Apr 142018
 

Menterti Pertahanan AS Jim Mattis © Jim Mattis via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Menteri Pertahanan AS Jim Mattis di hari Kamis, mengisyaratkan bahwa AS siap untuk menunggu bukti definitif bahwa Suriah melakukan serangan kimia sebelum meluncurkan serangan, serta menekankan keharusan moral untuk respon AS seperti dilansir dari laman Military.com.

“Beberapa hal tidak dapat dimaafkan, diluar batas dan dalam kepentingan terburuk, bukan hanya konvensi senjata kimia, tetapi dari peradaban itu sendiri”, kata Mattis dalam di depan Komite Angkatan Bersenjata Senat.

Saat ini, AS dan sekutunya “tidak memiliki bukti” bahwa rezim Suriah telah melakukan serangan pada hari Sabtu lalu di Douma, pinggiran Damaskus yang dilaporkan sudah menewaskan sedikitnya 40 orang, kata Mattis.

“Saya yakin ada serangan kimia dan kami mencari buktinya. Kami sedang berusaha mendapatkan pemeriksa, mungkin dalam seminggu”, katanya, mengacu kepada tim investigasi internasional dari Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW).

Dia memperingatkan bahwa meskipun inspektur mendapat akses ke situs penyerangan, mereka tidak diizinkan dibawah mandat mereka untuk menyalahkan, jadi hanya untuk menentukan bahwa agen kimia digunakan.

“Kita tidak akan tahu dari tim investigasi ini siapa yang bertanggung jawab”, kata Mattis, meskipun dia berteori bahwa agen saraf klorin atau sarin atau kombinasi keduanya digunakan dalam pemboman di Douma.

Mattis dan Kepala Staf Gabungan Jenderal Joseph Dunford pergi ke Senat AS untuk memberikan kesaksiannya tentang anggaran pertahanan pada tahun fiskal 2019 ketika Capitol Hill mendengungkan spekulasi tentang ancaman Presiden AS, Donald Trump untuk menyerang Suriah dan kemungkinan memulai perang proksi dengan Rusia.

Trump awal pekan ini menyatakan bahwa serangan sudah dekat.

Namun dia kembali mencuitkan dalam akun twitter pada hari Kamis pagi bahwa tidak ada waktu untuk bagi AS untuk menanggapi.

Setelah mengadakan pertemuan sebelumnya di Gedung Putih pada hari Kamis, Trump mengatakan tentang Suriah bahwa “kita akan melihat apa yang mungkin terjadi”, dan dia berharap keputusan akan “segera” dibuat.

Mengikuti kesaksian mereka di hadapan Komite, Mattis mengatakan bahwa dia serta Dunford akan pergi ke Gedung Putih untuk pertemuan Dewan Keamanan Nasional di mana dia akan “memberikan berbagai opsi kepada presiden AS”.