Jul 102016
 

Bentrokan bersenjata pecah di ibu kota Sudan Selatan, Juba, Jumat (10/7/2016). Bentrokan yang terjadi di dekat kantor Presiden Salva Kiir ini menewaskan 115 orang. Saat peristiwa berdarah ini terjadi, Presiden Salva Kiir sedang bertemu mantan pesaingnya, Wakil Presiden Riek Machar.

Bentrokan tersebut dipicu masalah sepele yaitu, adu mulut antara pengawal Presiden Salva Kiir dan Wakil Presiden Riek Machar yang sedang melakukan pengawalan di kantor Presiden. Ketengangan antara dua kubu akhirnya memuncak. Masing-masing saling mengeluarkan senjata berat dan artileri yang ditempatkan di sudut-sudut kota.

Satu tahun lalu perjanjian damai telah mengakhiri perang di Sudan. Namun, hal ini nampaknya belum mampu untuk mengakhiri berbagai macam kerusuhan di sana.

Sudan Selatan, dan ibu kota Juba merupakan negara terbaru di dunia, yang tahun ini memasuki usia 5 tahun setelah melepaskan diri dari negara tetangganya, Sudan.

Berbagi

  7 Responses to “Masalah Sepele Picu Bentrokan di Sudan Selatan,115 Orang Tewas”

  1.  

    Duh..

    •  

      Saya setuju dengan pendapat Anda bung. Perang saudara seperti ini sangat memprihatinkan.
      Seharusnya kesadaran persaudaraan dan persamaan lebih diperkuat lagi. Daripada angkat senjata lebih baik mereka angkat pacul bersama. Mengusahakan penghidupan layak di tanah yang gersang. Bagaimana caranya? Coba pikirkan bersama-sama.
      Salam.

  2.  

    Soplak kayak di desa aja pemilihan kades cekcok bacok. Miris

  3.  

    Kasian ya sebab berebut kekuasaan rakyat yg jadi korban,mudah”an kejadian seperti di sudan selatan ini tdk terjadi di negara kita….

  4.  

    sudan selatan malah kek somalia, kondisi negara gak stabil karena perang sipil..

  5.  

    bukannya pemerintah udah batalin tu perjanjian dr awal

  6.  

    Sebagai pelajaran untuk bangsa kita juga

 Leave a Reply