Masa Depan Militer Indonesia oleh Rakyat

The Indonesian special army force (KOPASSUS) – REUTERS/Enny Nuraheni

Indonesia merupakan negara dengan penduduk lebih dari 230 juta orang dengan tenaga kerja aktif sebanyak (available man power) 129 juta orang dan dengan 107 juta orang yang siap dalam peranan militer jika suatu saat the next super power country mengalami konflik bersenjata dengan pihak asing. Berangkat dari ketertarikan saya yang selalu membaca artikel-artikel yang dibawa oleh forum ini, membuat saya tergerak untuk membuat sebuah tulisan yang saya harapkan bisa membuat pergerakan bagi para pemuda-pemuda asuhan ibu pertiwi ini.

Sekian lama membaca tulisan – tulisan yang ada di JKGR membuat saya kagum akan keterampilan para penulis Warjager dalam memainkan jemari mereka dalam mengolah kata kata yang meningkatkan semangat nasionalis para warjager. Namun perlahan saya sadar bung, bahwa banyak sekali tulisan tulisan para warjager yang sebagian besar hanya membahas tentang Alutsista yang memang selalu ramai didiskusikan oleh kaum warjager. Entah itu membahas Pespur, lontong, kaprang, kapur atau membahas tentang hubungan birokrasi dan politik antar negara.

Rasanya bosan juga diri ini membaca tulisan tentang sista sista tersebut. Lagipula, apakah dengan membaca seluruh informasi tentang alutsista dan politik antar negara bisa membuat kita berubah? Secara paradigma, intuisi, alutsista dan gambaran tentang peristiwa dari sudut pembaca mungkin tercerahkan. Namun apakah dengan kita mengetahui tentang hal tersebut dapat membuat kita menunggangi sista sista yang gahar tersebut? Dan apakah bisa meningkatkan keahlian kita dilapangan? Jawabannya sudah pasti belum tentu bahkan mungkin tidak sama sekali.

Kita mungkin mengerti tentang jeroan jeroan sista sista yang ada diseluruh dunia bung, namun mengerti tentang teknik skill bertempur/bertarung ala militer ketika teknis lapangannya belum tentu. Hal ini wajar mengingat bahwa mungkin kita kadang selalu diam di dalam ruangan sambil membaca sajian berita ala khas warjager (pulang kuliah/kerja, nongkrong, seduh kopi, buka laptop, baca artikel, tutup laptop, dan…. Tidur! Begitupun seterusnya) atau sekedar say hello dengan kawan lama di suatu tempat lalu nongkrong, ngopi, makan, ngobrol, selesai, pulang, bobo cantik di kamar.

Namun kita jarang sekali keluar ruangan untuk mempraktekannnya walaupun dengan cara sederhana sekalipun atau dengan hobby apapun untuk melatih dan mengasah kemampuan kita dalam meningkatkan kapabilitas kita sebagai available man power for military support. Terlebih banyak sekali kehidupan kaum muda kita yang saat ini yang tercemar dengan rasa hedonism dan individualism, semua itu tak lain dan tak bukan karena peranan media yang sebagian besar memberikan efek negative bagi para kawula muda kita meskipun itu berbalut dengan berita dan informasi yang mendidik, dan sedikit sekali media yang memberikan dampak positif.

Lalu solusi apa yang penulis bisa tawarkan kepada para warjager semua untuk bisa berperan penuh jika suatu saat negara kita mengalami konflik dengan pihak asing atau separatis yang mau tidak mau rakyat pun harus ikut andil bagian dalam konflik tersebut. Ada banyak hal yang bisa warjager lakukan ketika masa damai sedang berlangsung di negeri kepulauan ini meskipun dari segi ekonomi secara tidak langsung juga bisa memberikan pengaruh pada sistem pertahanan kita. Namun di sini penulis akan sedikit memberikan solusi lapangan dimana kita bisa mengasah skill kita bilamana kita berperan aktif dalam available man power for military support.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan oleh para warjager dan tanpa mengurangi rasa kecintaan kita terhadap aktivitas dan kegiatan tersebut, diantaranya seperti melakukan kegiatan atau hobby yang berhubungan dengan alam atau kegiatan kegiatan lain yang berhubungan dengan kemiliteran, ada pepatah dari bapak pendiri palang merah dunia yang mengatakan “suatu bangsa tidak akan pernah kehilangan potensi pemimpinnya selama para pemudanya terus menerus mengarungi hutan, gurun, gunung dan lautan”. yup kita tidak akan pernah kehilangan potensi seorang prajurit terbaik bahkan seorang pemimpin sekalipun jika kita sering menyusuri alam yang ada dibumi pertiwi ini.

Apa saja kegiatan yang susur alam ini yang memberikan kita nilai lebih dalam mengasah kemampuan kita. beberapa kegiatan tersebut diantaranya yaitu seperti hiking, susur alam, diving dll. lho lho… apa hubungannya kegiatan ini dengan asah skill kemiliteran? Nah penasaran kan… coba baca lebih lanjut bung…

(1) Hiking,  sebuah kegiatan outdoor yang berjalan didaerah gunung maupun pegunung dari kaki gunung hingga puncak gunung. Ada banyak manfaat dari kegiatan ini diantaranya yang paling terasa adalah meningkatkan kemampuan mental dan fisik dari para pendakinya. Coba para warjager tela’ah, setiap kegiatan pasukan militer kita selalu dibekali dengan namanya pelatihan mental dan fisik dimedan pegununga. Tujuan dari pelatihan tersebut agar membuat kematangan berfikir para pasukan dengan melatih mental mereka sekaligus melatih sejauh mana fisik mereka dapat bertahan dialam tersebut dan tak jarang pula banyak pasukan khusus yang berlatih dimedan seperti ini, jika para warjager pernah mendaki gunung lawu, ungaran, pasti kalian akan menemukan tugu yang tak lain tugu tersebut dibuat oleh pasukan khusus.

Tak hanya itu, para pendaki pun pasti dituntut untuk mengetahui bagaimana medan dan jalur pendakian tersebut. Karena jika salah perhitungan maka nyawapun taruhannya. Maka tak heran bung jika banyak berita berita nasional yang memberitakan banyaknya pendaki yang hilang dan tewas di alam. Kegiatan ini pun juga sudah digemari oleh para kawula muda sampai yang tua tua jadi jangan pernah berfikir kalo kegiatan ini hanya sekedar menyusahkan dan terlalu beresiko besar, karena selain melatih kemampuan mental dan fisik kegiatan ini juga banyak memberikan nilai lebih seperti menjaga lingkungan, bagaimana cara berbaur dengan orang lain, meningkatkan rasa cinta tanah air dll. Tapi ingat…!!! Selalu jaga lingkungan alam dan jangan membuang sampah sembarangan yaa.

Tugu Kopassus di Puncak Lawu

(2) Susur Alam (Hutan, Gunung, Lautan), lho… bukannya kegiatan hiking sama saja dengan susur hutan bung? Owh tidak bung… kegiatan susur alam lebih ekstrim dibandingkan dengan hiking. Kebanyakan kegiatan hiking selalu mencari jalur dimana jalur itu sudah dibuat oleh pihak instansi pengelola taman nasional dengan warga sekitar, BPBD, TNI dan yang lain. Namun berbeda dengan susur alam, pasalnya… kegiatan ini mewajibkan para pelakunya untuk bisa dan mahir dalam bernavigasi seperti kemampuan membaca peta, menentukan koordinat, cara berkomunikasi dengan radio, mempunyai skill bertahan hidup (survival) yang tinggi, mengerti akan medan yang dilalui, tau akan semua flora dan fauna yang hidup disana. Hal itu wajib dimiliki oleh para penggemar petualang, sebab jika tak dimiliki sama saja kita menyerahkan nyawa kita kealam.

Hal inilah yang membuat para pelatih pasukan TNI memberikan pelatihan seperti ini, hanya saja bedanya dengan para petualang, TNI memberikan misi  yang harus diemban oleh peserta jika melakukan aktivitas ini seperti mencari lokasi titik koordinat, membantu mencari titik pendaratan logistic, taktik gerilya dll. Namun jika para warjager ingin melakukan kegiatan ini, tidak ada salahnya untuk mencoba dengan medan yang setidaknya ringan dilalui seperti susur pantai, susur pulau yang tidak terlalu luas dengan berbekal pengalaman – pengalaman yang bisa dipelajari secara autodidak atau minimal ada rekan yang ahli dan berpengalaman dalam bidang tersebut yang bisa menemani kita. Namun perlu dicatat, kegiatan susur alam harus mendapat izin dari pengelola kawasan konservasi, karena jika kita melakukan susur alam sama saja kita memberikan celah untuk merusak alam jika kita tidak tau benar bagaimana cara menjaga lingkungan alam yang akan kita susuri seperti contoh kecil ketika kita menyusuri hutan lebat sudah pasti kita membutuhkan bedil, golok atau parang untuk memudahkan kita melewati jalur tersebut, dan itu sebenarnya sudah dianggap illegal karena merusak ekosistem alam.

(3) Diving dan swimming, siapa yang tak kenal dengan kegiatan yang satu ini? Kegiatan ini jadi idola para penyelam dinusantara terlebih karena kita mempunyai pulau pulau yang unik dengan pantai pantai terumbu karang yang unik pula. Lalu apa hubungannya dengan skill kemiliteran? Jelas ada bung, ingat kasus jatuhnya lion air di selatan laut Kalimantan? Para penyelam asing geleng – geleng kepala saking tidak percayanya kemampuan rescue kita ketika menyelam. Pasalnya untuk mencapai kedalaman tertentu dibutuhkan teknik teknik yang tak sembrono meskipun sudah dilengkapi dengan alat alat yang memadai. Hal itu wajar karena untuk bisa menyelam lebih dalam dibutuhkan perhitungan yang tepat dalam mengatur supply oksigen, brapa jarak dan waktu tempuh untuk mencapai kedalaman tersebut, bagaimana aktimalisasi tubuh kita dengan kondisi perairan tersebut dan semua itu harus diperhitungkan, oleh karena itu wajar bila para penyelam wajib memiliki sertifikat resmi untuk menyelam. Dan untuk mendapatkan sertifikat tersebut tidaklah murah.

Namun bila kita bisa melakukan kegiatan tersebut tentu akan memberikan pengalaman yang berbeda, terlebih lagi kita bisa mengetahui teknik – teknik dasar menyelam dan berenang yang dilakukan oleh para pasukan angkatan laut kita, bahkan tak jarang latihan operasi – operasi laut yang mewajibkan peserta latihan untuk bisa menyelam dan berenang yang baik. Satu hal manfaat yang bisa kita rasakan adalah ketika kita berenang maupun menyelam akan membuat otot otot kita bereaksi untuk bisa menyesuaikan kondisi lingkungan kita dengan kata lain otot otot akan mengendur yang berujung pada tingkat keleluasan tubuh kita dalam bergerak dan kegiatan ini bisa membuat tubuh kita menjadi lebih tinggi, jadi jangan heran bila para tentara – tentara kita notabene postur tubuhnya tinggi dan tegap. Itu semua karena seringnya latihan mereka di air.

Running, mengapa running bisa menjadi salah satu latihan yang bisa dicocokkan dengan latihan ala militer? Jawabannya karena lari adalah sebuah latihan ketahanan fisik yang wajib dimiliki prajurit. Hal itu dapat dibuktikan oleh sejarah, dimana sejarah telah membuktikan bahwa lari adalah salah satu penentu kemenangan dalam sebuah strategi, masih ingat dengan cerita Maraton? Yup marathon adalah sebuah kisah yang diambil oleh sejarah perang antara pasukan gabungan yunani dan pasukan Persia.

Sedikit ulasan tentang marathon ini, dikisahkan bahwa saat itu pasukan yunani mendengar bahwa pasukan Persia baru saja mendarat didaratan yunani secara besar besaran, pasukan gabungan yunani yang saat itu berjarak 1,5 Km langsung membentuk formasi dan berlari sejauh 1,5 dari batas pasukan depan Persia. Pasukan Persia yang meremehkan pasukan yunani terus melempar lembing kearah pasukan yunani, namun karena mereka meremehkan pasukan tersebut lembing tersebut malah mendarat dibelakan garis pasukan yunani. Pasukan garis depan yunani yang berhasil berhadapan dengan garis depan Persia langsung mendorong mereka hingga singkat cerita karena kesalahan strategi dates akhirnya kekalahan menimpa pasukan Persia.

Dari cerita tersebut akhirnya membuat latihan lari menjadi suatu latihan yang wajib bagi semua pasukan militer dunia tak terkecuali TNI. Bahkan saya mendapatkan informasi dari kawan kawan Menwa disemua univ, bahwa untuk pengambilan brevet tingkat 2 mreka diwajibkan longmarch berkilo kilo meter panjangnya.

Latihan running saat ini bahkan sudah menjadi hobby dikalangan banyak orang dari yang muda dan yang lebih tua, kurang dengan kondisi jalur running yang ada diperkotaan akhirnya tercipta sebuah kegiatan lari marathon di medan dan jalur alam atau lebih dikenal dengan Trail Run. Dan tak tanggung tanggung kegiatan trail run ini bisa berjarak lebih 40km untuk tingkat professional. Mengapa bisa menjadi pilihan hobby alternatif untuk kemampuan dasar dalam melatih skill tubuh kita. Salah satu sebab diantaranya adalah untuk meningkatkan daya tahan fisik si pelari terlebih ketika berlari di daerah alam, sudah barang tentu pasti mewajibkan para pelari pintar pintar dalam mengatur logistik bawaan. Mengatur postur tubuh serta cara sistem pernafasan para pelari.

Olahraga Trail Run (Lari Lintas Alam)

(4) Bela Diri, Unsur ini ternyata penting untuk pertahanan diri. Karena setiap pasukan baik itu pasukan level bawah maupun pasukan khusus wajib memiliki skill ini. Lalu apakah hanya militer yang bisa mempunyai skill bela diri ini? Tentu tidak bung, rakyatpun bahkan bisa mempelajari ilmu bela diri ini dari para sesepuh yang berpengelaman. Bahkan tak jarang para pelatih militer belajar ilmu beladiri dari rakyat dan masyarakat local yang notabenenya sudah jadi pendekar ulung dan pendekar sejati.

Lalu beladiri apa yang cocok dengan nusantara kita? Sudah jelas ilmu bela diri “PENCAK SILAT”, mengapa harus pencak silat?, karena silat adalah cirri khas bangsa kita. Bahkan gerakan gerakannya melebihi gerakan gerakan seperti aliran tae kwondo, karate, judo, kungfu, jujitsu, muathai. Buktinya hampir semua KOPASSUS diwajibkan memiliki skill aliran beladiri ini. Tak hanya itu, gerakan silat sangat luwes dan lincah dibandingkan dengan tae kwondo, karate, judo dll.

Pernah suatu ketika guru saya bercerita tentang masuknya murid baru yang ingin belajar tentang silat, murid ini mempunyai latar belakang beladiri judo dan tae kwondo yang baik bahkan katanya dia sempat menjuarai beberapa kompetisi di Negara paman sam sana. Sempat diawal awal coba diadu tanding dengan murid silat kami yang masih muda, beliau menawarkan diri untuk maju lebih awal karena takut bila sang guru kalah maka akan silat kami dipandang lemah, nah kalo beliau yang maju dan kalah maka tidak memberikan efek gentar apapun dari lawan. Singkat cerita setelah dihadap hadapkan si murid baru dari paman sam ini bertahan dengan gerakan yang ia pelajari, hal ini wajar karena notabene gerakan tae kwondo dan judo lebih mengandalkan pertahanan diri sedangkan silat lebih kepada keluwesan gerakan dan keleluasaan dan kecepatan gerakan. Sang murid dari mamarika ini akhirnya tumbang juga karena sebagus apapun pertahanannya ternyata terkoyak juga.

Pernah juga ketika kami berlatih datanglah seorang marinir TNI yang minta diajarkan silat, dan dia bukanlah orang TNI pertama yang meminta diajarkan silat kata guru saya. Marinir ini bercerita tentang kehebatan silat karena dia menyaksikan sendiri bagaimana seorang ahli beladiri tae kwondo, jujitsu, judo kalah telak ketika melawan sang pendekar silat.

Nah kesimpulannya beladiri yang cocok untuk negeri kita adalah Pencak Silat, walaupun pencak silat mempunyai banyak jenisnya juga tapi intinya silat mengandalkan kesenian dan keindahan gerakan serta kecepatan itulah yang menyebabkan para KOPASSUS banyak yang belajar beladiri tentang silat. Bahkan saat ini diprovinsi banten, silat sudah menjadi kurikulum tersendiri di tingkat SMP dan SMA.

Silat di Sekolah SMA

(5) Berburu, siapa bilang berburu tidak ada kaitannya dengan militer, berburu adalah sebuah kegiatan yang bisa mengasah intuisi kita, terlebih bisa menjadi kemampuan melacak yang sangat akurat, bahkan nabi Muhammad melabel kan “sunnah” pada kegiatan yang satu ini. Apalagi ketika dalam kondisi survival, berburu menjadi sebuah aktivitas yang wajib diketahui para pasukan jika ingin bertahan hidup. Bahkan raja raja jaman dahulu pun menjadikan berburu sebagai hobby kalangan bangsawan yang terkenal.

Bukannya berburu itu mahal bung? Eitt… siapa bilang bung??? Coba bung warjager ingat ingat waktu kecil sering berburu hewan apa? Kalo anak anak kampong sudah jelas suka berburu kelelawar untuk dimakan, belalang bahkan sampai ada yang berburu belut atau ular. Jadi jangan jadikan berburu adalah sebuah kegiatan yang mahal. Bahkan memancing pun juga sebuah kegiatan berburu. Nah bila para warjager ingin mendalami skill dasar tentang militer, maka berburu bisa menjadi hobby alternative yang bisa dijadikan acuan dasar untuk mengasah skill kita.

(6) Air Soft Gun, siapa yang tak kenal dengan jenis olahraga ini? Menembak sasaran dengan senjata sungguhan dengan efek peluru yang tak membahayakan peserta, menikmati sensasi perang ala Air Soft Gun, melatih kemampuan membidik sasaran dll. Kegiatan ini bisa menjadi alternative yang sangat dekat dalam mengasah kemampuan militer kita. Pasalnya olahraga ini mewajibkan para pelakunya untuk menggunakan senjata yang secara visual dan genggaman mirip dengan senjata asli dipasar dunia. hanya saja yang membedakan senjata air soft gun dengan senjata militer asli adalah senjata air soft gun menggunakan peluru karet dan yang dilontarkan dari moncong senjata berdaya dorong angin.

Bahkan tak jarang para pasukan pasukan tni diwaktu luang/liburnya dihabiskan dengan kegiatan ini. Maka tak jarang banyak strategi pertempuran lapangan diterapkan dalam olah raga ini. Para warjager bisa menemukan olahraga ini dengan cara ikut langsung kedalam komunitas komunitas air soft gun. Kegiatan ini memang popular, disamping memberikan pengalaman dan sensasi yang khas ala pertempuran darat, pecinta air soft juga mampu belajar membidik sasaran yang tepat dengan menggunakan senjata yang sudah didesain mirip fungsinya dengan senjata militer saat ini. Namun bagi para warjager olahraga ini terbilang mahal dalam merogoh kocek, pasalnya harga senjata air soft gun per unitnya ini berkisar antara 1,5 juta sd 15 juta rupiah dan itu belum termasuk kelengkapan alat lainnya seperti rompi, helm, kacamata dll.

Senjata Olahraga Air Soft Gun

Sebenarnya masih banyak lagi kegiatan kegiatan yang bisa dilakukan oleh warjager sekalian untuk mengasah kemampuan yang bisa meningkatkan kapabilitas kita dengan cara melalui menyalurkannya lewat hobby – hobby yang menarik. Sehingga sudut fungsi kita sebagai available man power for military support bisa terealisasi tanpa adanya campur tangan pemerintah sekalipun, dan kesemua itu bisa kita temukan jika kita sering bergaul dengan banyak kawan . Dan ingat! Setiap kegiatan tersebut harus mendalami teknik dasar minimal kita punya kawan yang berpengalaman dalam bidang tersebut. Berhubung karena penulis sepertinya sudah tidak bisa membedakan lagi antara jari telunjuk, tengah, manis, kelingking dengan jari jempol akhirnya penulis memutuskan untuk mengakhiri topik ini.

Maaf jika memang tulisan ini terlihat amburadul, tak berpengalaman, tak berwawasan, menyinggung perasaan para warjager namun sebenenarnya maksud dan tujuan penulis ingin mengajak para warjager untuk meningkatkan skill bangsa kita untuk bisa memberikan dukungan militer secara nyata dan bukan hanya sekedar menonton, dan melihat dan mendukungnya. Namun setidaknya kita bisa melatih diri kita sehingga jika suatu keadaan darurat menerpa bumi pertiwi kita maka kita sudah siap dengan segala kondisi yang ada. IMHO

 

Oleh : MISSAY

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Sains & Teknologi, Universitas UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Semester Akhir.

Tinggalkan komentar