Marah Turki Pecah, Jerman Beri Suaka Terduga Kudeta

18
5
Dok. Hampir 3000 tentara pro kudeta di Turki ditangkap. (istimewa)

Ankara – Keputusan Jerman memberikan suaka kepada warga negara Turki yang disangka ikut serta dalam kudeta yang gagal tahun lalu telah meningkatkan ketegangan lagi antara kedua sekutu NATO itu, kata perdana menteri Turki 16/5/2017.

Para pejabat Jerman mengatakan pekan lalu bahwa 414 warga negara Turki dengan paspor diplomatik dan izin bekerja pemerintah telah menerima suaka di Jerman sejak kudeta gagal itu, yang mendorong Ankara melancarkan pembersihan di tubuh militer, pegawai negeri dan lain-lian.

Permohonan suaka dari sejumlah pemohon warga negara Turki telah disetujui. Para pemohon menggunakan paspor diplomatik, demikian Kementerian Dalam Negeri Jerman mengonfirmasi, walaupun menolak berkomentar mengenai laporan-laporan media bahwa di antara para pemohon ada tentara.

Turki menyalahkan para pendukung Fethullah Gulen, seorang ulama yang berkedudukan di Amerika Serikat, yang menyulut kudeta gagal tersebut. Dalam peristiwa itu sebanyak 240 orang meninggal.

Gulen, yang mengasingkan diri di AS, telah membantah tuduhan-tuduhan tersebut dan mengutuk kudeta itu.

“Jikalau Jerman ingin memperbaiki hubungan dengan Turki, maka negara itu mengalihkan perhatian ke Republik Turki dan bukan kepada separatis dan para anggota FETO,” ujar Perdana Menteri Binali Yildirim dalam pidato di hadapan para anggota Partai AK yang berkuasa di parlemen.

Ankara telah memberi julukan kepada jejaring Gulen dengan nama “FETO”, singkatan dari “Organisasasi Teror Gulenis”.

“Keputusan Jerman memberi suaka kepada tentara yang ikut kudeta merupakan perkembangan penting yang akan menambah lagi ketegangan kepada hubungan kami,” kata dia, dalam komentar-komentar yang disiarkan langsung di televisi.

Hubungan antara Ankara dan Berlin memburuk tajam menjelang referendum April 16 di Turki mengenai perluasan kekuasaan Presiden Tayyip Erdogan. Hubungan yang memburuk itu menimbulkan pertanyaan-pertanyaan mengenai masa depan sejumlah tentara Jerman yang ditempatkan di Turki.

18 COMMENTS

  1. Tuuuh…

    Indonesia-Kita mgkin hrs lbh baik mikir ulang lg kalo krj-sm alutsista dgn Turki yg ada hubungan mslh teknologi dgn Jerman…

    Nti bisa ter’ulang lg kasus yg krj-sm dgn KorSel mslh KFX-IFX + kasel…

    Utk kasel lbh baik nego ambil lsg dgn Jerman spt hal’x s’Pore yg sdh deal utk KS 218 terbaru…

    Masa Indonesia-Kita beli blkgan tp teknologi tetap pilih yg lbh rendah dr s’Pore yg sdh punya lbh dulu’an…

    Ada wkt coba di’pikir ulang lg…

  2. Beda bung klou masalh kapal selam korsel dengan indonesia bedanya pada jeroanya..baik pembelian alustisata manapun pasti berbeda walaupun bentuknya sama… Karna itu menyangkut kerahasiaan pertahanan negara….sama seperti sukoi tni au dengan rusia.vietnam dan china.india…semua ada perbedaan sistem… Mangkanya baru datang tahun2018.

  3. Turki ikut campur dlam urusan dlam negeri negara2 Arab terutama Suriah yg malah berbenturan dgn kebijakan CIA era obama yg juga sejaln dgn kebijakan elit2 politikus Uni eropa yg menjadi penyebab adanya kudeta
    ironis juga AS di era kepemimpinan Trump malah memberi ucapan selamat pada erdogan

    Uni eropa vs AS,Inggris dan Turki mungkin akan menjadi konflik baru di dunia barat

LEAVE A REPLY