Mar 262018
 

Model KFX di ADEX 2017, Seoul. (photo: Alvis Cyrille Jiyong Jang via commons.wikimedia.org)

London, Jakartagreater.com – Martin-Baker telah mendapat kontrak untuk menyediakan sistem pelontar bagi pesawat tempur baru Angkatan Udara Korea Selatan, KF-X, dirilis Martin-Baker.com, 23/3/2018.

Korea Aerospace Industries (KAI) secara kompetitif memilih kursi ejeksi Mk18 Martin-Baker untuk program pengembangan pesawat terbaru. Pemilihan kursi Mk18 melanjutkan sejarah panjang kemitraan antara Martin-Baker dan KAI, yang dimulai dengan KT-1 mereka, diikuti oleh T/A-50 dan sekarang diatur untuk melanjutkan dengan KF-X.

“Kami merasa terhormat telah dipilih sebagai pemasok kursi ejeksi untuk KF-X. Kursi ejeksi Mk18 adalah kursi ejeksi paling maju yang pernah diproduksi untuk pesawat tempur dan pelatih dan yang lain dalam garis panjang keberhasilan untuk perusahaan kami,” kata Andrew Martin, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis dan Pemasaran. “Pilihan ini adalah bukti produk yang kompetitif dan berkualitas tinggi yang dibanggakan oleh tim kami.”

Martin-Baker’s Mk18 ejection seat (photo : Martin-Baker)

“Dari kerja dan perjalanan kami hampir 70 tahun yang lalu, kami telah membangun legacy of success,” kata Martin. “Produk kami telah menyelamatkan nyawa 7.563 aircrew dari seluruh dunia.”

The Martin-Baker Mk18 untuk KF-X adalah kursi yang sama dengan yang saat ini dalam kompetisi untuk jet latih baru Angkatan Udara AS, T-X.

Martin-Baker, yang berkantor pusat di Denham, Inggris, adalah pemasok kelas dunia untuk kursi lontar dan crashworthy seats, dengan lebih dari 17.000 kursi dalam layanan, di 90 negara dan 56 airframes yang berbeda. Perusahaan ini mempekerjakan lebih dari 1.000 orang di seluruh dunia.

Bagikan :

  23 Responses to “Martin Baker Terpilih Garap Kursi Lontar KFX”

  1.  

    .. masih yg terbaik mereka

  2.  

    Kecil Sdh Kemungkinan Saab Gripen Di akuisisi

    •  

      Masih bisa mas, buat skuadron buru sergap punya Kohanudnas.

    •  

      .. aku mah tetep suka lihat hawk.. pasawatnya cantik.. sayangnya udah tuwir

      •  

        Klu lah sempat loe gak suka, gak bakal lahir itu bocah yg loe gendong, kerna loe suka maka lahir itu bocah, tapi asik atau tidaknya disaat sport diatas ranjang atau lbh efesien diatas dedaunan? Mungkin menonjol bawah itu perlu konsultasi ke agato, krna agato punya ramuannya.
        Tapi menurut loe asik apa tidak?

        Tapi aming lee klu ditanya walau body pendek anunya gede loooohh, tapi agato prnah menawarkan ramuannya ke pria idaman rahasia aming lee

        Hahhaahaaaa

    •  

      Bung TN Knpa Hrs Gripen C/D Gen 4 Mending F-16 V 4+, & Sy Meragukan Gripen NG 4+

      •  

        sebab walau gripen masih gen 4 , tpi pespur gripen itu paling jaguh , jangankan dibanding f-16 , la wong sama F-15 , f-22 , Su-35 aja masih jaguh gripen kok. (katanya si DR)

      •  

        Sebab 10 unit Gripen hanya butuh dukungan logistik sebanyak muatan 1 hercules untuk 4 minggu.

        Sedang 7 unit F16 butuh dukungan logistik 2 hercules untuk 2 minggu.

        Kalau hanya 3 unit gripen maka logistik yang dimuat 1 unit hercules bisa untuk 12 atau 13 minggu (3 bulan).

        Sehingga gripen lebih cocok untuk skuadron buru sergap dengan metode disperse base (menyebar).

  3.  

    Utk Radar KFX/IFX Nggak Mesti
    Beli Produk Saab Gripen, Langsung Beli
    85% Offset & T.o.T Code Source
    RAVEN ES-05 Ke Produsen
    Radarnya Leonardo di Milan,
    Italia

  4.  

    Mirip reptor ya kfx/ifx modelnya beda di kenalpotnya saja gk lancip seperti reptor

  5.  

    kfx terus ifx nya gimana?

  6.  

    KFX-IFX lalu bagaimana dgn LFX & Gandiwa kok seperti ditelan bumi perkembangannya!

    •  

      maunya semuanya digarap tapi apa daya kemampuan( uang) tak sampai….hanya mampu mengeluarkan ide(teori)tanpa mampu dipraktekan…jadi tingal ngelus ngelus anu sambil mendesah kecewa saja….!!!

  7.  

    untuk pengujian itu kursi lontar nanti serahkan saja pada ahlinya yaitu MALON.

  8.  

    Lah ribet amat nunggu kfx ifx tinggal akuisi aja gripen dan pesawat lain yang mau tot, terus kembangin rudal selesai dah gak usah nunggu sampai 1000tahun lamanya untuk buat pesawat

 Leave a Reply