar tidak akan bisa menjadi netral, itu opsi yang terlalu mahal bagi mereka. Tidak pula Myanmar memiliki kepercayaan dan respect tinggi dari negara ASEAN lainnya. Bisa disimpulkan Myanmar bukanlah figur yang tepat untuk menggembala ASEAN. Maka ketika kemarin Myammar memblokir kerja sama ASEAN terkait LCS, tidak ada satu pun yang terkejut.

      Politik LN Indonesia sudah berada pada track yang tepat, beberapa negara ASEAN telah merasa senang menjadi sahabat RI, sebagian merasa tenang bertetangga dengan kita dan hanya dua yang saja yang was – was serta bandel. Menjadikan Australia masuk dalam lingkaran Indonesia masih membutuhkan jalan yang panjang, bisa dikatakan peta politik kawasan masih buram. Semua pihak masih sibuk saling mengukur dan menilai, gambaran perpolitikan ASEAN dan kawasannya akan menunjukkan wajah sebenarnya ketika LCS di ujung titik didihnya. Pada saat itu akan jelas terlihat siapa kawan dan siapa lawan, dan pada saat itu pula akan terlihat hasil dari politik internasional Indonesia. Pertanyaan, sudahkah kita menanam bibit yang baik untuk dipanen dikemudian hari?! =D

      Btw, terima kasih untuk tambahannya bung PapaAugusta

      • Hehe saya tidak punya background HI bung, tetapi selagi macet macetan disini, okelah saya bisa diskusi dan belajar di sini walaupun melalui handphone. Hmm dengan history dan influence masa lalu jika ditarik benang merahnya paham sosialis komunis masih sangat kental, Laos sendiri meraih kemerdekaannya dari perancis thn 1953, dan semakin terinfluence oleh vietnam yg menguatkan paham sosialisnya setelah negara yg dulu sempat pecah menjadi utara dan selatan yg itu akhirnya bersatu. saya rasa laos akan sangat sulit diambil jantung hati dan ideologinya oleh AS dan barat selain kepentingan ekonomi dan penanaman modal asing dinegaranya. saya masih teringat dengan kegagalan AS menancapkan paham kapitalis dan liberalis di vietnam dulu yg akhirnya terpaksa mundur dari perang. Laos bagaikan anak kesayangan soaialis komunis diantara para induk semang yg mengelilinginya seperti china, vietnam, myanmar, kamboja. Sedangkan myanmar sendiri menurut masih sangat hijau di ASEAN, efforts dan policies nya masih belum terlihat jelas dan masih diragukan dalam kancah perpolitikan di kawasan maupun global bahkan AS dan eropa masih sangat sangsi. Konsep perubahan menuju negara demokrasi masih sangat terlihat kikuk dan setengah hati, junta militer masih terasa sangat otoriter dan dominan. Kasus pelanggaran HAM dan perang etnis pun masih sangat kental. Tentunya kedua negara ini dapat belajar dari negara tetangga mereka Thailand, gagalnya demokrasi hingga kudeta militer dan perang saudara pun pecah.

        Saya sependapat dengan anda..mungkin saat ini kebijakan politik LN kita bisa dibilang masih tepat. Saya rasa hal ini yg menjadikan kita punya nilai tawar yg tinggi dari rayuan2 dan kepentingan2 barat maupun timur dalam kawasan. Jika pertanyaan anda apakah kita sudah menanam bibit yg baik atau belum untuk bisa dipanen dikemudian hari.. Hmm saya rasa kita sudah punya bibit yg sangat baik maupun belum sepenuhnya bibit unggul, namuh untuk tumbuh besar dan semakin berkembang tetap diperlukan pupuk, dan pupuk yg baik juga memerlukan biaya yg cukup mahal.. Generasi pemuda pemudi bangsa inilah yg menjadi penerus dan penentu masa depan bangsa..dengan pupuk sejarah, pendidikan, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, persatuan, bahkan pengorbanan, serta pupuk keimanan dan ketaqwaan In Sya Allah bangsa ini akan memanen hasil yg sangat baik di kemudian hari..
        Terima kasih kembali atas diskusi sehatnya bung STMJ. akan banyak pelajaran dan ilmu yg bisa saya petik dari anda.. Salam hangat untuk anda.

        • dan mohon maaf jika saya belum bisa berkata “harusnya laos dan myanmar belajar dari indonesia sbg negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia”. saya berpendapat bahwa demokrasi yg ideal utamanya adalah rakyat yg sadar hukum dan taat hukum. inilah salah satu dasar penerapan demokrasi yg baik. kedua hal tsb yg saya lihat belum bisa sepenuhnya diterapkan dan dijalani oleh bangsa ini. hukum jaman kolonial belanda yg masih dianut negara ini adalah sebuah anti tesa dari falsafah pancasila kita, rakyat kecil dan rakyat tak berdaya akan tertindas dan tidak mempunyai kekuatan apapun. kata-kata kemanusiaan yg adil dan beradab dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia hanyalah sebuah kata hiasan yg terukir manis dalam sila pancasila. konsep demokrasi yg sangat saya dambakan adalah sebuah demokrasi pancasila yg riil..bukanlah demokrasi sosialis/liberal maupun demokrasi kapitalis. sepatutnya kita bisa berkaca dari revolusi Filipina, gerakan yg disebut “People Power” itu rakyat menggulingkan presiden Marcos tahun 86 dan menggulingkan presiden Estrada tahun 2001. dalam konteksnya bagi Indonesia potensial maupun dinamika gejolak politik dan kekuasaan didalam negeri seakan tidak selaras dengan konsep politik LN bebas aktif yg dijalani sesuai dengan cita-cita dan tujuan nasionalnya. kemiskinan, kemakmuran yg tidak merata, penegakan hukum, serta perdamaian masih ternoda dengan timbulnya konflik antar etnis dan agama yg memicu perang sipil. sebuah gap dan jurang masih sangat jauh terbentang dan sangat dalam. kedepannya saya mengharapkan pemimpin indonesia kedepan bisa benar2 menyelaraskan politik LN nya dengan kondisi didalam negeri. peran, beban, maupun tantangan negara ini masih sangat panjang kedepan khususnya dalam kawasan asean..selayaknya indonesia tidak hanya didengar oleh negara lain, tetapi benar-benar bisa menjadi contoh panutan serta mentor bagi negara-negara di kawasan..bahkan akan lebih cetarrr jika ideologi kita yg berfalsafahkan pancasila bisa diterapkan oleh negara lain. Amin.
          Salam hangat selamat beristirahat,

          • Sepertinya komentar saya dengan anda salipan ditengah jalan, salam hangat juga untuk anda bung PapaAugusta

        • Jangan khawatir, saya juga tidak ada background HI, hanya kuli bangunan yang gemar mengintip tetangga hehe.

          Topik HI kalau tidak ada kandungan “bedil dan mercon rahasia” menjadi tidak populer, jadi saya sering merasa kesepian karena tidak banyak yang bisa diajak ngobrol hehe. Karena itu jika ada yang bersedia bertukar pemikiran saya sambut dengan senang hati, karena bisa menambah perbendaharaan wawasan saya :-D.

          Ada kemiripan dalam komunisme Laos, China dan Korut, ketiganya cenderung otoriter dan hampir tiddak ada bedanya dengan diktatorisme. Laos sendiri dalam pandangan saya bisa dikatakan sebagai negara “kasihan”, dijepit erat oleh tetangga – tetangga berotot. Kekuatan militer mereka yang tidak berkembang bukan karena mereka tidak mampu atau tidak ingin, namun cenderung seperti “ditahan/dihalangi”. Sebab jika militer Laos tumbuh akan merubah kestabilan posisi di Indochina yang sudah mapan antara Vietnam – Myanmar – Thailand – Kamboja. Jadi tentang pengaruh bisa dipastikan mereka tidak memiliki, kalau dipengaruhi “iya”. Baik Vietnam dan China sama – sama memiliki pengaruh yang kuat pada Laos, Vietnam menempatkan dirinya sebagai kakak besar yang harus dihormati dan tidak boleh dikhianati. Sementara China menampilkan dirinya seperti panda imut dengan semangkuk madu di tangan kanan dan palu godam ditangan kiri. Menempatkan Laos dalam posisi yang sangat dilematis. Mengenai Myanmar saya bertanya tanya juga, sebenarnya siapa yang benar – benar berkuasa disana, pejabat junta militer atau para bandar narkoba hehe

          Bicara kebijakan luar negeri Indonesia repotnya adalah, tiap kepala negara baru belum tentu memiliki kebijakan yang sama dengan pemimpin sebelumnya. Roadmap-nya bisa saja berubah tergantung misi utama dan karakter masing – masing, apalagi jika melihat kasus belakangan ini seputar pemilu yang cenderung menghawatirkan.

          • roadmap sudah ada bung,Pancasila dan Undang Undang Dasar 45
            cuma ga dipake
            sebenarnya Pancasila bila digali lbh dalam akan luar biasa pengaruhnya
            Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang adil dan beradab….inilah acuan untuk pendidikan bangsa agar tercipta kualitas individu yg mumpuni dalam kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional…setelah ini terpenuhi maka akan mudah tercipta persatuan Indonesia agar bisa terwujudkan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

  30. terima kasih untuk pencerahannya bung STMJ…

  31. semoga asean bisa makin dewasa dengna bimbiingan President SBY..

  32. andai negara2 dieropa ikut jejak indonesia yg nonblok bkal lbh maju dr skrang dan damai tampa dipaksa tuk ikut kepentingan ASU.Syukur ane hdp di NKRI yg damai dan indah menurut ane
    jayalah negeriku

  33. Nice artikel bung stmj good job.
    Matur nuwun

  34. Bung jamu stmj n papaagusta mantab..teruskan ngobrolnya sy nyimak saja. Salam hangat

    • Bung Tirap..saya mau istirahat sudah pegelll mata ini menatap layar komp dan hp seharian hehe, mungkin bung STMJ, bung Afiq atau kawan-kawan lainnya termasuk anda yg jauh lebih berwawasan dari saya berkenan melanjutkan diskusinya. selamat malam, salam hangat
      Bonne nuit 😉

    • Nah bagaimana jika bung Tirap ikut nimbrung dalam suasana hehe

      Salam hangat untuk anda bung Tirap

  35. Beberapa hari lalu tokoh kita A dan B memperbicarakan ini bung STMJ. Yang Satu enggan untuk menimbulkan duga bermasalah dengan penghasil keramik itu. sedang tokoh lainnya menyanggah, mengapa tidak memikirkan tetangga dekat Kita di sekitar penghasil Keramik itu. Jadi artikelnya aktual sekali ini.

    • Menanggapi itu saya kembali netral saja bung Blaze. Dengan background sipil saya rasa cukup wajar jika beliau kurang memahami permasalahan. Kejadian yang terjadi diatas panggung debat itu semata karena tim suksesnya kurang cermat membekali beliau dalam tema ketahanan itu. Bagaimana pun manusia itu ada keterbatasannya, bukan seperti Nabi Adam yang menyimpan seluruh informasi dan ilmu alam semesta didalam kepalanya.

  36. @ bung STMJ

    boleh saya minta alamat emailnya ? ada beberapa topik yang ingin saya diskusikan

    jika bung STMJ berkenan akan saya teruskan izinnya ke admin

  37. Bung urakan
    Kalo yang itumah gara gara banyak orang yang ngambil barang ghaib. Istilah kerennya buka portal tapi lupa nutup. Akhirnya banyak yang ngga bener berseliweran, keluar masuk seenaknya. Terimakasih sama samurai yang mempelopori penjualan barang antik di indonesia dan sekarang harganya fantastis 5 T untuk 3 tombol warna merah. Konyol emang, dari situ itu barang ghaib banyak di cari. Lapindo aja jebol soalnya karena itu. Kalo mau jujur hampir semua jembatan yang di buat jaman dulu ada isinya. Makanya walaupun over weight kena banjir bandang tiap taun ya sehat2 ajah. Beda dengan yang buatan sekarang. Orang barat gimana. Sama ajah makanya banyak korban saat konstruksi. Kalo di kita di kasih kepalanya banteng ato kerbau sama doa(manggil untuk jaga). Masih banyak kok di negri ini hanya untuk jaga ladang pake jasa begituan. Lebih murah lebih aman tahan hama. 😀 😀 😀

  38. itulah bung freaxout efek dari kesalahan jaman dahulu
    makanya negeri ini jadi kayak gini
    🙁
    ini email saya bung,dewaurakan@gmail.com

 Leave a Reply