Jan 302015
 

dizzy

Terima kasih

Datuk (kakek, padang) saya pernah berujar, ‘rambut boleh sama hitam, isi kepala beda-beda’.

Tak dinyana artikel saya ‘kenapa musti pusing’, lumayan menuai reaksi pro dan kontra yang cukup intens dari para pembaca.

Terima kasih atas semua kritikan yang telah diberikan, sebagaimana ungkapan ‘sahabat kita adalah cermin kita’,… kita bisa melihat kekurangan diri kita melalui ungkapan jujur dari seorang sahabat. Saya dapat melihat kekurangan saya melalui kritikan-kritikan anda, terima kasih teman.

Terima kasih atas reaksi positif yang saya terima dari anda teman, mudah-mudahan niat yang tersirat dalam artikel tersebut dapat anda pahami dengan baik.

Saya sebagai penulis

Saya suka dengan blog Jakarta Greater, di blog ini tidak terdapat sistim ‘kasta’ atau senioritas keanggotaan seperti beberapa blog lain. Anda sering menyumbangkan artikel maupun tidak, sering memberikan komentar maupun tidak, tidak menempatkan anda pada posisi maupun tempat-tempat tertentu. Semua sama, sama rata, sama rasa.

Saya mencoba keluar dari ‘zona aman’ saya dari sudut pandang saya sebagai seorang penulis artikel. Saya bertanya pada diri saya sendiri, ‘apakah saya menulis artikel untuk mencari ketenaran ? masihkah saya tulus dan jujur dalam setiap artikel saya ? beranikah saya sebagai penulis berada pada posisi berseberangan dengan arus pemikiran pembaca saya ?’

Lahirlah artikel ‘kenapa musti pusing’, dengan sudut pandang dan cara ungkap yang baru dan berbeda dengan gaya bertutur saya selama ini. Dan terus terang, saya menyukainya. Andai saja anda bisa melihat senyum lebar dan ketawa saya ketika membaca komentar-komentar anda, saudaraku setanah air… sampai menggenang air di sudut mata saya, komentar-komentar anda, walaupun pedas, menyenangkan saya.

Tapi kita tinggalkan dulu suka cita saya atas kritikan pedas anda, mari kita beralih sejenak

Saya

Saya hanya seorang warga negara biasa, teman.. tidak banyak yang bisa saya lakukan untuk mempengaruhi jalannya pemerintahan.

Sebagai warga negara biasa, kontribusi langsung saya pada terkait jalannya pemerintahan hanyalah lewat pemilu yang lalu. Ketika saya sudah memilih perwakilan saya di DPR, maka saya hanya bisa menerima nasib saya tanpa bisa berbuat banyak.

Saya sedih

Seiring berjalannya waktu, banyak masalah melanda negara kita tercinta. Rasa cinta saya terhadap tanah air ini membuat saya protes banyak, yang tertuang dalam obrolan-obrolan saya bersama istri tercinta. Tapi apalah daya dua orang manusia tanpa posisi spesial di negara ini, hanya sebatas omongan saja akhirnya.

Saya, diri saya pribadi

Saya mulai melakukan perubahan pada diri saya pribadi. Saya bertanya pada diri saya sendiri, sudahkah saya baik secara pribadi ? Kontribusi positif apakah yang bisa saya berikan selaku individu kecil terhadap negara ?

Saya memulainya dengan mematikan mesin motor saya ketika antri bensin di SPBU… hehehe… maaf jika anda menganggapnya terlalu sepele. Saya berusaha berhenti dan memungut setiap paku maupun botol kaca yang terletak di tengah jalan. Saya selalu berusaha berhenti dan membantu anak-anak sekolah ketika mereka berusaha menyeberangi jalan raya.

Terkadang jika mood saya lagi oke, saya akan menasehati para pengendara yang melawan arus jalan raya… jika mood saya lagi jelek, saya maki mereka sekuat teriakan saya.

Ketika motor saya ditabrak mobil dari belakang dan tidak ada kerugian yang cukup berarti, saya mencoba berlapang dada dan berkata ‘lain kali tolong lebih berhati-hati pak’. Entahlah jika kemudian motor saya rusak parah, mungkin saya akan mencak-mencak duluan… hehehe… gue juga manusia bung…

Saya berusaha menunaikan ibadah saya tepat waktu, saya sadar, dengan menunaikan kewajiban pada Allah tepat waktu, secara langsung saya mendidik diri saya untuk disiplin waktu dalam kehidupan saya.

Saya berusaha memperbaiki diri saya, minimal itu yang bisa saya lakukan untuk negara ini.

Saya, sebagai kepala keluarga

Saya memastikan semua lampu dalam keadaan mati ketika seisi rumah menjelang tidur, terkecuali lampu-lampu menuju kamar mandi. Saya memarahi anak-anak saya ketika saya mendapati keran air dalam kondisi terbuka sementara bak mandi dalam kondisi penuh.

Ketika putra sulung saya menghilangkan sepatu sekolahnya, saya mengajarkannya arti disiplin dan tanggung jawab dengan tidak serta merta membelikannya sepatu sekolah baru. 3 hari setelah dia menceritakan permasalahannya barulah sepatu itu saya belikan, selama 3 hari itu pula dia tidak masuk sekolah dan berujung surat kepada saya untuk menemui guru Bimbingan dan Konsultasi-nya. Ketika gurunya bertanya, saya jawab sejujurnya dan saya terangkan maksud keterlambatan saya membelikan si sulung sepatu sekolah baru.

Saya memastikan anak-anak saya menuaikan ibadah lima waktunya dengan baik.

Ketika anak-anak saya mengejek pemimpin-pemimpin kita, saya menegur dan menasehati mereka. Saya melarang mereka mencemooh hanya karena mereka terpancing komentar pedas para komentator di televisi. Saya tidak ingin anak-anak saya tumbuh dengan kebencian. Saya ingin anak-anak saya bisa menilai setiap permasalahan dengan objektif. Mengerti… baru kemudian memberikan tanggapan. Saya berusaha meluruskan pandangan-pandangan mereka

Saya selaku pemilik usaha

Istri saya penjahit pakaian wanita, kami membuka butik dan saya mengkhususkan diri di konveksi pakaian seragam. Usaha ini baru kami dirikan per Oktober lalu, sebelumnya saya bergerak di bidang perumahan.

Ada 3 peraturan yang berlaku di tempat kerja saya, pertama “bertanggung jawab”.Kedua, “tunaikan kewajiban melaksanakan sholat”. Ketiga, “wajib sholat dhuha”. Ada 2 orang pegawai tetap di tempat saya dan 3 orang pelajar magang dari SMK. Karena semua Muslim, semua peraturan berlaku sama. Maaf, belum ada non Muslim yang melamar bekerja pada saya, jadi saya belum bisa memberikan pembanding.

Saya selalu berusaha menjalin komunikasi yang baik dengan pegawai maupun dengan pelajar yang magang. Saya berusaha memahami kondisi hidup mereka dan berusaha berempati. Saya mendahulukan karyawan saya menyantap makan siang sebelum saya, terkadang kami makan bersama, sambil lesehan.

Saya memberikan pelatihan gratis kepada teman-teman yang ingin belajar namun tidak memiliki biaya yang cukup untuk mengikuti pelatihan menjahit. Saya mengajak penyapu jalan yang bekerja di sekitar rumah saya untuk mengikuti belajar membuat souvenir pernikahan, tanpa biaya.

Saya memiliki perusahaan dan terdaftar menjadi wajib pajak ketika saya masih berkecimpung di bisnis properti. Saat ini kami sedang dalam proses pengurusan perizinan untuk usaha baru ini.

Saya selaku anggota masyarakat

Saya sadar, kenaikan harga bahan bakar akan membuat kehidupan sebagian masyarakat makin berat, sayapun sudah merasakannya.

Karena itulah saya mewajibkan diri saya untuk mengeluarkan zakat dari tiap uang yang saya terima dan langsung menyerahkannya kepada anak-anak yatim piatu yang ada di lingkungan saya.

Tidak banyak dalam jumlah memang, saya akui, tapi setidaknya saya menunaikan kewajiban itu lebih dari persentase yang diwajibkan.

Belakangan saya mulai mempertimbangkan untuk membayarkan zakat kepada lembaga amil zakat, agar uang itu dapat terkumpul dan lebih bermanfaat jika diberikan kepada yang memerlukan jika diserahkan dalam jumlah yang cukup banyak. Lumayan bisa untuk modal usaha bagi yang memerlukan.

Saya mewajibkan diri saya untuk bersedekah memakmurkan masjid pada tiap hari Jumat dengan angka yang signifikan, tidak lagi sekedar menginfakkan uang receh.

Saya berusaha setidaknya satu kali dalam tiap Minggu untuk membelikan satu bungkus nasi yang kemudian saya serahkan pada peminta-minta yang saya nilai patut saya bantu.

Saya selaku penggemar blog Jakarta Greater

Saya berusaha membangkitkan rasa cinta tanah air lewat tulisan-tulisan saya. Saya berusaha meniru semangat para kontributor dalam berbagi informasi dan pemikiran. Saya minta maaf jika tulisan saya jauh dari kesempurnaan, setidaknya saya sudah mencoba.

Saya senang akhirnya secara perlahan-lahan, blog ini berubah menjadi kumpulan orang lewat biro-biro daerah. Mudah-mudahan biro-biro daerah dapat mengadakan pertemuan, menjalin silaturahmi dan mengagendakan kerja nyata bagi masyarakat di daerahnya.

Saya dan batu akik

Mohon maaf, saya tidak menemukan sensasi seperti yang anda temui ketika melihat batu akik. Jadi saya tidak bisa berkontribusi banyak pada kegemaran baru para lelaki saat ini… hehehe…walaupun saya sadar bahwa lewat hobi, saya bisa menjalin tali silaturahmi

Jangan Berburuk Sangka

Tidak ada maksud saya membanggakan diri lewat penggambaran-penggambaran di atas, InsyaAllah tidak ada niat untuk itu. Saya bukanlah individu yang sempurna, saya bahkan belum memberikan kontribusi maksimal. Saya yakin banyak contoh-contoh positif yang lebih baik dari saya.

Saya hanya ingin mengajak anda untuk bersama-sama memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

Banyak hal negatif yang sedang berlangsung dalam kehidupan kita sebagai sebuah bangsa, dan saya senang ketika anda bersikap kritis akan hal-hal tersebut… saya bisa melihat sikap kritis anda lewat semangat membangun yang tercermin dari komentar-komentar anda

Akan tetapi… wahai sahabatku setanah air… sikap kritis itu hendaknya dibarengi dengan semangat untuk mengubah keadaan… dan diikuti dengan langkah real memberikan kontribusi positif… entah apapun itu bentuknya.

Melalui perbaikan diri pribadi, perbaikan pada keluarga dan kontribusi positif pada masyarakat, perlahan-lahan kita berusaha membuat Republik Indonesia yang lebih baik.

Jika anda muslim, maka anda pasti sudah mahfum bahwa Muslim itu rahmat bagi seluruh alam. Seorang Muslim tidaklah dikatakan beriman jika dia hanya baik bagi dirinya sendiri dan keluarganya tanpa berusah memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitarnya.

Obat anti pusing saya

Ketika saya sudah menunaikan peran saya selaku pribadi, peran saya pada keluarga, peran saya selaku pemilik usaha dan peran saya sebagai bagian dari anggota masyarakat, maka saya sudah ‘memakan obat anti pusing saya’

Saya bisa tidur nyenyak karena saya sadar saya sudah melakukan sesuatu, walaupun sesuatu itu terlihat kecil bagi anda teman. Minimal saya sudah melakukannya

Saya sudah mengubah diri saya dari sekedar seorang komentator menjadi unsur pengubah pada masyarakat. Biarlah Allah yang menjadi hakim bagi saya, karena Beliau adalah sebaik-baik dan seadil adil Hakim

Pekerjaan rumah saya

Saya ingin suatu saat nanti bisa membeli 2 eksemplar buku tiap kali saya ke toko buku. Satu untuk saya pribadi dan satu lagi untuk disumbangkan ke perpustakaan daerah.

Saya ingin suatu saat nanti saya bisa secara rutin mengalokasikan dana untuk keperluan sekolah seorang anak asuh

Saya sadar bahwa saya berkewajiban menunaikan shalat 5 waktu di masjid dan membawa anak-anak saya turut serta, saya harus segera menunaikan kewajiban ini. Karena melalui shalat berjamaah di masjid, merupakan pintu menuju perbaikan silaturahmi

Saya ingin turut serta dalam klub baca, mudah-mudahan di kota saya ada satu, saya belum browsing akan hal ini

Saya salut pada LSM yang memfokuskan diri membersihkan dan menjaga kebersihan kali Ciliwung, saya berharap saya bisa menemukan LSM serupa di kota saya, saya tertarik turut serta.

Saya kagum pada ibu-ibu yang berinisiatif mencuci secara bergiliran mukena-mukena dari mushola-mushola yang mereka temui. Sederhana, mudah dilakukan, bermanfaat… saya harus menirunya

Jangan pakai kacamata yang salah

Sebagian dari anda mungkin akan mencibir dan mengeluarkan komentar negatif bahwa saya berusaha pamer, atau mungkin menyatakan ‘klise’.

Tapi… biarlah resiko itu saya ambil… saya hanya berusaha menggugah anda, wahai saudara saya setanah air… perubahan negara ini tidak bisa kita bebankan semata-mata pada pundak pemimpin-pemimpin kita… perubahan negara ini sebenarnya terletak pada kepalan-kepalan tangan kita.

Apapun tanggapan anda terhadap saya, teman… tidak akan mengubah keadaan bahwa anda adalah saudara saya setanah air… suka tidak suka saya terikat dengan anda… sebagaimana anda-pun terikat dengan saya… karena kita masih sama-sama mencintai tanah air kita…

Salam hangat dari biro Jambi, Afiq0110

 

Bagikan :

  83 Responses to “Mari… Minum Obat Anti Pusing”

  1.  

    pertamax

  2.  

    hehehe…. pertamax… asyik…

  3.  

    premiumm..

  4.  

    Mantap artikelny, smoga jadi panutan bagi semua rekan2 yg lain trutama bagi saya pribadi,….salam hangat tuk biro jambi, n rekan warjager.

  5.  

    Salut artikelnya bung..janganlah kita terlalu berharap kepada pemimpin kita untuk melakukan perubahan ke arah lebih baik jika kita sendiri tidak melakukan perubahan ke arah lebih baik. Bangsa indonesia akan semakin kuat jika rakyatnya sudah tahu akan kewajiban dan tanggung jawabnya. Kita sering menuntut dan protes kepada pemimpin kita tp lupa bahwa kita sendiri masih malas cuek dsb. Lakukan perubahan dr diri sendiri dan mulai hal kecil..insyaallah bangsa kita akan semakin jaya trus..hidup indonesia

  6.  

    Terima Kasih bung Afiq0110.

  7.  

    mantap bung afiq tulisan yang menggugah semangat

  8.  

    Teringat sebuah komen bbrp wkt kemarin..perkuat ekonomi keluarga..

    Cukup bekerja untk menghidupi keluarga shg tdk menjadi beban msyrkt..masalah penghasilan ckup atau tdk tergantung kreativitas mncari ladang lain selain yg utama.

    Juga agar tdk mjd beban ortu atau mertua..mosok warga jkgr kok makan aja masih ikut mertua..ntar gk sesuai dgn komen2 galaknya..

    Tdk perlu brpikiran terlalu hebat sdh memberi apa bg bangsa negara, cukup mjd pribadi yg tdk mjd beban keluarga dan masyarakat sdh merupakan prestasi tersendiri..

    Tuk bung afiq0110..salam hangat sehangat knalpot sukhoii..xixii..sehangat artikel anda maksudnyaa..

  9.  

    Trims bung afiq sesuatu yg sederhana.
    Bisa lebih memberikan arti …..tanpa sdr telah menyadarkan saya….kita tdak harus selalu mencaci maki…. Tpi berusaha mengerti ……betul perubahan juga di kepalan tgan kita…Salam .NKRI

  10.  

    selamat bung afiq@ anda gagal pertamax hee.. tp bung berhasil dalam menulis , tidak menghakimi dan tendesius ..dll , dr tulisan bung dapat terbaca pribadi yg sgt baik .. , bung afiq , 2 tahun aq mengikuti kewiraan di jkgr bung murni penulis .. beda sm kewiraan sebelumnya .. yg bikin kening aku berkerut ..
    aku tunggu artikel selanjutnya..

  11.  

    setuju nih sama pikiran bung afiq0110…. hampir seluruh jawaban kemajuan bangsa ada disini…. sejalan dengan salah satu sarannya AA Gym….. Mulai dari diri sendiri…..

    —–salut—-

  12.  

    galau dia

  13.  

    Mantap Bung Afiq memang perubahan itu harus dimulai dari diri sendiri

  14.  

    Artikel yang menggugah nurani dengan mengangkat kesederhanaan..semoga menjadi inspirasi bagi kita semua, dan membuat kita lebih intropeksi diri…ditunggu artikel selanjutnya bung

  15.  

    Salam Tabik Bung Afiq.. Artikel yang menginspirasi…

  16.  

    Artikel yg sangat inspiratif… Terimakasih bung Afiq..
    Semoga dibaca jg oleh pemimpin2 kita yg lg galau dan ribut2 di televisi..

  17.  

    kalo saya tetap pusing bung Afiq0110 kalo sampeyan tidak menampilkan artikel negeri ganda mayit seri berikutnya…

  18.  

    Mantap Bung Afiq0110, saya sangat setuju dengan cara pandang anda mengenai kehidupan dan cara berbangsa dan bernegara, yang besar-besar itu mulanya dari yang kecil-kecil dulu. Salam hangat…

  19.  

    Nah kalo begini artikelnya saya setuju dengan bung Afiq0110

  20.  

    Thank’s Bung Afiq0110, dah diingat. Kadang saya lupa untuk ‘melihat’ diri saya sendiri, moga sehat2 semua. Amin

  21.  

    saya bookmark tulisan ini, untuk dibaca istri.

  22.  

    terima kasih bung afiq, menginspirasi.

  23.  

    JEMPOOOL

  24.  

    Salut…
    Lebih baik dr pada mereka yg hanya protes dan mengeluh saja…
    Saya juga sudah mulai dr diri sendiri meski tak sebaik anda bung…

  25.  

    hampir menetes dua butir air mata saya. saya 2 th SR di forum ini. saya stuju pola pikir bung afiq ini. mari kita mulai dari diri kita. sekecil apapun itu lebih baik dari pada tidak sama sekali. salam cinta NKRI

  26.  

    Justru setelah dibaca artikel anda ini, maka saya akan berpusing-pusing. Kenapo?..ambo indak bajalan-bajalan, berpusing-pusing negari encik Afiq…ho..ho..ho..(ha..ha..ha.. sudah menyesuaikan dialek jambi jadi dalam hal ini a jadi o)…

    •  

      hehehe… mari privat singkat bahasa daerah

      saya ingin berjalan-jalan keliling kota jambi
      ambo mau bajalan kaliliang kota jambi – versi bahasa padang
      aku nak bejalan keliling jambi – versi bahasa jambi

      indak dalam bahasa padang berarti tidak, contohnya indak tahu ambo = tidak tahu saya

      terima kasih atas usahanya bung Blaze…

  27.  

    Izin share bung artikle yg menggugah ksdaran diri.

  28.  

    nice …
    sederhana tapi dalam makna
    artikel berkelas

  29.  

    Mantab bung Afiq #jempoll, lanjutkan!!
    memang benar, “Seorang Muslim tidaklah dikatakan beriman jika dia hanya baik bagi dirinya sendiri dan keluarganya tanpa berusah memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitarnya” karena “Khairunnas Anfa’uhum Linnas” = sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya (H.R.Bukhari)
    ….

  30.  

    Betul bung Afiq, kitorang samoa bersaudara, apa guna bila kitorang masih bersaoudara kok saling benci.? salin ejek,kok saling hina?kok saling caci,kok saling..tak mengenal? dsb..
    sabang sampai meraoke jarak yg panjang& jga lewati (tiga zona waktu) Timur,Tengah&Barat. +dgn segala isi
    (harus kta zyukuri+jaga bersama)+bebage macam suku+aneka budaya.seperti (PELANGI NUSANTARA) sangat luaaar biasa! (bgi yg udah menyadari & mengerti arti)
    salam bung,artikel nya i like.(otobiografi mini, kale)+pesan2 moral ketimuran yg skrng mulai terlupakan /mulai tergusur (perubahan zaman) Lanjut.! (di tunggu artikel selanjutnya).

  31.  

    alhamdulillah obatnya udah dimakan jadi ndak akan pusing lagi… tujuan akhir kita adalah cerdas spiritual bukan material… dunia paling lama kita pakai rata2 umur 70 tahun bagi 2, separonya dipakai buat tidur jadi sangat sedikit yg buat kita pusing.

  32.  

    memang betul apa yg ditulis bung afiq pada dasarnnya sebuah bangsa adalah akumulasi dari individu individu.

    bila individu individu itu baik maka secara general bangsa dan negara itu akan baik dan bila individu individu itu buruk maka dalam berbangsa dan bernnegara itupun buruk

    masalahnya tidak semua individu individu itu baik atau semua individu itu buruk

    dan bukan rahasia lagi diindonesia masih banyak kekurangan dari ketimpangan economic,kekisruhan political,degradasi moral dll

    kita sebagai individu tidak cuman dlm bertanggung jawab dlm konteks pribadi dan keluarga tapi juga dlm kontek sosial dan kontek berbangsa dan bernegara.

    dan ketika negara tertimpa masalah atau kebijakanya berpotensi menimbulkan masalah,adalah sebuah adalah ironi bila sebagai anak bangsa tidak ambil pusing

    idealnya,yg punya kekuasaan dengan kekuasaanya,yang punya pemikiran dg pemikiranya dan yg mampu hanya dengan doa itu sudah cukup. jadi bertindak sesuai kemampuan.

    jadi anjuran tidak pusing di threat lalu,saya artikan don’t care

    karena bagaimana manusia tidak boleh pusing dan pasrah pada penguasa sementara di satu sisi bbm naik turun,harga merangkak naik,subsidi dihapus,negara dikapling kapling untuk ditawarkan pemilik modal,kerusakan papua akibat freeport,degradasi moral akibat infiltrasi asing,uu yg lbh pro asing,migas nonmigas dan bank bank yg di kuasai asing,korupsi yg meraja lela,tetorisme,sparatisme,ketimpangan si kaya dan si miskin,harga properti yg menggila dll

    apakah sikap bijak kita berdiam dan tidak ambil pusing terhadab republik ini dan bersikap aku rapopo,itu bukan urusan saya karena urusan saya hanya saya,keluarga saya dan lingkungan sosial saya

    dalam agama di ajarkan,sebaik baik manusia adalah yg bisa memberi manfaat kepada manusia lainya

    pertanyaanya,kenapa hanya dibatasi pada individu,keluarga dan lingkungan sosial?

  33.  

    Mari kita bantu para pemimpin kita!!! Problem bangsa ini tdk hanya di pundak mereka.

  34.  

    terimakasih bung Afiq0110 artikel yang bagus

    kedepanya biar kami bertamba wawasan tolong juga di bahas hutan lindung yang di babat di propinsi jambi semendetil nya.

    maaf jika keluar tofik

  35.  

    Bung afiq

    Salut dengan tulisan Anda.saya jadi malu sama diri saya sendiri. Butuh introspeksi Dan inspirasi yg menggugah seperti tulisan Anda.
    Salut! Semoga Allah selalu menganugerahi Anda Dan keluarga dengan kesehatan Dan kebahagiaan. Amin

  36.  

    Saya tergelitik juga ikut koment karena apa yang di tulis menginspirasi kita sebagai anak bangsa untuk peduli akan negara yang kita cintai ini.Memang dalam blog bebas seperti ini ada yang rude ada yang kalem ada yang selalu melecehkan.Tapi tujuan semua itu karena mereka ingin negara kita lebih maju.Saya pribadi bukanlah orang pemerintahan,cuma seorang pedagang kecil yan tak punya arti apa apa.Tapi saya sangat ingin segara ini maju .Ikut berkomentar dalam blog punya kepuasan tersendiri bagi saya sebagaimana Bung Afiq. Pernah karena kesal roket lapan tak ada kemajuan juga ,saya cari di YOUTUBE ,yang berkaitan dengan kenapa nozzle roket LAPAN ,selalu pecah.Binggo saya temukan di :How hard can it Be,episode 02 ,home made rocket.Kemudian saya usulkan lapan neggok disana dalam salahsatu blok militer .Beberapa bulan kemudian saya baca lapan kerjasama sama perusahaan karet untuk menjadikan karet sebagai isolator panas roket. Perasaan saya campur aduk senang dan bangga bukan main karena merasa telah berkontribusi pada bangsa saya. Padahal belum tentu apa yang saya tulis itu ikut dibaca sama orang Lapan.Bisa jadi memang hasil litbang mereka sendiri.Salam kenal Dunsanak..urang awak.

  37.  

    Ijin bookmark Bung Afig, makasih atas artikel yang bagus………

  38.  

    Terimakasih Bung Afiq, mari bersama-sama berubah lebih baik

  39.  

    bung ayoeng… kita kudu menjalin komunikasi lebih intens nih… boleh saya minta emailnya dari admin ?

  40.  

    Pertamax,bung!

  41.  

    yang paling saya sukai adalah “Wajib sholat dluha”. semoga saya pun bisa istiqamah seperti anda bung. amin

    •  

      Alhamdulillah… saya hanya berusaha menjalankan nasihat salah seorang Ustadz… beliau pernah bilang ‘kadang kala kita harus memaksakan suatu kebaikan agar kebaikan itu perlahan-lahan menjadi kebiasaan yang dikerjakan berdasarkan kebutuhan nurani, tanpa paksaan’

      Salam hangat bung Alugoro… amiin

      •  

        saya teringat perihal hal keci tetapi bermanfaat besar pagi pelakunya. yaitu membuang duri/paku/pecahan kaca di jalan. teringat oleh saya seorang ustadzah di sukabumi. walaupun beliau hidup berkecukupan beliau selalu berjalan kaki ke tempat majelis taklim yang kadang kala berjarak berkilo-kilo meter dari rumah beliau. sepanjang jalan beliau memungut pecahan kaca dan paku. bertahun2 beliau melakukan tanpa menghiraukan keheranan dan mungkin cemoohan orang2. sampai beliau meninggal. dalam meninggal dalam keadaan khusnul khotimah dan jasad beliau berbau wangi. Allahu Akbar akhir hidup yang luar biasa.

  42.  

    terima kasih kembali Bung Tampan… salam hangat untuk anda dan keluarga

 Leave a Reply