Apr 222018
 

Helikopter tempur AH-64E Apache Guardian milik US Army © US Army via Wikimedia Commons

JakartaGreater – Angkatan Darat AS (US Army) telah berhenti menerima pengiriman helikopter serang AH-64E Apache Guardian dari Boeing karena layanan ini tak yakin dengan daya tahan yang dianggap sebagai “keselamatan kritis”, yang telah dipelajari oleh Defense News.

“Kami stop pengiriman helikopter AH-64 baru karena paket mur yang kami yakini benar-benar mencurigakan”, menurut Brigadir Jenderal Thomas Todd, pejabat eksekutif program AH-64 untuk penerbangan angkatan darat AS.

Sebagai bagian dari inspeksi keselamatan atau safety inspection US Army pada armada, layanan itu menetapkan “tidak senang” dengan kinerja mur di lingkungan pantai yang parah dan melihat adanya korosi karena iklim dan tekanan, menurut Todd.

Mur itu menahan baut yang sangat besar, termasuk baling-baling rotor helikopter dan karena itu merupakan persyaratan keamanan utama, Todd menjelaskan.

Sementara Boeing telah memulai usaha pengemasan ulang mur sejak enam bulan lalu, US Army memutuskan untuk tidak menerima pengiriman model AH-64 varian E pada bulan Februari, menurut keterangan Todd.

Pada bulan Maret, US Army mengatakan kepada Boeing bahwa mereka akan berhenti menerima helikopter secara permanen sampai perusahaan mulai memproduksi “mur” yang baru dan lebih baik.

Boeing dan Angkatan Darat butuh waktu untuk mengetahui penyebab sebenarnya dari korosi dan keausan yang agresif pada murnya. Tapi penyebab telah diidentifikasi dan Angkatan Darat telah menyetujui desain ulang, dan Boeing akan memberikan mur baru setelah pengujian desain baru dimulai pada musim panas, kata Todd.

Negara-negara yang telah membeli atau memesan helikopter AH-64E Apache Guardian adalah India, Indonesia, Qatar, Arab Saudi, Korea Selatan dan Taiwan.

Helikopter AH-64E menembakkan APKWS, roket berpemandu laser © BAE Systems

Pada bulan Desember 2017 lalu JakartaGreater telah mewartakan bahwa TNI-AD telah menerima 3 (tiga) unit helikopter AH-64E Apache Guardian yang pertama kali disetujui oleh Departemen Luar Negeri AS pada akhir 2015.

Jakarta secara resmi meneken kesepakatan tersebut saat Departemen Pertahanan AS memberikan pesanan senilai $ 296 juta kepada Boeing untuk memproduksi helikopter AH-64E.

Sementara itu, dilansir dari Kompas.com, pengiriman helikopter dilaksanakan dalam 2 gelombang, yakni 3 unit pertama dikirim menggunakan pesawat C-17 Globe Master ke Pangkalan Udara Utama TNI AD Ahmad Yani, Semarang, pada hari Senin, 18 Desember 2017.

Lima unit berikutnya akan dikirim dengan kapal laut dan diperkirakan tiba di Semarang pada bulan Maret 2018. “Tiga unit pertama dikirim dengan pesawat C-17 Globe Master dan tiba di Pangkalan Udara Utama TNI AD Ahmad Yani tanggal 18 Desember 2017,” ujar Wakil Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) Brigjen Eko kepada Kompas.com.

Sehubungan dengan permasalahan paket “mur” pada helikopter AH-64E yang juga di pesan oleh TNI-AD, untuk saat ini JakartaGreater belum memiliki informasi lebih lanjut, apakah masalah serupa juga terjadi pada helikopter pesanan TNI, terlebih lagi sebagian besar wilayah RI berupa lautan yang bisa mengakibatkan korosi.

 

Bagikan :

  37 Responses to “Masalah Kualitas “Mur”, US Army Stop Kiriman AH-64E”

  1.  

    Nasib….. nasib…..

  2.  

    Tobat….. Tobat

    😎

  3.  

    mur punyanya mbah ut yang bermasalah
    kalau kacang yang bermasalah punyanya siapa gerangan

  4.  

    Gimana ya… kalau didunia otomotif memang mur pernah mengalami beberapa masalah, dari yang mudah patah (kesalahan proses terutama di Heattreatment), saya pernah ngurusi monil apv dilapangan parkirnya suzuki gara2 karatan… gara2 standard Euro 4 dimana spech coating plating yang merubah hexavalent ke trivalent… langsung pada karatan semua karena proses yang belum mampu…
    Tetapi kalau sekelas pembuat Heli tempur, dan posisinya pada area kritis dan berbahaya, jelas sangat sulit dimengerti kalau sampai terjadi…

    Mungkin salah kirim baut atau salah ambil baut…

    •  

      Maklum, itu kan “Boeing”… pembuat F-18 yg dipermasalahkan kualitasnya oleh militer AS, dan juga kebetulan pembuat AH-64E… Ini memang wajah asli mereka atau ada segelintir orang – terutama petinggi militer – yang sengaja menjatuhkan citra Boeing yang didukung oleh Trump.

  5.  

    …dan Boeing akan memberikan kacang baru setelah pengujian desain baru dimulai pada musim panas, kata Todd.######### boeng kan memberi kacang kepada monyet, krn monyet lucu-kucu dan senang dg kacang. Hehhehe

  6.  

    Wah2 produsen mapan sekelas Boeingpun bs membuat komponen dibawah standard! Gmn dgn Helpur Apache TNI AD ya apa dikasi penggantian baut dgn cuma2 atau dikenakan biaya tambahan?

  7.  

    baut pembunuh

  8.  

    Kok bisa kualitas mur jadi bermasalah….heli mahal, mur bermasalah….gimana nihhh? andai uangnya dulu buat nombok beli pesawat SU35, kan rumayan….atau MI28N night hunter yg sudah battle proven…..tapi sudah terjadi beli….ya gimana lagi….mesti hati2 saja pengecekan dan perawatannya.

    •  

      Bisa aja info dari jendral amrik itu utk menjatuhkan boeing, bisa juga biar boeing ngasih duit tutup mulut, bisa juga mur nya tidak ada anti karat utk standar militer, maklum boeing vs MD itu musuh bebuyutan

  9.  

    Apa tindak lanjut TNI? Harusnya Boeing bertanggung jawab “mengganti/memperbaiki” AH64E Apache yg RI beli kalau memang benar ada cacat mur seperti yg diklaim AS.

    Clear sekarang bahwa jangan ada stereotype bhw alutsista buatan AS hebat dan buatan Rusia jelek. Ini hanya masalah “marketing” AS (Hollywood?). Dalam 2 tahun belakangan ini aja sdh brp kecelakaan alutsista AS (kapal perangnya tabrakan dengan kapal kargo 2(?) kejadian, mv-22 osprey berjatuhan di philipina, jepang, korsel, pintu heli ch-53 jatuh di lapangan sekolah di okinawa, bla bla bla, itu kejadian yg tersorot media, bagaimana dgn yg ditutupi.

  10.  

    sebenarnya apache helicopter bagus pada masa nya.. namun faktor umur dan usia membuat beberapa hal teknis menjadi biang keladi munculnya kecelakaan dari hal sepele sampai hal besar
    mungkin nasibnya mirip F16 seri ABC yang sudah harus nya di “pensiunkan” namun di paksakan tetap terbang…
    dari masalah “mur” , rangka pesawat dan mesin tua yg di paksakan over sering membuat kecelakaan yg sebenarnya bisa di cegah…
    semoga punya TNI bisa di cek kembali..

    https://www.youtube.com/watch?v=tZLLJFiys9c

    https://www.youtube.com/watch?v=xOW44sydqtw

 Leave a Reply