JakartaGreater.com - Forum Militer
Aug 142016
 

Maroko tertarik membeli pesawat pembom taktis Su-34 dan kapal selam Amur-1650 dari Rusia. Rabat dan Moskow sedang membahas kemungkinan Angkatan Laut Maroko untuk bisa mengakuisisi kapal selam Amur-1650 dari Project 677 Lada-class yang dilengkapi fitur penggerak Air Independent Propulsion (AIP).

Jika Maroko akhirnya membeli Amur-1650, langkah itu akan meningkatkan kemampuan Angkatan Lautnya secara signifikan karena kapal selam akan dilengkapi rudal jelajah Club – varian ekspor dari rudal Kalibr.

Maroko juga tertarik pada pesawat tempur Rusia, khususnya varian ekspor dari bomber Su-34 yang juga telah menarik perhatian Oman dan Yordania setelah pembom taktis tersebut ikut ambil bagian dalam operasi di Suriah.

Beralasan ingin membeli persenjataan untuk melawan para pemberontak, Rabat mungkin ingin menjaga keseimbangan kekuatan militernya dengan Aljazair yang sudah lama diperkuat dengan kapal selam dan pesawat tempur buatan Rusia.

Kapal selam Lada class sebenarnya adalah kapal selam diesel elektrik tercanggih milik Rusia karena dilengkapi dengan perangkat AIP, yang sayangnya masih belum jelas kemampuan operasionalnya. Rusia saat ini hanya memiliki dua kapal selam Lada class – satu masih dalam operasi percobaan dan satu lainnya masih dalam konstruksi, dan belum ada yang bertugas efektif di dalam Angkatan Laut Rusia.

Beberapa pengamat militer menilai sebaiknya Maroko membeli kapal selam Improved Kilo dari project Varshavyanka class yang sudah terbukti kemampuannya meski belum dilengkapi sistem AIP daripada kapal selam Lada class.

Bagikan:

  9 Responses to “Maroko Tertarik Kapal Selam Lada class dan Bomber Su-34”

  1.  

    Indonésia jugaaaa

  2.  

    Mangtab, cuy

  3.  

    Jika indonesia sudah memguasai desain changbogo, saya optimis kedepannya kita bisa mandiri dalam industri kasel, tinggal belajar lagi untuk AIP, serta VLS untuk kasel, untuk rudal kasel mungkin nanti korsel mau berbagi ke indonesia mengingat korsel sendiri sedang membangun changbogo versi terbaru yang dapat meluncurkan harpoon, mengingat bangsa ini dulunya pernah membantu korsel saat masa” sulit

  4.  

    Disaat negara2 lain membeli produk2 rusia yg trkenal gahar dan canggih, tp indonesia malah perbanyak import barang2 barat yg kecanggihannya masih dibawah rata2 sista rusia, begitu ironis, padahal di jaman presiden Soekarno indonesialah yg menjadi pemasom sista2 rusia dlm jumlah banyak…tp dijaman skr, pemerintah kita sdh tidak peka trhadap perang modern atau perang masa depan yg msh mngandalkan rusal2 jarak pendek, kasel2 kecil macem changbogo dan kapal2 patroli kecil yg kegunaannya utk menangkap pencuri ikan, tp bukan beli/buat kapal perang yg besar dan super canggih……tidak habis pikir memang, tp ini kenyataan, pemerintah kita yg sdh pro barat…

    •  

      Ya gimana lagi Oom, menterinya aja org US. Menteri ESDM Indonesia Adalah Warga Negara Amerika – Netralitas.com http://netralitas.com/nasional/read/8289/menteri-esdm-indonesia-adalah-warga-negara-amerika#.V68WHByC7Q5.whatsapp

      •  

        Kusni kasdut@kl artikel itu benar maka amat di sayangkan dn baru kali presiden serta seluruh kabinet bs kecolongan….lbh baik segera cari pengganti yg lbh jelas status kewarganegaraannya dn berkompeten…..

    •  

      Kalo menurut saya, Indonesia bukan “pro barat” atau “pro timur”, mengapa? Karena kita GNB, melihat kondisi alutsista sekarang, indonesia cenderung lebih banyak membeli ke negara” yang sudi ngasih Tot ke kita, dan kenyataannya memang negara yang dianggap “probarat” lah yang banyak memberikan, contoh besarnya saja, Korsel dngan Changbogo, IFX, LPD, KCR-nya, Perancis dengan VAB nya yang diadopsi dan dikembangkan jadi Anoa dan Badak, Meneer dengan Damen PKR-nya, Jerman dengan FB-V yang dikembangkan jadi KCR-40 dan KCR-60, Swedia dengan teknologi pembangunan kapal X-38 dan X-18, serta masih banyak lagi, makannya porsi pembelian alutsista barat lebih besar dibandingkan alutsista Timur, yang terpenting adalah Indonesia tidak boleh bergantung pada negara apapun dalam hal Alutsista, indonesia harus menjadi negara mandiri agar dapat disegani, tengoklah “saudara”Asia kita seperti India dan China,yang telah memperoleh pelajaran berharga dari Tot, mampu independen membangun pertahanan dalam negeri sehingga perlahan tapi pasti mampu melepas ketergantungan dengan negara lain, sehingga menjadi negara yang dihormati, Indonesia baru dalam tahap memulai itu semua, jangan terlalu bangga kita menghadirkan banyak alutsista baru hasil beli saja, karena ada saatnya hubungan dengan suatu negara menjadi renggang, dan ada saatnya alutsista itu akan usang dan diganti dengan alutsista baru, kapan mandirinya kalo gitu? Indonesia sekarang sedang memanfaatkan peluang dari setiap negara yang mau memberikan ToT

  5.  

    Setubuh..Bro Indonesia mnganut politik bebas aktif n non blok,wjr donk memilih n memilah alutsista dr barat n timur..cm pndpt org prbtsn..Siap Dislhkn..

  6.  

    Seingat saya tahun lalu RBTH mengumumkan sudah mendapat kontrak pembelian 2 unit kapal selam kelas amur dri kerajaan maroko…lha kok sekarang beritanya beda lagi?

    Atau jangan2 wartawannya salah nulis….maksudnya sudah dapat kontrak apartemen di maroko?

    Hmmm…dasar media hyperaktif

 Leave a Reply