Jun 172017
 

Seorang pilot berada di dalam kokpit pesawat tempur F-35 AS. © Lockheed Martin

Masalah kesulitan bernafas akibat kekurangan oksigen atau disebut juga hipoksia,  pada jet tempur siluman F-35A, yang menyebabkan munculnya perintah mengkandangkan 25 persen pesawat tempur F-35 yang diproduksi oleh Lockheed Martin tersebut, sebenarnya telah ada sejak enam tahun lalu, menurut pengakuan Angkatan Udara AS yang dilansir dari Sputnik News.

Sejak 2011 silam,  Angkatan Udara AS telah melaporkan sedikitnya 15 penerbang jet F-35A mengalami hipoksia selama penerbangan dan sejumlah kejadian fisiologis di darat, menurut pernyataan Kapten Penerbang Mark Graff pada hari Kamis (15/06/2017).

“Peristiwa fisiologis adalah sebuah eufemisme yang tidak berdarah atas sebuah pengalaman yang mengancam nyawa. Pada saat itu saya menyadari bahwa bibir saya kesemutan, jari-jari saya terasa kebas, dan saya merasa sialan, ada yang salah nih. Jari-jemariku membiru, bung!“, tutur seorang pilot Angkatan Udara AS dalam artikel Navy Times.

Pada saat itu, sang penerbang terpaksa turun dan mendarat di daerah berbatu dipegunungan Sierra Nevada yang memiliki ketinggian 3.000 meter.

“Jadi masalahnya adalah seberapa jauh Anda mampu kekurangan oksigen sebelum mengalami hipoksia tersebut”, tutur sang pilot tanpa menyebut nama, karena dapat membahayakan 10 tahun kariernya di Angkatan Laut AS.

Hipoksia adalah momok terbesar bagi para penerbang jet tempur didunia. Kekhawatiran itu mungkin telah menyebar dikalangan penerbang jet tempur siluman F-35 juga.

Militer terus saja meremehkan kekhawatiran umum. Dari seluruh kasus yang ada, para pilot memang berhasil memulihkan pesawat dengan aman melalui prosedur yang ada, tutur Graff dalam sebuah email kepada Military.com.

“Secara keseluruhan, peristiwa fisiologis tersebt terjadi pada tingkat rendah di semua pesawat Angkatan Udara AS”, jelasnya.

Hampir sepertiga kejadian hipoksia sejak April 2011 hingga Juni 2017 terjadi dalam 2 bulan terakhir (antara 2 Mei – 8 Juni), menunjukkan terjadinya peningkatan yang signifikan, yang pada akhirnya memaksa Angkatan Udara AS untuk mengkandangkan pesawat tempur F-35 tanpa batas.

Seorang veteran militer sekaligus Senator AS John McCain pun telah turut mengungkapkan keprihatinannya terhadap isu-isu yang terjadi di Pangkalan Angkatan Udara Luke di negara bagian Arizona, Amerika Serikat.

“Saya turut prihatin kepada para komandan militer kita, dan yakin bahwa sangat penting bagi mereka untuk mengidentifikasi akar masalah penyebab insiden tersebut dan mengambil langkah yang diperlukan guna memastikan para pilot dapat kembali terbang dengan aman”, tutur kandidat presiden dari Partai Republik itu pada hari Rabu (14/04/2017).

Masalah hipoksia telah dialami oleh sejumlah penerbang jet tempur Amerika Serikat, seperti jet tempur F022 Raptor, F/A-18E/F Super Hornet, E/A-18G Growler, pesawat tempur latih T-45 Goshawk dan kini turut mendera jet tempur siluman F-35.

Angkatan Udara AS (US Air Force) telah mengkandangkan setidaknya 48 jet tempur siluman F-35A akibat pilotnya mengalami hipoksia selama penerbangan, menurut keterangan juru bicara pangkalan angkatan udara di Luke AFB, Amerika Serikat.

  3 Responses to “Masalah Hipoksia Yang Mendera Jet Tempur F-35 AS, Telah Ada Sejak 2011”

  1. Pespur bermasalah tapi dipaksa membeli kpd anggota Konsorsium!he3 :cd: :batabig :batabig

  2. Ternyata jet tempur mami rrika banyak mengalami masalah yg sama…

  3. Pespur gen-5 ini “dikhususkan” oleh USA untuk menyedot penambahan anggaran anggota Nato = UE dll (Jumlahnya cari sendiri).
    Juga sikap USA melihat “peluang pasar” untuk melemahkan peran global kedirgantaraan UE = Airbus dll (dalam artian sempit : mengurangi pesaing pasar pespur gen5)
    Imho

 Leave a Reply