May 152014
 

image

Analisa Umum Pasifik
Bagian 3 : RUSIA

Rusia secara tidak langsung masih dipandang sebagai metamorfosa Uni Soviet dan untuk saat ini sebagai kontender utama Amerika dalam pentas negara super power. Secara umum terdapat perbedaan respon penanganan antara Rusia dan RRC oleh barat. Baik Amerika maupun Eropa masih berkeinginan agar Rusia bersedia bergabung dengan NATO, namun sifat individualisme dan rasa superioritas Rusia menjadi ganjalan bagi harapan mereka. Tampak barat secara hati – hati berusaha merajut tujuannya dengan secara konsisten menyudutkan Rusia pada posisi dimana ia tidak memiliki opsi lain selain bergabung dengan NATO, dan disinilah China kemudian datang mengacaukan segalanya. RRC tidak tinggal diam sebab apabila semua itu terwujud maka posisi RRC akan terjepit dari segala penjuru.

Bila Rusia bergabung maka NATO akan menjadi organisasi dengan kekuatan ekonomi dan militer terbesar di dunia. Namun kemenangan terbesarnya adalah keberhasilan barat dalam menjinakkan beruang merah dan mengambil keuntungan jangka panjangnya. Dengan tujuan akhirnya menghilangkan potensi reinkarnasi Uni Soviet, serta perkuatan kekuatan dalam menghadapi kebangkitan Asia yang dimotori oleh China. Secara teoritis, bila sebaran kekuatan dunia semakin homogen maka dunia akan dapat lebih mudah untuk dikendalikan. Masih tidak jauh – jauh dari rencana imperialisme kaukasoid, hanya saja kali ini dengan modus legalisme.

Sebagaimana dengan RRC, Rusia juga tengah menghadapi taktik isolasi geografis Amerika dan NATO. Dengan dalih untuk menangkal roket – roket pejuang Palestina dan terorisme Amerika mencoba memagari halaman Rusia dengan rudal – rudal pertahanan udara. NATO pun tidak tinggal diam dengan terus menggerus negara – negara pecahan bekas Uni Soviet agar bergabung dengan NATO hingga akhirnya merembet ke Ukraina. Namun nampaknya langkah pendekatan pada Ukraina lebih didorong oleh upaya balas dendam atas Georgia, pecahan Soviet yang kini mendekat pada Barat dan rencananya akan resmi menjadi anggota NATO pada 2014 ini. Seperti yang telah diketahui pada 2008 silam Rusia pernah menyerang Georgia dalam upayanya menciptakan negara boneka Ossetia Selatan. Serangan itu masih meninggalkan luka dan duri dalam daging Georgia hingga sekarang. Georgia tidak mampu berbuat banyak untuk mengambil kembali Ossetia Selatan sebab Ossetia berada dalam proteksi Rusia. Papa bear mengancam akan mengambil tindakan tegas atas setiap upaya militer terhadap Ossetia Selatan.

Setelah mendapatkan sukses besar di Arab dan Afrika Timur, jaringan invincible hands barat mencoba menciptakan pergolakan di Ukraina dengan tujuan menurunkan Presiden incumbent yang pro Rusia. Tujuan utamanya adalah mendesak posisi Rusia untuk terus mundur ke belakang dengan menutup basis militer Rusia di Crimea – Ukraina. Crimea sendiri adalah tempat bagi pangkalan utama angkatan laut Rusia di Laut Hitam, berfungsi sebagai fasilitas pengontrol kawasan dan pintu gerbang menuju Eropa dari Front timur. Jika rencana tersebut berhasil maka akan menjadi pembalasan dendam yang amat sangat manis, Rusia akan kehilangan posisi strategisnya dan akan menangguk kerugian ekonomi yang besar pula.

Melihat gelagat itu, dengan dalih menyelamatkan warganya yang selama ini ditempatkan di Crimea untuk mendukung fasiltas pangkalan lautnya, Rusia tanpa basa basi langsung mengerahkan militernya mengamankan Crimea, sebab jika Rusia memilih diam menunggu situasi maka Crimea akan benar – benar lepas begitu pemerintahan baru yang pro NATO resmi operasional. Setelah secara de facto Crimea berhasil dikuasai Rusia kemudian secara sistematis melakukan legalisme atas akuisisinya pada Crimea dengan melaksanakan referendum, yang mana pasti berhasil sebab sebagian besar pendduk Crimea adalah warga Rusia. Sebuah langkah cantik yang secara tidak langsung juga menunjukkan kepada dunia bahwa imej Rusia “beda” dengan Barat.

Tidak adanya perlawanan dari militer Ukraina terkait invasi Rusia disebabkan oleh adanya kemandulan pada kursi komando dan tidak adanya jaminan nyata dari NATO dan Amerika selain upaya simbolik saja. Barat hanya bergeming ketika Georgia yang merupakan sekutu dekat NATO di invasi oleh Rusia, maka apalah arti Ukraina yang bukan sekutu siapapun. Selain itu Ukraina memiliki ketergantungan energi yang tinggi dan menanggung hutang miliaran dolar pembelian gas pada Rusia. Dan Rusia telah mengurangi pasokan gasnya semenjak tergulingnya presiden incumbent yang pro Kremlin, menyebabkan Ukraina tertimpa krisis karena sebagaian besar industri Ukraina berhenti. Meninggalkan Ukraina pasrah dengan apapun yang dilakukan Rusia.

image

Tidak berhenti di situ, setelah menjamin posisinya di Crimea, dengan menggunakan taktik yang sama invincible hands Rusia mulai mengaduk – aduk Ukraina dan membalikkan situasinya 180 derajat. Hasilnya kini Ukraina terancam perang saudara antara warga yang pro Rusia dengan pemerintah yang pro NATO. Amerika dan NATO hanya bisa melihat dan menanggapinya dengan tambahan sanksi ekonomi serta kecaman – kecaman retorik. Sementara itu masih dalam upayanya merangkul Ukraina, Barat melalui IMF mencoba memberikan pinjaman senilai 17 miliar dolar guna menyelesaikan hutang serta mengatasi krisis ekonomi Ukraina, tentu saja pinjaman tersebut diikuti syarat – syarat yang pada intinya menggeser posisi Ukraina lebih ke arah Barat. NATO juga berupaya menyelesaikan krisis energi Ukraina salah satunya dengan mengusulkan wacana impor gas dari Amerika, namun untuk yang terakhir ini Amerika sendiri masih ragu – ragu.

Di saat yang sama Rusia menawarkan paket kredit lunak 15 miliar dolar pada Ukraina dalam bentuk ekspor gas dengan harga khusus, yang secara tidak langsung turut ikut mempengaruhi rakyat Ukraina untuk berpihak pada Rusia. Dan ujung – ujungnya uang yang dikucurkan IMF pun akan jatuh pada Rusia. Hal ini menjadi berat bagi Barat, selain mereka sendiri sedang mengalami krisis mereka masih harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar tanpa imbal hasil sama sekali. Terlebih lagi uang tersebut dikucurkan pada saat pemilu Ukraina sudah dekat, menjadikan barat semakin jatuh telak dalam rencana Rusia. Maka Crimea pun menjadi salah satu kemenangan perang yang paling brilian dalam sejarah. Rusia berhasil mengamankan posisi strategisnya, mendapatkan uang dan wilayah baru, dan semuanya terjadi hanya dengan bermodalkan ongkos bensin dan solar serta tanpa menembakkan peluru sama sekali. Magnificient, BRAVO, Standing Applause!!!

Nampaknya Rusia jauh hari sudah memperkirakan bagaimana respon Barat atas Ukraina, kendala ekonomi telah menghalangi mereka untuk mengambil tindakan militer yang mana hanya akan memperburuk keadaan. Menanggapi sanksi– sanksi ekonomi Barat Rusia hanya tersenyum simpul, sebab sangsi Barat tidak akan berdampak pada Rusia dalam jangka panjang sebaliknya ini hanya akan memperlambat proses penyembuhan ekonomi Eropa. Rusia bisa saja memutuskan setiap saat pasokan gasnya ke Eropa dan mengalihkan penjualannya ke China, langkah ini akan sangat memukul Eropa terutama negara – negara yang memiliki ketergantungan gas pada Rusia. Namun Rusia lebih memilih untuk menggunakan ekspor gas-nya sebagai alat tawar menawar diplomatik. Lagi pula jika pasokan gas ke Eropa benar – benar diputus maka akan berpotensi memicu perang yang sesungguhnya, dan yang akan menari – nari di atasnya adalah China, satu hal yang tidak diinginkan semua pihak.

image

Sebagai sekutu Rusia, RRC kemudian menyediakan jalan keluar bagi Rusia dalam menghadapi sangsi Barat, RRC menempatkan dirinya sebagai pintu masuk menuju pasar Asia yang sangat potensial dan terus berkembang. Agaknya langkah ini sudah direncanakan jauh – jauh hari pula dan menjadi satu paket dengan rencana invasi Ukraina. Selain minyak dan gas dagangan utama Rusia yang paling diminati adalah industri senjata, sebagai tanggapan atas sanksi ekonomi barat maka Rusia akan semakin berusaha menggenjot penjualaan senjatanya. Sehingga hampir bisa dipastikan, akan ada semakin banyak senjata – senjata top tier papa Bear bersirkulasi di Asia. Dan ini tentu saja akan secara langsung meningkatkan derajat ancaman asimetrik di dunia serta mempersulit Barat dalam menanamkan pengaruhnya pada negara – negara kawasan. Demikian karena mereka yang memegang senjata akan cenderung lebih keras kepala dan lebih percaya diri –masih ingatkah dengan UU minerba Indonesia?.

Rusia dalam kaitannya dengan konflik pasifik lebih menempatkan dirinya sebagai pengamat dan tukang kipas. Sebab pada dasarnya Rusia memang tidak memiliki kepentingan langsung dalam konflik pasifik. Sebagaimana Barat Rusia juga akan mengipasi negara – negara kawasan agar tetap dingin dan tidak gerah, di saat yang sama Rusia juga akan ikut menjaga agar apinya tidak padam. Sebab ketidakstabilan politik pada suatu kawasan akan mendorong terjadinya perlombaan senjata, dan di sanalah para negara – negara produsen senjata memainkan perannya dan mengeruk keuntungan. Oleh karenanya Rusia akan memanfaatkan momen ini untuk menunjukkan dan menonjolkan sisi “baik”nya untuk membangun hubungan diplomatik jangka panjang melalui perdagangan dan kerjasama strategis. (by STMJ)

  193 Responses to “MAP of CONFLICT SERIES (3)”

  1.  

    lho kog jd dobel maaf bung diego di hps aja satunya drpd ngotorin forum.

  2.  

    Kembali lagi kepada JASMERAH, Soekarno dulu sudah memperingatkan akan bahaya NEKOLIM, yang bahkan beliau sendiri ikut merasakan akibatnya. Walaupun sekuat apa pun militer kita, tanpa dukungan intelejen yang tangguh sama dengan mengulangi kesalahan yang sama….

    Ingat, jaman Soekarno Indonesia adalah kekuatan utama di Asia, namun bisa digulingkan pula dengan bantuan Amerika, Aussie dan Inggris melalui perang politik & intelejen.

    Solusi ampuh adalah memperkuat intelejen negara, ingat Mesir pun kuwat secara militer namun bisa digoyang melalui perang intelejen, bagaimana pula dengan Venezuela, kematian Presiden Hugo Sanches karena keracunan radio aktif?

    •  

      Setuju Kamerad…..

      Tapi yg lebih penting jangan hanya Mengingat sejarah masa lalu…. harus diimbangi dengan membuat sejarah masa kini dan masa depan….. didik diri kita dan anak anak kita… jangan jadi saksi sejarah…. BUATLAH SEJARAH…..! MERDEKA

  3.  

    Om Lamberth:

    Sebagaimana Rusia menjadikan pasokan gasnya kepada eropah sebagai alat tawar, indonesia juga bisa memainkan peran yang sama (kalau RI-1nya dan BUMN2 nya tidak menjadi budak barat) yaitu menjadikan freeport sebagai alat tawar yang ampuh terhadap amerika.

    Freeport-Papua adalah dapur sekaligus merangkap halaman belakang amerika serikat. jika dapurnya tidak mengepul maka akan mengganggu putaran roda ekonomi amerika serikat secara signifikan (yaitu sumber segar EMAS dan plutonium/uranium dalam jumlah yang dahsyat! yang tak terbayangkan oleh siapapun).
    Mereka akan senantiasa terus berusaha mati-matian untuk bercokol sampai hari kiamat di papua.

    Segala cara akan dicoba…:
    – menyuap petinggi pusat dan daerah, anggota DPR, baik sipil dan militer, untuk melindungi eksistensi mereka di segala lini, yang bermuara kepada PERDA, UU, KEPRES, KEPMEN yang secara hukum akan melegalkan kehadiran mereka disana.
    – menciptakan proses pengkaderan di segala komunitas di RI yang pro kepada kepentingan AS.
    – jika upaya suap gagal, mereka (AS dan antek2nya) akan mencari2 kesalahan terhadap pribadi indivudu orang2 yang “mengganjal” dijalannya. Isu Harta, Wanita, Tahta akan diangkat ke publik, hingga orang yang mengganjal tersebut terjungkal dari posisinya, dan dengan segala cara mereka akan berupaya mencari pengganti yang senafas dan pro dengan mereka.
    – menciptakan situasi dan kondisi yang tidak aman di papua, dengan tujuan akhir papua lepas dari RI, dan dengan segera bisa menjadi negara boneka AS.

    •  

      @desperado : catatan penting dari ulasan anda benar bung, yaitu “menciptakan situasi dan kondisi yang tidak aman di papua, dengan tujuan akhir papua lepas dari RI, dan dengan segera bisa menjadi negara boneka AS”…hal ini yang sebenarnya harus diwaspadai, apakah dengan pemimpin yang berganti nanti UU Minerba akan istiqomah untuk dikawal atau bahkan bisa sebaliknya… salam

    •  

      “freeport sebagai alat tawar yang ampuh terhadap amerika”, ini kesannya apa tidak seperti menghisap darah saudara sendiri bung Desperado?! IMHO cmiiw

      •  

        @ stmj

        sepertinya free port bukan alat tawar tetapi adalah BAGIAN KOMPENSASI bagi USA..sebagai penengah karena berhasil mencegah perang antara RI dan belanda pada thn 60 an
        sebagai tambahan nyawa kenedy pun hilang

        * maaf analisis sales panci

        •  

          Tahun 60 masih masanya pak Karno, sulit sekali saya membayangkan seorang ultra nasionalis seperti pak Karno menggadaikan Papua sebagai kompensasi perang (perang yang mana juga?). Sepemahaman saya, eksplorasi besar tambang Papua adalah bagian dari kebijakan jalan pintas pak Harto untuk menghasilkan devisa dan mengisi kantong pribadi. imho cmiiw

        •  

          @ stmj

          ya…ya..ya…

          coba anda pikirkan..pada saat itu thn 60 an di sekitar papua…belanda FAKTANYA telah perang dengan indonesia ,dengan menenggelamkan beberapa kapal cepat torpedo..,tetapi..TIBA2 bisa ngalah tampa syarat di atas meja…? berita apa yang di dengar belanda dari USA..
          indonesia punya kapal selam 12 buah kah,..mig 17.19, atw 21.?
          atw kri irian..?? sebegitu takutkah belanda..?? yang punya kapal induk..?.berita apa yang belanda terima dari USA…?.kenapa free port pemimpin indonesia tidak berani kutak kutik,…? adakah perjanjian TERSELUBUNG antara sukarno dan kennedy..?apakah benar USA hutang ribuan ton emas..?

          oopsss ..saya yakin sesepuh2 di sini mampu menjelaskan…

          * maaf sy cuma sales panci

        •  

          Heee harga yg hrs dibayar spy raja nusantara ke2 bisa naik sbg raja; dan mamrika tentu akan lbh gampang berurusan dgn raja 2 yg kartunya mrk pegang dibandingkan berurusan dg beatrix van oranye yg sekutu nato mrk:) just imho

        •  

          Benarbung, freeport adlh hadiah dari raja nusantara 2 dan atas bantuan mafia barkeley jg krn telah membantu duduks raja dimaribkan krn usa membantu kita perang dgn belanda, tanpa bantuan usa pun kita sdh byk menerjunkan pejuang kita disana. Kapal induk karel doorman dihadapi dgn kri irian, tu 16, ks whiskey. Pespur mustang lawas belanda dgn mig2 kita yg lbh canggih ditambah prajurit gagahbi dari paskhas, kko dan RPKAD. Belanda bukanlah lawan yg setarakita

    •  

      Terima kasih bung @Desperado atas ulasannya! Di sini sy hanya mau sampaikan bahwa potensi untuk lepasnya Papua mungkin agak kental di sini!! Saya tinggal di Timika. Sekarang saja di sini situasinya agak mencekam karena setiap konflik sekecil apapun itu bisa menjurus ke unsur-unsur lainnya yang lebih rawan (separatis misalnya)… Ada satu ungkapan yang di sini yang kadang-kadang kita miris mendengarnya, di mana masyrakat suku asli di sini sering mengatakan kepada pendatang (masyarakat luar papua) ‘Ini kau punya tanahkah?’ Ungkapan seperti ini tidak pernah mungkin kita dapatkan ketika kita pergi ke daerah lain. Pernah saya mengalami di sekolah tempat istri saya bekerja, teman istri saya yang mengajar materi menggambar. Lalu dia meminta anak2 siswanya untuk menggambar bendera negara Republik Indonesia. Lalu sebagian anak2 malah menggambar bendera Bintang Kejora.
      Ok…itu sj yg mgkn saya mau share kepada bung Desperado dan semua suhu dan warjagers sekalian…. Mohon maaf kalau ada salah kata.

      •  

        Menurut saya, yg harus dilakukan kita skg adlh memperbanyak perlajaran kewiraan disana. Terus terang kecintaan saya dgn negeri ini juga krn perkenalan di dunia pendidikan kita terutama PMP dan sejarah tapi saran saya jgn terlalu banyak teori yg membosankan tapi hrs diperbanyak studi kasus tentang kejayaan kita di masa lalu dan perjuangan para pahlwan kita yg rela mati utk bangsanya. Tanamkan pendidikan kewiraan disana sejak dini mungkin krn itulah waktu yg terbaik utk menyerap perlajaran jgn sampai kita didahului oleh antek2 asing yg berkedok utk memberikan pendidikan gratis disana dgn materi pendidikan yg anti bangsa indonesia. Perbanyak sekolah2 negeri utk SD dan Smp disana.

        •  

          thx atas atensinya bung Ihsan. Memang sekarang yang menjadi momok juga adalah adanya beasiswa dan pendidikan gratis yang bisa saja sudah disusupi mata2 pihak asing. coba tengok mereka (anak2 papua) yang mendapat beasiswa pendidikan di luar negeri, pernahkah kita berfikir bahwa mereka sedang dipersiapkan untuk suatu ‘project’ yang lebih besar ke depannya? Bisa saja kan mereka sudah mendapat ‘brain washing’ untuk anti terhadap Indonesia sperti yg bung Ihsan sebutkan? Bagaimana menurut pendapat bung Ihsan?

  4.  

    analisa yang bagus bung STMJ.
    dilanjut ya artikel yng epsd 4nya..
    salam hangat

  5.  

    Artikel yang bagus sekali bung STMJ. Ditunggu kelanjutannya.
    Saya begitu salut pada para Sesepuh dan pembaca Warjag. Cukup lengkap para ahli yang hadir disini, militer, ekonomi, politik, teknik, pertambangan, hukum, sosial kemasyarakatan, sejarah dan lain-lain. Saya bersyukur sekali sudah bisa ikutan nyimak dan belajar disini. Moga Warjag ini bisa menguatkan lagi jiwa nasionalis kita yang membacanya. Sehingga jika terjadi eksekusi terhadap NKRI kita semua tidak tinggal diam untuk mempertaruhkan nyawa dan harta demi NKRI tercinta.
    “NKRI HARGA MATI”.

  6.  

    Strategis sekali posisi Gas rusia, tapi bagaimana dengan Gas indonesia yang di jual sangat murah ke China oleh mantan Presiden M?

  7.  

    disambung terus artikelnya……

  8.  

    daripada berpihak ke barat,mendingan berpihak ke rusia.. :v hahaaa

  9.  

    merdeka merdeka merdeka

  10.  

    Assalamualaikum dan salam sejahtera bagi kita semua..
    Selamat siang para sesepuh dan warjagers semua

    Artikel dengan ulasan yg mendalam bung STMJ!!
    Harus kita akui keberanian om putin dan ciamiknya permainan catur rusia.
    Bisa saja kita meniru permainan catur rusia namun harus dibersihkan dulu itu tikus-tikus di pemerintahan dan harus ada kesatuan pemikiran, visi dan misi antara pemerintah dengan bapak-bapak yang terhormat di leglisatif untuk membangun dan membesarkan bangsa ini.
    Seperti yang kita semua tahu bahwa belum cukup banyak kesepahaman tersebut dikarenakan saat ini kepentingan bangsa dan negara tergadaikan untuk kepentingan partai. Indonesia cukup rajin membuat aturan namun untuk implementasinya masih kurang. Dengan penguatan di bidang hukum untuk menjaga agar pindi-pundi negara tidak digerogoti para tikus maka pembangunan di tiap lini bidang bisa dijalankan dan kesejahteraan rakyatpun tercapai.
    Memang siapapun RI1 akan cukup berat tugasnya namun bukan tidak bisa, bila ada kesepahaman tersebut dijamin bangsa ini akan kembali kepada fitrahnya sebagai bangsa yang besar. Hal ini diketahui dengan baik oleh orang-orang barat sehingga amerika dengan kroninya sekuat tenaga menggoyang bangsa ini dan meracuni generasi mudanya dengan ideologi-ideologi mereka yang mana nantinya mudah untuk mereka atur. Mereka akan menggunakan segala daya, upaya, usaha dan tipu daya agar bangsa ini tidak menjadi besar (lagi).
    Putin dan rusia dengan segenap rakyatnya sadar dan tahu betul tujuan barat di ukraina oleh karena itu merekapun memainkan bidak caturnya dengan cantik dan hasilnya amerika cs hanya bisa teriak-teriak dan menyaksikan kegagalan triknya.
    Semoga RI1 yg baru dan pemerintahan serta para anggota dewan yg baru lebih memandang kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan partai sehingga bangsa ini bisa menjadi bangsa yang besar (lagi).
    Maaf bila oot..ini hanya pendapat nubie.
    Ijin kembali SR di pojokan
    Jayalah NKRI!!!

    •  

      bung Gatot, brngkali bs dimulai dr pembenahan otonomi daerah ya bung, soale sering terdengar perda2 tu bnyak berbenturann dg kepentingan pusat, otonomi yg kebablasan,gubernur yg ga mau patuh sm induknya, bupati tdk patuh ma gubernurnya, p camat, rw. rt, seenaknya nerapkan aturan & pungutan yang semuanya bermuara pd apatisnya rakyat hdp bernegara.

      •  

        Betul bung lemadang..otonomi daerah itu sebenarnya bagus, membuat daerah kreatif dalam mengelola keuangannya dan menggunakan untuk kemakmuran masyarakatnya karena kepala daerahlah yg tau permasalahan dan kebutuhan daerahnya. Namun saat ini hal tersebut “agak sedikit” kebablasan yg menjadikan para kep.daerah berpikir mereka adalah “raja keci” yg mana mereka membuat aturan main sendiri yang seringnya berbenturan dengan peraturan diatasnya. Inilah salah satu masalah di otda..banyak kep. daerah setelah selesai masa jabatan merekapun memperoleh predikat baru yaitu “tsk/tdw/napi”.

    •  

      Terima kasih bung Gatot, negeri kita ini memang masih harus banyak berbenah diri baik dari segi politik, ekonomi, sosial dan hankam. Sadar atau tidak negeri ini terpecah pecah secara geografis ( tidak satu pulau), terdiri atas banyak suku dan beragam bahasa, agama dan kepercayaan. Benar benar sangatlah tidak mudah untuk memimpin dan membangun negeri ini, hingga bisa dikatakan pencapaian Indonesia hingga saat ini sudah sangat luar biasa.

      Kita tidak bisa / masih belum bisa membandingkan diri kita dalam hal modernitas dengan negara negara besar di barat, sebab mereka memiliki start yang jauh lebih awal dari kita. Namun saya secara pribadi, tidak menyukai bila ada orang – orang negeri ini yang membanding bandingkan Indonesia dengan negara sekecil Singapura atau dengan Malaysia, skala dan konteksnya sudah jauh berbeda!

      Bagaimana pembangunan berkelanjutan di Indonesia dapat terus dilanjutkan, itu akan kembali pada kita dalam pemilu nanti, jangan golput dan jangan salah pilih,.. pesan moral hehe

      •  

        Betul bung STMJ..jangan bandingkan bangsa ini dengan negara-negara kecil namun kita juga jangan meremehkan mereka bung.
        Usia bangsa ini memang masih muda banget namun apa yang dicapai bangsa ini sungguh luar biasa.
        Pembenahan memang harus dilakukan di segala bidang dan sinergi.
        Secara pribadipun saya juga yakin bahwa kita akan kembali menjadi bangsa yang besar (lagi). Semua ada di negara ini, sdm banyak sda melimpah (ini yg menjadi alasan kita dijajah baik secara fisik, ekonomi dan lainnya dari dulu hingga sekarang) tinggal bagaimana pemimpin, pemerintah dan anggota dewan yang terhormat mengelola dan memaksimalkan semua sumber daya tersebut.
        Salut terhadap JKGR yg tlah menjadi ajang untuk meNumbuhkan kewiraan, nasionalisme dan menambah pengetahuan.
        JAYA NKRI!!

  11.  

    Ulasannya sangat bagus bung STMJ, utk menambah kasanah pembelajaran warjag dr strategi negara2 besar dan kejelian Rusia mengamati pergerakan pasukan AS 60 % dibawa ke Asia Pasifik serta keyakinannya akan mendptkan durian runtuh ttp malah menjadi simalakama wilayah Eropa Timur pecahan Unisoviet dibiarkan terlantar. Sdgkan Rusia dg China sdh menjalin bisnis besar2 antara lain pesawat dg bahan bakar yg sangat dibutuhkan utk pertumbuhan ekonomi China, sdg kan AS dg bendera yg penuh bintang dikibarkan dg seperangkat militernya menuju pangkalan Asia Pasifik dg tujuan mendapatkan gorengannya (intelejen AS) utk bisa menjual alutsistanya dan Rusia sangat cerdik melihat situasi Asia Pasifik yg dibuat memanas oleh AS maka kesempatan dlm kesempitan utk menambah pertumbuhan ekonomi Rusia dg menguasai negara2 eropa timur yg dahulu menjadi pengaruhnya hrs direbut kembali shg tdk ada lagi pengusik saluran bahan bakar terus mengalir ke Uni Eropa.Rusia mengambil Crismea utk menguasai laut hitam dahulu krn dg mudah kapal2 Rusia dpt menggunakan laut hitam sbg pancangan perdagangan antara Rusia dg China, selanjutnya Rusia menguasai Ukraina bagian timur jadi gerakan militer Rusia mengarah ke barat oleh karena bagian laut hitam pantainya akan dikuasai dan yg menjadi kan masalah Rusia adalah Bulgaria sdh siap kapal2 AS latihan diwilayah pantai utk Serbia (dahulu Yugoslawakia) masih menggunakan pesawat Mig 29 dg harapan kalau Ukraina sdh mengadakan Referendum maka Rusia dpt main mata dg Serbia utk menjepit Rumania dan Muldova. Dr kasus Ukraina utk Indonesia sbgmana program MEF hrs tetap berjalan utk menguatkan alutsista kita dilanjutkan dg penguatan PT Pertamina hrs dpt mengambil kilang2 minyak asing dan dg kekuatan pengambilan minyak asing sdh mrpk strategi utk mendomplang kekuatan militer asing dr wilayah Indonesia, Salam…………………

    •  

      Terima kasih bung Harisantoso, ulasan yang menarik dari anda, hanya saja saya agak bingung membacanya hehe. Salam hangat juga untuk anda bung Harisantoso

  12.  

    Asalam nice artikel bung STMJ patut dpt 4 jempol smoga cak stmj & para sesepu diberi kesehatan shg tulisannya berlanjut s/d 100 seri, ngomong2 itu gbr kartun dpt dr mana maaf kayaknya kok lebih perform kerjasanma dg beruang disamping cakarnya kuat kokoh taktiknya jitu punya pngalaman sakit hati di pecah belah ri aja hilang tim2 walau dibanding propinsi lainnya paling mlarat rasanya bukan kepalang. Cina kartunnya panda/naga ri garuda/macan, asu gbr uncle sam. Tuk comen om nara & no 39 myun lemadang yg novus ordo soclorum kt om nara tata dunia baru = yg sesuai dg asu bisa di atur di kendalikan mending di uang ri dng rahmat tuhan yg maha esa nilai luhur jasmerah yg baik kita hanya melanjutkan, mengisi tuk yg lebih baik salam trim

  13.  

    Kabarnya pembuatan the next fighter KFX/IFX bakal ditangguhkan oleh pemerintah Korsel untuk waktu yang belum ditentukan. Alamat akan ada kemunduran atau bahkan mungkin pembatalan kerja sama pembuatan pesawat tempur siluman.

    Media asing juga menyatakan pesimistis tentang proyek kerja sama pesawat tempur ini.

    Apakah ini pesanan pihak ketiga atau bagaimana…?

    •  

      Gosipnya karena masalah keuangan dan perkembangan regional diKorsel Pak Besar. Korsel juga butuh dengan proyek ini jadi bukan karena pesanan pihak ketiga, imho

  14.  

    http://failzoom.com/YzZuY0xpSGNVaWM0

    Siapa yang bisa menolong orang-orang kaya gini……

    Maaf OOT

  15.  

    Terima kasih bung Lamberth, mengenai ASEAN dan tetangganya mohon sabar dulu, insya’Allah akan coba saya ulas dalam artikel tersendiri. Salam hangat untuk anda dan terima kasih atas atensinya.

  16.  

    Tulisan Siiiip bung STMJ….mencerahkan…..sejarah selalu terulang……makanya jasmerah……sebagai bangsa yang besar dan “kaya” cerita rusia baik di osetia maupun crimea harus dijadikan pembelajaran…..jangan sampai terlambat antisipasi sebagaimana Yugoslavia (Balkan)….Sikap Nonblok itu harus memberikan keuntungan bagi kepentingan Nasional ……sampai dengan saat ini semoga para pemimpin kita telah mengarahkan kemudi pada jalur yang benar…..bangsa yang Unggul disegani lawan dan dihormati kawan……sekali trimaksih pencerahannya bung STMJ

    •  

      Terima kasih bung Sastro, tidak hanya itu saja, semoga pemimpin kita lebih peduli dan dapat melindungi rakyatnya,.. maaf oot saya masih gerah dengan link video kiriman bung Java diatas

      Salam

  17.  

    Nyimak sr mode on

  18.  

    benar bung @ java indonesia terlepas bnr tdknya teori konspirasi tntang mereka(asu cs) pasti bung JI fhm protocol of zion dan di pasal yg ke12, mereka akn sebisa mgkn menguasai media demi kelancaran propaganda mrk dan pasal ke 20, mrk hrs mengluasai sistem ekonomi demi kpntngan mrk.
    jg di pasal ke 22, mereka hrs menguasai SDA sekalipun dg jln kekerasan.
    dan skrg klw menurut bung@JI apa sdh trjadi di negara kita?
    maaf klo slh maklum pemikiran kuli angkut.

  19.  

    Tenang aja bapak besar, nanti ifx akan duluan mengudara ketimbang kfx,kita juga punya proyek rahasia lain dgn negara lain untuk pesawat tempur,tunggu aja tanggal mainnya,colek bung nara ah,benerkan bung, kfx itu hanya isu pengalihan aja, jadi ada pesawat ifx yg maknyooooos rasa indonesia.

  20.  

    Monggo silahkan bung Mas Tampan, salam.

  21.  

    Luar biasa blog ini, para warganya sangat aktif berdiskusi yang berbobot dan sangat berkualitas,,sungguh kualitas setiap posting dan komment menandakan keterdidikan yang tinggi, berbeda dgn forum sebelah yang bisanya hanya kalimat pendek pendek, becanda ala abg dan kata kata cemooh murahan pada setiap komentnya…dan disinilah letak perbedaan kualitas nya, Bravo

  22.  

    Semoga ulasan selanjutnya adalah indonesia,kalaupun bukan pada ulasan selanjutnya ,atau serie yang ke sepuluh,sesuai dengan masuknya indonesia di G20 dan kita berada di posisi ke sepuluh,kalaupun tidak di ulasan serie ke 10 ya ke 15 swbagaimana posisi kita yang ke 15 dalam ukuran negara dengan kekuatan militer

  23.  

    mandiri alutsista harga mati,yakin kita belinya ngeteng bung cubron…?

  24.  

    Bung STMJ tolong dibuatkan juga tentang perang NEO CORTEX, Yang telah terjadi di negara kita ini sampai UUD 45 ter amandemen seperti sekarang adakah keterlibatan MAMA rika didalamnya.
    Matur nuwun BUNG STMJ SUKSES SELALU BUAT ANDA DAN KELUARGA AMIN.

    •  

      gosipnya ada ruangan di gedung MPR yg digunakan sebagai kantor dlm membuat amandemen UUD’45 dan peraturan2 terkait.

      terima kasih kepada yg pernah diberi gelar/memberi gelar bapak reformasi, berkat mereka negara kita jadi negara liberal dan bukan Pancasila lagi. Tanya kenapa?

    •  

      Bung Kawulo Alit, sebelumnya saya minta maaf terlebih dahulu. Perihal perang neo-cortex di Indonesia saya belum mendalami itu dan bukan pula ahlinya ketatanegaraan, tema ini kalau ditelisik bisa panjang dan”njelimet”. Dalam penulisan artikel konsen saya saat ini sedang ada di kelanjutan seri artikel ini, jadi saya tidak bisa menjanjikan itu. Kiranya bung Jalo dan bung Satrio atau bung yang lainnya yang lebih memahami lika liku dalam ketatanegaraan bisa lebih membantu menanggapi permintaan bung Kawulo Alit ini. Sukses selalu juga bagi anda dan keluarga bung Kawulo, aamiin.

  25.  

    account fb nya apa bung JI ????

  26.  

    Bung STMJ, mantap ulasannya. Kalau boleh saya tambahkan, kondisi Eropa Timur agak berbeda dengan beberapa kawasan termasuk Asia. Masyarakat Eropa Timur pada umumnya memiliki rasa etnisitas sangat tinggi dan sangat sulit menyatukan beragam etnis dalam satu kesatuan besar, hal ini menjadi salah satu alasan mengapa mudah sekali Eropa Timur bergolak dalam isu etnisitas (cth; Cekoslovakia, Bosnia, Ukraina-Crimea). Pelajaran yang saya rasa sangat perlu kita ambil dari Eropa Timur adalah kita sebagai salah satu negara multi etnis harus memiliki wawasan kebangsaan yang lebih luas dan tidak terjebak dalam isu primordial yang cenderung digunakan beberapa pihak untuk memecah negara Indonesia

  27.  

    Hahaha…. ya ya. 🙂

    He who knowest, smile
    He who filled half-way, contend
    And he who knowest-NOT, will have loudest cheer.

    Tabik.

 Leave a Reply