Jul 062017
 

Dok. Latihan Marinir Indonesia dengan US Marine Corps (Wikimedia.org)

Sidoarjo – Korps Marinir TNI AL dan US Marine Corps mengadakan latihan bersama untuk meninggikan kemampuan perencanaan pertempuran setiap elemen Marinir. Latihan militer Subject Matter Expert Exchange (SMEE) Military Decision Making Process (MDMP), dilaksanakan sampai Jumat 7-7-2017 di Sidoarjo, Jawa Timur.

Latihan dibuka oleh Komandan Batalyon Infanteri-3 Marinir Letkol Mar Prasetyo Pinandito, di Markas Yonif-3 Marinir Gedangan, Sidoarjo. “Latihan ini meningkatkan kerja sama pertahanan Marinir kedua negara, juga untuk meninggikan kemampuan perencanaan pertempuran dari setiap elemen,” ujar Letkol Mar Prasetyo, dilansir Antara, 5-7-2017.

Dari beberapa tahun latihan SMEE MDMP, telah menunjukkan hasil yang besar dalam hal perencanaan, operasional dan taktik secara garis besar.

“Hasil latihan ini diharapkan memberikan kontribusi positif, sehingga latihan selanjutnya bisa mengikutkan lebih banyak peserta,” katanya.

Orang nomor satu di Hiu Petarung (sebutan Yonif-3 Mar) itu meminta kepada semua peserta latihan untuk saling mengenal, sehingga dapat membangun hubungan persaudaraan Marinir yang baik (marines brother hood).

Bagikan:

  11 Responses to “Marinir Indonesia-Amerika Berlatih di Sidoarjo”

  1.  

    cakeeepppp

  2.  

    USA jangan malu-malu minta pulang duluan kalau nggak kuat latihan di alam tropis.
    Pasukan kita juga perlu untuk latihan di negara lain yang iklimnya beda. Di negeri gurun ataupun yang bersalju.

    •  

      Latihan gurun cukup di Bromo, pengin yg bersalju cukup ke puncak jaya…….. seneng banget ngabisin duit ke luar negri…… huh..

    •  

      Klo alam tropis maksudnya berkaitan dng cuaca, mereka bahkan lebih betel prupen dr kita bung. Mereka kenyang pengalaman di timur tengah utamanya digurun pasir yg terik menyengat. Pasukan kita belum pernah. Mereka sdh terbiasa menghadapi cuaca dingin bersalju sementara pasukan kita belum pernah.
      Tapi kalo urusan perang di hutan tropis mereka memang perlu lebih banyak menimba ilmu di kita. Trauma perang Vietnam msh membayangi mereka. Tp dng kemajuan teknologi satelit dan infra red yg mereka miliki, rasanya hutan tropis pun sdh bisa mereka jinakkan.

      Tinggal kita yg kapan mau belajar perang di iklim spt digurun pasir dan iklim dingin bersalju. Mampukan prajurit kita.
      Tapi kembali lg bahwa kita bukan negara agresor. Jd mungkin belum diperlukan prajurit kita beradaptasi dng iklim spt di gurun dan iklim didaerah bersalju.

      Jd ingat dulu keseblasan PPD kita yg bertandang ke China dan dipecundangi dng skore 10-1 hanya krn keseblasan kita tdk sanggup menghadapi dinginnya udara pd saat itu.
      Salam bung

    •  

      Kalau bersalju, kita sudah pernah latihan di KorSel. Kalau gurun saya rasa blum pernah, kecuali pasukan keamanan PBB kita.

  3.  

    Lebay banget pake istilah brotherhood…….. kalo udah kondisi perang dan saling berhadapan, tetep weh saling dar der dor…… mana mungkin terus rangkulan….. :hammer

  4.  

    :siul

 Leave a Reply