Feb 042014
 
Radar Thomson TRS 2215 R TNI AU

Radar Thomson TRS 2215 R TNI AU

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia melakukan kunjungan kerja ke Lanud Eltari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (3/2/2014). KSAU ingin melihat langsung kondisi Lanud Eltari, terkait: kesiapan operasi, personel, logistik dan kendala yang ada. Kunjungan kerja ini KSAU ini disambut langsung Komandan Lanud Eltari Kupang, Kolonel Penerbang Eko Dono Indarto, Dansatrad 226 Buraen, Mayor Lek Amzidil dan sejumlah pejabat lainnya.

Dari laporan ini diharapkan para pengambil keputusan tingkat Markas Besar Angkatan Udara dapat memperoleh informasi secara langsung dari satuan bawah, mengenai hal-hal yang perlu mendapatkan keputusan dan solusi atas permasalahan yang dihadapi.

KSAU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia mengatakan Lanud Eltari, Kipan C Paskhas, dan Satuan Radar (Satrad) 226 Buraen merupakan kepanjangan tangan dari Markas Besar Angkatan Udara di wilayah selatan Indonesia yang memiliki peran penting dalam operasi udara di wilayah NTT, sekaligus sebagai ujung tombak pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara. Oleh karena itu, Lanud Eltari dituntut untuk memiliki kesiapan personel, sarana dan prasarana pangkalan dan peralatan pendukung operasi.

KSAU mengatakan, Satrad 226 Buraen beroperasi satu kali dua puluh empat jam dan sepanjang masa sebagai mata bangsa Indonesia.

Situasi ini menjadikan Lanud Eltari sangat strategis. Untuk itu, dia mengharapkan para Komandan dapat membina dan melakukan pengawasan melekat kepada anggota mereka. Dengan demikian, para prajurit tampil menjadi profesional, tangguh, dan berdaya tempur tinggi serta mampu menjalankan tugas-tugas guna mendukung operasi serta memberikan santiaji tentang pentingnya soliditas sesama Angkatan Udara, TNI, Polri dan masyarakat sipil untuk mewujudkan motto “bersama rakyat TNI kuat”.

“Laporan Danlanud Eltari yang mempunyai wilayah tanggung jawab lebih luas dari Provinsi NTT, sesuai eskalasi ancaman memungkinkan ke depan akan digelar pesawat untuk melaksanakan operasi,” ujar KSAU dalam siaran pers Kadispenau, Marsekal Pertama TNI Hadi Tjahjanto.

Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia membenarkan masih mengalami kekurangan personel, namun kedepan secara bertahap akan dipenuhi. Meski begitu, KSAU mengingatkan bahwa hal ini bukan alasan untuk tidak dapat optimal dalam pelaksanaan tugas.

SatRad Satrad 226 Buraen, Kupang NTT

SatRad Satrad 226 Buraen, Kupang NTT

Radar Thomson TRS 2215
Satrad 226 mengoperasionalkan Radar Thomson TRS 2215 R buatan pabrik Thomson-CSF Airsys Bagneux, Perancis 1980 dan dioperasionalkan oleh Satrad tahun 1982. Radar ini adalah tipe radar mobile, sehingga selain melaksanakan tugasnya di home base, Radar juga mampu mobile ke daerah-daerah lokasi operasi maupun latihan. Radar ini sebagai Radar Early Warning/(EW (peringatan dini) dan Ground Control Interception /GCI (penuntun buru sergap).

Radar Thomson TRS 2215 R merupakan keluarga dari  E/F-Band air defence radar yang mampu menampilkan data azimuth, jarak dan ketinggian sasaran yang terdeteksi, serta dapat bekerja dalam segala cuaca baik siang maupun malam. Radar Thomson TRS 2215 dilengkapi dengan Secondary Surveilance  Radar, untuk membedakan pesawat kawan dan lawan.  Selain itu berfungsi juga sebagaiIdentification Friend and Foe (IFF).   Bagian-bagian Radar TRS 2215 meliputi, antena unit, transmitter unit, receiver processing unit, operational cabin, communication unit dan sumber tenaga listrik/ generator set.

Selain Indonesia radar radar TRS-2215 buatan Perancis ini juga dioperasikan oleh Siprus, Brazil, India, dan Tunisia. Radar TRS dengan E/F-band (2 to 4 GHz) fixed or mobile 3-D ini memiliki kemampuan:

Max Jangkauan Deteksi : 510 km
Max Ketinggian Deteksi : 30.500 meter
Data renewal rate : 10 detik
Elevation coverage: -3 to +30°
Antena TRS-2215
Dimensi : 5 m span x 5.5 m high
Aperture : 1.5° azimuth; 1.3-3.6° elevation
Gain: 38.5 dB
Beamwidths (3dB): 1.5° (azimuth); 2-4° (elevation)
Antena TRS 2230
Gain: 40 dB
Beamwidths (3 dB): 1.5° (azimuth); 1.3-3.6° (elevation)
Polarisation: circular, fixed
Rotation speed: 6 rpm

Satrad 226 Buraen bertugas menyelenggarakan fungsi pembinaan kesiapan operasional Radar dan komlek dalam rangka pertahanan udara serta melaksanakan tugas khusus/kegiatan lain sesuai kebijaksanaan dari Pangkosekhanudnas dalam mendukung tugas Kohanudnas.

Sebelumnya Satrad ini berada di bawah jajaran Kosekhanudnas IV dengan nama Satrad 241 Buraen. Namun karena secara geografis Satrad ini lebih dekat dengan Kosekhanudnas II Makassar, maka Satrad 241 Buraen dialihkodalkan ke Kosekhanudnas II Makassar dengan Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor : Kep 438/V/2013 tanggal 28 Juni 2013 dan berdasarkan Kepusan Kasau Nomor : Kep/499/VIII/2013 berubah nama menjadi Satrad 226 Buraen. Pengalihkodalan ini dilaksanakan gar kemampuan deteksi dan ground control, kemampuan alat komunikasi radio pada semua jenis frekuensi Satrad akan lebih optimal dalam pelaksanaan operasi hanud.

Radar Thomson TRS 2215

Radar Thomson TRS 2215

Upgrade TRS 2215

pada Desember 2010, Perancis menggelontorkan uang sebesar 70 juta  (84.5 juta USD) kepada ThalesRaytheonSystems (TRS), untuk kontrak upgrade 10 radar darat yang menjadi bagian dari French Air Force’s SCCOA integrated air command-and-control system.

Kontrak ini meliputi upgrade midlife terhadap empat radar  high-altitude TRS 22XX dan enam radar medium-altitude TRS 2215, sekaligus membuat radar tersebut memiliki kemampuan 3D dan sesuai dengan aturan Uni Eropa tentang regulasi emisi elektromagnetik. Up grade oleh TRS ini juga meliputi upgrade radar dari dua hingga tiga negara lain yang tidak disebutkan namanya,

“Hal ini sangat penting karena kami memperkenalkan teknologi baru ke dalam radar ini menuju radar baru GM400”, ujar Direktus support and services TRS, Franck Hébert. Pekerjaan upgrade radar itu juga meliputi pembangunan radar baru Ground Master (GM), untuk memperpanjang masa aktif radar hingga tahun 2025.

Diupgradenya radar Perancis termasuk radar TRS 2215, membuat kemampuan deteksi radar French Air Force’s meningkat tajam, terutama untuk kebutuhan France’s air command and control system. (Jurnas.com).

  19 Responses to “Mata Elang Satrad 226 Eltari”

  1. apa gunanya radar bisa mendeteksi hingga radius 500 km2 kalau mendeteksi pesawat siluman saja belum bisa.

    ayo tni ga lama lagi merpati besi aushit bakal beroperasi…

    • dari tulisan diatas TRS 2215 beroperasi dengan gelombang E/F band. sedangkan fitur siluman F35 dikatakan hanya efektif terhadap X-Band radar. selain itu kelemahan lainnya adalah heat signature tinggi dari pembuangan

      “F-35 X-Band Radar Absorbent Material (RAM) is only effective against X-Band Radar”

      walau demikian memang RCS-nya yang hanya 0.1-0.01 meter persegi tetap membuatnya susah terdeteksi dan TNI tetap harus memberi prioritas untuk meningkatkan kemampuan radar sesuai dengan perkembngan bentuk ancaman.

      selain itu pilihan TNI pada Su35 adalah bentuk reaksi atas rencana kedatangan F35. kelebihan2 pesawat ini dan kelemahan F35 mampu memunculkan berbagai skenario dan strategi yang menjaga kemugkinan unggul bagi TNI AU menghadapi RAAF dengan F35-nya

      • Radar vostok E klaimnya bisa mendeteksi jet siluman,klo emang bener ane dukung tuh akusisinya,kabarnya vietnam sebentar lg punya,kombinasi vostokE,pantsyr dan S 300/400 akan membuat seluruh tetangga segan sama kita,,

        • saya juga pernah baca bahwa pesawat siluman rentan terhadap L-Band radar, dan katanya adalah sebab mengapa Pakfa -selain dilengkapi anti radar aesa- juga dilengkapi kemampuan anti L-band radar di depan dan samping

        • Issue hoaxnya kemarin dah kontrak Klonengannya Vortox E….kita tunggu aja kedatangannya…he…he…

    • …apa gunanya radar bisa mendeteksi hingga radius 500 km…

      Sangat berguna.
      Jangan lupa kronologinya, radar Thomson TRS 2215 R buatan Thomson-CSF Airsys Bagneux, Perancis 1980.

      Pada saat itu belum dikenal pesawat tempur stealth, yang ada baru 2 pesawat demonstrator (“proof of concept”) Have Blue, produksi 1977-1978, pendahulu F-117 Nighthawk.

      dan hingga RAAF resmi mengoperasikan F-35 mereka, radar ini akan tetap dapat diandalkan…

  2. Perkembangan kawasan dan potensi ancaman saat ini bergerak cepat. Teknologi barat (US) yang sedang dikembangkan saat ini bisa dianggap adalah ancaman bagi kita lewat Singapura dan Australia. dan perkembangan teknologi militer timur (China-Russia) bisa dipandang sebagai alternative pilihan alutsista TNI di masa depan. saya kutip potongan2 berita yang akan mempengaruhi Indonesia secara langsung maupun tidak langsung.

    The U.S. Navy is looking into developing a submarine-launched hypersonic missile as part of its conventional prompt global strike (CPGS) program.Top among these CPGS capabilities is to develop precision-guided ballistic missiles that can reach any point on the globe within an hour’s time. Russia and India are also jointly developing a hypersonic missile capability

    China has confirmed it conducted a hypersonic missile test last week, but is downplaying its significance and implications.
    The Washington Free Beacon article said that China had developed the missile in order to get pass U.S. missile defenses. Hypersonic missiles pose immense challenges to current missile defense technologies because of their speed, maneuverability and the fact that they travel at lower altitudes than ballistic missiles

    in 2007 China secretly sold Saudi Arabia DF-21 solid-fuel, medium-range ballistic missiles. The U.S. Central Intelligence Agency quietly sanctioned the deal after confirming that they were not the nuclear-capable variants of the missiles

    China to Sell Bangladesh 2 Submarines.
    In a move certain to unnerve India, Beijing will sell Dhaka two Ming-class submarines for $203.3 million

    In late November Singapore announced that it had signed a contract for the purchase of two new Type 218SG conventional submarines from ThyssenKrupp Marine Systems in Germany.
    Singapore’s submarines will be outfitted with the Air Independent Propulsion system and are expected to be delivered by 2020.

    Malaysia acquired two two Scorpène-class submarines from France following a contract signed in 2002. In May 2012 Malaysia indicated that any further submarine acquisitions would depend on the availability of funding

    In October 2013 it was reported that the Royal Thai Navy will include the purchase of three submarines as part of its next ten-year procurement process.

    Taiwan Acquires Submarine-Launched Anti-Ship Missiles. Taiwan announced this week that the U.S. has begun delivering UGM-84L sub-launched Harpoon Block II missiles.

    Aquino Administration in the Philippines, submarines were reportedly included on a Department of National Defense “wish list” for procurement under an armed forces modernization program.

    Rencana Indonesia untuk mendatangkan 12 Kilo, Su35 dan alutsista lain adalah kebutuhan mendesak, sama sekali tidak ‘dasyat’ jika melihat perkembangan kawasan dan yang lebih luas. melihat China menjual rudal balistik pada Arab Saudi dan ternyata ‘diijinkan’ oleh US karena faktor kepentingan dan kedekatan, sepertinya Indonesia juga harus memikirkan penguasaan rudal balistic dan long range bomber untuk deterrence factor bagi Australia yang merasa bisa menjangkau kita kapan saja dan tidak bisa disentuh.

    • Dong-Feng 21 yang dijual China pada Arab Saudi. yang dipilih Saudi mungkin yang type land attack untuk menghadapi perkembangan pesat teknologi rudal Iran

      Jarak: 1700km
      speed: 10 Mach

      =====

      siapa tau berawal dengan C705 berahir dengan DF21, the cruiser killer 🙂

      • Ini jawaban untuk efisiensi BBM yang minim sekaligus dapat mengobati keresahan mbah bowo.

        Mudahan2 MEF 2, 10 baterai sudah diakusisi beserta ToT.

        Dong Feng ini ada Platform kapal laut nya ga bung NYD?

      • ada bung, bahkan jika tadi ga salah baca ada juga versi sub-launched.

        saya barusan liat video menarik, katanya dibuat oleh asosiasi angkatan udara US. yang menarik ternyata mereka menyuarakan kekhawatiran terhadap alutsista tertentu yang menambah legitimasi pilihan favourite warjager yaitu flankers family serta S300 plus kembaran China-nya 🙂

        • Wah..Saya dukung bgt kalau TNI tertarik sama Dong Feng, agar deterjen nya juga nyampe ke Christmas Island, jarak nya cuma 900 km dr pulau Jawa.
          Bayangin bung, klu Dong Feng ada danbisa di sembunyikan di hutan2 bakau dan pulau2 kecil diangkut oleh hovercraft yg dibangun khusus untuk mengusung Dong Feng.

          Thanks buat link nya bung. Russia strong!!

      • Cruiser killer,,mantap nih klo TNI punya,…
        DF 21 memang di desain khusus sebagai pembunub kapal induk,apalagi yg cuma sekelas hobart,sekali tembak bisa tenggelem tuh,speednya yg di klaim mencapai 10 mach bakal sulit untuk di hadang destroyer OZ..
        Bung now,klo TNI smpe punya DF 21 versi silo bawah tanah dan di taro di pesisir pantai apakah cukup efektif ?? Eh 1 lagi,bukankah DF 21 rudal anti kapal yah ? Apa ada versi lain ?

        • DF21 memang dijadikan coastal defence oleh PLA, sebagai area denial menghadapi armada Pasific US diluar claim 9 dash line. Untuk indonesia dgn posisi di persimpangan sangat ideal, yang saya bayangkan untuk segera dikuasai adalah coastal defence dgn SSM derifatif Yakhont dgn jangkauan 300km, itu lebih realistis dibanding DF21, for now

          Tp walau begitu, mengingat ancaman saat ini dan ke depan, TNI butuh kekuatan pukulndgn jangkauan jauh secepatnya. Harus dimulaindipikirkan dari sekarang hingga tidak ada gap jauh dgn rencana modernisasi dari musuh potensial. Dalam waktu 2-5 tahun ke depan

          KS canggih dan F35 Singapura serta KS penggati Collin serta Hobart class Australia akan menjadi ancaman nyata di 2020. MEF2 ini TNI harus belanja cerdas

      • @nowyou
        kalau kita mgkn agak mustahil bisa dapat DF21 dari China seperti Arab, secara kita tergabung dlm MTCR.
        Kecuali jika kita bs produksi sendiri rudal dengan jarak seperti DF21

      • Bung @dars, ada beberapa type DF termasuk yang punya kemampuan menembak satelit. Keliatannya untuk land attack namanya beda lagi 🙂 cuma pikiran sepintas bahwa jika rudal ini bisa membidik target bergerak di laut dan atmosfir tentu membidik target ststic lebih mudah, maaf jika trnyata DF21 Saudi adlah anti kapal permukaan, hanya pemikiran sepintas bahwa ancaman Iran bagi Saudi lebih besar di kemampuan rudal land based daripada seabased karena faktor geografis yang berdekatan dan hanya terpisah selat

        Bung @Kilogram, cmiiw- China dan Arab Saudi tidak termasuk dalam MTCR, demikian juga dengan Indonesia. Justru Russia malah ikut menanda tangani perjanjian kontral tersebut. Jika MTCR acuannya lebih mungkin bagi kita untuk dapatvrudal balistik China daripada dari Russia. Yang paling aman adalah mengembangkan kemampuan rocket dlm negeri walau dgn asistensi asing, ini lebih solid dan lebih kecil kemungkinan embargo

        • Benar bung, paling afdoll bisa nego dgn cina utk buat rudal tsb kalo jadi dibeli oleh indonesia agar bisa dibuat di indonesia atau bisa produksi bersama. Tinggal Indonesia hrs bisa meyakinkan cina. Jaman sekarang yg dikembangkan adlh teknologi rudal malah sdh smp hipersonic dan balistic

  3. Must have 2 skuadron su 35bm, 1 skuadron su 34, 2 skuadron gripen+tot, system rudal s300 family & panstir-s1, 2 destroyer sekelas hobart, 4 real fregat, 60 unit kcr, 12 ks+rudal jarak 300km lebih, radar vostok E, upgrade kemampuan&alutsita marinir, pasukan elit lainnya..insyallah dgn alutsista minimal spt diatas indonesia bisa menetralisir bahkan gebug balik keangkuhan dan kesombongan OZ..amin
    yang paling penting semoga ekonomi indonesia semakin meningkat & berkembang pesat

  4. Fungsi utama dari Radar Thomson TRS 2215 ini adalah sebagai sistem pertahanan udara yang mobile dan system pertahanan udara taktis.Selain fungsi utama tersebut Radar ini juga dapat dipakai sebagai “Gap Filler” atau back up radar,dalam jaringan Radar tiga dimensi yang tetap (Fixed) fungsinya yang tergabung dalam station pertahanan udara.

  5. Penjaga Langit.. Radar Canggih + S300 = Penyebaran Merata.. wah mantap.. semoga dan harus terwujud

 Leave a Reply