May 102014
 

China_imperialism_cartoon

Utopia tentang keseimbangan dan kesetaraan di antara negara – negara dunia adalah harapan yang mendekati mimpi. Akan selalu ada negara – negara yang berusaha untuk berada di atas negara lainnya baik dalam ekonomi, politik maupun militer. Setiap negara membawa agenda kepentingannya sendiri seperti anak – anak sungai, ketidakmampuan PBB secara efektif menjadi muara laut bagi sungai – sungai itu menyebabkan PBB hanya menjadi kendaraan politik dan alat legitimasi kepentingan bagi negara – negara tertentu. Maka konflik pun tidak akan pernah lepas dari cerita negeri – negeri manusia di bumi.

Salah satu konflik itu ada di pasifik yang melibatkan sejumlah negara dalam perebutan teritori dan tapal batas negara. Bisa dikatakan konflik pasifik ini sangatlah pelik sebab diikuti oleh banyak negara dengan fire power besar dan terkait pula dengan konflik di belahan bumi lainnya. Sehingga “bila” benar – benar meletus dapat berpotensi memicu perang dunia ketiga.

Berikut dalam artikel Map of Conflict ini akan dibahas posisi dan kepentingan, serta intrik negara – negara yang terlibat dalam konflik pasifik baik secara langsung maupun tidak langsung. Serta analisis umum tentang strategi negara – negara kawasan, dan secara khusus mengulas potensi strategi yang dapat diambil oleh Indonesia sehubungan dengan menghangatnya konflik Laut Cina Selatan.

Bagian 1 : AMERIKA
Secara umum kebijakan politik global Amerika didasarkan pada pandangan Pan Americana, yaitu pemerintahan dunia di bawah Amerika, dominasi total tanpa ada kekuatan pembanding / penyeimbang. Maka mencampuri segala urusan negeri lain sudah menjadi kodratnya, baik secara terang terangan atau sembunyi – sembunyi, dengan cara halus atau kasar. Bisa dikatakan proses dominasi dunia bagi Amerika adalah seperti investasi jangka panjang. Dimana hasil akhir yang direncakan adalah monopoli politik dan privilege access atas kantong – kantong ekonomi dunia. Meskipun di dalam negeri Amerika sendiri masih terdapat pro dan kontra tentang Pan Americana. Namun secara halus tersirat para punggawa politik Amerika telah mengarahkan gerbong pemerintahannya ke arah tujuan itu.

Sebagaimana di belahan dunia lain, kepentingan Amerika Serikat di pasifik masih dilatarbelakangi faktor ekonomi dan politik. Secara ekonomi area pasifik menyimpan potensi kandungan SDA yang tinggi dan juga sebagai salah satu motor ekonomi terbesar dunia (diwakili China, Jepang, Korsel, Singapura, Australia dan Indonesia). Kebutuhan Amerika atas sumber daya mineral bagi industrinya serta ketergantungannya yang tinggi atas energi fosil untuk menopang gerbong ekonominya. Mengharuskan Amerika untuk mengamankan setiap potensi sumber nutrisi mereka demi mengamankan ekonomi dalam negeri agar dapat terus bernafas. Bila diibaratkan perekonomian Amerika sendiri seperti lokomotif kereta uap, polutif dan memakan banyak bahan bakar.

Armada Laut AS di Pasifik

Armada Laut AS di Pasifik

Pengeluaran belanja negara Amerika yang luar biasa besar sendiri pada dasarnya hanya bersandar pada dolar. Yaitu karena dolar dipakai sebagai mata uang internasional sehingga untuk menutupi pengeluarannya Amerika “secara sederhana” dapat dengan terus mencetak uang. Istilahnya sarapan gratis setiap pagi. Meskipun ekonominya terkesan besar dan kuat namun pada kenyataannya tak lebih dari sekedar gelembung sabun. Besar tapi mengandung kanker dan akan seketika runtuh apabila dolar tidak lagi menjadi alat tukar internasional. Tentu saja jika terus menerus mencetak uang akan menyebapkan inflasi maka untuk mengimbanginya Amerika pun mengambil utang. Tahukah anda berapa besar utang luar negeri Amerika? Luar biasa!!!

Semakin menggeliatnya ekonomi dan militer RRC menjadikannya ancaman yang nyata bagi hegemoni Amerika di pasifik bahkan dunia. RRC kini telah berubah menjadi panda merah raksasa dengan kuku dan taring besar yang terus menancapkan pengaruhnya secara luas dikancah internasional baik dalam ekonomi maupun politik. Hal ini tidak sesuai dengan agenda Pan Americana USA yang menghendaki dominasi tanpa adanya pesaing dan persaingan. Dengan model politik luar negeri RRC yang dianalogikan seperti “wajah tersenyum ramah namun mulut menggertak, tangan kanan melambai tapi tangan kiri memegang pisau di punggung”. Membuat RRC menjadi sulit diprediksi dan berbahaya, sebab selain kuat secara ekonomi RRC juga memiliki fire power yang besar dan terus tumbuh. Bagi Amerika maupun negara – negara Pasifik yang terlibat konflik, RRC kemudian menjadi seperti madu dan racun, diinginkan tapi juga ditakuti.

Konflik terbuka dengan RRC adalah suatu keharusan untuk dihindari, selain karena RRC mampu memberikan perlawanan secara militer, RRC juga memiliki pengaruh langsung pada perokonomian terutama sektor keuangan Amerika. RRC sudah beberapa dasawarsa memutarkan uangnya di pasar keuangan Amerika dan dunia, yang mengejutkan RRC kini bahkan berstatus sebagai negara pemberi utang bagi Amerika. Selain itu telah diprediksikan bahwa ekonomi RRC akan mampu menyaingi Amerika dimulai dari 2020-an, dan meninggalkan Amerika jauh di belakang pada 2040-an. Maka menggelar konflik secara langsung akan sangat tidak menguntungkan bagi Amerika dalam jangka panjang. Salah satu jalan bagi Amerika untuk menahan laju hegemoni RRC adalah dengan mengurung kaki gurita politik RRC agar tidak terus merambat kemana – mana. Mencegahnya semakin besar dengan memotong diplomasi panda melalui intervensi dan asistensi langsung pada kawasan. Lalu kemudian memproyeksikan arah ekonominya lebih condong ke Barat.

Secara umum Amerika dan Eropa akan berupaya mengulur atau mengambangkan konflik pasifik dalam waktu beberapa dekade jika memungkinkan. Ini terlihat dari campur tangan barat yang terkesan “biasa saja” dalam menanggapai klaim RRC atas LCS. Khususnya dalam LCS, negara – negara ASEAN seakan didudukkan pada posisi absurd antara ancaman perang dan tidak, sehingga menimbulkan keragu – raguan yang besar dalam membuat keputusan. Meskipun Barat melihat ada rencana tersembunyi di balik ulah China, alih – alih menyelesaikan mereka malah ikut menumpangi diatasnya.

Dalam rentang waktu yang direncanakan tersebut akan ada praktik – praktik dagang diplomatik, pengkotak – kotakan area sesuai kepentingan yang dilakukan oleh negara – negara besar baik Barat dan Timur. Tujuannya adalah untuk mengeruk keuntungan dari situasi absurd kawasan, di mana salah satu indikasinya dapat dilihat dari perdagangan senjata yang semakin meningkat di kawasan. Para dealer senjata seakan berlomba – lomba menawarkan paket spesial mereka, dimana pada situasi normal hal ini tidak akan terjadi. Dan yang paling memuakkan adalah negara – negara ASEAN diperlakukan seperti anak kecil yang ditakut – takuti dengan sesuatu yang tidak ada dan yang seharusnya tidak pernah terjadi, menjadi bahan permainan Barat dan Timur hanya karena tidak mampu membela diri.

Armada China di Pasifik

Armada China di Pasifik

Seperti yang telah diketahui baik Amerika maupun Eropa baru saja lepas dari krisis ekonomi dan masih berusaha untuk bangun kembali walau tertatih – tatih. Mereka saat ini sedang sangat membutuhkan nutrisi tambahan untuk kembali sehat. Krisis mortgage dan skandal penipuan terbesar dalam sejarah yang terjadi di Amerika telah memukul dengan telak perekonomian Amerika dan Eropa. Ditambah dengan krisis Yunani yang baru saja melanda Eropa khususnya NATO serta kelesuan ekonomi yang melanda sebagian besar Eropa, menjadikan dompet – dompet finansial Barat terkuras sangat dalam.

Dalam jangka panjang sekutu NATO kemungkinan akan mulai meninggalkan petualangan berbiaya tinggi Amerika. Sebab investasi mereka dalam perang Afganistan, Iraq, revolusi Arab serta yang terakhir di Ukraina, kurang membuahkan hasil yang diharapkan. Baik Amerika maupun Eropa butuh sumber suplai energi baru dan tentunya “pasar baru”, sebab kaki – kaki sang kapitalis sedang goyah.

Dengan menciptakan pasar baru lalu membanjiri pasar dunia dengan stock suplai energi serta memonopoli kontrol atas akses sumber daya alam, namun membiarkannya bersirkulasi dalam persaingan bebas di pasaran akan memberikan keuntungan yang signifikan bagi Barat. Barat yang pada dasarnya telah memiliki industri – industri maju akan langsung menggeliat dan bahkan akan mampu mendesak industri RRC secara perlahan. Sebab secara tidak langsung RRC akan dipaksa untuk bersaing dalam pasar yang lebih “fair” bagi barat. Tentunya dengan tujuan akhir yang masih sama yaitu isolasi China, membiarkannya menggerogoti diri dari dalam karena tidak mampu keluar dari kotaknya lalu mengubah wajah RRC agar menjadi sesuatu yang “lebih demokratis untuk diatur”.

Selain memanfaatkan “kebingungan” negara – negara kawasan untuk tujuan ekonomi, baik Amerika maupun pembesar Eropa akan mulai dengan hati – hati menata posisi politik dan militer mereka di kawasan. Meskipun masih jauh namun ancaman perang itu tetap ada dan sebagaimana kisah perang dunia kedua, winner takes all. Bagi Amerika dan Sekutu mundur dari pasifik bukanlah pilihan, sebab mundur sama dengan menunjukkan kelemahan dan sekutu akan dapat dipaksa mundur pula di global frontline lainnya. Antisipasi secara militer telah dilakukan dengan menempatkan sarana militer pada lokasi – lokasi strategis yang secara geografis mengepung RRC dari selatan dan timur. Penempatan tersebut untuk mendukung skenario pengerahan langsung bantuan tempur, serta mengamankan jalur suplai logistik dengan menggalang partisipasi aktif negara – negara kawasan. Pada akhirnya negara – negara kecil dalam kawasan itu sendiri akan menjadi sapi perah dan bidak catur para pemain besar yang bertikai. Sebab setiap penempatan basis militer secara tidak langsung juga akan berfungsi sebagai “alat kontrol”.
Bersahabat ketika lemah dan menindas ketika kuat, agaknya falsafah ini menjadi cerminan umum sikap politik negara – negara berpostur besar. Seperti yang sudah menjadi idiom umum, orang gendut makannya banyak. Mau berpihak pada barat ataupun timur hasilnya akan tetap sama saja, menjadi budak dan sapi perahan.

Berdiri dengan ditopang kaki sendiri lalu berjalan bersama sama dengan mereka yang senasib sepenanggungan adalah jalan terbaik untuk menjadi kuat. Bila PBB sudah tak lagi bisa menjadi sarana bagi aspirasi mereka yang kecil, maka organisasi seperti gerakan Non-Blok harus dihidupkan kembali. Tujuannya adalah agar dapat secara bersama – sama saling mendukung dan melindungi diri dari intimidasi negara – negara besar. Namun idealisme dan harapan ini tidak akan begitu saja melenggang dengan tenang, sebab mereka yang memiliki kekuatan akan selalu mengganjal dengan “devide et impera”. Demikian karena mereka yang terpecah pecah akan lebih mudah dikendalikan. bersambung…   (by STMJ).

  103 Responses to “MAP of CONFLICT SERIES : Analisa Umum Pasifik”

  1. pertamax kah.?

  2. Ikutan Pertamax dulu…

  3. cepot is here…KEDUAXXXX

  4. 5 besarkah

  5. Thanks banget Bung STMJ, buah pikiran yg sangat bagus tentang Hubungan Internasional. Thanks juga jadi membantu mengenalkan upaya asing baik blok barat-timur terhadap negara kita. 😀

    • kpn nih bung jalo i buatkan artikel ttg kejayaan nusantara
      ilustrasi gmbrnya patih gadjah mada seperti yang di ujung itu mantap bung jalo

    • kemana saja nih bung yayan baru muncul
      di jkgr bnyk bocor alus yg cetar mbhn apalagi kilo strooong dr bung ps laris manissss

    • Siap bung Jalo, itu lanjutannya masih mengantri di brankasnya bung Diego =)

      • Siap ditunggu sambungannya, mari kita berdiskusi….
        😀

        • Sebenarnya ada tiga hal yang saya tertarik ingin melihat perkembangannya,
          1. Umur kapitalisme bebas yang di cetuskan Reagan dan masa depan persahabatan Amerika dan NATO
          2. Seperti gambar ilustrasi diatas, the big five ini sedang membelah belah siapa
          3. Posisi Indonesia ini apakah benar benar netral sebab saya melihat ada kecenderungan tertentu

          • 1. Pemikiran Kapitalisme itu sendiri adalah sebuah sistem ekonomi yang filsafat sosial dan politiknya didasarkan kepada azas pengembangan hak milik pribadi dan pemeliharaannya serta perluasan faham kebebasan. Jadi, pada negara miskin cenderung mudah diambil asetnya dan mendapat tekanan secara politis. Dan saya rasa nantinya jika Amerika sudah tidak memiliki andil lagi dalam bargaining politics saya yakin akan terjadi perpecahan antara Amerika dan NATO. Seperti yg terjadi antara Perancis dan Amerika kemarin terkait penjualan dua kapal perang Mistral. Melihat sikap Amerika saya yakin nih negara akan ditinggal pendukungnya. Contoh kasus lain adalah perjanjian rahasia antara Jerman dan Russia.

            2. Iya benar, kasus seperti negara kita dalam penguasaan teknologi. Perkembangan teknologi berkembang akan selalu di belah sama negara maju agar bangsanya bisa dipandang oleh bangsa2 lain. Dan akhirnya mereka yg menikmati keuntungannya, dan kita terancam untuk tetap tidak maju.

            3. seperti yg saya tulis di komentar nomer 16 bung.

          • Kapitalisme ini sumber terciptanya jarak antara atas dan bawah, kalau jaraknya sudah melebar bisa – bisa jatuh ke sosialis, persis mengulang cerita sejarah. Sepanjang yang saya ketahui dari kenalan saya orang ASU, agaknya rakyatnya sendiri kini cenderung menghendaki sistem campuran seperti Indonesia, estimasi saya dalam 15 – 30 tahun kedepan sistem ASU akan menuju sistem campuran seperti Indonesia. Kalau perpecahan ASU-NATO sudah mulai kelihatan, cuma yang membuat pensaran “kapan” nyeplosnya itu hehe

            Mau dikatakan Indonesia ini kena prospek ya agak gimana begitu bung Jalo, soalnya negara kita ini sudah mulai seperti belut, bisa dipegang tapi masih luput – luput.

          • Kapitalisme /Pendekatan Pasar ..Amerika sendiri mulai membatasi
            US dewanya sistim liberalisme sudah mengadopsi pendekatan nationalistic dan mulai BERHATI HATI dalam mengadopsi pendekatan pasar.

            lha kok kita bangga dengan liberalisme dan hedonisme yang mulai merebak
            miris

          • Setelah UU Minerba sekarang RUU Perdagangan sedang dirancang anti kolonial. Mudah2an rancangan ini tidak terdampak globalisasi politik, dan semoga kedepan UU yg lain ikut dirancang mengikuti konsep Trisakti…

          • Bung Satrio, kalau masalah hedonisme dan kepribadian liberal itu saya tidak yakin salah siapa, salahnya pengaruh asing dan lingkungan atau salahnya orang tuanya. Apa yang saya lihat dilingkungan saya lebih mengarah ke orang tua anak anak ini. Entah itu karena wawasan dan pendidikannya yang kurang atau moralnya yang memang sudah eplekenyes.

            Contoh sederhananya, saya pernah bertemu ibu ibu dengan kostum seperti baru pulang haji (syariat paten) jalan bersama putrinya yang habis pulang ikut lomba modeling dan masih mengenakan kostum celana hotpant seperti sempak + kaos singlet you can see it’s hot. Entah kenapa, melihat itu saya merasa sepertinya ada yang salah dengan masyarakat kita,..

        • artikel yang menarik bung STMJ..khususnya mengenai kepentingan amrik…salam

          • Terima kasih bung Dewa, yang ini penghangatnya, nanti insya’Allah akan ada yang lebih menarik lagi hehe

      • bung stmj artikel yg mnarik salam..bung stmj,bung jalo..politik yg digunakn barat dn konco konconya dskrg ini..apkah pmrintah indonesia sudah mmpunyai anti dotnya..maklum prtnyaan org deso..mhon pncerahnya..salamm

        • kalau menurut saya pribadi anti dot terpenting adalah “clean goverment” lalu terapkan konsep trisakti. Untuk sekarang masih proses, tapi agak susah karena ini sudah menjadi wabah yg akut. 😀

          tapi tetap, harapan untuk anti dot diatas pasti selalu menjadi prioritas. mudah2an pemerintahan kedepan bisa menerapkan anti dotnya kepada negara kita tercinta ini. Bismillah…..

          • amin..harapan saya dn seluruh bangsa kedepannya nanti ada pemimpin yg nasionalis dn peduli dngan rakyat dn ibu prtiwi..aminn..bismilah..

        • artikelnya bung STMJ sangat menarik…..
          saya teringat Analisa teman2 di THE GLOBAL REVIEW (GLOBAL FUTURE INSTITUTE)
          salut untuk Bung STMJ…salam kenal dari Pulau sumbawa… untuk PAra WARJAGers

  6. nomor empat
    kok sepi ya???

  7. Nice article, bung STMJ..! Lama gak buka JKGR, pas lihat artikel ini, wow kereeen..! Berbobot banget. Salam dan sukses selalu untuk anda dan semuanya..! Selamat berakhir pekan bung..!

    • pa kabar bung yayan?
      lama tidak terlihat

      • Alhamdulillah, kabar saya baik, bung urakan..! Hehehe..! Bagaimana dengan bung Urakan sendiri, baik-baik saja bukan? Jumat malam saya baru pulang. Tadi siang seharian menemani anak-anak di sekolah, ada acara lomba-lomba di ajang sport day. Lumayan, sekalian refreshing..! Jaga kesehatan ya Bung. Disini hujan disertai angin kencang, seringkali datang tiba-tiba.

    • lm gk muncul bung yayan kangen artikelnya yg berbobot
      bnyk clue clue baru dr bung satrio dan bung ps bung yayan
      ditunggu artikelnya lho klo sdh tgs di negeri mama eli cepat di upload janji lho ya
      wajib hukumnya ditepati
      sukses buat anda bung yayan matur nuwun

      • Hehehe..! Terima kasih bung Kawulo..! Sebagai pemanasan, barusan saya udah kirimkan artikelnya ke bung Diego. Nanti kita lihat, layak tayang gak ya? Oh iya, banyak banget artikel yang sudah saya lewatkan. Nih saya juga lagi baca-baca. Keren-keren semuanya. Terima kasih untuk bung Jalo, bung PS, bung Gue dan bung Diego yang telah memposting artikel-artikel hebatnya. Untuk bung Satrio, salam dan apa kabar? Kalau ada waktu, tolong buatkan artikel yang membahas Naval Base TNI AL dong Bung..! Terserah bung Satrio mau yang dimana. Saya yakin artikel itu akan menambah pengetahuan para warjager awam seperti saya. Thanks bung..!

        • Kayaknya lebih menarik dinaikinnya besok kali ya bung Yayan, bung diego dan bung gue. Sayang kalau dinaikin sekarang, tubrukan dengan artikel bung STMJ, biar warjager makin penasaran. Maaf cuman saran aja, 😀

          Thanks sudah dibikin artikelnya bung Yayan, jadi penasaran tapi harus nahan sabar.

          • Setuju bung Jalo..! Saya juga sependapat dengan anda. Malam ini sebaiknya kita nikmati aja dulu sajian dari bung STMJ. Toh karakternya juga sama, lebih ke aspek HI..! Semoga bung Diego dan bung Gue mendengarkan saran kita. Terima kasih bung..!

          • maaf bung yayan, baru baca, td mlm ada undangan sampe pagi. Saya setuju dgn ide bung yayan dan bung jalo, klo artikel dari bung yayan baru dinaikan nanti malam. Berhubung bung yayan kirim ke email ke komandan warjag bung diego, insyaallah sy bantu teruskan.
            Artikel dari bung STMJ nice article biar dinikmati dulu ole warjag.
            Artikel bung yayan juga bakal cetar membahana he he he

    • Bung Yayan, kemana saja bung? Dari kemarin – kemarin saya cari – cari, berhubung saya tidak tahu email bung Yayan jadi saya nunggu disini. Saya butuh insight tentang ASEAN, terus terang saja komentar bung Yayan di artikel JKGR yang membahas tentang LCS membantu saya me-refresh pandangan saya tentang perkembangan politik regional, nanti di artikel saya bagian dua dan tiga bisa dilihat hasilnya. Jadi ceritanya saya mau konsultasi sama bung Yayan hehe, soalnya saya agak mentok di bagian ASEAN karena kesannya setiap negara bersikap individualis tapi mengarah pada satu pola yang sama. Terutama saya tertarik mengungkap kata – kata orang Korea yang diving bareng bung Yayan, tapi saya belum menemukan “otak dagang”nya ada disebelah mana, malah saya ketemunya banyak yang pahit semacam tukar guling begitu.

      Oh ya sampai lupa, terima kasih sebelumnya bung Yayan, yach corat coret analisa ngawur kuli proyek ya begini hehe

      • Ah bung STMJ bisa aja..! Analisa anda sudah setingkat dengan para pakar hubungan internasional bung..! Bagus sekali, tidak semua penulis bisa melakukan hal sedetail anda. Salute..! Lanjutkan bung..! Saya tunggu series berikutnya.
        Oh, hampir lupa..! Iya nih, saya baru pulang dari Brunei. Saya juga ada sedikit oleh-oleh dari sana. Tadi saya udah titipkan sama bung Diego untuk dibagi-bagikan. Hehehe..! Ternyata Brunei juga gak diam membatu lho..! Nanti kita simak bersama ya..! Salam hangat bung..!

        • Waduh, setingkat pakar,.. ini kalau kepala saya tiba – tiba membesar bung Yayan tanggung jawab ya! hehe

          Eh serius ini bung Yayan, kalau bung Yayan ada insight tentang Viet, Kamboja sama Thailand mohon di share. Ada sesuatu yang unik tentang ketiga negara ini yang mengganjal pikiran saya.

          Saya tunggu oleh – olehnya dari Brunei bung Yayan 😀

  8. Kemandirian solusinya, berdikari seperti yang didengungkan Bung Karno adalah obat yang mujarab. Apa artinya Non Blok bila kekuatan ekonomi dan militer kita lemah? Maka usaha pemerintah saat ini dengan UU minerba, pengadaan alutsista dalam negeri, serta tidak memihaknya kita ke salah satu blok patut dilanjutkan pemerintah selanjutnya. Pemerintah sekarang telah memberikan dasar yang baik meskipun masih banyak kekurangannya, sehingga mampu membawa Indonesia masuk 10 besar negara ekonomi terbesar. Selama pemerintahan SBY relatif aman, tidak ada konflik besar yang terjadi. Semoga pemimpin masa depan memiliki visi dan misi yang sama seperti sekarang, bukan hanya memikirkan kepentingan pribadi dan golongannya saja, serta bukan boneka dan antek asing pemilik modal. Jayalah NKRI.

    • Benar bung, jadi ingat ucapan bung Karno “Bangsa yg besar adalah bangsa yg berdaulat”…
      Untuk menjadi suatu kedaulatan jangan lupa dengan konsep Trisakti yg didengungkan beliau… 😀

      • Saya terus berharap konsep Trisakti ini benar-benar terwujud bung Jalo apalagi soal berdikari dalam ekonomi yang sudah semakin terang arahnya. Hanya miris bila mengharapkan berdaulat dalam politik, mengingat politik kita masih transaksional sehingga kepentingan pemilik modal besar dan agendanyalah yang berkuasa. Semoga yang terbaik bagi bangsa ini yang menang bung, hehehe…. maaf oot.

        • Iya bener bung Sanjaya politik harus dibenahi. tapi jangan lupa berdikari dalam budaya, karena ini yg terpenting dari sini Insyallah Politik dan Ekonomi bisa mengikutinya.

          • Betul bung Jalo, sayang pendidikan saat ini tidak lagi menempatkan kepribadian dan kebudayaan sebagai mata pelajaran utama. Harusnya ini yang di UN kan kemarin, bukan ditaruh di mulok (muatan lokal) yang jamnya sedikit dan tidak wajib ada. Anak jaman sekarang mungkin pinter2 tapi akhlak dan kepribadiannya jauh dari budaya bangsa. Maaf oot bung…

          • soal pendidikan saya setuju dengan anda bung Jalo (maaf SKSD), yang trjadi di daerah saya kunci jawaban UN 2014 dijual 200rb. itu dah lengkap untuk 20 varian soal dan untuk 4 mapel UN. dan saya selidik… jawabannya cocok………. dan yang menyebarkan adalah oknum guru……. kunci disebarkan minggu pagi
            Miris melihatnya….. mau dibawa ke mana pendidikan (generasi penerus) ini….. bener2 ancur ……

  9. bro tlg jgn pkai nick name saya hatur nuhun

  10. ok..

  11. top 10

  12. mantap analisanya BUng STMJ… silahkan disambung…

  13. Mau tanya nih bagi para sesepuh warjag
    Saya prnah baca baca,kelak Ri akan di jajah oleh negara besr Dan akan di satukan dgn Malaysia,negara besar ITU akan mnjajah Ri slma 15 tahun,mohon maaf jika prtanyaan saya tak berbobot,..

  14. sejarah berulang !? ..dgn segala modernitasnya yg terjadi hanyalah
    pengulangan dgn pergiliran para pelakunya…para keturunan dari kerajaan Romawi yg tua usang namun masih berjaya dgn segala kebobrokannya….kebangkitan cina penerus berbagai dinasti pendahulunya…
    kerajaan Persia dgn Iran kini sebagai episentrumnya dan negara2 sekitar sebagai satelitnya…., impian bangsa yahudi / israel yg mencoba menghidupkan haikal Sulaimannya…, kekaisaran tsar…hindustan yg mencoba bertahan dan menggeliat di tengah gunjangan dunia,
    …semenanjung arabia yg masih berlanjut konflik atas berbagai kabilah dan mazhabnya…, asia timur yg tampak saat ini gamang dgn kelamnya sejarah antar mereka…, afrika masih meraba di manakah mereka berpijak….,
    sementara kita ada di manakah dan hendak kemanakah bangsa ini hendak di bawa !?
    ….maaf hanya hasil amatan orang awam yg amatir yg belum tentu benar pandangannya…
    mohon pencerahan..pelurusan dari para ahli…narasumber forum JKGR…terima kasih,

    • Konflik sudah menjadi bagian dari takdir manusia bung PDL, jadi bukan berarti mengulangi kejadian sejarah. Konflik yang paling mendekati definisi pengulangan sejarah itu apa yang terjadi di semenanjung Arab saat ini, itu sudah sangat persis keadaannya dengan masa – masa perang salib dahulu. Dimana bangsa Arab terpecah belah dan sibuk bertikai sendiri, sementara sang “intruder” relativ aman – aman saja bercokol disana, kurang lebih begitu. Maaf hanya ngawur saja.

  15. Salam kenal

  16. Saat ini kolonialisasi telah menemukan bentuk baru atau masuk ke tahap modern yg rumit dan supercanggih seperti yg diterapkan ASU kepada negara kita. Kolonialisasi modern ini tercipta dari kreatifitas kepicikan, perpaduan ego dan dibantu kelicikan anak bangsa sendiri. Kalau dulu kolonialisasi dilakukan dengan memperluas wilayah kekuasaan dan mengeruk kekayaan alamnya, sekarang dengan cara menitipkan pengerukan melalui anak bangsa dengan janji kemewahan sesaat.

    Penyebarannya melalui globalisasi di semua lini kehidupan, seperti globalisasi budaya, politik, teknologi, ekonomi, ideologi, agama, informasi hingga kepercayaan. Globalisasi sebagai bentuk kolonialisasi modern terus bekerja dan merusak basis-basis tertentu di masyarakat kita. globalisasi ini bukan saja telah menimbulkan residu kolonialisme yang fatal namun menampakkan penjajahan baru.

    Semoga kedepan kita mengerti akar permasalah kita seperti yg diungkapkan John F.Kennedy : “Masalah-masalah kita adalah buatan manusia, maka dari itu, dapat diatasi oleh manusia. Tidak ada masalah dalam takdir manusia yang tidak terjangkau oleh manusia”.

    • Sebenarnya aturan itu sudah dibuat sejak jaman para pendiri negara kita, cuman masalahnya masuknya asing ke dunia perpolitikan kita akhirnya berakibat susahnya kita menetapkan aturan yang lebih melindungi kepentingan negara kita. Itulah yg saya tulis di atas, Globalisasi Politik. Bener bung yg penting dibenahi adalah perpolitikan dalam negeri kita dan juga lupa dengan “clean Goverment”.

      • Benar bung Jalo, para pendahulu sudah menyiapkannya. tapi entah kenapa dalam perkembangannya kemudian hanya menjadi “kalimat – kalimat retorik”.

    • Itulah fungsi kolinialisasi modern melalui globalisasi informasi. Penerapan strategi ini yg lagi gencar di negara kita.

    • Cara lain yang digunakan untuk mendekatkan negara berkembang dan miskin yang dilakukan adalah dengan memberi bantuan pendidikan. Dengan bantuan pendidikan tersebut berarti secara langsung adalah media promosi pemikiran dan pengatahuan yang dimiliki negara maju kepada negara miskin dan berkembang.

      Para pemimpin yang ada pada negara tersebut dikirim ke negara maju untuk belajar cara negara maju meningkatkan kesejahteraannya. Lalu ketika para pemimpin tersebut kembali ke negara maasing-masing mereka mencoba menerapkan pengetahuan yang didapat di lembaga pendidikan negara maju untuk membangun daerahnya. Dengan mencotoh negara maju maka secara tidak langsung negara tersebut megikuti segala sesuatu yang dilakukan apa yang dilakukan oleh negara maju.

      Seperti inilah cara yang dilakukan negara maju untuk menanamkan teori. Ideologi, modernisasi, politik, ekonomi. Dengan menyamakan tata cara mengatur negara maka hal tersebut digunakan mempertahankan dan melanjutkan dominasi kolonialisme yang ada.

      Di jaman sekarang sudah terjadi perbedaan fase dengan generasi manusia sebelumnya. Fase sekarang adalah fase informasi dan teknologi. Seluruh aspek kehidupan manusia sudah ditunjang dengan teknologi modern. Ketergantungan manusia dengan teknologi sangatlah besar.

      Bangsa barat sangat mengetahui hal tersebut. Seluruh teknologi modern dibuat dan dikuasai agar bangsa berkembang hanya jadi pengguna saja. Akibatnya adalah bangsa barat dapat dengan mudah mengatur negara- negara berkembang. Contoh kasus adalah Singapura.

      • Iya bung Jalo, kebanyakan dari wacana kerjasama pendidikan ini penyusupan ideologi dan wawasan westernisasi berlangsung. Saya jadi teringat ingat jaman pak Karno dan masa masa awal dulu, orang kita banyak yang belajar ke Soviet, pulang – pulang membawa oleh – oleh ideologi. Dan ngomong – ngomong jebolan Soviet, hanya mendiang Tan Malaka saja yang paling saya hormati.

        • Bung STMJ, tidak semua yg belajar di Soviet mendapat oleh-oleh ideologi. Kakek saya yg ikut kesana bercerita, sebelum berangkat mereka sudah didoktrin tentang pancasila lalu ketika mau balik juga di tes tentang ilmu pancasila (takutnya mereka sudah lupa). Malah menurut kakek saya disana malah mereka mengajarkan Pancasila kepada tentara2 soviet. Tapi memang ada juga yg terkena dampak ideologi soviet, tapi ada juga yg masih bisa mempertahankan. 😀

        • baik yg pulang dari soviet ataupun kairo dan madinnah masing2 membawa ideologinya sendiri ke indonesia… yah selama ideologi2 itu tidak merongrong bangsa yg majemuk dan pancasila yah mboten nopo2… tapi kalo sudah merongrong dan anti pancasila yah harus disikat!!!!

    • @STMJ salam kenal , artikel anda menambah wawasan saya.

      kalau bicara media sepertinya kita tau gmana cita rasanya apalagi media televisi indonesia yang hampir mayoritas diisi dengan hal yang kurang mendidik dan berbobot, kalau menurut pendapat saya yang awam ini salah satu solusinya yah kembali ke sekolah harus ditinjau lagi materi yang ada di sekolah, kenapa saya katakan kembali ke sekolah karna pribadi kita terbentuk dari rumah dan sekolah yg kita mulai sejak kecil nah klo sekolah tidak membentuk kita menjadi manusia yang memiliki kepribadian dan akhlak yg kuat maka sudah dipastikan akan mudah dipengaruhi oleh budaya asing dan akan menghilangkan jati diri kita sendiri, Saya ambil contoh ada sebuah sekolah anak2 di spanyol yang mengajarkan lebih banyak pesan moral , budaya daerahnya, cara menyebrang, cara berjalan di trotoar dll ditahap2 tertentu baru diselingi mata pelajarn yg lain mungkin inilah awalnya yang membentuk jati diri mereka di kemudia hari dan membuat mereka lebih nasionalis baik atau buruk negaranya tetap Espana numero uno..he2, Mungkin pelajarannya dikit tapi pondasi mereka kuat .Mereka teramat sangat suka dan mencintai budayanya dan negaranya bahkan banyak yang tidak mengenal justin bieber atau michael bubble karna mereka merasa negara mereka juga memiliki banyak artis2 yang hebat juga,coba klo anak remaja di indonesia pasti hampir semuanya kenal justin bieber, Saya tidak mengatakan sekolah kita buruk pengajaranya tapi cara pembentukan karakternya yang kurang. Pintar tapi gak pd itulah kebanyakan kita termasuk saya seperti ada penyakit syndrom white people klo ketemu orang kulit putih minder dan kita kira mereka pintar kali padahal 11-12 sama kita he2.maaf pendapatnya ngawur..

      Salam buat penduduk warjager
      Dari Anak kecil
      10/05/2014…..Te quiero Indonesia

  17. Artikel yg bagus bung STMJ menambah wawasan bagi saya yg masih awam. Untuk bung yayan di tunggu oleh2 dari Brunei soalnya kemarin putera mahkota kerajaan Brunei dapat brevet kehormatan dari tiga matra passus kita.

  18. amin bung 😀 smga aja cpet trwujud dn trcipta pemerintahan yg bersih dari atas sampai bawah..salam hangat…

  19. Nice artikel bung STMJ bisa menambah wawasan warjager muda yang mulai banyak nongkrong diwarjag ini ..
    Banyak generasi muda kita yang sungkan bertanya disini karena takut salah beralih bertanya kesaya lewat sosmed ,,dan ternyata minat mereka terhadap perkembangan Indonesia Jaya sangat besar

    Dengan Artikel kewiraan bung STMJ ini bisa mengobati dahaga mereka yang sudah inbox saya menanyakan kapan diwarjag artikel kewiraan muncul lagi,, jgn melulu teknis militer terus
    dan anda sudah memberikan nya
    Terus berkarya bung
    salam

    • Dapat pujian dari sesepuhnya JKGR itu rasanya bagaimana ya, agak semriming begitu bung Satrio haha.

      Tulisan saya tidak akan jauh – jauh dari hubungan internasional dan kewiraan bung Satrio, karena saya memang tidak kepikiran mengurusi teknis, sudah banyak master ahlinya yang lihay – lihay, saya mengisi tempat yang bolong saja, biar jangkep.

      Siap laksanakan nDan 😀

  20. Salam kenal bung warjag se nusantara.

  21. Bung stmj keyeeenn. Sesepuh disini juga keyeen semuaa.

  22. Bagus bgr analisisnya bung.

  23. salam nkri warga jkgr.
    saya prnh baca2 artikel tp lupa dmn ya, di situ di sbtkan bhwa asu berhutang emas batangan pd indonesia di jaman bung karno, bwt jaminan mencetak dolar dan di situ trdpt stempel pemerintah indonesia, asu dan swiss dan parahnya klo bukan bung karno yg ambil gk bakal bs klwr itu emas.
    mohon pencerahannya bung2 sesepuh warjag, maaf ane hny kuli angkut peace…

  24. Keren artikelnya Bung STMJ (susu telur madu jadi JANTAN).

  25. artikelnya menggugah lho bung STMJ. Memang Indonesia mengalami pelajuan ekonomi makro yang “dahsyat” memandang Rusia yang diperkirakan 0% (CMIIW)..! Konflik dalam skala besar tentu saja dihindari negara-negara usa dan nato. Bahkan pula negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Untuk sektor riil memang negara kita harus melangkah lebih jauh. Tapi landasan yang ditinggalkan pemerintah sekarang sudah baik. Netralitas kita dalam singgungan pembentukan klik-klik di kawasan telah ditanggapi dengan diplomasi yang sepatutnya, bahkan langkah elegan dan brilian pun juga telah dilakukan. Keniscayaan langkah-langkah drastis, konspirasi, proxy war, sindikasi oligopoli akan dimaksimalkan segera dekade ke depan. Saya membayangkan pembukaan terusan tanah genting kra, krisis yang terjadi di burma dan posisi burma dan vietnam kemudian yang akan lebih strategis bagi amerika akan di coba dilaksanakan. Wa allahu “alam. Oh ya…bung STMJ jadi kompatriot bung yayan ya?..ditunggu confirm bung Donnie yang lama ndak memaparkan konsep…salam tabik..

    • Terima kasih bung Blaze, saya mencoba menemani bung Yayan menelusuri tema hubungan internasional, saya harap tidak mengecewakan warjager.

      Salam

  26. bung STMJ.. superb pemikiran nya…

    kepada senior thanks..
    saya setuju dgn anda semua..
    dahulu saya merasa sendiri.. (saya dan temen2)
    kami merasa sedikit sekali orang yg WARAS sekarang..
    namun setelah mengikuti warung ini 4-5 bulan..
    pendapat saya terpatahkan..
    saya sangat berterima kasih..

  27. Salam NKRI bung STMJ, nice artikel, salut dengan bahasan yg membuka mata kita sebagai kaum muda penerus harapan bangsa tentang pandangan politik dan wawasan bernegara.
    Jayalah indonesia mandiri dalam alutsista dan kuat tatanan ekonomi dunia

  28. Sebagai catatan Pada PD 2 sebelum amerika menyatakan negaranya ikut langsung dlam,perang waktu ekonomi mereka macet tidak berkembang,namun setelah insiden pearl harbor rakyatnya terpacu amarahnya dan akhirnya menyatakan ikut langsung dalam perang,dan anehnya ekonomi mereka malah bergerak dengan membangun pabrik2 senjata,banyak pengangguran yg akhirnya dapat pekerjaan,walau bagaimanapun harus di akui nasionalisme rakyat amerika itu kuat dan negaranya menghargai rakyatnya,ane yakin kalau amerika dan rrc berperang memang kedua negara akan hancur tapi amerika pasti akan cepat pulih,sebagai rakyat indonesia ane gak terlalu suka amerika,tpi kenyataannya amerika lebih beradab dari china

    • Barat dan timur tidak ada bedanya bung Gint, lebih baik hujan batu di negeri sendiri dari pada hujan emas di negeri orang lain. Tapi jauh lebih baik lagi kalau hujan emasnya bisa di negeri sendiri

  29. Ini sangat menggugah rasa nasionalisme bung STMJ, semoga banyak pemuda pemudi yang membaca ini artikel biar jiwa patriot kebangsaannya bertambah, jangan cuman pinter bikin hura hara aja yang ngeselin pak polisi kita 🙂 kalo bisa mereka berpikir bagaimana memajukan negeri ini dan bisa terlepas dari penindasan modern saat ini.

    • Setuju bung, coba anak muda kita lebih peduli pada negerinya. Saya menulis rangkaian artikel ini juga untuk menggugah kesadaran dan wawasan bertetangga kita. Intinya dunia tidak selebar daun kelor, ada cerita dan kejadian diluar sana yang kita perlu tahu.

  30. apik tenan bung

  31. Klw ane mah newbie yg masih belajar dr para sepuh disini. Ane ga begitu paham tentang kewiraan apalagi militer secara teknis. Paling ane cuma bisa komen ga bermutu . heheheg.

  32. Artikel yang berbobot memang….thanks bung STMJ.
    Ijin menyimak para sesepuh jkgr

  33. Kalau di cermati dari artikel tersebut nampaknya kartu truf amerika dipegang cina, dan kartu truf china di pegang indonesia jika kartu truf indonesia diserahkan amerika maka china akan meredup dan mungkin mati oleh sebab itu china dan amerika banyak memberi kepada indonesia.apakah mereka tulus?,setiap pergerakan indonesia dipantau terus oleh kedua negara.indonesia memiliki semuanya untuk maju.bahkan buku pelajaran untuk maju itu sdh ditangan indonesia!tapi tidak pernah di baca apalagi dipraktekkan.kita impor dari negara yg dikatakan maju(menurut mereka) teknologi dan budaya beserta sampah dan tong sampahnya.jadi penyakitanlah negara ini!.

    • China itu sangat menghargai kita, saya pernah bertemu dengan salah satu pejabat militer mereka saat berkunjung kesini dan mereka sangat menyanjung negara kita. Sanjungan ini berdasarkan Pidato Bung Karno di sidang PBB pada tanggal 30 September 1960. Beliau mengatakan bangsanya tidak pernah melupakan sejarah termasuk dengan pidato Bung Karno tersebut. 😀

    • Kesimpulan anda cerdas sekali bung Orca hehe

  34. Benar bung, sebetulnya kita bisa belajar dari swedia. Disana negaranya sgt mendukung riset dan iptek. Kebanyakan perusahaan2 mereka sgt royal thd riset dan litbang. Mereka rela menginventasikan uangnya utk riset teknologi ini. Mereka selalu mengkontrol biaya risetnya agar tdk lbh ataupun kurang dari garis kebijakkan perusahaan. Saya tahu krn dulu pernah sbg controller di prsh sabuk pengamannya.

  35. Anda benar bung Ihsan, Indonesia perlu membenahi diri sendiri baru kemudian tampil sebagai sosok pemimpin dikawasan. Seperti kata peribahasa, jika ingin dihormati maka hormatilah diri sendiri terlebih dahulu, ngajeni awake dewe kalau kata orang jawa.

  36. bagus sekali artikel anda bung STMJ sekalian nanti dibuat resep2 agar negara kita bisa membendung dan bahkan terhindar dari dampak politik busuk yg di mainkan oleh negara2 spt ASU N aliansinya, smg warjager semua selalu dlm kondisi sehat utk selalu bersemangat patriotisme, memang benar media2 tv yg saya di indonesia sudah jarang memberikan dampak positif utk negeri…yg ada tayangan sampah mngkin juga udah dibayar asing? mindset nya msh trrfokus dijakarta pdhal jakarta udh amburadul tata kotanya,bila indonesia ingin menjadi bangsa besar, kita harus menghargai dan mencintai apa yang ada di negeri kita…semangat patriotisme dan militan bangsa kita sangat terkenal didunia, tinggal kita sbg putra putri bangsa melanjutkannya.

  37. alangkah baiknya kita perbanyak artikel kaya gini…salut buat bung stmj…sementara artikel yang membuai kita..membuat kita terlena dan menjadi tidak waspada mulai dikurangi…marilah kita mulai melihat ancaman-ancaman yang mulai timbul di depan mata kita…bagaimana sikap negara tetangga yang mulai arogan…semua perlu kita cermati

    • Terima kasih bung Arya, tulisan ini dan lanjutannya memang untuk mengulas wawasan kekawasanan, biar melek dengan apa yang terjadi disekitar kita dan seperti kata anda biar tidak dibuai angan – angan nyiur melambai terus 😀

      Salam

 Leave a Reply