Jul 032018
 

JakartaGreater.com – Akhirnya Maroko bermaksud mengisi kekosongan dalam kapasitas helikopter tempurnya. Sekarang ini Maroko dilaporkan sedang mengadakan membicarakan untuk pembelian helikopter AH-64 Apache, seperti dilansir dari laman North Africa Post.

Kesepakatan pembelian tersebut mungkin telah ditandatangani selama kunjungan oleh Kepala Staf Angkatan Udara Maroko Abdelfattah Lourak pada April lalu di Washington, menurut laporan Le360.

Berita tersebut muncul setelah berbagai laporan meningkatkan kemungkinan pembelian helikopter serang T-129 buatan Turki, sebuah pesawat udara yang sangat dikagumi oleh Angkatan Udara Internasional.

Namun helikopter AH-64 Apache buatan Amerika Serikat tetap menjadi helikopter tempur yang memiliki kinerja terbaik sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 1989 silam.

Helikopter tempur bermesin ganda AH-64 tersebut dikembangkan oleh McDonnell Douglas (sekarang Boeing), dan telah digunakan oleh Angkatan Bersenjata Mesir, Yunani, Israel, Belanda, Jepang, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Inggris.

Helikopter AH-64D Longbow dikerahkan oleh Angkatan Darat AS di Afghanistan sebagai bagian dari Operasi Anaconda, juga untuk mendukung Operasi Pembebasan Irak. Sejak Juni 2003, telah dikerahkan di Korea Selatan hingga sekarang.

Akuisisi itu akan dengan serius membalikkan keseimbangan yang menguntungkan Maroko dalam perlombaan senjata regional dengan Aljazair. Maroko mengoperasikan jet tempur F-16 buatan AS, sementara Aljazair mengandalkan jet tempur Su-30 buatan Rusia.

Bagikan: