Feb 052017
 

Kapal Selam Changbogo (Applen.or.kr)

Tahun 2017 bisa dikatakan tahun emas dari kebangkitan PT PAL sebagai industri strategis Indonesia di bidang perkapalan. Beberapa saat lalu PT PAL telah menyerahkan satu kapal light frigate Sigma 10514 KRI RE Martadinata ke Kementerian Pertahanan. Bersamaan dengan itu, PT PAL juga sedang merampungkan kapal PKR Sigma kedua yang juga pesanan Kementerian Pertahanan.

Jika ditarik sedikit mumdur ke belakang, PT PAL baru saja menyerahkan kapal LHD atau Strategic Sealift Vessel -SSV, BRP Tarlac 601 ke Filipina dan sedang mengerjakan SSV yang kedua untuk Filipina.

Beberapa hari lalu, PT PAL telah melakukan pemotongan plat baja pertama untuk kapal cepat rudal KCR 60 Batch 2 pesanan TNI AL. KCR Batch 2 ini akan mengalami upgrade persenjataan dan Combat management System (CMS).

Tidak berhenti di situ saja, PT PAL juga sedang menyiapkan infrastruktur kapal selam yang direncanakan rampung akhir Februari 2017, dan siap dioperasikan dalam menyusun rangkaian dan sarana pembuatan kapal selam secara mandiri bangsa Indonesia.

Direktur Utama PT PAL Indonesia M Firmansyah Arifin mengatakan keberadaan infrastruktur tersebut terdiri dari tiga bagian yakni bagian kiri, tengah dan kanan, namun tetap dalam satu rangkaian galangan.

“Yang rampung dan kini sudah 99 persen adalah bagian yang tengah, atau bagian utama berfungsi untuk menyusun rangkaian blok-blok kapal selam,” ujarnya.

Rampungnya infrastruktur kapal selam pertama di wilayah Asia Tenggara itu juga bersamaan dengan rampungnya pesanan beberapa bagian kapal selam Indonesia dari Korea Selatan, sehingga bisa digunakan untuk tempat merakit secara mandiri oleh anak bangsa.

Pembangunan infrastruktur kapal selam itu bertujuan untuk memenuhi target pembuatan sebanyak 12 kapal selam yang dipesan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

PT PAL Indonesia melakukan kerja sama dengan Korea Selatan untuk membuat tiga kapal selam terlebih dahulu dengan cara mendidik SDM Indonesia untuk belajar ke sana membuat kapal selam.

Dari tiga kapal selam yang dibuat di Korea Selatan, satu kapal rencananya dirakit secara mandiri anak bangsa, kemudian untuk kapal keempat dan seterusnya dibuat sepenuhnya secara mandiri.

PT PAL Indonesia sebelumnya telah mengirimkan sebanyak 206 orang Indonesia untuk menjalani pendidikan pembuatan kapal selam di Korea Selatan, dan pada saat mereka kembali diharapkan mampu membangun kapal selam secara mandiri, didukung tersedia infrastrukturnya.

Kapal Pesanan Malaysia

MRSS didasarkan pada desain 150 m PT PAL, yang disesuaikan dengan kebutuhan Angkatan Laut Kerajaan Malaysia. (IHS/Patrick Allen)

PT PAL juga mendapatkan pesanan dari Angkatan Laut Malaysia untuk membangun Multirole Support Ship (MRSS). Kemungkinan Malaysia akan memesan lebih dari satu Multirole Support Ship. Platform MRSS mirip dengan LPD Angkatan Laut Indonesia dan SSV Filipina. Namun, MRSS akan lebih besar, dengan panjang 163 meter, dan bersenjata lengkap. ”Pihak Malaysia menekankan untuk menambahkan sistem kontrol udara di kapal baru mereka nanti,” ujar Direktur Utama PT PAL Indonesia M Firmansyah Arifin.

Order dari angkatan laut negara asing membuktikan PT PAL memiliki teknologi pembuatan kapal yang berkualitas.

Sumber : Antara / JPNN.com

  20 Responses to “Masa Keemasan Industri Kapal PT PAL”

  1.  

    Maju terus nkri…

  2.  

    belum jaman keemasan,, selangkah menuju jaman keemasan…

  3.  

    Test

  4.  

    INGAT ITU BARU LINI MILITER BELUM LINI LAINYA!! SEPERTI LINI PERAWATAN LINI KAPAL DAGANG ATAU APALAH ITU NAMA NAMANYA KURANG INGAT’ ..,.SAYA SIH BERHARAP PT DIRGANTARA INDONESIA JUGA SAMA SEPERTI PT PAL ADA LINI LININYA JADI GK PENGARUH BILA ADA PESANAN KOMERSIL DAN MILITER JADI TETAP FOKUS DENGAN TUPOKSINYA MASING MASING CONTOH AJA. AIRBUS KAN ADA LINI LINI PRODUKSINYA DAN PROYEK KFX/IFX TIDAK PENGARUH DENGAN ADANYA PROYEK LAINYA::::::::<SARAN AJA DARI: ORANG YANG SOK PANDAI DALAM URUSAN INIsalam

  5.  

    Wowww,negara jaguh pesan MRSS dgn panjang 163 m,kl begitu PT PAL dah bisa buat kapal sekelas Mistral dong…muehehehe

  6.  

    KeLewat pinter Loe,,anak ingusan ini pasti

  7.  

    kalo pesanan lg banyak dan merasa kewalahan maka galangan kapal nasional lainnya yg prasarananya lengkap bisa ditunjuk PT PAL dilibatkan dg catatan teknologi tdk boleh bocor keluar. biar pemesan ketagihan karena pesanannya cepat datang. syukur mau nambah lg. bisa ditiru PTDI mngkn membuat pabrik kedua khusus pesawat komersil dg memakai nama yang lama yaitu IPTN

    •  

      Setuju bung bs123 namun PT PAL juga harus didukung aspek finansialnya (sejenis kredit ekspor atau apapun itu istilahnya) agar makin kompetitif terutama saat melawan produk Cina. Selain itu juga PT PAL harus didukung oleh industri komponen dalam negeri agar mengurangi ketergantungan pada komponen impor dan harganya tentu makin kompetitif.

      Salam

  8.  

    semoga makin jaya,, dan makin bnyk job.. serta makin maju teknologi nya

  9.  

    Sip deh, Malaysia mengakui keunggulan Industri Kapal RI

  10.  

    Menurut saya kalau dah bs bikin berbagai jenis mesin dan komponennya dan berbagai jenis persenjataan baru bs dibilang masuk masa keemasan! Seperti USA semuanya bs dibuat dalam negri.

  11.  

    salam balik bung..
    itu makanya pentingnya sinergitas antara ilmuwan/penemu teknologi dengan universitas/pusat penelitian, perusahaan produksi dan pemerintah selaku pembuat kebijakan, sumber dana dan agen promosi produk ekspornya via dubes RI di semua negara. tengok negara maju hampir semuany begitu. bahkan tugas pemerintah dobel, yaitu merusak pasar pabrik pesaing, kalau perlu dihadang, contohnya N250? keberpihakan pemerintah pntg.

  12.  

    beda lah bung, tahun 60 an kita dihadapkan pemenuhan alutsista untuk mengusir belanda yg bercokol di irian barat
    klo sekarang kita blm dalam keadaan seperti tahun 60a, jd belanja sesuatu harus ada ToT nya
    saya yakin klo negara kita sedang berseteru seperti tahun 60an, pasti beli Su-35 2 ska, kapal fregat dan destroyer jg beserta kapal selam kilo sejumlah 12 unit seperti saat operasi trikora tanpa embel2 ToT sama sekali

    •  

      saya heran disini kok kebijakan ToT sebegitu gak disukanya……padahal ujung2nya utk kemajuan dan kemandirian bangsa dlam bidang persenjataan militer…ya saya tahu kita harus tahu diri soal belinya ketengan namun ilmu tetap harus dicari di segala celah dan sudut..biar beli ketengan namun jika bisa mendapat ilmu meski sedikit apa salahnya toh kan bisa dikumpulin dan diracik2.
      ingat negara ini bisa merdeka lantaran orang2 dulu mencari2 ilmu dgn segala keterbatasannya.

      saya rakyat jelata bukan fanboy rusia,cina,arab atau barat….cuma ingin negara ini selalu berada di bawah ancaman sambil menjaga ke kebijakan non-blok serta membeli alutsista sesuai kebutuhan sambil menyeimbangkan ketahanan sosial dan ekonomi, .
      harap dingat dimana2 pengadaan alutsista dari luar paling rawan dgn tindakan KKN.

      •  

        sebagai tambahan kebijakan non blok bisa berubah sesuai situasi dan kondisi jika bertujuan menjaga ketahanan dan persatuan bangsa. namun bukanlah tabiat bangsa kita utk bersembunyi di bawah ketiak negara lain.

  13.  

    Malaysia pesan kapal lpd 163 meter, full persenjataan… wah hebat ini… Indonesia / tni Al kalah 2 langkah…