May 152016
 

Ternyata pilot Angkatan Laut AS kesulitan bernapas! Pesawat tempur andalan Angkatan Laut AS, F-18 Super Hornet ternyata menderita kegagalan sistem On Board Oxygen Generation System (OBOGS).

Meskipun jarang, insiden kekurangan oksigen pilot saat menerbangkan pesawat tempur bisa berpotensi membunuh pilot dan menghancurkan sebuah pesawat seharga US$ 30 – 60 juta, dan setelah lima tahun mengalaminya, Angkatan Laut AS masih kesulitan mencari penyebab dan pemecahan masalahnya.

Beberapa pihak prihatin dengan tingginya tingkat hipoksia yang disebabkan oleh kekurangan oksigen dan masalah fisiologis lain yang tampaknya dialami oleh pilot pesawat F-18 selama lima tahun terakhir.

Kekurangan oksigen dapat membuat pilot pusing atau bingung, yang sangat berbahaya ketika meluncur di pesawat tempur dengan kecepatan ratusan mil per jam di udara. F-18 sebenarnya juga dilengkapi dengan botol oksigen cadangan, tapi pasokan oksigen darurat itu harus diaktifkan secara manual – yang tetap membuat pilot kesulitan mengaktifkannya (serupa dengan masalah pada pesawat siluman F-22 tapi sudah menggunakan pasokan cadangan otomatis).

Suplai oksigen tambahan juga memliki kelemahan lain karena hanya memiliki cadangan oksigen sekitar 10 menit yang mungkin tidak akan cukup untuk membawa pesawat kembali ke kapal induk.

Masalah kekurangan pasokan oksigen juga terjadi dengan skala yang hampir sama pada F-18 Hornet seri lawas A, B, C sampai seri D yang dibangun oleh McDonnell-Douglas dan pada varian terbaru super Hornet E/F dan EA-18G Growler yang saat ini dibangun oleh Boeing.

F-18 varian lama dan varian baru memiliki sistem pasokan oksigen yang berbeda. Hornet lawas menggunakan tabung besar oksigen cair seperti kebanyakan pesawat tempur buatan era 1940-an, sedangkan Super Hornet dan Growler menggunakan Cobham-built On-Board Oxygen Generation Systems (OBOGS) yang memurnikan udara dari intake mesin, yang secara teoritis memberi pasokan oksigen secara terbatas selama OBOGS bekerja.

Seiring bertambahnya usia pakai, F-18 mulai mengalami masalah terhadap sistem tekanan kabin dan kemungkinan kontaminasi. Super Hornets yang relatif pesawat baru juga mengalami masalah serupa, dan pihak Angkatan Laut mengira hal tersebut berkaitan dengan sistem filtrasi atau pasokan oksigen generasi terbaru yang bermasalah.

Bagikan :

  19 Responses to “Masalah yang Sama dengan F-22, Pilot Super Hornet Kekurangan Pasokan Oksigen”

  1.  

    Eject kat hanggar menjadi solusi melon jika kekurangan oksigen…

  2.  

    sumber ?

  3.  

    Masalah yg sdh lama blm terpecahkan…

  4.  

    Wkwkwk aya aya wae maneh mah, Oksigen lahh pake segala bermasalah wong tinggal dihirup aja gampang gratis lagi.

  5.  

    paeh tea ath meren. wkwkwk

  6.  

    Permasalahannya di mana sih, apa bingung taruh tabung oksigennya?

  7.  

    @baumukiyo

    Diatas ketinggian 10.000 kaki, oksigennya makin tipis dan temperaturnya makin dingin…jadi kalo kokpitnya dibuka dikit bukannya tambah seger…tapi makin cepet pingsan

  8.  

    tu…kan…:bermasalah…..uaaaaa

  9.  

    Artikel bagus utk kita mawas diri dan perlu didalami, apakah kita jg menggunakan sistem dan produk yg sama dg artikel diatas, berhubung kita jg memakai produk Amrik atau turunannya ….

  10.  

    Dasarnya sih teknologi asu yg tdk canggih. Hanya menang dipromosi dan pakai ancam mengancam dalam menjualnya. Kl cerita terbang tinggi sih sukhoi jagonya, tp ga pernah dengar tuh keluhan serupa.

    Krn itu, jauhilah produk2 si asu agar aman dari bahaya. Dulu waktu perang Irak, rudalnya saja bisa berbelok dan menyerang operatornya.
    Wekekekekek!

  11.  

    Wkwkwkwkkkkkkk

  12.  

    Waduh bs kolap ni kl nggak bs napas hehehe…

  13.  

    penelitian hidung besar dan mancung … boros pemakaian oksigennya…..

  14.  

    Bingung lihat kawan sesama Hornet dikira Flanker musuh!

  15.  

    pesawat sekelas f22 aja masih blm sempurna. hemmmm… mdh”an ifx kelak bisa sempurna

  16.  

    apakh mungkin jatuhny super tukano TNI kita jua di sebabkn pilot kekurangan oksigen?….

  17.  

    apakh mungkin jatuhny super tukano TNI kita jua di sebabkn pilot kekurangan oksigen?…. krna pd sa’at pesawat menukik tajam kebawah n kembali naik mesin pesawat gagal memberi dorongn keatas seharusnya pilot melakukn ejek tp tdk di lalukn oleh pilot super tukano. bisa jadi suplai oksigen pd pilot mengalami kegagalan jua sehingga pilot tidak sadar n pingsan di dlm pesawat.

  18.  

    Bisa mati sebelum perang tuh pilotnya

  19.  

    beda to mas bro ….
    semakin tinggi pesawat terbang oksigen semakin kurang dan tekanan udara jg berkurang
    lah kalo diketinggian buka kaca kanopi apa ndak bakal pecah kokpitnya
    blm lg temperatur udara jg sangat rendah, mau beku gt pilotnya ….

 Leave a Reply